[jarar siahaan; blog berita; bukan wargad]
Meliput berita dengan berjalan kaki.
Usianya sudah 54 tahun. Bekerja sebagai wartawan di media yang “tak jelas”. Kadang di koran mingguan dan terkadang di majalah bulanan, yang terbitnya tidak menentu, dan dia tidak mendapat gaji sama sekali.
Orang-orang sering menyebut dan menganggapnya sebagai wartawan gadungan atau wargad, padahal sesungguhnya tidak. Bagiku, dia jauh lebih terhormat ketimbang wartawan yang bekerja di koran harian beroplah besar, mengantongi kartu PWI atau AJI, berkawan dekat dengan pejabat top, tapi bergaji cuma ratusan ribu perak [nyaris tidak ada koran terbitan Medan yang menggaji reporter daerahnya di atas Rp 1 juta] sehingga sering memeras narasumber atau bermain proyek. Pak tua yang satu ini tidak seperti itu.
Foto di atas kujepret baru-baru ini saat dia hendak menagih uang langganan korannya di kantor Bagian Humas Pemkab Tobasa di Balige. Dengan melihat gayanya berpakaian saja orang akan menduga dia sinting. Bukan. Bukan. Dia sangat waras dan cukup pintar menulis. Dia pernah menjadi redaktur di sebuah koran mingguan terbitan Balige.
Kisah selengkapnya tentang kehidupan kawanku Siahaan “namiring” alias Siahaan “narittik” alias Siahaan “gila” ini akan kutulis kapan-kapan. Ya, dia semarga denganku. Mungkin level “kegilaan” kami cuma betty alias beda tipis.
Sekarang aku hendak matikan komputer. Aku harus beristirahat dulu berhadapan dengan monitor laptop. Bintik daging putih di mata kananku terasa mengganggu. Mataku semakin sering berair dan terasa perih. Aku sudah ke dokter mata. Aku disarankan jangan terlalu lama di depan komputer.
Oh ya, tentang wartawan nyentrik tadi; dia itu sarjana, kalau tak salah seorang insinyur. Pekerjaan utamanya bukan wartawan, tapi pemecah batu di tepi Danau Toba. [www.blogberita.com]
CATATAN BLOG BERITA:
Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/ sebutkanlah sumber kutipannya; www.blogberita.com.
Artikel terkait:


2 Oktober 2007 at 11:48 am
Feature ini singkat tapi sangat menarik, dan menggelitik. Salam kenal Pak Jarar, dari seorang wartawan pemula di Medan.
2 Oktober 2007 at 12:27 pm
Keren kali bajunya, Lae… Jelas, tegas, tapi juga sangat rendah hati.
Keren!
2 Oktober 2007 at 10:29 pm
Baru saja beberapa menit aku berbicara panjang lebar dengan pak Siahaan yang nyentrik ini. Ternyata betul , spt ulasan JJ . IdeALISME NYA tidak dapat ditukar dengan apapun. Bahkan ijazah S-1 nya tidak dia ambil gara-gara persoalan … sekali lagi idealisme.
3 Oktober 2007 at 7:30 am
Lam kenal pak..
Kata papaku jika sakit mata, ambil daun sirih beberapa lembar, kemudian direndam dengan air panas dalam gelas yang tertutup. Biarkan sampai dingin. Setelah itu, rendam mata kedalam air tersebut bergantian kiri-kanan samping melek-merem (jawa). Begitu kalau keluargaku sakit mata. Jarang dibawa ke dokter. Ternyata lebih sehat. Silahkan dicoba, barangkali bermanfaat.
JARAR SIAHAAN: terima kasih, pren.
3 Oktober 2007 at 8:21 am
Maap OOT:
Kantor tempat saya bekerja mewajibkan pegawainya yang bertatapan dengan komputer sepanjang hari untuk melakukan relaksasi mata setiap 20 menit. Caranya dengan beranjak pergi dari depan komputer dan melihat ke kejauhan. Mungkin bisa dicoba Bang. Saya khawatir kalau nanti Abang matanya kenapa-napa nanti banyak pembaca kehilangan bacaan bagus loh he3. Semoga cepet sembuh Bang! =D
BATAK NEWS: terima kasih, pren. benar memang, selama ini aku terbiasa memelototi komputer secara non-stop tiga sampai empat jam.
3 Oktober 2007 at 10:59 pm
aku juga kemaren bintitan. tapi alhamdulillah sudah sembuh. mungkin karena terlalu banyak baca blog ini. hihihiihih. peace!
4 Oktober 2007 at 9:32 pm
Pake kacamata aja lae Jarar, kacamata apa kek, mengurangi radiasi monitor. Nanti dikira si Gibran, aksyen kali bapaku ini
JARAR SIAHAAN:
17 Oktober 2007 at 11:49 pm
sory lae numpang tanya ni, batak news grupnya batak pos atau sama saja. trus terbitan mana tu lae. thanks…. upss sory,, salam sama lae kita yang gol I A tersebut. Profesional dan proporsional mungkin bisa jadi jalan keluar, dan tentu saja tidak ada kata tertinggal dalam pertarungan pers, yang ada berani tidak meneteskan keringat.
BATAK NEWS: bukan, lae. blog berita batak news adalah sebuah media online berbentuk blog, sementara batak pos adalah media berbentuk koran harian. keduanya tidak ada kaitan sama sekali. blogku ini kudanai dan kukelola sendiri, dan beberapa kali dibantu oleh pembaca yang mengirim donasi tak terikat. blog batak news kukerjakan dan kutulis dari rumahku di balige, sementara batak pos berkantor di jakarta dengan sekian banyak wartawan di sejumlah kota. blog batak news bersifat personal dan kutulis sesuka hatiku saja, tanpa peduli apakah orang suka membacanya atau tidak. sementara koran seperti batak pos mesti mempertimbangkan selera pasar, pelanggan, iklan, dll. begitu saja, semoga sudah jelas.
18 Oktober 2007 at 1:02 pm
Sebagai seorang jurnalis, 20 tahun di Jawa Pos Surabaya dan sekarang sebagai pemimpin redaksi Tabloid Wisata di Malang, saya bangga membaca tulisan Wartawan Nyentrik ini. Salut deh, saya juga segenerasi dengan Anda dan juga idealisme seperti Anda. Saya berangkat jadi jurnalis juga jalan kaki, gakj punya sepeda apalagi motor. Meski boleh ngutip artikel dan foto Anda, tapi tak ada salahnya kalau saya perlu minta izin juga lewat ini, untuk memuat foto unik Anda. Saya senang bila Anda mau kontak saya via email, agar kita bisa berbagi
BLOG BERITA: silakan, mas santoso. isi blogku bebas untuk dikutip ke media apapun sepanjang menyebutkan sumber kutipannya; http://www.blogberita.com
imelku; bataknews [at] gmail [dot] com
21 November 2007 at 12:55 pm
@ Lae JJ
“Kisah selengkapnya tentang kehidupan kawanku Siahaan “namiring” alias Siahaan “narittik” alias Siahaan “gila” ini akan kutulis kapan-kapan.”
Sudah sebulan kutunggu lanjutannya. Sibuk kalinya kau lae, jadi tak sempat nulis cerita ini. Jangan kau pedulikan kali orang-orang tak sehat otaknya itu. Kata pepatah semakin tinggi, semakin kuat angin meniup. Mana lah lae.. Penasaran kali aku.. Jangan pula kapan-kapan itu jadinya bertahun-tahun.. Kutunggu janjimu… walah…
JJ SIAHAAN:
suka kali rupanya lae dengan kisah wartawan nyentrik ini, ya. aku belum bisa ketemu dia, lae, untuk wawancara mendalam. kalau nanti sudah punya waktu untuk ketemu, pasti kuwawancarai dia, kugali kisah hidup dia lebih mendalam.