<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Roh Kudus pun Termasuk Supranatural, kok Ributin Gondang</title>
	<atom:link href="http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/</link>
	<description>Artikelku yang lengkap dan liputan video terbaru lihat di www.blogberita.net</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2009 02:36:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: rotua</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-8023</link>
		<dc:creator>rotua</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Nov 2007 02:46:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-8023</guid>
		<description>Yang belum disadari oleh penulis dan kebanyakan para komentator adalah ini: UNTUK MEMPELAJARI ALAM SUPRA-NATURAL ADA DUA JALUR!

JALUR PERTAMA adalah jalur di LUAR Kristus, jalur yang sudah dijalani oleh orang-orang sebelum mengenal Kristus (termasuk yang di Tanah Batak, sebelum Injil dibawa ke sana);

JALUR KEDUA adalah jalur di DALAM Kristus, sementara Yesus Kristus adalah PENGUASA Supranatural dan Natural, sekaligus! Jalur yang ke-2 ini hanya mungkin ditempuh oleh orang-orang yang sudah benar-benar bersenyawa dengan Yesus Kristus, sesuai kehendakNya, dicatat di dalam Yohanes 15:1-5! 

Orang-orang ini bukan sekedar beragama Kristen atau sekedar rajin ke gereja. Orang-orang ini berpenampilan: Hidupku berpusatkan Yesus Kristus, Rajaku. Orang-orang ini mentaati Raja mereka, sampai kepada perintah Yesus yang menuntut banyak pengorbananpun akan dilakukannya.

JALUR Ke-2 inilah yang membawa orang yang menelusurinya semakin dalam kepada kehidupan di dalam Yesus Kristus, bukan kepada penghayatan lainnya (budaya, sastra sekuler, dsb.). Ke dalam TERANG Kristus.

Saudara-saudara yang mau aman belajar dan bertindak di dalam alam supranatural, harus menempuh jalan ke-2, sebab yang lainnya akan berujung kepada KEGELAPAN.

Salam dalam kasih Yesus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang belum disadari oleh penulis dan kebanyakan para komentator adalah ini: UNTUK MEMPELAJARI ALAM SUPRA-NATURAL ADA DUA JALUR!</p>
<p>JALUR PERTAMA adalah jalur di LUAR Kristus, jalur yang sudah dijalani oleh orang-orang sebelum mengenal Kristus (termasuk yang di Tanah Batak, sebelum Injil dibawa ke sana);</p>
<p>JALUR KEDUA adalah jalur di DALAM Kristus, sementara Yesus Kristus adalah PENGUASA Supranatural dan Natural, sekaligus! Jalur yang ke-2 ini hanya mungkin ditempuh oleh orang-orang yang sudah benar-benar bersenyawa dengan Yesus Kristus, sesuai kehendakNya, dicatat di dalam Yohanes 15:1-5! </p>
<p>Orang-orang ini bukan sekedar beragama Kristen atau sekedar rajin ke gereja. Orang-orang ini berpenampilan: Hidupku berpusatkan Yesus Kristus, Rajaku. Orang-orang ini mentaati Raja mereka, sampai kepada perintah Yesus yang menuntut banyak pengorbananpun akan dilakukannya.</p>
<p>JALUR Ke-2 inilah yang membawa orang yang menelusurinya semakin dalam kepada kehidupan di dalam Yesus Kristus, bukan kepada penghayatan lainnya (budaya, sastra sekuler, dsb.). Ke dalam TERANG Kristus.</p>
<p>Saudara-saudara yang mau aman belajar dan bertindak di dalam alam supranatural, harus menempuh jalan ke-2, sebab yang lainnya akan berujung kepada KEGELAPAN.</p>
<p>Salam dalam kasih Yesus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Charly Silaban</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6893</link>
		<dc:creator>Charly Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 11:24:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6893</guid>
		<description>Menyambung komentarku sebelumnya, salah satu bukti nyata akulturasi katolik dan budaya dapat dilihat pada gereja akulturasi batak karo ini :


Atau &lt;a href=&quot;http://img529.imageshack.us/img529/2512/churchberastagien4.jpg&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;klik disini&lt;/a&gt;.

Thx for somebody, &quot;RumahBolon&quot; for the pic.. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung komentarku sebelumnya, salah satu bukti nyata akulturasi katolik dan budaya dapat dilihat pada gereja akulturasi batak karo ini :</p>
<p>Atau <a href="http://img529.imageshack.us/img529/2512/churchberastagien4.jpg" rel="nofollow">klik disini</a>.</p>
<p>Thx for somebody, &#8220;RumahBolon&#8221; for the pic.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Peterson Pangaribuan</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6845</link>
		<dc:creator>Peterson Pangaribuan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 13:54:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6845</guid>
		<description>Santabai ma di hamu sian iba nabaru mandohoti, paloas hamu ma jo iba dohot. Las situtu roha manjaha angka tulisan dohot pendapat na adong di blog on, mauliate ma di hamu Lae Siahaan namamangke keahlian muna mambahen blog on gabe boi pajumpang angka pendapat na berbeda, ujung na dapot kesepakatan entah sepakat karena sudah ada titik temu manang sepakat dalam perbedaan, jauh lebih bagus daripada masi ogapan songon na biasa terjadi.

Menurut pendapatku, sangat sederhana aja, menanggapi pro kontra tentang alat musik termasuk gondang, ulos dan instrumen lain dalam adat batak, yang diciptakan oleh orang lain untuk mencapai tujuannya dan tujuannya itu akan mengarah kepada berhasil kalau semakin sengit perdebatan i, karena akan ada yang menjadi bimbang dan ragu dan menjadi menjauhi gondang, ulos, dan intrument-instrument adat, alana terutama generasi-generasi na hurang kuat dasar dan pemahamanna tentang habatakon secara keseluruhan (memang dang sude) alai ido, sada pe dapot naung ragu dohot bimbang  nga merasa berhasil nasida. alai boha ma bahenon molo so adong penjelasan yang mencerahkan sian na so setuju, annon muncul pula pemahaman baru yang meng-ya-kan pendapat penghasut  yang berpikir terlalu sempit itu. 

Pendapat dohot sikaphu nasederhanai ondo tu nasida: &quot;Anda ngomong apa pun sampai berbusa-busa silakan, aku ngak ngaruh dengan pendapatmu&quot;. Segala sesuatunya baik adat batak, termasuk seluruh alat musik baik tradisional maupun modern itu hanyalah alat untuk membantu mencapai tujuan apakah mau memanggil begu dohot sibolis dan memujanya atau untuk Memuliakan Tuhan atau hanya sekedar pasombu lungun, ya ini juga bisa digunakan kok jadi obat pasombu sihol dohot pamalum lungun. Yang salah dan berdosa adalah manusia bukan alat, alat tidak pernah bisa dituntut memberikan tanggung jawab, alat hanya akan bekerja sesuai dengan system dan program yang diberikan kepadanya, tapi manusia bisa berpikir dan bertindak, dan menghasut, tergantung apa peran dan tujuan yang hendak dicapai. Sorry, saotik gabe agak bias sian judul, alana lagi hangat do huroa on nuaeng, gondang, sipelebegu adat, ulos dohot habatahon.

Tapi manusia (sebagian mungkin ate) juga kita akui sangat lemah dan rapuh, terkadang situasinya seolah jadi terbalik manusia jadi berperan sebagai alat dan bisa diperalat dan alat bersifat seolah bisa berpikir bahwa manusia itu juga dongganna alat jadi boi diparalat mencapai tujuan.  Sudenai bersumber dari manusia itu sendiri yang merasa telah paling beriman seolah telah dikasih surat tugas dari Tuhan, untuk menghakimi dan mnejelek-jelekkan hasil ciptaan ni omputta si jolo-jolo tubui, naung terproses ratusan tahun sian naso tumanda huruf dohot nada sampe menjadi instrument yang terbukti mengagumkan dunia karena dimainkan oleh para ahli dan pakarnya seniman songon lae Viky, Lae Toga, Lae Suhunan, Lae Nainggolan dohot angka na asing termasuk angka panortor dohot painondur alai terkadang digaori angka panggunturi. Mauliate.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Santabai ma di hamu sian iba nabaru mandohoti, paloas hamu ma jo iba dohot. Las situtu roha manjaha angka tulisan dohot pendapat na adong di blog on, mauliate ma di hamu Lae Siahaan namamangke keahlian muna mambahen blog on gabe boi pajumpang angka pendapat na berbeda, ujung na dapot kesepakatan entah sepakat karena sudah ada titik temu manang sepakat dalam perbedaan, jauh lebih bagus daripada masi ogapan songon na biasa terjadi.</p>
<p>Menurut pendapatku, sangat sederhana aja, menanggapi pro kontra tentang alat musik termasuk gondang, ulos dan instrumen lain dalam adat batak, yang diciptakan oleh orang lain untuk mencapai tujuannya dan tujuannya itu akan mengarah kepada berhasil kalau semakin sengit perdebatan i, karena akan ada yang menjadi bimbang dan ragu dan menjadi menjauhi gondang, ulos, dan intrument-instrument adat, alana terutama generasi-generasi na hurang kuat dasar dan pemahamanna tentang habatakon secara keseluruhan (memang dang sude) alai ido, sada pe dapot naung ragu dohot bimbang  nga merasa berhasil nasida. alai boha ma bahenon molo so adong penjelasan yang mencerahkan sian na so setuju, annon muncul pula pemahaman baru yang meng-ya-kan pendapat penghasut  yang berpikir terlalu sempit itu. </p>
<p>Pendapat dohot sikaphu nasederhanai ondo tu nasida: &#8220;Anda ngomong apa pun sampai berbusa-busa silakan, aku ngak ngaruh dengan pendapatmu&#8221;. Segala sesuatunya baik adat batak, termasuk seluruh alat musik baik tradisional maupun modern itu hanyalah alat untuk membantu mencapai tujuan apakah mau memanggil begu dohot sibolis dan memujanya atau untuk Memuliakan Tuhan atau hanya sekedar pasombu lungun, ya ini juga bisa digunakan kok jadi obat pasombu sihol dohot pamalum lungun. Yang salah dan berdosa adalah manusia bukan alat, alat tidak pernah bisa dituntut memberikan tanggung jawab, alat hanya akan bekerja sesuai dengan system dan program yang diberikan kepadanya, tapi manusia bisa berpikir dan bertindak, dan menghasut, tergantung apa peran dan tujuan yang hendak dicapai. Sorry, saotik gabe agak bias sian judul, alana lagi hangat do huroa on nuaeng, gondang, sipelebegu adat, ulos dohot habatahon.</p>
<p>Tapi manusia (sebagian mungkin ate) juga kita akui sangat lemah dan rapuh, terkadang situasinya seolah jadi terbalik manusia jadi berperan sebagai alat dan bisa diperalat dan alat bersifat seolah bisa berpikir bahwa manusia itu juga dongganna alat jadi boi diparalat mencapai tujuan.  Sudenai bersumber dari manusia itu sendiri yang merasa telah paling beriman seolah telah dikasih surat tugas dari Tuhan, untuk menghakimi dan mnejelek-jelekkan hasil ciptaan ni omputta si jolo-jolo tubui, naung terproses ratusan tahun sian naso tumanda huruf dohot nada sampe menjadi instrument yang terbukti mengagumkan dunia karena dimainkan oleh para ahli dan pakarnya seniman songon lae Viky, Lae Toga, Lae Suhunan, Lae Nainggolan dohot angka na asing termasuk angka panortor dohot painondur alai terkadang digaori angka panggunturi. Mauliate.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Robert Manurung</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6836</link>
		<dc:creator>Robert Manurung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2007 11:12:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6836</guid>
		<description>@Viky Sianipar
@andi siahaan

Maantaaap. Ini soal yang jarang dibahas halak kita : penolakan HKBP terhadap sebagian unsur budaya batak dan peranan Nommensen dibalik &quot;politik pemusnahan budaya&quot; itu.

Biar akurat, kita tengok dulu sejarah gereja keseluruhan. 

Katolik dari sononya memang sinkretis, mengawinkan seremoni keagamaan dengan tradisi budaya lokal. Di Papua Nugini, gambar bayi Yesus pada kartu natal rambutnya keriwil-keriwil, kulitnya keling. Di Jawa  pastor memakai wayang untuk kotbah. Di Tapanuli gereja katolik pake gorga. Wajar saja, karena katolik dari sononya memang sinkretis, mirip NU kalo di Islam.

Apakah katolik lebih ramah atau bersahabat dengan budaya batak ? Silakan kau simpulkan sendirilah.

Protestan sendiri tadinya bagian gereja katolik, tapi &quot;berontak&quot;, karena katolik menyeleweng dari ajaran Yesus. Bukan hanya praktek sinkretismenya sudah terlalu jauh &quot;selingkuh&quot; dengan agama-agama Eropa purba, tapi katolik sendiri sudah melakukan &quot;makar&quot; terhadap Tuhan, dengan menjual surat pengakuan dosa.

Terlalu panjang untuk dibeberkan disini sejarah gelap gereja katolik, terlalu memilukan untuk diuraikan bagaimana ribuan perempuan lugu dibantai di Eropa, dengan tuduhan perempuan penyihir. Bayangkan, gereja ketika itu punya tentara sendiri dan pasukan khusus untuk menghabisi apa yang disebut musuh-musuh gereja. INQUISITOR namanya.

Singkatnya, ini sejarah yang sudah basi, Martin Luther yang  kelewat &quot;enek&quot; kemudian nekad membangkang. Pastor Jerman itu menempelkan di pintu gerejanya pamflet protes terhadap paus. Lahirlah protestan, dibuatlah doktrin baru gereja yang berambisi menjalankan ajaran Yesus secara murni, dengan menitikberatkan pada Injil. Artinya, unsur-unsur tradisi budaya Eropa purba, termasuk menyembah patung-patung, dihapuskan dari ritual ibadah.

Protestan dari sononya memang penentang sinkretisme, mirip-miriplah dengan Muhammadiyah di kalangan Islam di Indonesia. Wajarlah kalau Nommensen dari awal sudah membuat pagar, supaya unsur-unsur tradisi budaya batak yang bertentangan atau tidak sejalan dengan doktrin Protestan dicegah masuk ke lingkungan HKBP.

Harap kita maklumi, ini terutama buat lae Viky, gorga waktu itu bukan sekadar corak ornamen rumah batak seperti dihayati banyak orang batak sekarang ini. Gondang juga bukan sekadar musik. Gorga dan godang adalah bagian dari ritual agama lama batak, mungkin hampir sama maknanya dengan salib bagi kalangan kristen. Misalkan saat ini orang batak kristen &quot;diparmalimkan&quot; seluruhnya, apakah parmalim akan membiarkan pengikutnya memasang salib di rumah ibadah ?

Dalam setiap pergantian &quot;penguasa&quot; di bidang apa saja dan dimana saja di kolong langit ini, penguasa baru selalu mensterilkan &quot;daerah&quot; yang baru dikuasainya dari idiom atau ikon yang berkaitan dengan &quot;ideologi&quot; penguasa lama. Namun biasanya setelah penguasa baru mapan dan pede, dia akan mentolerir sebagian idiom atau ikon &quot;penguasa lama&quot; yang terlanjur dicintai banyak orang.

Itulah yang terjadi pada gondang dan gorga sekarang ini. Diam-diam HKBP membiarkan jemaatnya memainkan gondang, manortor dan menghiasi rumah masing-masing dengan gorga. Makanya sabar pren, nantinya gorga dan godang niscaya diterima di gereja HKBP, karena dua idiom atau ikon agama lama batak itu sudah tinggal sekadar ornamen dan musik yang unik. Sudah gak ada rohnya. 

Mengenai Nommensen, salah besar kalau sampai ada anggapan dia punya kekuasaan mutlak untuk menentukan mau seperti apa HKBP. Nomemmensen membangun HKBP sesuai doktrin protestan Eropa dan semua problematik kristenisasi di Tapanuli selalu dia konsultasikan dengan atasan-atasannya di Eropa. Baca biografinya dong.

Aku mengagumi Nommensen bukan karena dia menyebarkan agama kristen di Tano Batak. Aku mengagumi orang Jerman dengan latar belakang udik ini, karena kecintaannya pada Bangso Batak dan karya-karya besarnya yang telah membebaskan Bangso Batak dari kultur  &quot;bunuh diri&quot; yang sangat akut. Perang antarmarga, perang antarkampung, perbudakan dan praktik pemasungan telah menyebabkan pertumbuhan penduduk negatif. Dampaknya tenaga kerja untuk pertanian tidak mencukupi dan tidak ada situasi tenang untuk bertani sehingga Bangso Batak selalu terancam bahaya kelaparan. Untunglah Nommensen datang!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Viky Sianipar<br />
@andi siahaan</p>
<p>Maantaaap. Ini soal yang jarang dibahas halak kita : penolakan HKBP terhadap sebagian unsur budaya batak dan peranan Nommensen dibalik &#8220;politik pemusnahan budaya&#8221; itu.</p>
<p>Biar akurat, kita tengok dulu sejarah gereja keseluruhan. </p>
<p>Katolik dari sononya memang sinkretis, mengawinkan seremoni keagamaan dengan tradisi budaya lokal. Di Papua Nugini, gambar bayi Yesus pada kartu natal rambutnya keriwil-keriwil, kulitnya keling. Di Jawa  pastor memakai wayang untuk kotbah. Di Tapanuli gereja katolik pake gorga. Wajar saja, karena katolik dari sononya memang sinkretis, mirip NU kalo di Islam.</p>
<p>Apakah katolik lebih ramah atau bersahabat dengan budaya batak ? Silakan kau simpulkan sendirilah.</p>
<p>Protestan sendiri tadinya bagian gereja katolik, tapi &#8220;berontak&#8221;, karena katolik menyeleweng dari ajaran Yesus. Bukan hanya praktek sinkretismenya sudah terlalu jauh &#8220;selingkuh&#8221; dengan agama-agama Eropa purba, tapi katolik sendiri sudah melakukan &#8220;makar&#8221; terhadap Tuhan, dengan menjual surat pengakuan dosa.</p>
<p>Terlalu panjang untuk dibeberkan disini sejarah gelap gereja katolik, terlalu memilukan untuk diuraikan bagaimana ribuan perempuan lugu dibantai di Eropa, dengan tuduhan perempuan penyihir. Bayangkan, gereja ketika itu punya tentara sendiri dan pasukan khusus untuk menghabisi apa yang disebut musuh-musuh gereja. INQUISITOR namanya.</p>
<p>Singkatnya, ini sejarah yang sudah basi, Martin Luther yang  kelewat &#8220;enek&#8221; kemudian nekad membangkang. Pastor Jerman itu menempelkan di pintu gerejanya pamflet protes terhadap paus. Lahirlah protestan, dibuatlah doktrin baru gereja yang berambisi menjalankan ajaran Yesus secara murni, dengan menitikberatkan pada Injil. Artinya, unsur-unsur tradisi budaya Eropa purba, termasuk menyembah patung-patung, dihapuskan dari ritual ibadah.</p>
<p>Protestan dari sononya memang penentang sinkretisme, mirip-miriplah dengan Muhammadiyah di kalangan Islam di Indonesia. Wajarlah kalau Nommensen dari awal sudah membuat pagar, supaya unsur-unsur tradisi budaya batak yang bertentangan atau tidak sejalan dengan doktrin Protestan dicegah masuk ke lingkungan HKBP.</p>
<p>Harap kita maklumi, ini terutama buat lae Viky, gorga waktu itu bukan sekadar corak ornamen rumah batak seperti dihayati banyak orang batak sekarang ini. Gondang juga bukan sekadar musik. Gorga dan godang adalah bagian dari ritual agama lama batak, mungkin hampir sama maknanya dengan salib bagi kalangan kristen. Misalkan saat ini orang batak kristen &#8220;diparmalimkan&#8221; seluruhnya, apakah parmalim akan membiarkan pengikutnya memasang salib di rumah ibadah ?</p>
<p>Dalam setiap pergantian &#8220;penguasa&#8221; di bidang apa saja dan dimana saja di kolong langit ini, penguasa baru selalu mensterilkan &#8220;daerah&#8221; yang baru dikuasainya dari idiom atau ikon yang berkaitan dengan &#8220;ideologi&#8221; penguasa lama. Namun biasanya setelah penguasa baru mapan dan pede, dia akan mentolerir sebagian idiom atau ikon &#8220;penguasa lama&#8221; yang terlanjur dicintai banyak orang.</p>
<p>Itulah yang terjadi pada gondang dan gorga sekarang ini. Diam-diam HKBP membiarkan jemaatnya memainkan gondang, manortor dan menghiasi rumah masing-masing dengan gorga. Makanya sabar pren, nantinya gorga dan godang niscaya diterima di gereja HKBP, karena dua idiom atau ikon agama lama batak itu sudah tinggal sekadar ornamen dan musik yang unik. Sudah gak ada rohnya. </p>
<p>Mengenai Nommensen, salah besar kalau sampai ada anggapan dia punya kekuasaan mutlak untuk menentukan mau seperti apa HKBP. Nomemmensen membangun HKBP sesuai doktrin protestan Eropa dan semua problematik kristenisasi di Tapanuli selalu dia konsultasikan dengan atasan-atasannya di Eropa. Baca biografinya dong.</p>
<p>Aku mengagumi Nommensen bukan karena dia menyebarkan agama kristen di Tano Batak. Aku mengagumi orang Jerman dengan latar belakang udik ini, karena kecintaannya pada Bangso Batak dan karya-karya besarnya yang telah membebaskan Bangso Batak dari kultur  &#8220;bunuh diri&#8221; yang sangat akut. Perang antarmarga, perang antarkampung, perbudakan dan praktik pemasungan telah menyebabkan pertumbuhan penduduk negatif. Dampaknya tenaga kerja untuk pertanian tidak mencukupi dan tidak ada situasi tenang untuk bertani sehingga Bangso Batak selalu terancam bahaya kelaparan. Untunglah Nommensen datang!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Charlie M. Sianipar</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6791</link>
		<dc:creator>Charlie M. Sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 18:19:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6791</guid>
		<description>@ andi siahaan
Aku tertarik dengan comment Lae:
&quot;Dan yang mau aku katakan, hingga kini mereka bertahan dengan identitas diri mereka dan akhirnya menjadi bangsa yang besar.&quot;

Sementara sebahagian halak hita, malah bangga bila dia bisa menanggalkan habatakon itu. :-(</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ andi siahaan<br />
Aku tertarik dengan comment Lae:<br />
&#8220;Dan yang mau aku katakan, hingga kini mereka bertahan dengan identitas diri mereka dan akhirnya menjadi bangsa yang besar.&#8221;</p>
<p>Sementara sebahagian halak hita, malah bangga bila dia bisa menanggalkan habatakon itu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Viky Sianipar</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6782</link>
		<dc:creator>Viky Sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 16:02:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6782</guid>
		<description>@andi siahaan

&quot;...sebagian besar bangsa Batak dirusak dengan budaya kristen dan katoliknya&quot;

Kalo menurutku tidak begitu lae.
Dalam hal Kristen.
Nomensen menyebarkan ajaran Kristiani, kita musti bersyukur, tanpa dia orang batak MUNGKIN (looh..) gak akan kenal Kristus Juru Slamat. Nomenssen dalam mengajarpun masuk melalui budaya. Buktinya dia diterima dan diizinkan oleh Sisingamangaraja XI pada pertengahan abad ke-19. Berarti Sisingamangaraja XI melihat ajaran Nomenssen dan Ugamo Parmalim (yang diaanut S.XI itu) TIDAKlah bertentangan. TAPIIIII..., bagaimanapun, Nomenssen juga harus mendapat perlindungan dari pemerintah di rura silindung pada saat itu yaitu The Bloody DUTCH. Halak Bolanda. Just in case ada apa2. Belanda mengizinkan tapi melarang adanya ritual budaya batak dalam gereja karena takut akan membangkitkan nasionalisme. karena belanda bermaksud memecah belahkan Tanah air, supaya gampang mendudukinya. Yang diinginkannya adalah simply hasil bumi Indonesia. Memang pukimak juga Belanda itu... Nah penerus Nomenssen itu lah, gak tau siapa, yang menelan bulat2 ajaran Kristen yang dibawa Nomenssen tanpa melihat ada &quot;titipan&quot; politik didalamnya, sehingga budaya Batak dibilang sipele begu. Budaya Setan! pukimaaak... (sori, anak medan, chooy)

Dalam hal Katolik.
Kalo Katolik kaya nya asik2 aja tuh. Malah di huta, Gereja katolik satu-satunya gereja yang ada gorga Bataknya dan menggunakan Gondang untuk pengiring Missanya. Bahkan ada Gereja Katolik yang mau nyiapin tempat untuk menyimpan dan merawat barang-barang bersejarah milik leluhur Bangso Batak. Karena Uskupnya tau sekali Budaya Batak dan ajaran Katolik tidak bertentangan.

&quot; &quot;jajah&quot; bangsa lain dengan Gondang Batak&quot;.. hahaha lucu juga tuh.


@Saor Silitonga
Wah, kalo beli di terminal amplas, bajakan dong tuh.. waduh makan apa aku ini nanti.. hahaha. becanda appara..(tapi sambil genggam hujur :) )
eniweii, mauliate bah atas dukungannya.. it means a lot!
Buku Ende? blum tertarik tuh. kalo gak salah itu kan karya halak eropa juga, yang dialih bahasakan jadi bahasa Batak. Kalo ada lagu rohani karya halak kita asli, aku mau :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@andi siahaan</p>
<p>&#8220;&#8230;sebagian besar bangsa Batak dirusak dengan budaya kristen dan katoliknya&#8221;</p>
<p>Kalo menurutku tidak begitu lae.<br />
Dalam hal Kristen.<br />
Nomensen menyebarkan ajaran Kristiani, kita musti bersyukur, tanpa dia orang batak MUNGKIN (looh..) gak akan kenal Kristus Juru Slamat. Nomenssen dalam mengajarpun masuk melalui budaya. Buktinya dia diterima dan diizinkan oleh Sisingamangaraja XI pada pertengahan abad ke-19. Berarti Sisingamangaraja XI melihat ajaran Nomenssen dan Ugamo Parmalim (yang diaanut S.XI itu) TIDAKlah bertentangan. TAPIIIII&#8230;, bagaimanapun, Nomenssen juga harus mendapat perlindungan dari pemerintah di rura silindung pada saat itu yaitu The Bloody DUTCH. Halak Bolanda. Just in case ada apa2. Belanda mengizinkan tapi melarang adanya ritual budaya batak dalam gereja karena takut akan membangkitkan nasionalisme. karena belanda bermaksud memecah belahkan Tanah air, supaya gampang mendudukinya. Yang diinginkannya adalah simply hasil bumi Indonesia. Memang pukimak juga Belanda itu&#8230; Nah penerus Nomenssen itu lah, gak tau siapa, yang menelan bulat2 ajaran Kristen yang dibawa Nomenssen tanpa melihat ada &#8220;titipan&#8221; politik didalamnya, sehingga budaya Batak dibilang sipele begu. Budaya Setan! pukimaaak&#8230; (sori, anak medan, chooy)</p>
<p>Dalam hal Katolik.<br />
Kalo Katolik kaya nya asik2 aja tuh. Malah di huta, Gereja katolik satu-satunya gereja yang ada gorga Bataknya dan menggunakan Gondang untuk pengiring Missanya. Bahkan ada Gereja Katolik yang mau nyiapin tempat untuk menyimpan dan merawat barang-barang bersejarah milik leluhur Bangso Batak. Karena Uskupnya tau sekali Budaya Batak dan ajaran Katolik tidak bertentangan.</p>
<p>&#8221; &#8220;jajah&#8221; bangsa lain dengan Gondang Batak&#8221;.. hahaha lucu juga tuh.</p>
<p>@Saor Silitonga<br />
Wah, kalo beli di terminal amplas, bajakan dong tuh.. waduh makan apa aku ini nanti.. hahaha. becanda appara..(tapi sambil genggam hujur <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )<br />
eniweii, mauliate bah atas dukungannya.. it means a lot!<br />
Buku Ende? blum tertarik tuh. kalo gak salah itu kan karya halak eropa juga, yang dialih bahasakan jadi bahasa Batak. Kalo ada lagu rohani karya halak kita asli, aku mau <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Saor Silitonga</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6761</link>
		<dc:creator>Saor Silitonga</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 06:25:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6761</guid>
		<description>Horas Appara Vicky.... Pertama melihat VCD lae di simpang terminal amplas di Medan, langsung kusambar.... Ini dia musik yang kucari-cari. Mantap kali dan ok punya....Tentang pikiran-pikiran yang seperti di blog ini, memang sudah menjadi tugas tambahan bagi Appara untuk memberi pencerahan. 
Kita memang sedang mengingkari &quot;habatakon&quot; kita sendiri. Gereja Batak tak ada musik Batak... pesta Batak (kawin, meninggal, dsb) nihil uning2an orisinil.     &quot;Iman memimpin pikiran&quot; , demikianlah hendaknya &quot;Gereja memimpin kebudayaan&quot;. Persoalannya, pemimpin gereja telah dilibas politik dan uang sehingga lupa memikirkan implementasi iman pada adat kebudayaan....raja-raja adat pun telah ambil jalan pintas... sehingga tak pusing dia menyanyikan &quot;oooo burunggg nyanyikanlah...&quot; saat mengulosi borunya. Kudengar Appara mengarrasement lagu ramadhan...baguslah itu..., tapi bahen jo attong arrasement lagu-lagu buku ende i, dohot koor Gereja Batak....Ok...selamt berjuang ma ate...Kunantikan perwujudan iman  Appara Vikky di jalur musik....memimpin musik Batak demi kemuliaaNYA...Horas....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas Appara Vicky&#8230;. Pertama melihat VCD lae di simpang terminal amplas di Medan, langsung kusambar&#8230;. Ini dia musik yang kucari-cari. Mantap kali dan ok punya&#8230;.Tentang pikiran-pikiran yang seperti di blog ini, memang sudah menjadi tugas tambahan bagi Appara untuk memberi pencerahan.<br />
Kita memang sedang mengingkari &#8220;habatakon&#8221; kita sendiri. Gereja Batak tak ada musik Batak&#8230; pesta Batak (kawin, meninggal, dsb) nihil uning2an orisinil.     &#8220;Iman memimpin pikiran&#8221; , demikianlah hendaknya &#8220;Gereja memimpin kebudayaan&#8221;. Persoalannya, pemimpin gereja telah dilibas politik dan uang sehingga lupa memikirkan implementasi iman pada adat kebudayaan&#8230;.raja-raja adat pun telah ambil jalan pintas&#8230; sehingga tak pusing dia menyanyikan &#8220;oooo burunggg nyanyikanlah&#8230;&#8221; saat mengulosi borunya. Kudengar Appara mengarrasement lagu ramadhan&#8230;baguslah itu&#8230;, tapi bahen jo attong arrasement lagu-lagu buku ende i, dohot koor Gereja Batak&#8230;.Ok&#8230;selamt berjuang ma ate&#8230;Kunantikan perwujudan iman  Appara Vikky di jalur musik&#8230;.memimpin musik Batak demi kemuliaaNYA&#8230;Horas&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: andi siahaan</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6759</link>
		<dc:creator>andi siahaan</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 05:47:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6759</guid>
		<description>horas laeku / hula hula i . 
Gondang dikatakan musik pemuja setan ??? komentar itu sering kudengar. Jangankan gondang,  pendeta dilanggatan pun bisa panggil setan ... 
Mau bukti. yang mengatakan ulos, gorga atau apaupun itu terkait dengan prosesi adat adalah sirik hukumnya ya itu SETANNYA. Luar biasa identitas dirinya dikatakan pemuja setan. 

Saat ini banyak sekali kelompok yang mau dan berniat menghilangkan identitas diri kita sebagai BANGSO BATAK. Sialnya pemikiran seperti itu datang dari kaum kita sendiri yang sudah dicekoki dengan pemikiran kapitalis. 
Kita tak sadar bahwa ratusan tahun lalu, identitas diri bangsa kita ini di rubah oleh kolonial yang membonceng para penyebar agama. Jawa dirubah dengan budaya hindu dan islamnya,  sebagian besar bangsa Batak dirusak dengan budaya kristen dan katoliknya. 
Penyebaran agama dahulunya adalah kompetisi kaum kapiltalis yang berlomba lomba mengembangkan budaya mereka dan bertujuan merusak identitas bangsa lain dengan dogma mereka miliki. 
Yang tinggal sama kita apa? Budaya kita nyaris hilang tak berbekas. 
Islam itu budayanya  bangsa arab , kristen dan katolik itu budayanya bangsa eropa dan amerika, budha dan kong fu tse nya itu budaya bangsa china , hindu itu budaya bangsa india , shinto budaya bangsa jepang. Dan yang mau aku katakan, hingga kini mereka bertahan dengan identitas diri mereka dan akhirnya menjadi bangsa yang besar. 
Jadi aku mau katakan, masuknya budaya asing ratusan tahun lalu adalah kecelakaan sejarah. SEBAGAI BANGSO BATAK agama kita adalah budaya BATAK. 

Buat Lae Vicky maju terus, mari kita &quot;jajah&quot; bangsa lain dengan musik gondang batak.

HORAS</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>horas laeku / hula hula i .<br />
Gondang dikatakan musik pemuja setan ??? komentar itu sering kudengar. Jangankan gondang,  pendeta dilanggatan pun bisa panggil setan &#8230;<br />
Mau bukti. yang mengatakan ulos, gorga atau apaupun itu terkait dengan prosesi adat adalah sirik hukumnya ya itu SETANNYA. Luar biasa identitas dirinya dikatakan pemuja setan. </p>
<p>Saat ini banyak sekali kelompok yang mau dan berniat menghilangkan identitas diri kita sebagai BANGSO BATAK. Sialnya pemikiran seperti itu datang dari kaum kita sendiri yang sudah dicekoki dengan pemikiran kapitalis.<br />
Kita tak sadar bahwa ratusan tahun lalu, identitas diri bangsa kita ini di rubah oleh kolonial yang membonceng para penyebar agama. Jawa dirubah dengan budaya hindu dan islamnya,  sebagian besar bangsa Batak dirusak dengan budaya kristen dan katoliknya.<br />
Penyebaran agama dahulunya adalah kompetisi kaum kapiltalis yang berlomba lomba mengembangkan budaya mereka dan bertujuan merusak identitas bangsa lain dengan dogma mereka miliki.<br />
Yang tinggal sama kita apa? Budaya kita nyaris hilang tak berbekas.<br />
Islam itu budayanya  bangsa arab , kristen dan katolik itu budayanya bangsa eropa dan amerika, budha dan kong fu tse nya itu budaya bangsa china , hindu itu budaya bangsa india , shinto budaya bangsa jepang. Dan yang mau aku katakan, hingga kini mereka bertahan dengan identitas diri mereka dan akhirnya menjadi bangsa yang besar.<br />
Jadi aku mau katakan, masuknya budaya asing ratusan tahun lalu adalah kecelakaan sejarah. SEBAGAI BANGSO BATAK agama kita adalah budaya BATAK. </p>
<p>Buat Lae Vicky maju terus, mari kita &#8220;jajah&#8221; bangsa lain dengan musik gondang batak.</p>
<p>HORAS</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Toga</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6735</link>
		<dc:creator>Toga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 17:52:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6735</guid>
		<description>@Ito Sorta.
Sekadar bagi pengalaman Ito. Taganing apa tagading, sama-sama benar, tergantung daerah. Tapi untuk Toba, taganing sepertinya lebih umum.

Tak akan ada padanan bahasa Indonesia untuk urdot. Gerakan tubuh dalam urdot, hanya vertikal, atas bawah. Tak hanya bokong, bagian tubuh yang lain pun tak boleh bergerak bolak-balik ke samping. Kalo posisi berdirinya miring ke samping, tak apa-apa, kadang emang begitu kalo panortornya udah &quot;tinggi&quot;. :))

&lt;i&gt;irama yang diikuti adalah iramanya sarune&lt;/i&gt;. Semua instrumen gondang bergerak untuk irama atau ritme yang sama kok. Mungkin maksudnya sesuai melodi atau logu pada sarune. Wah, itu sih udah panortor kelas tinggi, yang tentunya hapal melodi-melodi sarune dan tanganing, yang sangat beragam itu.

Tapi memang ada kebiasaan, panortor belum akan bergerak, sebelum sarune berbunyi. Soalnya, ada parsarune yang baru akan mangultong sarunenya, setelah seluruh instrumen lain dimainkan pada ritme yang kompak dan tepat. Satu saja instrumen itu lari dari ritme yang sedang dimainkan, parsarune akan sangat tersiksa. Bagaimana tidak, dia ingin bilang, tapi mulutnya sedang mengulum anak sarune. Melirik-liriklah dia. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ito Sorta.<br />
Sekadar bagi pengalaman Ito. Taganing apa tagading, sama-sama benar, tergantung daerah. Tapi untuk Toba, taganing sepertinya lebih umum.</p>
<p>Tak akan ada padanan bahasa Indonesia untuk urdot. Gerakan tubuh dalam urdot, hanya vertikal, atas bawah. Tak hanya bokong, bagian tubuh yang lain pun tak boleh bergerak bolak-balik ke samping. Kalo posisi berdirinya miring ke samping, tak apa-apa, kadang emang begitu kalo panortornya udah &#8220;tinggi&#8221;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> )</p>
<p><i>irama yang diikuti adalah iramanya sarune</i>. Semua instrumen gondang bergerak untuk irama atau ritme yang sama kok. Mungkin maksudnya sesuai melodi atau logu pada sarune. Wah, itu sih udah panortor kelas tinggi, yang tentunya hapal melodi-melodi sarune dan tanganing, yang sangat beragam itu.</p>
<p>Tapi memang ada kebiasaan, panortor belum akan bergerak, sebelum sarune berbunyi. Soalnya, ada parsarune yang baru akan mangultong sarunenya, setelah seluruh instrumen lain dimainkan pada ritme yang kompak dan tepat. Satu saja instrumen itu lari dari ritme yang sedang dimainkan, parsarune akan sangat tersiksa. Bagaimana tidak, dia ingin bilang, tapi mulutnya sedang mengulum anak sarune. Melirik-liriklah dia. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Viky Sianipar</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6724</link>
		<dc:creator>Viky Sianipar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 14:18:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6724</guid>
		<description>@borue
ido? ise do goarmu ito/lae?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@borue<br />
ido? ise do goarmu ito/lae?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: borue</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6707</link>
		<dc:creator>borue</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 08:05:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6707</guid>
		<description>molo naeng marsiajar gondang hamu ro hamu tu jabu ate. ai pargondang do poang bapak ku 
asa lamu godang akka halak batak i iboto maen gondang</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>molo naeng marsiajar gondang hamu ro hamu tu jabu ate. ai pargondang do poang bapak ku<br />
asa lamu godang akka halak batak i iboto maen gondang</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Radja Martahi Nadeak</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6699</link>
		<dc:creator>Radja Martahi Nadeak</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 06:26:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6699</guid>
		<description>Horas semua...

saya sangat setuju dengan Lae Vicky...  sekarang ini banyak sekali orang terutama yang bergelar pendeta dan pengiinjil yang setiap hari minggu berkhotbah, tapi secara tiak langsung juga menghakimi, bahw Ulos itu ada roh jahat, gondang itu musik untuk memanggil roh nenek moyang, belum lagi gorga ( ukiran ) yang katanya itu klo diperhatikan baik2 gambar iblis yang 
bertanduk....

Kepaonakan saya ada masuk agama kharismatik.... dulu dia sangat sopan dan baik , tapi setelah dia masuk gereja  itu, dia udah mulai memperdebatkan segala sesuatu di ajaan dan budaya batak.

sampai dia bilang, klo mama saya meninggal  gak perlu pake acara adat, lebih baik dilemparkan aja ke danau toba sana....( heran dan sunggu heran saya... siapa mereka yang mendoktrin dan keponakan saya sampai berani mengucapkan kalimat seperti itu...) 

jadi perlu kita  ketahui, mereka ini gak mau lagi ngikuti  ke pesta batak,siapapun itu mau saudara kandung, mau orang tua... 

di samosir sana terutama di pangururan mereka sudah ada yang menikah di hadiri kedua belah pihak, juga diundang tulang dan hula2, tapi gak ada acara adat. jadi baik pihak boru, anak, hula2 dan tulang sama sama duduk sambil makan makan   indomie dan kerupuk,.. hehehe tapi ini nyata,... saya lihat langsung.

maf bila komentar ini menyinggung orang lain... tapi satu hal aku lebih tersinggung  klo mereka menghakimi sesama dengan dalih itu kuasa setan.soalnya bapak dan mamak saya sangat selalau memakai ulos bila ke acara adat pesta batak.

mauliate</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Horas semua&#8230;</p>
<p>saya sangat setuju dengan Lae Vicky&#8230;  sekarang ini banyak sekali orang terutama yang bergelar pendeta dan pengiinjil yang setiap hari minggu berkhotbah, tapi secara tiak langsung juga menghakimi, bahw Ulos itu ada roh jahat, gondang itu musik untuk memanggil roh nenek moyang, belum lagi gorga ( ukiran ) yang katanya itu klo diperhatikan baik2 gambar iblis yang<br />
bertanduk&#8230;.</p>
<p>Kepaonakan saya ada masuk agama kharismatik&#8230;. dulu dia sangat sopan dan baik , tapi setelah dia masuk gereja  itu, dia udah mulai memperdebatkan segala sesuatu di ajaan dan budaya batak.</p>
<p>sampai dia bilang, klo mama saya meninggal  gak perlu pake acara adat, lebih baik dilemparkan aja ke danau toba sana&#8230;.( heran dan sunggu heran saya&#8230; siapa mereka yang mendoktrin dan keponakan saya sampai berani mengucapkan kalimat seperti itu&#8230;) </p>
<p>jadi perlu kita  ketahui, mereka ini gak mau lagi ngikuti  ke pesta batak,siapapun itu mau saudara kandung, mau orang tua&#8230; </p>
<p>di samosir sana terutama di pangururan mereka sudah ada yang menikah di hadiri kedua belah pihak, juga diundang tulang dan hula2, tapi gak ada acara adat. jadi baik pihak boru, anak, hula2 dan tulang sama sama duduk sambil makan makan   indomie dan kerupuk,.. hehehe tapi ini nyata,&#8230; saya lihat langsung.</p>
<p>maf bila komentar ini menyinggung orang lain&#8230; tapi satu hal aku lebih tersinggung  klo mereka menghakimi sesama dengan dalih itu kuasa setan.soalnya bapak dan mamak saya sangat selalau memakai ulos bila ke acara adat pesta batak.</p>
<p>mauliate</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sorta</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6685</link>
		<dc:creator>sorta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 04:02:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6685</guid>
		<description>maaf, ada yang salah,
(posisi kaki berjinjit dan tubuh bergerak naik turun dengan menaikturunkan telapak kaki tapi telapak kaki tersebut tidak boleh menyentuh tanah)

bukan telapak kaki tetapi tumit kaki</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf, ada yang salah,<br />
(posisi kaki berjinjit dan tubuh bergerak naik turun dengan menaikturunkan telapak kaki tapi telapak kaki tersebut tidak boleh menyentuh tanah)</p>
<p>bukan telapak kaki tetapi tumit kaki</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sorta</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6684</link>
		<dc:creator>sorta</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 03:58:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6684</guid>
		<description>horasss semua

yang benar yang mana ya, taganing apa tagading ???? Mengenai ritme dan &quot;pangurdot&quot; (saya susah mencari padanan katanya karena dibilang goyangan juga kurang tepat)  ni tortor sekarang sudah mulai lari dari asal. Banyak sekali yang manortor sudah menggoyang pantat (khususnya panortor wanita). Waktu dulu kami diajari oppung manortor, beliau sangat marah kalau kami manortor dengan menggoyangkan pantat. Pantang katanya, itu jadi merusak kesakralan gondang. Harus mangurdot (posisi kaki berjinjit dan tubuh bergerak naik turun dengan menaikturunkan telapak kaki tapi telapak kaki tersebut tidak boleh menyentuh tanah) dan irama yang diikuti adalah iramanya sarune. Saya sehih kalau melihat di acara pesta para tarian yang ditarikan para penari waktu menyambut hula-hula dan waktu menyampaikan ulos hela bukan lagi tarian batak yang sesungguhnya

Seharusnya bukan gandangnya aja yang kita lestarikan tetapi juga tortornya, horas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>horasss semua</p>
<p>yang benar yang mana ya, taganing apa tagading ???? Mengenai ritme dan &#8220;pangurdot&#8221; (saya susah mencari padanan katanya karena dibilang goyangan juga kurang tepat)  ni tortor sekarang sudah mulai lari dari asal. Banyak sekali yang manortor sudah menggoyang pantat (khususnya panortor wanita). Waktu dulu kami diajari oppung manortor, beliau sangat marah kalau kami manortor dengan menggoyangkan pantat. Pantang katanya, itu jadi merusak kesakralan gondang. Harus mangurdot (posisi kaki berjinjit dan tubuh bergerak naik turun dengan menaikturunkan telapak kaki tapi telapak kaki tersebut tidak boleh menyentuh tanah) dan irama yang diikuti adalah iramanya sarune. Saya sehih kalau melihat di acara pesta para tarian yang ditarikan para penari waktu menyambut hula-hula dan waktu menyampaikan ulos hela bukan lagi tarian batak yang sesungguhnya</p>
<p>Seharusnya bukan gandangnya aja yang kita lestarikan tetapi juga tortornya, horas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: JoeS</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/comment-page-2/#comment-6629</link>
		<dc:creator>JoeS</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 07:27:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/10/25/roh-kudus-pun-termasuk-supranatural-kok-ributin-gondang/#comment-6629</guid>
		<description>Ponakanku produk jakarta ini, baru masuk ITB dia. Awalnya tak menyukai/acuh pada musik etnik khususnya batak. Bulan lalu dia beli mp3 player itu, juga beli mp3 mandarin dan korea. Lalu iseng aku pasang lagu uning-uningan dan gondang via laptop..bah, langsung di sedotnya ffuang ke playernya. Mantap juga tulang uning2an dan gondang ini, enak ternyata dengarnya..katanya. Tapi dia gak suka tuh, lagu batak yang menjerit-jerit dan suara seperti kejepit. Ponakan satunya cewe, kuliah juga, malah merekam lagu2 batak jadul yang memang mantap dengan musik etnik. Walaupun dia susah melafalkan kata-kata batak yang &quot;kromo inggil&quot; tapi suka aja. Ke kamar mandi pun dibunyikan recordernya itu. Dan katanya, sering dipasang di kampusnya.

PR buat para lae dan suhu-suhu lagu dan musik batak. Ternyata, generasi muda batak sekarang khususnya yg produk kota besar, sebenarnya menyukai musik etnik khas batak..tetapi sebaiknya dikemas dengan menarik dan membuat merinding disko..seperti yang telah direlease lae Viky.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ponakanku produk jakarta ini, baru masuk ITB dia. Awalnya tak menyukai/acuh pada musik etnik khususnya batak. Bulan lalu dia beli mp3 player itu, juga beli mp3 mandarin dan korea. Lalu iseng aku pasang lagu uning-uningan dan gondang via laptop..bah, langsung di sedotnya ffuang ke playernya. Mantap juga tulang uning2an dan gondang ini, enak ternyata dengarnya..katanya. Tapi dia gak suka tuh, lagu batak yang menjerit-jerit dan suara seperti kejepit. Ponakan satunya cewe, kuliah juga, malah merekam lagu2 batak jadul yang memang mantap dengan musik etnik. Walaupun dia susah melafalkan kata-kata batak yang &#8220;kromo inggil&#8221; tapi suka aja. Ke kamar mandi pun dibunyikan recordernya itu. Dan katanya, sering dipasang di kampusnya.</p>
<p>PR buat para lae dan suhu-suhu lagu dan musik batak. Ternyata, generasi muda batak sekarang khususnya yg produk kota besar, sebenarnya menyukai musik etnik khas batak..tetapi sebaiknya dikemas dengan menarik dan membuat merinding disko..seperti yang telah direlease lae Viky.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
