[toga nainggolan; blog berita; sadarlah engkau, wahai umat]
Inilah jawaban bagi pembaca muslim yang selama ini suka mengkafirkan orang non-muslim.
Artikel ini ditulis oleh Toga Nainggolan; seorang wartawan di Medan, seorang pemeluk Islam. Tulisan ini dikirimkan ke imelku, bataknews [at] gmail [dot] com.
JANGAN BERPRASANGKA BURUK dulu, bahwa aku sedang melecehkan Baginda junjunganku sendiri. Justru kisah inilah yang membuatku yakin, dia memang utusan Tuhan. Jika tidak, aku pasti akan menganggapnya manusia biasa saja, yang kebetulan berotak jenius; itu pun tak lebih hebat dari Einstein.
Tapi pesan tulisan ini bukan tentang bagaimana aku percaya kepada Nabi, who cares?, tetapi bahwa Islam memang mengakui pluralitas, dan tidak pantas bagi seorang muslim, atau siapapun, memvonis orang lain kafir, infidel, domba yang tersesat, apalagi calon penghuni neraka. Neraka dari Hongkong!
Muhammad SAW sedang duduk-duduk di rumahnya, saat Salman Alfarisi, sahabat dekatnya yang bukan dari etnis Arab, dan telah kenyang bongkar pasang agama dan cara memuja Tuhan sebelum akhirnya bertemu Rasulullah dan memeluk Islam, datang mendekat. Lelaki cerdas yang selalu bertanya tentang segala hal dalam pikirannya itu sedang galau. Apalagi kalau bukan dikepung sebuah tanya.
“Assalamu ‘alaikum, yaa Rasulullah”.
“Wa ‘alaikum salam”.
Tak banyak basa-basi, ia langsung bercerita tentang orang-orang nonmuslim, yang percaya kepada Tuhan dan melakukan pekerjaan yang baik, (amalan shalihah). Tapi itu tadi, mereka nonmuslim.
“Akan bagaimanakah nasib mereka kelak, ya Rasulullah?”
Rasulullah menjawab, “Mereka akan mati dalam keadaan tidak Islam, kafir, dan mereka akan menjadi penghuni neraka.”
Salman sungguh sedih mendengar jawaban itu. Terbayang di benaknya, bagaimana teduhnya wajah-wajah orang yang percaya dan menyembah Tuhan itu, kepatuhan mereka kepada Tuhan, dan kasih sayangnya kepada sesama. Setelah pamit, dia melangkah. Makin gundah, tapi tak kuasa membantah utusan Allah.
Di belakangnya, tubuh Rasulullah sedikit bergetar. Jibril, atau Gabriel, datang berkelebat, membawa kata-kata milik Sang Kebenaran Sejati. Firman Tuhan yang kemudian tercatat dalam Al-Qur’an, pada Surat Albaqarah (2:62) itu sungguh indah, meneduhkan hati.
“Sesungguhnya orang-orang yang percaya, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabiin*), siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan berbuat baik, mereka akan menerima pahala dari Tuhan. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.”
Rasulullah memanggil Salman, menyampaikan firman Tuhan yang baru saja turun itu, dan mengimbuhinya sembari tersenyum lembut, “Ayat itu untuk teman-temanmu”.
Mengapa kisah turunnya (asbabun nuzul) ayat ini kubilang membuat aku percaya Muhammad SAW utusan Allah? Karena selaku manusia biasa, dia pun ternyata pernah “terjebak” pada cara berpikir yang cenderung eksklusif. Cara berpikir yang, sayangnya, justru banyak dipelihara saudara-saudara kita saat ini, di semua agama dan keyakinan.
Namun begitu datang kata kebenaran sejati dari Tuhan, tanpa harus merasa malu atau enggan, dia mencabut sendiri ungkapannya beberapa menit sebelumnya. Sekali lagi, kita tidak akan membahas itu. Tetapi pesan ayat ini jelas, yang paling dilihat Allah adalah dua hal: PERCAYA dan BERBUAT BAIK.
Hal ini ada dijelaskan di puluhan ayat Al-Qur’an, dan tertera pula di Alkitab, Mazmur (37:3). Seperti bersepakat dengan Shakespeare, Tuhan seolah membisikkan dengan penuh kasih sayang dan pengampunan, “What’s a name“. Apalah arti sebuah nama, label, karena Tuhan melihat ke dasar hati.
Seperti Muhammad SAW, Nabi Musa AS pun pernah mendapat teguran karena memvonis orang lain, seorang gembala yang ingin menunjukkan cinta kepada Tuhan dengan cara menyisir rambut dan mencabut uban-Nya, telah salah cara dalam menyembah Tuhan.
“Musa, engkau telah memisahkan hamba-Ku dari Aku. Aku telah anugerahkan kepada setiap manusia cara berdoa masing-masing; Aku telah berikan cara khusus kepada masing-masing untuk menunjukkan cinta. Aku tidak melihat pada ucapan lidah, tetapi Aku melihat ke dalam sanubari dan perasaan terdalam hati manusia. Aku melihat ke dalam hati manusia untuk melihat apakah ada kerendahhatian, walaupun ucapannya tidak menunjukkan demikian. Cukuplah sudah segala macam ungkapan dan metofora! Aku menginginkan hati yang membara dengan api cinta, hati yang membara.”
*) Sebagian ahli tafsir menerjemahkan Shabiin sebagai kaum yang tak punya agama yang jelas, namun percaya kepada Tuhan dan berbuat baik kepada manusia. Semacam agnostik barangkali. [www.blogberita.com]
CATATAN BLOG BERITA:
Dulu di blogku yang satu lagi pernah kutulis sebuah artikel untuk ibuku; justru setelah aku menjadi muslim, aku semakin tahu bahwa Kristen juga benar.
Seperti sering kuungkapkan di blog ini, aku tidak mau menelan bulat-bulat semua doktrin agamaku. Kusaring dulu mana yang baik kuterapkan dan mana yang tidak — berpatokan pada humanisme, toleransi, perdamaian, dan saling mengasihi sesama manusia.
Bila banyak muslim mengatakan bahwa yang disebut saudara adalah hanya sesama muslim sedangkan umat lain tidak layak dianggap saudara, maka aku bersikap berbeda. Aku mencintai dan menganggap semua ORANG BAIK adalah saudara, tak peduli apapun agamanya; Buddha, Hindu, Parmalim, Konghucu, Kejawen, Katolik, Protestan, Islam, dll. Bahkan yang tidak beragama sekalipun, asalkan dia bersikap baik dan penuh kasih terhadap sesama manusia, aku rela menjadikannya saudara. Sedangkan ORANG JAHAT seperti pembunuh, pemerkosa, teroris semisal Amrozi, perusak harta-benda orang seperti aktivis Forum Pembela Islam, dll tidak akan pernah kuanggap sebagai saudaraku — meskipun dia beragama Islam.
Aku berharap, kiranya artikel Toga ini bisa membukakan hati kita, khususnya umat Islam, untuk tidak lagi mengkafirkan umat lain. Sekarang kita umat muslim sedang menjalankan ibadah bulan Ramadan, dan ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Setiap manusia harus berubah; berubah menjadi lebih baik. Bagi yang mau, alhamdulillah, puji Tuhan. Bagi yang tidak, aku tak bisa memaksa. Sebab, setiap kebaikan harus dilakukan dengan keikhlasan hati.
Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/ sebutkanlah sumber kutipannya; www.blogberita.com.
Artikel Toga Nainggolan sebelumnya:
- Anak, menurut Kahlil Gibran dan budaya Batak
- Haleluya, Allahu Akbar
- Dan Tuhan pun tersipu malu
- Hai orang-orang beragama, berhentilah melecehkan budaya kami
Artikel terkait:
- Gus Dur: Orang Kristen dan Yahudi bukan kafir
- Memaknai kafir lewat karya Kahlil Gibran
- Viky Sianipar pun disebut domba tersesat
- Justru setelah aku menjadi muslim, aku semakin tahu Kristen juga benar
- Siapa berani sebut Bunda Teresa adalah kafir?
- Istri Gus Dur salat magrib di aula gereja
- Cerita seorang nasrani mengikuti ritual Islam
- Muslim berziarah di makam nasrani


8 Oktober 2007 at 2:48 pm
senyum dulu ah..
kok kaya’nya ada ketegangan ya…
wyuu…tegang banget..
debat atau adu argumentasinya benar2 menegangkan..bahkan kadang2 bernada kasar..
saya belum liat ada tulisan (comment) bang krisna di sini. Dia biasanya kasih komentar yang adem dan menenangkan di banyak tulisan di bataknews ini. tapi comment2 utk tulisan ini sepertinya panas dan bikin gerah. Diademin yuk..
Selaraskan saja antara cinta Tuhan dengan cinta sesama..
Dunia akan damai jika semua orang menyelaraskan antara cinta Tuhan dan cinta sesama. Jika keduanya tidak seimbang pasti akan terjadi ketimpangan. Cinta Tuhan tapi mengabaikan sesama akan jadi umat fanatik sempit. Cinta sesama tapi melupakan hubungan dengan Tuhan akan menjadikan umat mengalami kekosongan hidup. Jadi seimbangkanlah keduanya…
Kurasa jika semuanya menjalankan ibadahnya dan selalu mengasihi sesama, tidak akan ada gontok2an lagi… Mudah2an…
8 Oktober 2007 at 2:55 pm
@Bang Jarar
Makanya, di neraka nanti justru akan terasa sejuk dan damai karena bang Jarar dan pada domba tersesat itu akan jadi penghuninya…
Di sorga, wah terjadilah perang dan kekisruhan, karena ternyata para maniak agama dan teroris masih aja rebutan tempat di sana. Untunglah singgasana kekal itu dijaga oleh para penjaga yang kuat dan berwibawa, kalau tidak, bisa kena bom juga tuh…
8 Oktober 2007 at 4:20 pm
Berhubung ini sepertinya tak akan ada habisnya, aku nyerah deh, sakit perutku, aku pengen nyanyi bang. Boleh ya..
Mama takes this badge from me,
I can’t use it any more,
It’s getting dark, too dark to see,
Feels like I’m knocking on heaven’s door.
Knock, knock knocking on heaven’s door,hey hey hey hey yeah
Knock, knock knocking on heaven’s door.
Knock, knock knocking on heaven’s door, ooh yeah
Knock, knock knocking on heaven’s door.
Mama puts my guns in the ground,
I can’t shoot them any more,
That cold black cloud is coming down,
Feels like I’m knocking on heaven’s door.
Knock, knock knocking on heaven’s door, hey hey hey hey yeah
Knock, knock knocking on heaven’s door,
Knock, knock knocking on heaven’s door, ooh yeah
Knock, knock knocking on heaven’s door.yeah yeah yeah
You just better start stiffin’ your own
Rank Subjugation jack ’cause it’s just you
Against your tattered libido
the bank and the mortician forever man and it wouldn’t
Be luck if you could get of life alive
Knock, knock knocking on heaven’s door
ooh yeah
8 Oktober 2007 at 4:47 pm
yah…blog yang menurut gw bagus, cuma ada sedikit kritik nih..bacanya gak usah sambil marah or emosi (buat yang keliatannya agak marah dan emosi loh…)yang akhirnya malah bikin sakit ati sendiri, dibawa nyante aja..ambil yang baik (kayak yang ito Jarar bilang)…
nih..nih ada sedikit anekdot(kayak yang di acaranya kelik itu loh):
“suatu ketika Yesus bertemu dengan seseorang yang dengan sangat bangga dan bersemangat lapor kepadaNya bahwa dia berhasil mengalahkan agama lain dalam debat. Jawaban Yesus, apakah itu membawamu pada cinta kasih atau lebih kepada pemuasan EGO SPIRITUAL mu?”(ekaristi.org-red)
8 Oktober 2007 at 8:01 pm
Bung Toga…..
Kelihatannya anda marah sekali, ketika saya katakan anda sebagai suatu kecelakaan iman. Saya katakan anda marah, soalnya tulisan anda panjang banget, dan saya jadi tidak minat bacanya. Tapi ketika anda mengatakan saya sebagai kecelakaan sejarah, saya nyantai aja, koment saya juga tidak panjang.
Begitu pula dengan yang lain-lain. Jadi sebenarnya yang ingin melakukan pemaksaan itu siapa. Anda-anda atau saya.
Yang saya kritik ke anda-anda semua, peminat paham pluralisme atau yang lain-lain, hanya satu kan. Dan dari awal tulisan saya tidak berubah.
Kritikan saya “Jangan gunakan ayat dalam alqur’an untuk menjustifikasi pemahaman anda.”
Kenapa anda-anda begitu berkeberatan, sampai bahasan menjadi ke sana ke mari.
Katakanlah saya sebagai fundamentalis, atau apalah anda menyebutkannya, tapi tidak ada keberatan bagi saya hidup berdampingan.
Saya tidak peduli siapa di samping saya, apa pahamnya, dan saya tidak perlu merangkul dan merayu orang yang tidak sepaham dengan saya dengan menjual agama dan keyakinan saya. Prinsip saya, kita hidup berdampingan, tapi keyakinan pegang masing-masing. Sejak saya dewasa dan memahami agama saya dengan benar, saya tidak pernah mengolok-olok agama lain, saya tidak pernah memakai ayat-ayat dari agama lain untuk membenarkan agama saya.
Jadi sederhana saja, silahkan anda berpaham apapun, pluralisme, humanisme, atheisme, botakisme, tapi jangan gunakan ayat alqur’an untuk justifikasinya. Kenapa itu saja susah anda terima.
Keliahatannya anda-anda pendukung pluralisme di sini sangat baik jika bergabung dengan Jaringan Islam Liberal.
Mudah-mudahan pada paham apa yang menjadi kritikan saya.
8 Oktober 2007 at 8:53 pm
@ BUNG MULAWARMAN
Setelah sekian hari mengikut komentar2 Bung, saya sudah bisa memastikan sampai sejauh mana pemahaman BUng tentang agama dan betapa dangkalnya kwalitas Bung untuk berdebat secara sehat dan sportif. Bung mengatakan/protes karena komentar-komentar pembaca2 yang lain panjang-panjang, dimana mereka tidak sependapat dengan Bung. Yang ingin saya pertanyakan kepada Bung dan juga Pak jarar selaku pemilik Blog, apakah ada komentar Bung Mulawarman yang dipotong oleh Pak Jarar sehingga dia protes?
Kalau Bung Mulawarman mengatakan pada Sdr Toga,
“Tapi ketika anda mengatakan saya sebagai kecelakaan sejarah, saya nyantai aja, koment saya juga tidak panjang. Begitu pula dengan yang lain-lain. Jadi sebenarnya yang ingin melakukan pemaksaan itu siapa. Anda-anda atau saya.” ……
Saya tertawa membaca komentar Anda BUng….. Kalau orang lain berkomentar panjang mengkritik/berdebat dgn Anda, saya pikir hal itu bagus, namun ketika Anda mengelak “saya tidak komentar panjang” lalu Anda menuduh yang berkomenta panjang adalah pemaksaan kehendak, hehehe……. itu logika yang tidak pas BUng….. Saya menduga dalam hati Anda sebenarnya ingin mengatakan “Wah….. gimana lagi yach saya mesti menjawab komentar2 mereka ini….. nggak mampu lagi saya….. udah ah….. gua bilang saja kalau gua nggak suka membaca komentar2 mereka karena terllau panjang..”
Jadi menurut saya Bung Mulawarman sudah tidak mampu lagi menjawab komentar-komenta yang ditujukan padanya sehingga dia hanya bisa mengelak dengan jawaban “Panjang sekali komentar si anu, komentar si anu……” Itu adalah cerminan/bukti bahwa BUng Mulawarman tidak mampu menjawab kritik para komentator di Blog ini. Sehrausnya sejak awal BUng Mulawarman harus merasa malu karena sebenarnya dia tidak mampu berdebat dengan para pembaca yagn kritis di Blog ini, Anda sudah kalah BUng Mulawarman, masa’ Anda tidak merasakan itu dan merasa malu pda diri sendiri….?? Kasihanilah dirimu sendiri Bung……. Anda sedang ditertawakan banyak orang di Blog ini, terimakasih.
JARAR SIAHAAN: tidak pernah aku memotong komentar mulawarman, karena komentarnya tidak ada masalah dan tidak menyudutkan agama lain. kalaupun aku harus memperhalus komentar dengan tanda ***, itu adalah sebagai sensor untuk kata-kata ataupun kalimat yang menghujat agama tertentu.
8 Oktober 2007 at 10:29 pm
@mulawarman
Yah saudara2 blogger batak news ini yang namanya mulawarman…susah menjelaskan sesuatu padanya….
Diberikan pengertian malah ditolak mentah2 karena dia merasa pendapat dia yang paling benar…
karena anda bilang komen saya terlalu panjang saya persingkat dengan pertanyaan2 saya…..
***Apakah anda membaca kata2 awal dari artikel ini???
***Apakah anda memahami inti dari artikel ini???
***BAGIAN MANA yang menurut anda di pelintir oleh bang Jarar untuk membenarkan sesuatu???yang menurut anda membenarkan kekafiran bang Jarar
Tolong dijawab yah…
udah singkat tuh…
8 Oktober 2007 at 10:35 pm
@mulawarman
Tolong belajar untuk dapat menerima kritik….
Belajarlah berjiwa besar….
Untuk membaca komentar saya yang hanya beberapa baris saja anda sudah menyerah,bagaimana anda dapat mendalami alquran???
8 Oktober 2007 at 11:06 pm
@mulawarman
Cara anda menghindar dari kritikan itu sudah gak mutu…
Apakah anda karena tidak bisa menjawab pertanyaan saya jadi anda bilang terlalu panjang dan ngalor ngidul???
kalau anda benar2 membaca maka yang saya bahas tidak lain dan tidak bukan adalah tentang kritik anda???
Bantu saya untuk memahami sudut pandang anda……
@Bang Jarar
maaf bang…saya mungkin terlalu banyak bikin komen terhadap mulawarman..
Tetapi sekali lagi saya gemas melihat manusia2 seperti dia…..
Saya rasa baru kali ini bang jarar ketemu komentator seperti dia….
setiap kali dikritik,dia selalu menyerang balik…kayak dia gak ada cacatnya and paling benar…
Dan yang paling parah memang seperti yang abang bilang GAK NYAMBUNG!!!
Tapi saya mau melihat lagi sampai dimana pemahamannya…makanya saya permudah dia sampai level anak sd yang langsung diberikan pertanyaan tanpa pemahaman…setelah dijawab baru saya berikan dia pemahaman lagi….
Duh seperti mengajari anak sd…..Tapi bang jarar saya butuh tau ini supaya nanti jika saya ketemu orang2 seperti mulawarman saya tau dapat mulai dari mana supaya mereka mengerti….
Dan satu lagi bang…Tampaknya yang waktu itu bang jarar debat bukan dengan saya tetapi erick…mungkin lebih baik saya tulis nama lengkap saya supaya tidak ada yang mendamprat saya tiba2 hahaha
9 Oktober 2007 at 1:17 am
@yusthatitik
He he he terima kasih kawan, namaku kau sebut… Nampaknya aku mulai ngetop juga di blog ini… (alamat musti ngasih fee nih ke Bang Jarar, marketing fee… he he lagi)
Aku baca forum ini sambil senyam senyum sendiri bayangin kalau bener sorga itu ada dan neraka itu ada, bisa-bisa malah jadi kebolak-balik entar. Yang penuh dengan kedamaian justru di neraka, di sorga wah… para teroris agama kan klaimnya dapet tiket ke sorga, baik itu teroris muslim, teroris kristen, buddha dll.
Bayangin ajalah, orang-orang kafir, para domba sesat, kaum bidaah pada masuk ke neraka… eh ternyata mereka itu justru pembawa damai, nggak pernah ribut, menerima dan memberi dengan tulus ikhlas, mencintai dan menghormati sesamanya… Bukankah neraka malah jadi adem?
Nahh.. di sorga, mereka yang ngaku suci, mengkafirkan orang lain, ngebom sana sini biar dapet tiket ke sorga, saling serang dan saling bunuh, ndak ada penghormatan kepada sesama yang lainnya…. ealah beneran mereka pada masuk sorga… Di sorga kagetlah mereka, lha wong (jawa gue keluar juga akhirnya…) ternyata musuhnya juga masuk sorga… berantem lagilah mereka, sampai-sampai TUHAN ngumpet di istanaNya ndak berani keluar…. Para malaikat penjaganya itu langsung bikin barikade ketat di pintu istana TUHAN biar jangan sampai para perusuh itu ngebom istana TUHAN…
He he he… kayaknya asyik juga kalau dibikin ketoprak humor atau ludruk atau sandiwara tentang ini ya…
Sori bang Jarar, agak OOT.. habisnya pusing mikirin ini kok ndak ada yang ngajakin gue buka puasa bersama yahh…
JARAR SIAHAAN:
kwa-ka-kak…. di artikel ini, baru kali inilah aku membaca komentar yang “lucu” seperti ini. asyik! suer! mantafff!
yang paling kusuka adalah bagian saat TUHAN ngumpet di istana, nggak berani keluar karena takut dibom.
hebat! aku suka. juga saat kaubercerita di surga orang-orang fanatik itu bertengkar karena ternyata orang yang tidak seagama dengannya pun ikut masuk surga.
aku lupa tadi, kalau kau tertarik, ayo tulislah/kembangkanlah ketoprak humor ala fanatikus-fanatikus agama ini. kirimkan ke imelku, dan akan kumuat sebagai “hiburan iman” di halaman utama blog berita. aku serius.
9 Oktober 2007 at 1:37 am
Eh, kelupaan bang. Bang Omkangkung kasih komen atas komentarku. Jadi aku tanggapi juga ya. (yah sama dengan beliau, ini terakhir kali aku komen tentang poligami di tema ini…)
Hmm, buat bang Omkangkung..
Lebih baik poligami daripada beristri satu daripada selingkuh seribu adalah perumpamaan aku pribadi.
Abang bilang, “Allah memperbolehkan poligami karena situasi pada jaman nabi Muhammad poligami bisa dilakukan dengan lebih banyak kebaikan daripada tidak baiknya, jadi salah sekali kalau dibilang :
“karena Tuhan tau umatnya sangat banyak yg berzina, tuhan lalu mengambil kebijakan dengan memperbolehkan poligami untuk menekan tingginya angka perzinahan.”
jawabanku..
(Saya tidak bilang itu abang, kan konteksnya poligami kenapa boleh. Saya mengumpamakannya seperti itu, yah simpelnya nih, karena kan aku juga masih belajar. Jadi aku ambil yang simpel.
Nah sejak zaman dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah dalam aturan Allah, abang. Zaman boleh berubah, tapi tidak dengan aturan Al-Quran. Karena seharusnya zaman seberkembang apapun, yah tetap fleksibel dengan aturan Al-quran, jika islam. Dan sebaliknya, jika nasrani dengan injilnya dll). Intinya ya memang saat ini banyak banget yang salah mengartikan fungsi poligami. Padahal poligami itu tidak dianjurkan, walah boleh. Nah kesiapan untuk berpoligami juga tidak mudah.
Terus abang bilang lagi “Kalau Tuhan nyatakan zina itu dosa, tidak mungkin Tuhan menyediakan fasilitas atau alternatif berzina, hanya manusia saja yg suka sok akal2an dengan Tuhan dengan ayat2 yg tidak sepenuhnya dimengerti”
Jawabanku abang, Tuhan itu aneh dan istimewa dengan segala kuasa dan maha-Nya. Tuhan bicara dengan ayat yang memang harus dicari yang tersirat dari yang tersurat. Manusia disuruh berpikir. Yang menyediakan tempat berfasilitas berzina, Tuhan ya? akh nggak tahu aku bang. Tapi menurutku itu godaan setan buat kita. Tuhan MUNGKIN ingin melihat yang mana sih hambanya yang bisa tetap lurus di antara semua godaan atau malah terbawa arus.
salam hangat deh untuk semua abang-abang di sini…
Met Puasa yang tinggal beberapa hari lagi.. bagi yang menjalankan. (Akh malas aku cerita nih, tapi aku mau bilang dua kali puasa aku bersama temanku meliput, dia nasrani. Dia lapar banget, dan bilang mau makan dengan sangat hati-hati. Aku temani dia makan di kedai nasi. Di pinggir jalan. Dan WOI KAMI INI BERBEDA, TAPI BAIK-BAIK AJA. TERIAK AKU INI!!!!!!! PENTING YA DIBAHAS KAFIR NGGAK KAFIR? TEMAN-TEMANKU TAHU SOAL PAHAMKU TENTANG KEKAFIRAN. TAPI MEREKA JUGA TAHU AKU TAK AKAN LUKAI MEREKA SEDIKIT PUN. KARENA KAMI BAIK-BAIK SAJA DENGAN IBADAH KAMI!!!!!!!!
Aku nyanyi lagi deh, tuh lagu Gun N rOSES, lagu kesukaanku…
9 Oktober 2007 at 1:52 am
@Mulawarman
Mulawarman : “Apa paham dan pemikiranmu apa peduliku”
Lha, emangnya aku peduli apa paham dan pemikiranmu? Ge-er banget lu mas Mul, please deh…
Mulawarman : “Sekali lagi, banyak belajarlah bung”
Belajar? Bagaimana mungkin? Membaca saja aku sulidhh….
9 Oktober 2007 at 8:45 am
ada yg bisa kasih jawaban ?
hingga detik ini, mereka yg mengaku pandai sholat dan rajin sholat, selalu saja minta ditunjukkan jalan yg lurus kepada tuhannya !
1. apa mereka masih belum juga menemukan jalan dimaksud hingga masih saja minta ditunjukkan jalan yg lurus ?
2. atau mereka sudah begitu tulinya sehingga saat tuhan mereka menunjukkan jalan dimaksud, mereka tak mendengar ?
3. atau malah tuhan mereka tak bisa bicara ?
4. atau jangan2 … mereka itu cuma bicara sendiri-sendiri dan tuhan mereka tak mau lagi mendengar ?
9 Oktober 2007 at 10:16 am
@ Krisna
Huebat! Aku setuju dengan cara pendapat bung! Mantaff..
Ngak papa deh masuk neraka, tapi di sana kedamaian bersemi (asal jangan di daerah plosoknya, karena ntar pada ngak bisa ngedugem…)
Daripada masuk surga yang dipenuhi para martir AGAMA yang pastinya bakal saling berantem dan saling berebut kapling ‘YANG PALING BENAR’ di syurga. Nah, karena di syurga kekal, jadilah perang antar para martir ini mirip film HIGLANDER dan tak berkesudahan… Capek deh…
9 Oktober 2007 at 2:06 pm
Memang cara pandang kita tentang ajaran agama atau kepercayaan itu berbeda beda. Termasuk walapun dia beragama yang sama dengan kita.
Tetapi orang-orang seperti ini tidak bisa kita katakan mereka bersalah, mereka berdosa, mereka murtad, mereka kafir!. Dengan catatan, selama pandangan mereka itu tidak mengganggu kita, tidak merugikan kita!
(Saya sendiri tidak berani mencap seseorang itu kafir. Karena belum tentu Saya lebih benar daripada Dia dimata Tuhan)
Kedewasaan berpikir kita lah untuk menerima ataupun menolak apa yang saya tuliskan ini!!!!!
Malahan orang-orang yang tidak merugikan kita ini, tetapi mereka sopan, mereka baik, mereka santun, mereka peduli dengan sesamanya yang lain (tdk hanya kita). Menurut saya inilah yang pantas kita sebut SAUDARA, walaupun dia berbeda agama dengan kita.
Sebaliknya orang-orang yang berbuat jahat kepada kita, merugikan kita, mengganggu kita. Inilah orang yang bersalah kepada kita, yang berdosa dihadapan Tuhan. Walaupun dia itu beragama yang sama dengan kita, dan saya Yakin akan hal itu.
Sekali lagi, kedewasaan berpikirlah yang dapat menerima atau menolak tulisan saya ini!
Dan saya sungguh salut kepada bung Toga Nainggolan ini. Karena beliau memiliki keberanian untuk mengungkapkan kebenaran dan mampu membaca realitas logis hubungan antara Tuhan dengan manusia dan manusia dengan sesamanya. Dari artikel yang beliau tulis, jelas dia memiliki pemikiran yang matang dan dewasa.
Salam.
9 Oktober 2007 at 3:02 pm
bravo semuanya…
betul khan bung mulawarman sudah memberikan suasana lebih di blog ini, dan sungguh berbahagialah saya banyak2 makan kangkung karena ternyata bikin iri beliau.
satu hal yg perlu kita teladani dari mulawarman, adalah kegigihannya, ketahanan mentalnya, serta ketidak maluannya menulis koment disini.
tapi pengetahuannya memang luar biasa loh, kemaren poligami di compare dengan zina, krn lepel dia dah diatas kita, makanya skg ditambah dengan polytron… makanya semua rekan2 disini harap belajar yg banyak biar pintar kaya bung mulawarman.
Apakah manusia harus berjiwa kerdil dan tidak bisa mengakui kesalahan dan kekalahan?dari semua orang yg merespond tulisan2 mulawarman, tidak ada satupun yg bisa dijawab oleh mulawarman YANG NYAMBUNG…
paling2 jawabnya..
“pelajarilah Al-Qur’an dengan benar”
“jangan memelintir ayat Al-Qur’an”
“malas baca koment kalian kepanjangan”
padahal semua dah nanya balik, ayat mana yg dipelintir???
dari komentnya mulawarman, tampak sekali kalau beliau sakit hati dengan tulisan saya, kesal dan marah tanpa bisa menjawab pertanyaan2 buat beliau….
tapi tetap salut dan bravo mulawarman akan keberaniannya tetap hadir disini dengan balasan2 komentnya, tetap dengan tipikal pecundang muka tembok….
lae jarar, minta maaf yah kalo tulisan2 saya agak kasar dan kadang mengundang respond balik yg lebih kasar, jadi agak rusuh di blog lae, saya selalu berusaha menulis santun untuk pren2 yg nyambung, tapi saya tidak bisa menahan diri untuk orang seperti mulawarman, sudah ditelanjangi kebodohannya,tetap saja tidak bisa bercermin. beliau memang ekstra tidak tau malu, dan janganlah lae makan kangkung kebanyakan supaya ga ikut didamprat….
9 Oktober 2007 at 3:51 pm
Waduh! Kok, blog ini menjadi ajang populeritas si mulawarman? – Membaca komentar-komentar dari “raja” mulawarman ini, saya cuma mau bilang kalau dia type manusia egois, paling tahu, paling sok pintar, seakan-akan dia “tangan kanan” Tuhan (minjam ungkapan lae pelilik blog ini). Konyolnya lagi, lae Jarar sudah dengan baik-baik mengajak dia untuk membuat Islam yang sejuk dan cinta damai dan tidak menjadi islamfobia, namun otak “teroris” si mulawarman ini masih juga “jugul” (bebal).
Tadinya saya gak ingin komentar. Tapi setelah membaca komentar si mulawarman ini soal bagaimana kebenciannya terhadap Amerika dan sekutunya, yang akhirnya dia akumulasi sendiri sebagai nasrani (kafir) di dalam jiwanya, si mulawarman ini hanya mengatas nama agama untuk membenarnya diri (kalau kelakuannya sendiri sudah benar). Mas mul ini tidak menyadari kalau dia sudah mempertontonkan kebodohannya.
Ketika Amerika “utak-atik” salah satu negera di Timur Tengah sana, saya pastikan si mas mul ini langsung teriak; “Anjing lo negera kafir!!” – “Yang teroris itu adalah si bush!!” – Tapi, ketika dua kubu islam saling baku bunuh di irak sana, bahkan belakangan terjadi di palestina, si mas mula pura-pura tak melihat, jalan terus karena tidak tahu mana yang mau dibela… Bingung kan lo?
Ahk, tadinya saya pengin kasih pertanyaan ke si mas mul, tapi keburu sadar kalau aku mau bilang ke lae pemilik blok ini; “udahlah itu lae… tak usahlah diladeni lagi si mas mul itu… sampai kapanpun kita gak bisa pintar dari orang seperti itu. Gitu juga buat rekan-rekan di blog ini…, tak perlu lagilah kita tanggapin si mas mul itu… makin lebar nanti muncungnya menjawab kita satu persatu…” – Kesimpulan saya buat si mas mul ini; dia adalah korban doktrin dendam amrozi dan osama terhadap negara barat, tanpa mengerti kenapa semua itu terjadi… Tak perlulah si mas mul balas mengomentari komentarku ini, karena saya memang tidak akan meladeni apapun kata mul nanti… Horas!
Sekalian ucapin: Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1428 Hijriyah… Mohon maaf lahir batin.
9 Oktober 2007 at 5:31 pm
@mulawarman
luangkanlah waktu sedikit lebih banyak untuk melihat tulisan2 di blog ini, baca dengan jeli dan jujurlah dengan hati nurani abang,
Sudahlah bang, malu sekali maju dengan tulisan2 abang,.. berjiwa besarlah dan belajar menerima input dari orang lain..
dari depan tersirat anda mendukung amrozi, osama, dll, membela poligami dll, setelah terpojok abang bilang tidak mendukung semuanya, lalu abang pindah topik dengan alasan jangan pelintir ayat Al-Qur’an, setelah ditanya ayat mana yang dipelintir, abang tidak pernah sekalipun menjawabnya, hanya mencemooh para penulis2 dengan alasan2 lain tanpa menjawab pertanyaan2 mereka, bahkan dengan bangganya abang menantang mereka.. malulah bang…
setelah koment abang dibalas, abang tidak bisa menjawab dan mengelak lagi, akhirnya abang katakan kalau komentar mereka terlalu panjang sehingga tak perlu dibaca, bukankah abang yang menantang mereka tuk menulis, lalu kenapa abang tak mau baca?malulah…
Beberapa koment abang terakhir menunjukan abang sudah sangat frustasi dengan ketidakmampuan abang menerima kenyataan bahwa abang kalah disini, saya kutip sedikit yah bang..
1.Anda itu laki-laki atau perempuan. Kok panjang bener nyerocosnya.
2.Dari poligami sampai polytron, (eh salahkah saya, polytron itu apa ya, adakah dalam koment anda, soalnya komen anda panjang bener).
3.Dasar om kangkung, kebanyakan makan kangkung sih, bawaannya ngantuk terus dan serba emosi,
4.untuk komentnya bung jarar saya sudah tidak sanggup baca lagi. pannnnnnnjjjjjjjjaaaaaannnnnggggg ssssseeeeeeekkkkkkkaaaaaalllllllliiiiiii.
Tidak minat lagi saya bacanya.
sebenarnya yg membuat tulisan mereka panjang itu abang sendiri, kalau saya simak, beberapa penulis mengatakan abang ga nyambung, sehingga mereka harus menulis panjang supaya abang bisa nyambung dan bisa mengerti maksud mereka, tapi tampaknya mereka semua sudah tau abang itu pura2 ga nyambung untuk berkelit karena tidak bisa menjawab… kita semua tau bang, malulah…
Kalau satu orang mendebat abang, dia lawan abang, kalau dua, tiga, atau empat orang mendebat abang, mereka itu bersekongkol melawan abang, tapi kalau hampir semua komunitas mendebat abang… tau dirilah bang…
9 Oktober 2007 at 11:52 pm
Kalo kita beramai-ramai “meladeni” si Mulawarman ini, bukan berarti kita mempopulerkan dia. Itu cuma efek samping, dan kita tidak pantas iri sama kepouleran yang disebabkan hal-hal negatif.
Aku rasa, kita justru sedang beruntung, di saat membahas problematika hubungan insan antaragama, nah, sebuah contoh kasus, lebih tepatnya sebuah contoh riil problem itu, lebih tepatnya lagi contoh penyakit itu muncul di hadapan kita.
Ibarat calon-calon dokter mengerumuni mayat korban tabrak lari di instalasi jenazah, bukan karena mayat kriminal itu demikian penting, tetapi karena mereka memerlukannya sebagai bahan praktek.
Meski komentar kawan-kawan sepertinya dibuat khusus untuk meng-counter Mulawarman, sesungguhnya itu berguna bagi semua yang membaca, karena merupakan pengayaan wawasan untuk kita semua.
Serius, saya akan sangat kehilangan jika dia tidak muncul lagi. Tanpa dia, diskusi kita di topik ini mungkin tidak akan sebergairah ini.
Lagi pula apalah enaknya diskusi tanpa adanya contoh kasus yang nyata.
Maa khalaqta hadza batilan, tak ada ciptaan yang sia-sia, karena Tuhan menciptakan sesuatu pasti untuk sebuah alasan; termasuk sampah yang kelihatannya tak punya manfaat sekalipun.
Tetaplah hadir di antara kami, Mulawarman. Tulis saja, tak perlu dikau repot-repot membaca apapun.
10 Oktober 2007 at 5:21 am
Amin, smoga dengan adanya perbedaan perbedaan pendapat diatas bisa di bisa kita ambil hikmahnya. sebagai suatu pelajaran yg berharga. hanya saja tidak baik bagi kita untuk mencaci seseorang sebab agama tidak menganjurkannya. dan soal poligami sedikit mengomentari artikel nina dan omkangkung. ehheemm…. duh lupa mau komentar apa. abis nama klean kok macam tak asing lagi di mataku.