[sahat nainggolan; desy hutabarat; blog berita; sebarkan toleransi antar-umat melalui internet]
Jangan syirik melihat bloger yang berbeda agama denganmu. Fanatiklah untuk agamamu sendiri, tapi jangan jelekkan agama lain.
Artikel ini terdiri dari dua bagian. Yang pertama ditulis oleh Sahat M Nainggolan, pembaca dan kontributor Blog Berita di Malaysia, dan artikel kedua oleh Desy Hutabarat, kontributor weblog ini di Jakarta.
Sahat Nainggolan adalah bekas netter Kristen “fundamentalis”, kalau bukan “ekstremis”. Ia pernah aktif menjadi netter di sejumlah web agama, dan saat itu dia membela habis-habisan agamanya, Kristen, dan menyerang agama Islam; tapi kini dia sudah bertobat dari “perang agama” di web-web tersebut.
Salah satu web itu pernah memuat tulisan dari seorang netter nasrani dengan nick ze*** yang isinya menjelek-jelekkan Blog Berita. Kurang-lebih ditulis, “Coba kalian baca blog milik orang Batak Islam ini, bataknews.wordpress.com, muak kali aku membacanya, sok humanis, sok cinta sesama….” Lalu orang tersebut membuat blog sendiri, baru-baru ini, anti***islam.
Menyedihkan. Aku sebagai pemilik Blog Berita atau bataknews.wordpress.com sering heran melihat [sebagian] netter Indonesia. Yang Kristen menuduh aku seperti di atas, dan yang Islam pun ikut memojokkan aku bahkan ada yang menyebutku sebagai kafir. Hm…, kayaknya “lebih aman” menjadi Parmalim atau Buddha. Tapi…, kupikir sama saja, karena nanti dibilang pula Parmalim penyembah berhala, nanti dibilang pula Buddha cuma “agama bumi” sehingga tak berlaku garansi masuk surganya ketimbang “agama langit”.
Macam sudah hebat kali pun [pemuka] agama-agama itu, bahkan ada yang berani mengklaim umatnya masuk surga.
Kasihan aku melihat maniak-maniak agama seperti mereka; mudah sekali “naik nafsu” bila melihat bloger yang berbeda agama. Berhentilah. Pakailah internet untuk menyebarkan kebaikan dan toleransi. Tak mau? Ya sudah, teruskanlah.
Artikel Sahat Nainggolan
ADA BANYAK ORANG yang merasa dirinya sebagai ‘hero’, pahlawan, dengan memaparkan teori dan dogma agamanya. Dengan harapan orang yang membacanya dapat merubah keyakinannya.
Sekedar berbagi cerita, teringat kembali dengan apa yang kulakukan 1-2 tahun lalu, waktu menjadi ‘aktifis latteung pembela agama’ di beberapa forum yg membahas soal agama. Setiap hari aku mencoba mengkaji kelemahan-celah agama lain.
Tiap malam jadi regular member di forum seperti faith***, ka***, aku***, dan juga mendownload e-book kristologi dan islamologi dari berbagai web lokal dan non-lokal sebagai bahan untuk bertarung.
Aku hanya tertawa mesem ketika melihat gambar icon ‘POD’ di blog anti***islam, yaitu gambar star of david, cross & bomb, which is the religion?
Wow… sungguh hebat rasanya jika kita bisa menjatuhkan teori dari agama yg kita ‘fight’, dalam hati kita akan berkata ‘agamaku memang hebat’!, dalam hal ini aku merasa sbg pembela Kristus, karena Yesus sering menjadi sorotan dan objek yg dicela.
Tetapi, dilain sisi setelah kupikir kembali buat apa aku membela Kristus yg telah lebih dulu membelaku, dengan mati di kayu salib. Dia tak butuh pembelaanku!, karena Dia lebih dulu membelaku manusia yg nista dan mungkin pembelaanku tidak sebanding.
Sedikit aku kutip perkataan Marthin Luther, ‘Do you know what the Devil thinks when he sees men use violence to propagate the gospel? He sits with folded arms behind the fire of hell, and says with malignant looks and frightful grin: “Ah, how wise these madmen are to play my game! Let them go on; I shall reap the benefit.’, dalam pengertianku kita tak perlu berjibaku, berjuang untuk mempromosikan injil dengan cara yg ekstrim (violence-kekerasan) atau dapat juga diartikan dengan menjelekkan agama orang lain, menghujat, mencela, memprovokator,dll.
Karena keyakinan dan iman ialah hadir dengan sendirinya dalam hati nurani manusia itu sendiri. Dari hal tersebut diatas yg diuntungkan ialah iblis, karena akan makin banyak manusia di bumi ini yang saling gontok-gontokan karena berebut umat, memprovokator, saling menghujat,dll.
Kenapa aku bisa katakan, keyakinan dan iman ialah hadir dari hati nurani manusia itu sendiri bukan karena khotbah dan ceramah atau bujukan orang lain. Pengalamanku, (bukan aku sok atau apalah) pernah dalam satu rentang hidupku ini, 6 tahun aku tidak pernah menginjak Gereja, mau Natal, mau paskah, whatever..masa bodo aja. Sedangkan ibuku seorang yg cukup aktif di Gereja dan acapkali pendeta gereja yg kebetulan main ke rumah kami bertanya ‘kapan kau mau datang ke gereja?’, jawabku ‘nanti, pak pendeta. nanti kalau sudah siap’, alasan yg akupun tak tahu maknanya, asal saja keluar jawaban itu, yang penting sudah bisa menjawab pertanyaan pak pendeta, pikirku.
Satu hal yg kualami dan dari melihat teman2ku, mau dikhotbahin tiap malam sampe berbusa pun mulut pak pendeta, diceramahin ustad, kalau memang TIDAK ada niat dari hati yg paling dalam utk ‘kembali’, takkan terjadi pertobatan itu. Never and ever!.
Sama juga dengan pembelaan dan promosi agama, mau beratus web kita baca, kalau orang yg membacanya tidak punya ‘dorongan’ yg iklas dan tulus untuk mempercayai agama tsb, maka sia-sia usaha kita, percuma buat blog sampai ratusan, menjamur macam iklan sabun colek, karena orang yg membacanya pun hanya numpang lewat. Bukan berarti tidak berguna membuat blog ttg agama, tetapi untuk hal yg positif itu adalah baik dan bukannya web hujatan atau blog promosi menjelekkan orang lain.
Apa yang kuanggap pejuang agama (ini pendapatku pribadi) ialah Mother Theresa, Marthin Luther, dan tokoh religius lainnya, yang lebih mengedepankan dan bekerja keras untuk kemanusiaan, perdamaian, dan bukannya menghujat agama orang lain.
Beberapa hari lalu, aku membaca email dari lae Holben tentang ‘pelecehan thd muslim’ yang dikirim oleh si cucu kepada neneknya, dan apa komentar si nenek tsb? aku kutip sedikit yg aku suka dari komentar si nenek tsb ‘They all believe in one higher power, and if stupid people would quit putting politics to religion perhaps the whole world would be an easier place to live. How they choose believe in God is not my business. My professor is right. Once you attach your philosophy to religion you can’t criticize the one without accidentally attacking the other. It’s unfortunate. There is enough hate in the world and no need to add to it’.
Buddha, Hindu, Nasrani, Muslim, Parmalim, dll semua percaya kepada satu yg Maha kuasa, dan mengapa mereka meyakini agama/kepercayaan mereka bukan urusanku. Sudah cukup banyak kebencian di dunia ini dan tidak perlu kita menambahinya. Akupun makin ‘melek’, semakin berterimakasih kepada Tuhan kalau aku bisa menerima perbedaan yg ada untuk perdamaian.
Jadi apapun agama teman, rekan kerja, tetangga, saudara kita maka layak untuk kita hormati pilihan mereka. Mau fanatik, fanatiklah menjalankan agama kita masing-masing dan bukan fanatik terhadap agama orang lain. Fanatiklah untuk perdamaian, kemanusiaan, orang2 tertindas, orang2 miskin, dll. Peace!!
Artikel Desy Hutabarat
Sewaktu kecilku,aku selalu sirik dengan orang-orang kaya dan orang-orang pintar. Aku selalu bertanya-tanya dalam hatiku,gimana yah cara mereka supaya seperti itu? Aku malah dulu cenderung membenci mereka itu, mungkin karena aku berasal dari keluarga sederhana, dan tingkat kepintaran yang biasa-biasa.
Seiring dengan perjalanan hidupku, aku selalu ingat dengan kebencian itu (walau terkadang lupa juga karena banyak hal lain yang mampir untuk difikirkan). Dan ternyata bukan hanya aku yg memiliki “kebencian” seperti itu. Aku temui, tulang Sunan kecil pun pernah mempunyai fikiran, dunia ini tidak adil karena ada orang yang terlalu kaya dan ada orang yg terlalu miskin, dan sakitnya lagi, si kaya tidak perduli dengan si miskin.
Tulang Sunan, salah satu orang yang menjadikan “sirik” itu sebagai motivator, begitu juga dengan aku. Aku lebih melihat keberhasilan tulang Sunan menjadikan itu motivator, melalui pencapaian-pencapaian yang telah dia raih dalam hidupnya saat ini. Dan dia konsisten dengan hal itu.
Tapi, sangat banyak juga yang aku temui mengasah siriknya itu ke arah yang negatif. Yang menjadikan dia menjadi manusia jahat. Dan menjadikan dia manusia yang ditumpuki rasa benci, dendam dan sakit hati bahkan dendam. Jangan coba untuk mencari kasih dalam dirinya, anda tak akan temukan. Segala upaya dan cara dia lakukan agar dia menjadi kaya, menjadi terkenal, menjadi pintar. Dia tidak perduli cara itu menyakiti orang lain atau tidak, benar atau tidak. Karena buat dia, kebenaran itu adalah dia. Selebihnya diluar dia adalah salah, apalagi orang yang bertolak belakang dengan pemikiran dan ide-idenya.
Sewaktu kecil, aku selalu benci dan marah, setiap ada keluargaku yang pulang kampung, karena mereka tidak perduli dengan kami, karena kami miskin. Bahkan saking tidak dekatnya dengan mereka, aku kadang-kadang malah ga kenal mereka. Tapi, terimakasih Tuhan, aku menemukan orangtua yang baik, lingkungan yang baik, yang mengajarkan aku untuk selalu menerima perbedaan, yang selalu menjadi manusia forgive and forget, maafkan lah kesalahan setiap orang yang bersalah padamu, dan lupakan masalahnya, bukan orangnya yg kamu lupakan. Apalagi untuk orang Batak, sangat banyak mungkin yg mengalami seperti ini, ada jarak dengan keluarga yg status sosialnya lebih tinggi. Dan menyebabkan kebencian dalam hati mereka.
Tapi, bukankah hal yang bodoh kalau sampai kebencian dan dendam itu mengontrol kehidupan kita? Kita jadi manusia rapuh karena nya? Kita jadi manusia bengis karenanya? Kita sendiri yang rugi. Melulu memikirkan kejahatan, kebencian bahkan dendam. Padahal, mencintai itu adalah indah, karena kita juga pasti akan mendapatkan cinta dari sana. Kita mendapatkan kebahagiaan dari sana. Dan itu nilainya tak terhitung dengan uang, tak tergantikan dengan seberapa hebat kesuksesan yang kita terima. Bukankah tertawa dengan bebas, tidur dengan tenang adalah suatu hal yang mewah dan sangat indah?
Yang aku lihat, tulang Sunan selalu berbagi dengan sesamanya. Dan sangat aku tau, dia sangat bahagia dengan semua itu. Mungkin ini dia lakukan karena, dia tidak mau melihat banyak orang yang mengalami hal seperti nya dulu. Bagi tulang Sunan dan bagiku juga, serta bagi kebanyakan orang di blog ini yang mencintai kedamaian dan persaudaraan. Menabung kebaikan itu jauh lebih penting daripada menabung uang yang banyak, menimbun harta yang banyak. Karena, doa-doa dan berkat dari orang yang kau tolong itu, sangat mewah dan sangat berharga. Terutama pada saat melihat mereka dan bahagia. Huh! Jangan ditanya rasanya, ruarrrrrr biasa.
Jangan gara-gara dulu kau jadi orang terbuang, jadi orang yang ditolak, jadi orang yang dikucilkan, lantas kau menjadi dendam bahkan cenderung jadi bengis, itu salah. Justru karena kau sudah pernah di posisi itu, maka harusnya setiap melihat orang yang berada di posisi itum bantulah dia itu. Ulurkan lah tanganmu padanya. Kau boleh marah dan benci sama kemiskinan, sama penderitaan, sama kesedihan dan air mata. Tapi, kalo kau tidak berdamai dengan itu semua, dengan masa lalumu, dengan jiwamu, kau akan mati pelan-pelan karena itu. Dan matimu pasti akan sangat tragis. Dan karena selama hidupmu kau tak mengasihi sesamamu, silahkan bayangkan sendiri apa yang akan terjadi pada saat kau kesusahan. Sangat mengerikan dan menyedihkan.
Ayo, kita terapkan dan tebarkan cinta kasih, oh pasti rasanya akan sangat sejuk, indah dan tenang. Rasanya umur pun nambah… Indahnya dunia. Di setiap tarikan nafas, kita akan selalu bersyukur kepada sang Pencipta. Dan semakin hari kita semakin merasa lebih baik. Ayo, maafkan dan berdami lah dengan sekitarmu yang pernah menyakitimu, menolakmu, bahkan menghinamu. Sungguh tak enak pernah di posisi itu, makanya, jangan kau perlakukan seperti itu terhadap sesamamu, tak ada gunanya itu. Just forgive and forget, and move. Berjalanlah dan pandanglah ke depan… Salam. [www.blogberita.com]


26 November 2007 at 7:58 am
@sahat.m.ngln
)
betul ito…. par prambanan do au… HORAS TETANGGA
26 November 2007 at 9:25 am
@Lambok Sianturi (dan orang2 yang sepaham dengan beliau ini, yang mungkin semuanya berada di bawah naungan blog antibatakislam.)
Tuhan ga kurang kuat untuk memusnahkan orang2 yg menurut Dia ga benar!Tuhan punya laskar dan malaikat yang bisa melakukan itu semua.Ito ga bisa menjudge semua saudara umat muslim seperti yang anda sebutkan.Pada insiden bom, memangnya tidak ada sodara kita yg muslim yg jd korban?BANYAK?Memangnya mereka tidak mengutuk insiden itu?SANGAT!Itu bukan agama!Tp itu oknum!Tuhan punya cara untuk meluruskan apa yg menurut Tuhan sudah saatnya diluruskan.Pendeta di gereja karismatik aja ga kek ito itu cerewet nya,heran….
Tugas kita hanya mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri.Kalo kek gini caranya,tak yakin aku ito mengasihi diri ito sendiri…
Tangiang ma ta gogo tu Debata i ba ito,asa haru dipargogoi hita na mangoluon,jala dilean di hita dame ni roha na sumurung i.
Horas
26 November 2007 at 3:08 pm
halahhh hari gini masih membenarkan agama Kristen..sebenarnya kita enggak perlulah membandingkan agama agama yang ada di Dunia ini ,kalau mkau jadi islam jadilah islam yg bener kalau mau jadi agama kristen jadilah seorang kristen yang baik.saya paling takut membanding bandingkan agama.jadi sekalipun aka hamu na parilimu tinggi humble dikitlah ..wwahahahahahaha mas Sahat alias kairo ada toh selesaikan yg ada di batak gaul oiiiiii ..oiiii hahahahahha
26 November 2007 at 5:39 pm
Bang Jarar…
Bener juga lho, kalau semua orang di dunia ini jadi muslim, dunia hancur… Siapa dong yang akan merawat Vatican, Borobudur, Angkor Wat, Tembok Ratapan dll…
Juga: Kalau semua orang di dunia ini jadi Kristen, dunia pun akan hancur. Siapa pula yang akan merawat Mekkah, Medinah, Kubah Batu Yerusalem, Kuil-kuil, Sinagoga, dll….
demikian pula kalau semua jadi Khong Hu Cu atau Budha, dll
Makanya, dunia ini berbeda-beda, karena perbedaan adalah sumber kehidupan. Kita lahir dari perbedaan: bapak dan ibu kita jelas berbeda, warna juga tidak merah semua atau kuning semua, tapi berbeda dan kontras. Alam tidak akan menjadi menarik jika tidak ada perbedaan….
Dari sisi inilah seharusnya kita semua memandang TUHAN (sekali lagi jika TUHAN itu benar-benar ada). TUHAN punya jutaan, milyaran wajah, bahkan tidak terbatas. Bisa dipandang dari segala sudut pandang…. TUHAN bisa mewahyukan diri dalam berbagai macam wajah, bentuk, warna…. Paling mudah adalah melihat TUHAN dari ciptaanNya beraneka warna….. TUHAN bisa berbentuk satu, berwujud tiga, berwajah sepuluh, berupa ribuan, bahkan tak terbatas…
Makanya, kehancuran akan terjadi jika dunia ini hanya ada satu rupa, satu warna, satu agama, satu ciptaan, dan bahkan jika hanya satu bentuk TUHAN….
Dari sisi ini, saya setuju dengan pendapat “jika semua manusia di bumi ini menjadi Islam semua, dunia akan hancur” sama seperti saya setuju dengan pendapat “jika semua manusia ini Kristen atau Budha atau Atheis semua, hancurlah dunia kita”
JARAR SIAHAAN:
dari dulu, selalu aku suka membaca komen lae krisna ini. benar yang lae katakan; kalau dengan sudut pandang yang demikian, aku pun setuju bahwa dunia akan “hancur” bila manusia seragam.
26 November 2007 at 10:20 pm
Horasssssss buat Bloggers,
Sahat Nainggolan dht Desy br.Hatebe, memang lernprocess-nya belum terlambat.Dengan demikian:”Berbahagialah buat yg mengenal kesalahan sendiri”! Sudah jelas beban-nya ltdk ada lagi. Kalau kita bayangkan sekian ratus tahun yg silam, sekalipun banyak yg mengatakan jangan lihat kebelakang/ yg sdh silam.Tanpa kemarin tdk ada besok.Pada umumnya manusia tdk mempunyai pendidikan. Hanya mendengar perintah! Tetapi sekarang pada umumnya sdh mempunyai Pendidikan, tetapi tdk dpt berpikir secara logika.
Bukan Agama yg salah,tetapi Manusianya yg salah pengertian. Marilah kita :”respect” ! sama siapapun ! Begitu juga buat alam kita ! Semoga damailah di Bumi,terutama di Tanah Air kita yg tercinta !
26 November 2007 at 10:45 pm
What’s up abang Lambok ini?
Benci kali abang sama Islam. Aduh banyak hal yang abang nggak tahu. Aku penganut Islam dan aku nggak sedang membela agamaku di depanmu. Karena orang seperti abang sudah memiliki persepsi sendiri. Tapi picik kalilah kurasa abang ini menilai Islam dari suatu kejadian dan suatu oknum yang melakukan tindakan teroris. Ku pikir setelah begitu banyak tulisan di blog ini tentang toleransi, abang bisa memahami perbedaan.
Seribu orang, seribu pikiran. Seribu penganut agama maka bisa jadi sepuluh ribu pikiran tentang agama itu.
Aku yakin banyak penganut kristen yang nggak punya pikiran seperti abang.
Pernah nggak abang berpikir, hidup dalam keluarga multireligi seperti aku? Islam dan Kristen duduk berdampingan. Kami baik-baik aja. Kakek dan nenek serta sepupu-sepupu bapakku banyak yang kristen dan kami tetap tak bermasalah.
Ku rasa abang nggak berteman dengan banyak orang. Selama ini teman abang hanya satu agama aja? Kalau memang begitu, kurasa aku bisa memahaminya.
Tapi ku rasa pembuat blog harusnya berpikiran luas dan openminded, bahkan jika yang abang buat blog antibatakislam sekalipun.
Don’t spread anger dan hateness
You may not understand what you say.
Religion is not used to create a war, but stop the war.
Love your families, friends, neighbours, even they don’t have the same relegion with you.
Peace…
26 November 2007 at 11:43 pm
Kesimpulan sementara dari kegaduhan yang dilakukan orang-orang yang mengaku kristen dan antibatakislam itu :
1.Ada rasa takut yang sangat kuat pada orang-orang kristen yang populer di blog ini terhadap “pembalasan dengan cara kekerasan” oleh kalangan Islam ekstrim (fpi,amrozi, dll). “Pembalasan” diyakini bisa terjadi kalau nama-nama populer di blog in–i yang “dicatut” di blog lain — lantas dianggap orangnya sama.
2. Orang orang yang mengaku kristen dan antibatakislam itu cukup berhasil mengguncang ketenangan dan spirit pluralisme di blog ini.
3. Mereka (antibatakislam) berhasil menggiring pengunjung blog in ke blognya.
4.Yang paling penting, kejadian ini akhirnya ternyata makin memperkuat barisan pluralisme dan humanisme di blog ini.
27 November 2007 at 2:14 pm
Biarkan saja kalo org mau berkomen negatif ttg agama lain, tdk usah dibalas, mereka sendiripun sptnya salah menafsirkan agamanya sendiri. Kalo misinya adalah utk menarik org agar menjadi pemeluk agama dia, sudah dipastikan gagal.
“Oknum” tdk bisa diartikan bahwa semuanya rata. Kita jg tdk tau persis apakah Amrozi cs ato Al Qaida itu benar2 muslim atau tdk, kita tdk tau benar apa yg ada dibelakang itu semua, maka jika kita mengetahui hanya sedikit saja informasi maka janganlah berbicara seperti telah menguasai seribu ilmu, krn itu akan menjelekkan agamamu sendiri. PEACE.
28 November 2007 at 12:16 am
tidak bisa menyalahkan agama. tidak ada satupun kitab suci yang menyarankan bunuh-bunuhan.
ketika terjadi pertikaian rasis di amerika yang dipelopori klu klux klan, mengapa tidak ada yang nyebut itu ajaran kristen, padahal jelas para pengikutnya pakai jubah dan ada lambang salibnya juga…
saat irlandia utara kacau, karena pertikaian antara shin fein dengan musuhnya, mengapa tidak ada yang nyebut itu perang kristen lawan katolik…..
saat ribuan muslim bosnia di bantai, kenapa tidak ada yang nyebut itu perbuatan biadab orang kristen…..
coba lihat ke masa lampau,
Perang dunia I siapa yang mulai? apakah islam? negara islam tidak ikut-ikutan tapi jadi korban…..
perang dunia II, apakah islam yang memulai? negara islam tidak ikut-ikutan tapi jadi korban…
lebih banyak mana, negara islam yang menjajah negara kristen atau negara kristen yang menjajah negara islam…
dan begitu banyak kekacauan di dunia ini yang dimulai oleh NON-Islam…
tolong obyektif…
kebenaran ada diluar sana, dan untuk melihat dengan adil, lepaskan sementara ego dan “baju” agama.
saat ini agama sudah menjadi monopoli pemuka agama, tidak hanya di agama islam saja, di agama lain pun seperti itu…
saat ini agama hanya jadi kedok untuk balas dendam….
tujuan saya nulis ini untuk mengomentari saudara lambok sianturi, yang dengan pede-nya seakan-akan dia adalah orang paling suci dan paling kuasa di seluruh jagat.
dia menganggap bahwa dia yang paling pintar dan benar….
dia menganggap bahwa dia yang paling cerdas akal pikirannya…
dia menganggap bahwa logikanya yang paling benar
padahal dia orang yang tidak obyektif.
saya nulis diatas bukan untuk ngadu domba antar agama…
saya hanya ingin berpesan supaya sebelum berkomentar pakailah logika dan akal secara obyektif…
29 November 2007 at 12:40 am
Saya senang dengan blog ini yang berusaha mengutamakan persaudaraan dan perdamaian diatas perbedaan yang, menurut pendapat saya, sering menjadi batu sandungan terhadap kemajuan bangsa kita. Menurut pendapat saya dua hal yang selalu menjadi perselisihan diantara umat manusia adalah agama, ras, dan politik. Sedapat mungkin kita berusaha untuk memandang sesama kita terlepas dari hal di atas.
Perbedaan akan selalu ada di dunia ini. Namun semakin kita dewasa dalam berpikir dan umur (tentunya, karena sudah makan garam hidup) maka sudah sepantasnya melihat perbedaan itu sebagai suatu bagian dari kehidupan yang patut disyukuri dan bukan justru yang merusakkan.
29 November 2007 at 5:00 am
sulit memberitahu kepada orang buta tentang warna…
Sekalipun kita teriak-teriak bahwa itu adalah warna merah atau putih, atau hitam.. tetap saja orang buta tidak akan pernah tahu selamanya….
kita memang tidak buta…
tapi hati kita telah buta…..
percuma kita beri nasihat kebaikan… orang yang buta hatinya tetap tidak akan pernah tahu selamanya….
orang yang bisa melihat pasti bisa membedakan warna-warna kehidupan…..
orang yang hatinya bisa melihat » tidak akan pernah menyudutkan suatu keyakinan…..
Siapa saja diantara kita yang suka menyudutkan keyakinan orang lain » maka dialah yang buta hatinya…..
Orang islam » ada yang buta hatinya…
Orang kristen » ada yang buta hatinya….
Dan apabila kedua orang buta itu bertemu….. » yang ada adalah kehancuran….
Orang islam ada yang melihat dengan hati nuraninya…
Orang kristen ada yang melihat dengan hati nuraninya…
dan apabila kedua orang ini bertemu…. » yang ada adalah perdamaian dan kebahagiaan….
Carilah orang islam yang hatinya melihat….
Carilah orang kristen yang hatinya melihat….
Jangan hiraukan orang islam yang hatinya buta….
dan jangan hiraukan orang kristen yang hatinya buta…..
Mau orang islam ataupun kristen » siapa saja yang hatinya tidak mau melihat » dan selalu menyudutkan keyakinan orang » dialah PEMBAWA KEHANCURAN….!
*hanya sesederhana itu…*
1 Desember 2007 at 10:47 pm
Antara jawapan saya tentang cinta:
Dalam ruangan Siapa Berani Kata Mother Teresa Kafir
J1.
Katakan anda sang Suami tapi isteri anda mempunyai rasa cinta , kasih dan sayang pada lelaki X. Rasanya boleh anda terima sang isteri itu Lantas kerana lagangan kasih anda maka anda tetap mengasihi isteri anda walau pun segalanya bagi dirinya ada buat lelaki X.
J2.
Allah tidak akan kesal dengan orang kafir atau tidak kerana dia tidak memerlukan apa-apa. Cuma dia amat murka orang mentigakannya. Sedangkan sang isteri suaminya kawin lain sudah perang.
J3.
Cadangan meyebarkan cinta bagi semua agama adalah sama. Akan tetapi yang mencadangkan meyebarkan cinta ialah pencipta manusia iaitu Allah yang satu.
J4.
Belajar cinta
Memahami Cinta
Mengamalkan cinta
Ketiga-tiga boleh disebut dengan semaunya akan tetapi ketiga-tiganya mempunyai cara yang berbeza untuk melaksanakannya.
Seminimnya : belajar cinta dengan deria lihat dan deria dengar, memahami cinta dengan dengan akal
Akan tetapi mengamalkan cinta menjemput keseluruhan deria bahkan seluruh kemampuan. Hanya anugerah Allah saja mampu membuat kita mengamalkan cinta.
So, jangan lagang saja tetapi realiti hanya ngomong di bibir atau tulisan atau di cetakan internet saja.
kadang-kadang saya ketawa para yang melagangkan CINTA seolah-olah itulah mereka tetapi ingat hanya anugerah Allah saja yang mampu memberi CINTA kepada kita.
J5.
Mari kita lihat analogi ini:
Ada satu rumah
Tentu rumah itu ada tuannya
Ramai duduk rumah itu
Si A tidak mengaku ketuanan tuan rumah
Si A lagi baik macam Teresa
Rasanya tuan rumah itu cinta kah sama itu Si A?
Ada satu alam
Tuan Alam ini adalah Allah
Seluruh alam(makhluk) ini milik Allah
Ada makhluk yang tidak menerima satu-satunya Tuhan (Allah)
Makhluk itu amat baik sekali kalah Teresa”
Rasanya Allah cinta kah Teresa?
” seolah-olah Teresa saja baik didunia………….
J6.
Cinta anda bercelaru, kejap pada CINTA, kejap pada Jesus, kejap pada Roh Kudus, kejap pada Maryam jadi mana satu
J7.
Betulkah ajaran CINTA KASIH menjadi majoritas pegangannya. Lantas kenapa ada pengeronyokan Serbia ke atas etnik Bosnia dengan idea penghapusan etnik. Kenapa ada Amerika di Afghanistan juga Iraq.
Tambahan:
Cinta pada makhluk dan alam tidaklah setara dengan cinta Allah.
Jika kita masih kanak-kanak dikeronyok lantas menangis jadi pada siapa kita datang untuk meredakan tangis, tentulah pada ibu. Bagi yang ada ibu, bagi yang tiada ibu bagaimana, kasihan dia.
Jika seorang dewasa menangis kerana dikeronyok dengan pelbagai tekanan kehidupan, pada siapa dia mahu mengadu? Manis agaknya dia ketemu ibunya dan meredakan tangisnya pada ibunya. Tidak bukan, tentulah si dewasa itu akan mengadu pada Allah SWT yang satu. Atau ada pilih kasih pada Jesus, Maryam atau Roh Kudus.
2 Desember 2007 at 10:02 pm
horas
salam damai
hari ini adalah minggu advent di gereja kami HKBP…minggu advent mempunyai makna sambutlah kedatangan seorang maha besar,suci dan baik JESUS (ISA AL-MASIH).
JESUS KRISTUS datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia seluruh dunia baik yg ISLAM,KRISTEN,HINDU,BUDHA,ALIRAN2 KEPERCAYAAN dll..jadi alangkah baiknya kita smua mari berpikir jernih..berhati bersih..apakah kita sudah bersiap2 menyambut kedatangan Nya kelak?’
-JESUS milik semua manusia jadi bukan milik pribadi-
-JESUS selalu menerima doa2 yg tulus dan baik hati-
-JESUS AKU SAYANG KAMU-
JESUS KAMI YG DI BLOG INI MINTA PENGAMPUNAN DARI KESALAHAN2 YANG KAMI PERBUAT. YA TUHAN KAMI MANUSIA LEMAH DARI COBAAN YA TUHAN…BERIKANLAH KAMI KEKUATAN DAN KESEJUKAN UNTUK MENERIMA PERBEDAAN INI…YA TUHAN JESUS TRIMAKASIH KARENA ENGKAU MASIH MELINDUNGI DAN MENJAGA KAMI.AMIN
3 Desember 2007 at 1:57 pm
Agama mu adalah Agamamu dan biarkan aku dengan Agamaku…..
beda itu indah kalau kita bisa porsikan diri kita
3 Desember 2007 at 10:42 pm
@Ete Marboen
andai saja itu benar benar ada di indonesia, tapi kenyataan nya beda. masih ada agama tertentu yang senang brutal dalam menyikapi perbedaan itu
7 Desember 2007 at 3:57 pm
sebaiknya berkaca diri.
ketika anda menghujat sebuah agama,
menyebut sebuah agama sebagai agama brutal dan akrab dengan kekerasan.
dalam diri anda sudah timbul bibit kekerasan itu sendiri,
bibit kebencian.
menghujat sebuah agama dengan menyebarkan kebencian.
sungguh saia tidak habis pikir,
perbedaan diciptakan bukan untuk dijadikan alasan agar kita bisa menyerang pihak lain.
Tuhan punya alasan sendiri mengenai perbedaan