Menurut pengawalnya, saat ditembaki, dia malah berdiri meneriaki para penembak gelap.

alexander assis, faisal assegaf; koran tempo; blog berita

Blog Berita mengutip berita ini dari Koran Tempo edisi 14 Februari 2008, dengan judul asli “Xanana, jimat, dan keselamatan”.

xananaPerdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, tampaknya sadar ada kekuatan lain di luar kemampuan manusia melindungi diri. Karena itulah, sejak berjuang merebut kemerdekaan dari Indonesia, dia selalu memakai jimat.

Ya betul, jimat. Entah apakah itu dalam bentuk barang, entah rapalan mantra, hanya ia sendiri yang tahu. Yang pasti, keanehan muncul saat sekelompok orang bersenjata menyergap konvoi Xanana di jalan. Bukannya berlindung saat ditembaki, dia dengan tenang turun dari mobil. “Memutar-mutar tubuhnya, seperti sedang melakukan senam kecil,” kata Sabino, anggota pengawalnya.

Dia bahkan menantang para penyerangnya itu. “Hei! Imi hakarak saida? [Hei! Apa yang kalian inginkan?]” Xanana berteriak. Tapi tak ada sahutan. Malah suara tembakan berhenti. Xanana lantas berjalan kaki beberapa meter sambil diapit rapat oleh para pengawalnya.

Tidak lama kemudian muncul sebuah angkutan pedesaan dari arah Distrik Aileu. “Kami kaget melihat Xanana berada satu mobil dengan kami. Kami tidak menyangka telah terjadi sesuatu dengan perdana menteri kami itu,” kata Agostinho da Silva, seorang penumpang.

Xanana selamat. Sikunya hanya tergores kena pecahan kaca. Adapun badan mobil dinasnya yang bernomor PM-01 berlubang bekas terjangan peluru. Keempat bannya kempis, seluruh kaca jendelanya rontok, bahkan jok tempatnya duduk terkoyak.

Memang, sejak pagi sebelum berangkat, Xanana telah mengingatkan semua pengawalnya agar bersiaga. “Sepertinya, Katuas [panggilan hormat dalam bahasa Tetum untuk orang yang lebih tua] sejak malam hari sudah mendapat firasat yang kurang enak,” kata Sabino.

Cerita soal kesaktian Xanana sudah lama beredar luas di masyarakat. Kabarnya, dia juga pernah selamat dari lemparan granat manggis saat berusaha menenangkan massa pada kerusuhan tujuh tahun lalu.

“Xanana justru memungut granat itu, menguncinya kembali, dan menyerahkannya kepada pengawalnya,” kata Lito Rambo, seorang saksi mata. [www.blogberita.net]

addthis technorati button