[desy hutabarat; blog berita; bukan lapo yang biasa]

Viky Sianipar bisa sampai “ereksi” membaca buku-buku Batak.

Desy HutabaratArtikel ini ditulis oleh Desy Hutabarat dan dikirim ke imelku, bataknews [at] gmail [dot] com. Desy adalah gadis cerdas dan humoris asal Balige yang kini bekerja di Jakarta.

SABTU 22 SEPTEMBER 2007, aku menghabiskan malam mingguku di lapo milik Viky Sianipar. Diawali dengan makan di lapo Toba Tabo, berbicara panjang lebar dengan Amang Monang Sianipar, yang mengajarkan untuk “Remember the Future, jangan pernah berada di puncak, karena anda pasti akan turun”, dan banyak lagi hal yang beliau ajarkan. Dan yang paling salut adalah, pemikiran beliau yang ingin merubah banyak sekali paradigma Batak yang selama ini salah dan sudah tidak up date lagi dengan jaman.

Dengan konsep “lapo” modern yang nyaman sekali, tata ruang yang modern tapi tidak meninggalkan unsur Bataknya (terlihat dari sofa yang didesign sendiri oleh Amang Monang Sianipar, yang menyertakan ulos dalam motifnya). Satu-satunya lapo di dunia dengan system wi-fi, dapur yang terbuka, sanitasi yang bagus, pelayanan yang bagus, ruangan yang bersih dan ber-AC, sehingga tidak membuat orang-orang yang terbiasa dengan kondisi bintang lima, gerah masuk di Lapo ini. Konsep lapo yang berbeda, tanpa melupakan kebatakannya. Pada saat berbicara dengan Amang Monang Sianipar, saya tidak heran, bahwa seorang Viky Sianipar bisa dengan secemerlang itu tampil ke permukaan, dari tangan seorang ayah yang HEBAT. Like father like son.

Setelah berbicara panjang lebar dengan Amang Monang Sianipar, kami naik ke lantai 2 untuk menyaksikan perform dari maestro Batak, Viky Sianipar featuring Dipo Pardede, dan belakanga kami tau, ada satu lagi penyanyi yang bernama Nelly Oktavia (runner up Toba Dream Vocal Contest 2007) yang notabene adalah orang Aceh asli yang sangat mencintai budaya dan bahasa serta lagu Batak.

Jam 22.00 dimulai pertunjukan, Viky dan band mulai naik ke panggung (pada saat di slide show diinformasikan bahwa Viky on stage jam 22.00, aku sempat berfikir “ah paling dimulai jam 22.30 atau bahkan lewat, biasa lah jam Indonesia”, ternyata aku salah, dimulai nya on time), mungkin faktor ini lah yang menyebabkan Viky makin banyak “dipakai” bule-bule. Diawali dengan Journey to Deli (ciptaan Tengku Rio), show pun dimulai. Dan semua pengunjung pun “bergoyang”, astah tarikkkkkk.

Semuanya membuat aku merinding, karena itu sungguh-sungguh keren dan indah. Dia sela-sela pertunjukan itu, dia menginformasikan mengenai komunitas Toba Dream (komunitas orang-orang yang mencintai dan concern dengan budaya Batak dan perkembangannya), bukan komunitas resmi atau formal, tapi siapapun yang merasa seperti itu, berarti termasuk bagian dari komunitas ini.

Kemudian dia juga berkata, kenapa dia sampai “terjun” ke dalam budaya, khususnya musik Batak, “aku mulai berfikir, 30 tahun ke depan, orang-orang tua Batak yang sekarang sudah tidak ada lagi, kemudian, orang-orang muda yang sekarang ini akan menjadi tua, kalo tidak dimulai dari sekarang melestarikan budaya Batak ini, bukan tidak mungkin nanti tidak akan punah” (kurang lebih bahasa dia begitu, “ito Viky kalo kebetulan baca, tolong dikoreksi kalau salah yah”)

Show pun jalan terus, setelah Journey to Deli, kemudian Dipo Pardede pun didapuk naik ke atas pentas, dan dia pun mulai bernyanyi, astah R&B Batak, the one and only pulak itu.

Sungguh memukau dan sangat indah. Aku sampai speechless. Dari seorang tangan Viky Sianipar, dipadu dengan keharmonisan vocal Dipo Pardede, dan komposisi yang pas pada alat-alat musik yang lainnya, semuanya membuat semuanya sungguh “nikmat” didengarkan. Selama ini, aku sudah sering mendengar kehebatan seorang Viky Sianipar, baik melalui cerita orang-orang maupun dari karyanya.

Baru kali ini, aku sangat beruntung bisa menyaksikan secara live, dan itulah hasilnya, speechless. Baru aku tau kalo ternyata cerita orang-orang tentang kehebatan Viky selama ini, tidak berlebihan bahkan aku rasa, mereka kurang hebat menggambarkan kehebatan Viky itu, aku kira itu sangat LUAR BIASA.

Kemudian, dia juga menunjukkan kepiawaiannya dalam memainkan gondang, dengan sangat mulus, “enteng” dan lagi-lagi wow, seorang Viky Sianipar yang berdomisili di US dalam waktu yang lama, sangat mahir memainkan gondang, yang sangat rumit, dilihat saja itu sudah rumit, apalagi dimainkan. Luar biasa. Bikin aku merinding, gimana mungkin, itu sangat indah, amat sangat indah. Aku sampai bingung mencari kata yang tepat untuk menggambarkan kehebatan dia itu.

Dia juga sangat rendah hati, terlihat dari cara dia berbicara dengan kami, cara dia menjabat tangan kami, cara dia menyikapi setiap oborlan kami. So amazing (lagi-lagi terpana), aku sampai membisikkan ke Tulang Suhunan (“ga nyangka tulang, malam ini kita bisa satu meja dengan seorang Viky”), norak kah?aku rasa itu sangat wajar.

Dan aku makin kagum dengan pribadi nya, yang setia dengan istri dan keluarga (istrinya menyaksikan pertunjukan dia malam itu), aku tau dari cerita orang-orang yang dekat dengannya (antara lain, Tulang Sunan, Tulang Charlie, dan Tulang Napitupulu), khas rocker sejati, setia istri, dang songon rocker-rocker ala nuaeng on (ga seperti rocker-rocker sekarang ini), seperti Samidjan eh Ian.

Malam itu, sungguh mengagumkan, tidak terasa, pertunjukan berkahir di jam 00.30. Puas? SANGAT!!! Rasanya tidak ingin berakhir malam itu. Mungkin buat next perform, aku harus menyaksikan lagi, HARUS.

Beruntung lah orang –orang Batak apalagi orang Balige, walaupun Viky tidak pernah dibesarkan di Balige, dia selalu merasa dan mengatakan bahwa dia adalah orang Balige (Balige-man), padahal kita, orang Batak bahkan orang Balige, apakah kita mencantumkan identitas kita itu dalam diri kita? Apakah itu kita lepaskan dari diri kita, saat kita masuk ke lingkungan yang merasa, orang Batak apalagi orang Balige itu “aneh”?

Kalo memang kita masuk dalam jajaran orang yang menanggalkan atribut itu, mari kita berkaca pada Viky Sianipar. Beruntung lah orang-orang Balige, karena aku dengar-dengar dalam waktu dekat ini, di bulan Oktober, Viky akan tampil di Balige, bagi yang ingin memantau jadwal acara-acara Viky, bisa log on di www.vikysianipar.com.

Kecintaan Viky dengan Batak dan Balige nya itu, terlihat di video klip dia yang menampilkan rumah Bapatua nya yang ada di Sianipar Balige. Ck ck ck ck, hebat kali batak satu itu bah. Makin bangga aku jadi orang Batak dibuatnya.

Dari cerita orang-orang dekat dia juga, aku baru tau, kalo dia itu sangat maniak dengan buku-buku Batak dan bisa sampe “ereksi” dengan hanya melihat (Tulang Charlie, pinjem istilah “ereksi” nya yah). Aku tidak ingin bertanya ke yang lain, aku ingin bertanya ke diriku sendiri, sudah sejauh mana aku tau kebudayaanku? Batak-ku? Taromboku? Malu aku sama ito Viky ini bah, dia yang tinggal lama di US aja, bisa dia segitu terpanggilnya untuk menjamah budaya khusunya musik Batak itu. Boa nama au?Maoto nama au hape torus (Gimana aku?Apakah aku akan bodoh terus). Aku tidak mau “kalah’ dengan Viky.

Malam itu, aku semakin merasa optimis, Batak dikemudian hari akan kembali berjaya, akan menjadi jagoan. Hidup Viky Sianipar! Hidup Bangso Batak! Horas!

Oh ya, belakangan ini, Viky sering sekali mondar-mandir ke Samosir Dan sekitarnya. Jangan-jangan karena kecintaan nya pulang kampung ini, yang mengakibatkan album Toba Dream part 3 tertunda keluar. [www.blogberita.com]

Artikel Desy Hutabarat sebelumnya:

Artikel terkait:

Berita Duka Cita

Telah meninggal dunia/tutup usia 87 tahun

Pintauli Rosmin boru Simanjuntak [Ompu Reynold]

Ibunda tercinta Drs. Sahala Tampubolon
[Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Toba Samosir/mantan Bupati Toba Samosir]

Pada hari Rabu, 3 Oktober 2007, di RS HKBP Balige
Dikebumikan pada Senin, 8 Oktober 2007
di Kp. Juhar, Kota Tebingtinggi, Sumut.

Hami namanggokhon/keluarga/anak-cucu:

  1. Drs. Sahala Tampubolon/Dharmayanti br. Samosir [anak/Balige]
  2. Ir. Hamonangan Tampubolon/Tio br. Simanungkalit [anak/Tebingtinggi]
  3. Drs. F Boyke Tampubolon/Donda br. Simanjuntak [anak/Sibolga]
  4. Tony Tampubolon/F br. Panjaitan [anak/Jakarta]
  5. Drs. Herbin Tampubolon, MT/Bintang br. Sitinjak [anak/Balige]
  6. Mariduk Tampubolon, SE, MM/br. Tambunan [anak/Jakarta]
  7. Gindo Pasaribu/Rosmida br. Tampubolon [boru/Jakarta]
  8. Rofinus Napitupulu, S.Apt/Magda br. Tampubolon [boru/Jakarta]
  9. Drs. Darwin Napitupulu/Marlis br. Tampubolon, SPd [boru/Jakarta]
  10. Sude pahompu sian:
  • Anak — diwakili Reynold Tampubolon
  • Boru — Hertati br. Pasaribu
  • Nini — Abrar Tampubolon dan Lidya Pardede

11. Sude keluarga besar pomparan Ompu Bunga Jalan Tampubolon

12. Punguan Tuan Sihubil Kabupaten Toba Samosir



  1. Kenapa setelah masuk blog ini aku jadi senang dengerin lagu batak ya???
    Tapi nothing really matter, bukankah Sujiwo Tedjo pernah duet dengan Viky Sianipar. Desy, pasti kutunggu Toba Dream Part.3

    Sepagian ini sudah kuulang2 3x-an lagu:

    1. Ansideng Ansidoding (Toba Dream Part.1)
    2. Piso Surit (TD Part.1)
    3. O Tano Batak (TD Part.1)
    4. Beta Hita (TD Part.2)
    5. Dijou Au Mulak (TD Part.2)
    6. Kacang Koro (TD Part.2)
    7. Tongging Hill (TD Part.2)
    8. Argado Bona Ni Pinasa (TD Part.2)
    9. Taringot Ahu (TD Part.2)
    10. Terang Bulan (TD Part.2)

    Tapi sejauh ini aku tetap tidak ada yang ngerti apa maksud lagu itu hiks..hiks..

  2. lohot simanjuntak

    boru juntak yang meninggal dunia inipun tipe ibu yang tangguh dalam rumah tangga nya ,bahkan ketika anak nya sudah mandiri ,dia masih tetap mencukupi kebutuhan dirinya sendiri, salut dan turut berduka cita
    mauliate abang jj- horas

  3. hello… this is my first time here. Great blog indeed :D

  4. sorta

    Salam kenal dek,
    Banyak kemajuan, dibanding tulisan terdahulu
    Selamat berkarya lagi
    ditunggu ulasannya

  5. Waduh… ngedengernya ajah jadi ngiri…:) http://www.puthzel.com
    Kapan yach bisa ke Toba lagi….xixixixi…

  6. SMN

    Wah…mantap yah ito desy….syabasss na marmalam minggu i(senang yg bermalam minggu itu). aku pun kurang lebih sama, waktu pertama kali mampir ke tobadream cafe, kuliat nuansanya batak bgt…sound systemnya yg bagus, ditambah lagi live viky& band…kemudian masuk pula beer…sedaaap lah pokoknya. :D :D Horas!

  7. jangan lupa, biar musisi batak bisa tetap eksis, beli yang kaset ori jangan bajakan… mau?

  8. Farida Simanjuntak

    Desi……………
    Tulisan mu oke banget….
    Wah, jadi keder dengan segudang ilmu mu. Tapi tak apalah, setidaknya aku bisa banyak belajar dari tiap tulisanmu.
    Kita harus makin bangga dan keras dalamj mempelajari budaya kita….
    Setuju kan, eda…………..????????????
    Buat ito Viky, selamat berkarya dan terima kasih sudah memnajdikan budaya Batak makin dikenal, dihormati dan harum namanya.
    Horas di sude Bangso Batak

  9. Raja Na Pogos

    Ito Desi, kapan nya pestanya.

    Lae Viky Sianipar, memang hebat dia bermusik – pernah sekali dia tampil ditempatku. Aku setuju kalau ito Desi terkagum-kagum sama Viky, sampai speechless segala.Itu urusan desy/

    Lae Viky Sianipar,Teruslah berkarya terus dan terus.Kolaborasi musik batak dengan jenis musik modern anda memang kedengaran sangat indah..tapi satu yang sedikit
    gamang di kuping ketika para Vokalisnya menyanyi…lucu…
    liriknya real bahasa batak..tapi di lafalkan ke inggris-inggrisan..dan gayanya sedikit menjemukan (vokalisnya)

  10. Salut buat ito Desy. Tulisanmu benar-benar orisinil. Ito punya talenta besar untuk jadi penulis features kelas satu. Aku berharap, suatu saat nanti, aku akan membaca tulisan ito di Kompas, Tempo dan media papan atas lainnya.

    Dari dua tulisan ito yang aku baca di blog ini, ciri kuat yang membuat tulisan ito istimewa adalah pilihan topik dan mutu penulisannya. Ditambah nuansa kepibadian ito yang tersirat di dalamnya : open minded dan humanis.

    Topik yang ito pilih, seperti kubaca di dua tulisan ito, adalah cuplikan kecil dari kehidupan sehari-hari. Bukan isu-isu besar semacam kasus penangkapan 5 anggota DPRD Tobasa atau fenomena terkini : perebutan “kekuasaan” di puncak organisasi HKBP. (Pasti asyik kalau ito Desy mau nulis tentang HKBP, dengan gaya story telling yang sudah jadi trade mark Desy di blog-nya lae Jarar ini. Pasti sedap, macam dengke arsik dengan bumbu andaliman, ya kan lae Jarar ?).

    Sepintas lalu, tulisan ito mengenai pengalaman bermalam minggu di Lapo TobaTabo adalah topik populer, karena menyangkut figur Viky Sianipar yang rupanya sedang jadi sosok kontroversial. Tapi kalau dibaca dengan cermat, topiknya adalah pengalaman pribadi ito mengunjungi lapo itu, bertemu dengan pemiliknya, Monang Sianipar dan menyaksikan penampilan Viky.

    Dengan cara penulisan khas Desy, pengalaman pribadinya jadi terasa obyektif bagi pembaca, sehingga para penentang Viky pun mungkin saja terpengaruh, lantas bertobat dan berhenti menghujat Viky. Dengan kata lain, disadari atau tidak, diniatkan atau tidak, tulisan Desy adalah sebuah pembelaan yang cantik dan efektif buat Viky, sekaligus promosi yang manjur buat laponya Pak Monang.

    Eh, jadi keliru jalan pulak aku, sampai tersesat ke HKBP dan mempromosikan ito Desy untuk jadi PR-nya TobaTabo dan Viky. Kalau ikut aturan penulisannya lae Jarar, harusnya aku jelaskan dulu penilaianku mengenai mutu tulisan ito Desy, selepas aku kupas soal topik.

    Ya, mengenai mutu tulisan ito Desy, komentarku hanya ini : nang so hudok nunga diboto ho ate (biarpun tidak aku katakan, kau sudah mengerti, dong). Pokoknya kelas satu. Genuine!

    Desy itu menulis dengan hatinya. Itu yang membuat tulisannya terasa segar, lincah, menghanyutkan, inspiratif dan sedikit naive. Aku sengaja pakai istilah bahasa Inggris (naive), bukan naif, karena kandungan maknanya berbeda. Naive dalam hal ini, artinya semangat atau hati yang polos, bersahaja dan tanpa prasangka; seperti jiwa kanak-kanak.

    Dengan talenta besar yang ito Desy miliki. ito punya kans untuk menyumbang karya-karya besar dan berguna bagi Bangso Batak, Indonesia dan dunia. Aku bayangkan, kalau ito menulis features mengenai pembabatan hutan dan kehancuran lingkungan di Tano Batak saat ini, niscaya masyarakat Batak di seluruh dunia akan tergerak hatinya untuk bertindak. Siapa tahu, para kapitalis yang mencari keuntungan dari pembabatan hutan dan penghancuran lingkungan itu, akan merasa malu kalau membaca tulisan Desy mengenai kemungkinan Danau Toba kering, lantas berubah jadi jurang lebar paling dalam di dunia, karena ulah cukong-cukong itu dan segelintir orang Batak yang jadi antek-anteknya.

    Kalau boleh disimpulkan, gaya penulisan ito itu boleh juga disebut jurnalisme kasih sayang. Itu kontras dengan arus umum jurnalisme yang dominan di seluruh dunia sekarang ini, yaitu jurnalisme kebencian dan perang.

    Teruskan berkarya ito Desy. Kabarkan pada dunia bahwa Bangso Batak masih eksis, belum punah dan sedang mengumpulkan puing-puing kebesaran budayanya, tradisinya dan harga dirinya. Horas!

  11. R.K. Pasaribu

    Horas, ito. Saya baru pertama main di blog nich.
    Ini tulisan yang ril; kehidupan sehari-hari yang nyata. lanjut tulisan yang lain ya , to.
    Walaupun, saya seorang Engineer di lapangan; rohangki nian (hati ini) ingin ; merindukan suku Batak ini eksis ditengah tengah masyararakat yang majemuk. Tolong jo (tolong dulu) beritahu ke lae Vick, saya rindu melihat dan mendengarkan acara bonapasogit yang di Indosiar; sekarang tidak on lagi ?.
    Proud to be Batak.

  12. JoeS

    Ito Desy..duluan mana, tulisanmu di atas kau tulis baru kita chat (kemarin itu), atau setelah itu?? hehehe..

  13. Charlie M. Sianipar

    Horas Ito Desy Hutabarat,

    Malam minggunya kompilit ya + joke dari Bang Condar Napitupulu “Siantar Man”

    Malam ini (06 Oct. ‘07) Viky Sianipar ke Balige lagi, hari Kamis dia bilang naeng tu huta ahu marsogot (aku mau ke kampung besok). Sabtu sore ketemu Lae Jarrar.

  14. Marudut R. Napitupulu

    Terinspirasi Desy.. Aku boleh nambahin dikit ya.

    My Saturday ‘amazing’ night, 22 sept 2007

    It was a wonderful moment..

    ..makan malamnya, obrolannya, musiknya, kritiknya, nasehatnya, senyum manis yang ada di sana, gelas demi gelas bir yang aku teguk.

    Aku adalah orang yang beruntung mendapatkan kesempatan itu.

    Hidup memberiku rasa yang untuknya aku berterima kasih.

    Sosokmu begitu dekat di hati dan di alam pikiranku.

    Remind me to my beloved Father… whom i miss so much.

    That moments completed with my sweetest past brought with her smile, the smile that told a million stories about who I am, they way i used to spent my childhood.

    I value that moments so much.

    …Anggia, bereku, ndang holan alani gogom sude pardalanan ni ngolumi. Adong do na mangurupiho. Molo di-halungun-on ho, molo adong na porlu telepon Tulang da!!! Bahen ahu gabe donganmu..

    Oh.. how lucky i am..

    “Tulang, Desy, Ompung Sianipar, Charlie Sianipar, Vicky, Tyo, Dipo…. Bapatua Na70, lukisan-lukisan di dinding, sigale-gale, solu, panggang, bir bintang dan heineken, star mild, mana-sa?, masa-si, yang minum aqua sampe 3 botol, yang mutar2 untuk berhenti di depan sebuah gapura..seperti bahasa tubuh yang tidak mau berpisah..”

  15. melestarikan budaya batak, cukup satu frasa, “pelihara kesombongan.”

  16. ganda situmorang

    bah… horas

    Lapo Toba Tabo adanya di Balige aja ya?

    ada rencana buka cabang ga di Tano Jawa nabalau ini?
    menyimak deskripsi ito Desy tentang Lapo Toba Tabo itu, amang jo tahe tabo nai ate…(Adududuh eak tenaaan)

    by the way, ise do i,… salam kenal buat ito Desy
    alumni IPB kan ya?

    Horas,
    Ganda Situmorang, Fahutan, THH-34

  17. dian

    Horas…ma poang tu sude hita halak batak on.
    Selamat kenal ma tu sude ate, alana au baru pertama on dope join tu milis on.

    Tung mansai godang do nian makna na tersirat na boi nibuat sian angka artikel ni k’desy. Toho mai nian anggo k’desy on, jolma na humoris doon, apalgi terkenl di jajaran pelabuhan balige do ra….

    Majukan terus budaya batak ate…poang…
    Jangan samapi punah…

  18. Desy Hutabarat

    @ Yudi,
    Selamat ito, batak dan embel2nya itu “sudah merasuki” ito.Walaupun ito ga ngerti apa artinya, tapi salutlah ito mencintai lagu dan budaya kami itu, disitulah hebatnya Viky, orang yang ga ngerti bahasanya bisa jadi tertarik mendengar, mungkin asal muasalnya ito tertarik dari musiknya aja kan.
    Kujamin ito, Toba Dream Part III nya KEREN, apalagi Sinanggar Tullo nya, aku yakin nanti itu akan bertengger di chart MTV Ampuh

    @ Ka Sorta
    Makasi ya ka, sudah mengikuti tulisanku
    Boleh lah kiranya ka2 sampaikan “kritik” pribadi yang membangun ke imelku,
    minta lah alamat imelnya ke toke blog ini ya ka

    @ Putzhel.com
    Iya ito, segera lah pulang, btw Toba Tabo itu adanya di Jakarta, di Toba malah blom ada

    @ SMN
    Apalagi sound system nya itu ya ito, mantafff kali fuang

    @ passya.net
    tentu saja, masa Viky udah cape2 nge ramu musik sedemikian rupa, tidak kita hargai dengan membeli yang bajakan, nyari inspirasinya pun jauh kali, sampe ke bonapasogit fuang.

    @ Ka Farida
    rap marsiajar hita da ka (sama-sama belajar kita ka)

    @ Raja Na Pogos
    Pestanya?Sabar lah ito, sudah kucetak undangannya, tapi baru namaku dan gedungnya yang kuisikan dan nama-nama pengundangnya, mempelai lelaki dan tanggalnya masih kukosongkan, adong calon sian i?hehehehehe

    @ Abang R.Manurung (kusebut abang, karena kakakku yang paling besar, menikah dengan marga Sitorus, sama-sama Nairasaon kan?)
    Makasi atas komentar dan kritikan nya, jadi besar kali tanggung jawabku, jadi ga bole lagi aku sembarangan menulis lain kali.
    Tolonglah nanti abang tetap kontrol tulisanku ya, abang.
    Asa torus gabe berkat jala torus menambah pengetahuan akka tulisan niba on, jangan sampe menyesatkan
    Aku sangat tertarik dengan topik Danau Toba, nanti mudah-mudahan aku jadi mudik Desember, aku ga mau setengah-setengah soal info nya. Benar abang, aku optimis, kebangkitan dan breakhtrough akan ditampilkan oleh generasi yang sekarang, dari tangan generasi inilah akan “tampil” lagi batak dengan segala kebesarannya
    Kita akan buktikan kembali bahwa hita bangso na balga jala bangso ba bonggal.Hidup Batak!Aku yakin, Batak akan bangkit kembali dengan gebrakan yang DAHSYAT..Asalkan kita tetap optimis, tidak cepat berpuas diri dan jangan sombong.
    Mauliate ma.

    @ R.K.Pasaribu (ompung hu ma ate, alana na manubuhon bapa, boru Pasaribu sian Bahal Batu)
    ima dah, iba pe sihol do roha manonton acara na di Indosiar i, harap roha berkelanjutan i ate ompung, hupasahat pe sebisa mungkin.

    @ JoeS
    Duluan tulisanku ini ku send via imel ke toke blog ini, uda baru kita chat.

    @ Tulang Charlie Sianipar
    Olo bah tulang, segar au torus sepanjang malam i (sampe dang terasa gabe mulak marsogot muse) he he he he
    andigan muse ate tulang?

    @ Tulang Ganda Situmorang
    Horas Tulang
    Desy Dewi Hutabarat,Lingkungan 39 FMIPA IPB
    Lapo Toba Tabo i, di Jakarta do i
    di Jl.Sahardjo No.90, Manggarai, hea do manang piga hali beberapa pembaca ni batak nius on, “kopi darat” disi, Tulang Sunan,Bang Marudut, Ka Sofia,Tulang Charlie. Memang mansai tabo suasana na.

    @ Dian
    Bah, songon na ditanda ho do au fuang, sampe diboto ho humoris au, manang na terpengaruh sian kata-kata pembukaan ni bang JJ i do ho?
    par balige do ho?
    bah, kirim jo imel tu au fuang
    Bang JJ, dia majo alamat imel ni si Dian on.

  19. Thanks for Desy…

    Sebagai seorang senior (67th), saya lupa proses pembicaraan kita di TobaTabo. Saya sangat terkesan dengan respons anda terhadap apa yang kami kerjakan selama ini. Terus terang saya merasa selama ini saya berjalan sendirian, bagaikan seekor elang yang mencari pasangan. Kami mencri kawan-kawan yang tertarik dan terpanggil untuk menggali nilai-nilai (yang begitu mengagumkan) mengenai budaya , musik dan lingkungan danau Toba. Anda berbicara “What is Right” dan hal itu sangat menyamankan hati kami. Lebih banyak orang yang menyatakan “What is Wrong” mengenai eksperimen yang telah dilakukan oleh seorang Viky Sianipar. Yang ngeri lagi diberi stempel “domba yang sesat”.

    Kita tidak bisa menghindarkan diri dari perubahan yang terus bergelinding, dan semakin lama semakin cepat. Kami berprinsip bahwa kami harus mengikuti perubahan itu (atau kita akan mati). Namun harus bagai roda pedati yang porosnya tetap tidak berubah. Saya mengajak Deasy berfikir jauh kedepan, bermimpi bersama kami bagaimana danau Toba itu tetap lestari, musik Batak terus berkembang (tanpa kehilangan jatidiri) dan nilai-nilai budaya Batak dapat dikembangkan.

    Kami sedang mempersiapkan TobaDream free magazine. Kami ingin mengajak teman-teman yang tertarik bergabung dengan kami untuk menuangkan karya tulis, fotografi dan hal-hal lainnya untuk mengkampanyekan pelestarian lingkungan danau Toba, pengembangan musik dan budaya Batak.

    I will be so happy if you would join us, since you’re so talented in writing.

    Dan free magazine ini tidak akan pernah menyentuh wilayah politik.

    I HATE POLITICS SO BADLY. Dan saya tidah akan pernah menjilat-jilat untuk mendapatkan fasilitas.

    Mari kita bangun TobaDream dengan kekuatan sendiri.

    Thanks Desy, “Be Yourself”.

    Monang Sianipar

  20. Marudut p-1000

    @Monang Sianipar

    Freemagz yang mau amang terbitkan bukannya sudah ada? Kalau gak salah namanya Bonansa (Bona ni Pinasa). Sudah lama memang (kurang lebih 10 tahun) aku tidak baca majalah itu lagi.

    Aku suka kalimat amang,” I HATE POLITICS SO BADLY. Dan saya tidak akan pernah menjilat-jilat untuk mendapatkan fasilitas”

    I hope, i can do it also. Horas.