[blog berita; koran tempo; angka bunuh diri tertinggi di cina]

Di seluruh dunia, tiap 40 detik ada satu orang yang bunuh diri.

Berikut berita selengkapnya seperti dikutip Blog Berita dari Koran Tempo belum lama ini, ditulis oleh Reh Atemalem Susanti.

BERDASARKAN DATA DARI Direktur World Health Organization (WHO) Bidang Kesehatan Mental dan Kekerasan Benedetto Saraceno pada 2005, jumlah rata-rata penduduk Indonesia yang meninggal akibat bunuh diri mencapai 24 orang dari 100 ribu penduduk.

Jika dihitung berdasarkan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini 220 juta orang, berarti ada 50 ribu orang Indonesia yang bunuh diri setiap tahunnya. “Jumlah itu sama dengan jumlah penduduk yang meninggal akibat overdosis psikotropika dan zat terlarang,” kata dosen kesehatan mental Universitas Trisakti, Ahmad Prayitno, kepada Tempo seusai seminar “Keragaman Budaya Mempunyai Dampak terhadap Kesehatan Jiwa” di Departemen Kesehatan.

Ia menjelaskan Indonesia memiliki faktor penyebab bunuh diri seperti jumlah pengangguran yang mencapai 40 juta orang, mahalnya biaya hidup, penggusuran, lingkungan psikososial yang parah, kesenjangan ekonomi yang begitu besar, pekerja migran, dan pasien gangguan mental yang tidak tertangani secara optimal.

Indonesia, kata Prayitno, berada di angka rata-rata bunuh diri dunia yang hanya 15,1 dari total penduduk. Angka bunuh diri terparah ada di Cina dengan lebih dari 250 ribu penduduk yang bunuh diri setiap tahun, dan di Jepang yang 30 ribu penduduknya bunuh diri setiap tahun.

Jika dihitung secara global, ada 1 juta orang di dunia yang bunuh diri setiap tahun. Artinya, ada 1 orang setiap 40 detik yang bunuh diri. “Bunuh diri merupakan satu dari tiga penyebab kematian tertinggi pada usia 15-34 tahun. Percobaan bunuh diri mencapai 20-50 juta orang per tahunnya,” kata Prayitno.

Sementara itu, Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa Yulizar Darwis mengungkapkan satu dari empat penduduk Indonesia mengidap sakit jiwa. Gangguan yang sering terjadi adalah depresi. Jumlah penderita antara perempuan dan laki-laki, kata dia, secara umum sama.

Namun, gangguan kesehatan jiwa berat (psikotik) lebih sering terjadi pada laki-laki, sedangkan gangguan jiwa ringan seperti depresi lebih sering pada perempuan. “Jumlahnya dua kali lipat laki-laki,” ujar Yulizar.

Meski belum memiliki angka penderita secara nasional, ia melanjutkan, angka paling tinggi gangguan kesehatan jiwa ada di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Pusat kesehatan masyarakat di NAD mencatat angka 51,1 persen pengunjung puskesmas terkait dengan masalah kesehatan jiwa. Angka itu terhitung besar karena berarti dari ada satu di antara dua orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. “Data tersebut dikumpulkan setelah tsunami (2006),” ujarnya.

Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Syamsulhadi dalam acara itu menyoroti mahalnya harga obat generasi baru bagi penderita gangguan jiwa. Sementara obat generasi lama hanya Rp 200-400 per butir, obat generasi baru mencapai Rp 75 ribu per butirnya (Rp 2,25 juta per bulan).

Meski murah, obat generasi lama memiliki efek samping seperti tremor, badan kaku, kemampuan kognitif berkurang, dan tekanan darah turun. Juga bisa menyebabkan sindrom neuroleptik maligna yang menimbulkan panas hingga meninggal. [www.blogberita.com]

button add this


  1. Saya rasa para pengangguran di Indonesia yang mencapai 40 juta sudah bisa mendirikan sebuah negara yang bisa menjamin mereka tidak menganggur. Bayangkan kalau negara yang didirikan para penganggur berdiri, penduduknya saja sudah mengalahkan penduduk Brunei, Timor Leste, Singapore. Pendapatan Negaranya diperoleh dengan mengirim rakyatnya ke sekolah-sekolah keterampilan lalu diberi modal utangan dari IMF dan Bank Dunia untuk memulai usaha dan sisanya dibekali skill khusus untuk dikirim menjadi tenaga kerja ke negara-negara lain.
    Masak di negeri yang kata koes plus ….tongkat kayu dan batu jadi tanaman …..bisa memiliki jumlah penduduk menganggur sedemikian banyak…..tanya kenapa?

  2. Iwan Nafry

    Cukup menyedihkan bukan!!!!. Oh ya hanya sedikit bertanya dalam hati. mengapa peringkat-peringkat wahid bagi Indonesia justru datang dari hal-hal yang secara sosial kurang baik. Rasanya sangat pahit untuk didengar jika Indonesia negara yang peringkat KORUPSINYA yang nomor wahid.
    Saatnya kita tersadar, saatnya kita membantu. .. Propaganda yang paling hebat adalah kekuatan agama sebagai sandaran hidup setiap umatnya. Namun ada hal-hal mujarab yang bisa membantu teman-teman yang bingung menghadapi hidup Lengkapnya Baca disini..
    1. Pray.
    Berdoalah, Bukankah kita adalah Umat beragama.
    2. Be obedient, no matter how much the Master’s plan doesn’t make sense to you.
    Taatlah, Meskipun Begitu banyak Rencana-rencana yang tidak Mengena (Dikabulkan) Dihatimu.
    3. Love your neighbor as yourself. Give to those less fortunate.
    Cintailah Sesamamu, Memberilah Buat mereka yang Hidupnya Kurang Beruntung beruntung
    4. Be generous.
    Rajin Beramal
    5. Relax and let God drive. Enjoy the ride!
    Bersantai dan Berserahlah, Nikmatilah segala sesuatunya
    6. Don’t be afraid. He said He would never leave us or forsake us!
    Jangan takut, Karna Tuhanmu tidak akan pernah meninggalkanmu
    7. Take time to rest and enjoy the company of friends.
    Ambil waktu buat bersantai dan nikmatilah dengan teman-temanmu
    8. Value, honor and enjoy your family, no matter how strange they seem to you.
    Hargai, Hormati dan Nikmatilah bersama keluargamu, jangan perduli seberapa kejam mereka padamu.
    9. Help widows and orphans.
    Membantu para janda dan yatim-piatu akan menyenangkan kita
    10. Don’t watch too much TV.
    Jangan terlalu banyak menonton tentunya
    11. Whatever your lot in life, remember God is in control.
    Apapun yang banyak terjadi dalam hidupmu, ingatlah Tuhan yang mengendalikan.
    12. Remember, you were divinely created with a purpose! Others were too,
    Even if they seem way different from you!
    Ingatlah bahwa smua kita diciptakan memiliki Tujuan hidup, begitu juga dengan orang lain, meskipin kelihatannya berbeda denganmu

    So —- Have fun, and enjoy the abundant life!
    You will not pass this way again!
    Jadi Nikmatilah hidup ini. Hidup hanya sekali saja. Terimakasih
    Thank you bang dah Beri kesempatan berbagi.
    Salam Dari Iwan Nafry di Banda Aceh

    You may see in this blog.
    http://permataku-oh.blogspot.com/2007/09/how-to-get-long-live.html

  3. tabahlah

    mudah-mudahan dari 50.000 orang tidak ada orang bataknya ya lae. ;) atau ?

  4. wah 50.000 orang bunuh diri tiap tahun serem amat ya. Semoga angkanya berkurang.

  5. saya turut prihatin atas hal ini, mungkin hal ini terjadi karena adanya kesenjangan sosial.