[batak news; associated press; politikus yang "terlalu vokal"]

Tuhan dituduh bikin musibah.

Berita unik ini dirilis oleh kantor berita dunia Associated Press [AP] dan dikutip ulang Koran Tempo beberapa waktu lalu. Ada-ada saja….

BOLEH JADI SENATOR Ernie Chambers dari Negara Bagian Nebraska, Amerika Serikat, sudah gila. Ia mengajukan gugatan hukum kepada Tuhan atas bencana yang Ia turunkan ke dunia.

Chambers menuding Tuhan dan para pengikutnya di seluruh dunia telah menyebabkan rasa takut, gelisah, teror, dan ketidakpastian sebagai upaya memaksa manusia mengikuti perintah-Nya. “Tuhan telah menyebabkan banjir, badai, gempa, dan tornado yang mengerikan,” kata senator yang sering mengkritik umat Kristen ini.

Senator dari Partai Demokrat ini meminta pengadilan memberikan putusan sementara atau menggelar proses hearing dalam waktu dekat jika pengadilan menganggap itu tidak sia-sia. Chambers juga mendesak pengadilan mengeluarkan keputusan permanen yang melarang Tuhan mengeluarkan ancaman teror. Entah bagaimana ini bisa berhasil karena Tuhan Mahakuasa atas segalanya.

Chambers mengakui Tuhan Mahatahu dan ada di mana-mana. Karena itu, politikus yang sudah menjadi senator sejak 1970 ini mendaftarkan gugatannya ke pengadilan Nebraska. Karena Tuhan adalah Mahatahu, ia juga tidak akan memberitahukan gugatan ini langsung kepada Tuhan.

Gugatan ini menunjukkan bahwa Chambers berusaha menghadirkan Tuhan ke dunia. “Keluarlah di mana pun Engkau berada,” mungkin begitu teriak Chambers.

Sesuatu yang sangat mustahil. Hingga kini penggugat belum bisa dihubungi untuk dimintai komentar. Tuhan pun belum menanggapi gugatan itu. [www.blogberita.com]

CATATAN BLOG BERITA:

Kalau Chambers dan pihak pengadilan ingin konfirmasi ke Tuhan, minta saja nomor telepon Tuhan dari Gibran. Tapi pulsanya mahal: Rp 1 juta per menit. :D

Artikel terkait:

Oh ya, aku ingin beritahukan bahwa mulai saat ini aku akan semakin jarang menanggapi komentar. Bukan karena tak suka, tapi semata-mata karena masalah waktu. Sekarang aku online berinternet tidak lagi selama dan sesering bulan-bulan sebelumnya. Ada alasannya, tentu saja, tapi tidak akan kuungkapkan. Yang pasti aku baik-baik saja. Namun bila ada komentar yang urgen untuk kutanggapi, sebisa mungkin aku akan berkata-kata, walau takkan lagi “panjang dan lengkap” seperti selama ini.

Sedikit curhat, aku sangat senang sekaligus kewalahan menangani komentar belakangan ini karena jumlahnya mencapai sekitar 60 komentar perhari kerja, dan setengahnya pada Sabtu dan Minggu. Untuk menyensor kata-kata vulgar seperti caci-maki dan masuknya link porno, link ke situs yang menghujat agama, dll maka aku harus selalu membaca komentar satu persatu sebelum ku-online-kan.

Ini salah satu pekerjaan yang cukup menyita waktu, plus koneksi internet yang lambat dan sering putus. Kemudian juga aku harus menjawab imel, serta masih harus mengurus blogku yang satu lagi. Dan aku masih harus menyisakan waktu untuk menulis artikel bagi kedua blogku dan mencari berita menarik dari internet, buku, atau klipping majalah yang sesuai gaya blog ini.

Memang sempat terpikir untuk menghilangkan sistem moderasi komentar, dengan kata lain komentar-komentar akan langsung online begitu dikirimkan pembaca tanpa harus lebih dulu kumoderasi. Dengan cara ini memang aku bisa makin santai, karena tidak perlu lagi harus membaca dan menyeleksi komentar satu demi satu. Tapi dampak negatifnya ada; orang-orang usil jadi leluasa menebarkan link situs porno, situs “perang” antar-umat beragama, komentar yang berisi makian.

Cara tanpa moderasi ini juga bisa membuat pembaca serius menjadi tidak nyaman. Akan sangat banyak komentar sampah yang sama sekali tidak berkaitan dengan isi artikel. Atau yang lebih parah, orang usil akan mengirim komentar bersifat spam — mengisi komentar secara beruntun dalam jumlah banyak, yang isinya itu-itu saja [semisal hanya kata "hello, kalau mau cepat kaya, kunjungi blog ini"], pada seluruh artikel. Atau bisa juga mereka mengkopi-paste sebuah artikel panjang yang menghujat agama lalu mengisinya pada kolom komentar di seluruh artikel di blog ini. Atau mereka memfitnah seorang penulis artikel atau penulis komentar. Bisa juga mereka mempermalukan seorang pejabat atau perusahaan dengan data-data bohong. Semua kasus seperti itu pernah dan sering terjadi di blog Batak News, dan untunglah aku memakai sistem moderasi.

Maka pilihan terbaik tetaplah memakai sistem moderasi, walau cukup menyita waktu.

Baiklah, selamat berpuasa untuk pembaca yang berpuasa. [www.jararsiahaan.com]


  1. qnewt

    tapi tetaplah ngeblog ya bang. tetap nulis artikel2 yang bagus. yang mencerahkan. banyak sekali ilmu yang telah kudapatkan dari sini. dari blogmu. sukses buat abang. smoga ini tidak dianggaop samfah. maturnuwun.

    JARAR SIAHAAN: :) oke, pren.

  2. Farida Simanjuntak

    Wah…. kalau Tuhan sudah digugat berarti sudah makin tipis kepercayaan Senator itu. Atau mungkin karena dia sudah lama jadi Senator dan bisa buat apa saja sehingga dia lupa diri dan merasa sudah setaraf dengan Tuhan. Tega benar ini orang fitnah Tuhan atas semua bencana karena saya pribadi selalu berpikir Tuhan tidak pernah memberikan hal buruk terjadi pada CiptaanNYA. Manusia saja yang tidak bisa menjaga, malah merusak alam ciptaan Tuhan sehingga sering terjadi bencana. Atau mungkin pak Senator sudah pusing berat mikiri persoalan yang sering terjadi…. So, Tuhan jadi kambing hitam…

  3. vera

    AH…ada-ada saja, artikel eih teh kumaha atu zaman ayeuna,rusaklah manusia ini mana ada orang yang meggungat Tuhan ndak ada itu bohong ieu artikeul teh,teuh bisa diperjanten,ah udah ah aku mau tidur,no comment.

  4. anton saragih

    aq sarankan sama kauww hai ernie chambers,,!! kalau mau mendengar jawaban dari Tuhan mengenai tuduhanmu,,maka kauww harus,,:
    1). berhenti jadi senator dan alih porofessi menzadi pareman.
    2). berubah wuzzudlah kauw menzzadi keong.
    3). belilah seorang peresiden sebagai hadiah.
    setelah semuanya kau lengkapi,menghadaplah keffada IBANG, mintalah sama dia no HP Tuhan. itupun kalau dia mau kassi tau.

  5. blog berita dot com blog faforitku bang, mungkin dari sekian blog, blog ini salah satu blog paling berbobot (saya kira).
    oya bang masalah moderasi, dari pertama (ngeblog) aku gunakan sampai ada seorang kawan yang mengusulkan untuk tidak dimoderasi. katanya biar lebih enjoy n nggak terkesan pengecut. sekarang sistem moderasiku telah ku non aktifkan. mohon sarannya. n mohon maaf kalo sering nyampah disini. :mrgreen:
    *jadi malu…….*

    BLOG BERITA: :) aku tidak ingin blogku dikotori link-link bejat seperti blog yang menghujat agama-agama itu. baru-baru ini aku membaca artikel di blog tempo, ada seorang bloger terkenal mengeluhkan komentar-komentar bejat dan penuh makian di blognya. itu terjadi karena dia mematikan sistem moderasi. aku memilih, biarlah aku lebih sibuk ketimbang orang-orang usil dan provokator masuk ke blogku.

  6. apa yang Abang kerjakan memang sangat menyita waktu(menurut saya)… Tapi sayang sekali jika sampai blog ini berubah. Jadi tetaplah seperti ini Bang, walaupun sibuk dan kekurangan waktu, ya itulah adalah konsekuensi-nya. Gpp, pelan2 saja, asalkan jalan.. Blog ini punya banyak penggemar.. Salam

    BLOG BERITA: aku akan terus menulis. hanya berbeda sedikit soal komentar saja.

  7. JoeS

    lagu ebiet nih: mungkin tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita..yang selalu bangga dengan dosa-dosa. Atau alam mulai enggan, bersahabat dengan kita..coba tanya pada – rumput yang bergoyang..

    OOT Lae JJ
    tampilan gambar ulos dan ompung itu siapa ya ?? tergugah kali aku. Setiap kubuka blogmu ini, wajah itu yang kuperhatikan. Kayaknya ompung itu si penjual ulos? wajahnya membersitkan perjuangan hidup penuh liku, tanggung jawab besar, suka-duka, kokoh dan tegar. Jadi ingat almarhum ibu yang pernah jualan buah-buahan di pasar.

    Aku pernah lihat seorang ibu tua penjual seperti itu di pasar suvenir tomok. Si ompung hanya punya lapak kecil, tanpa tudung berteduh, sepi sendiri, duduknya pun di kursi kecil dari kayu. Dagangannya pun sedikit dan harga murah (mungkin modalnya kurang). Ku perhatikan tak ada pembeli yang begitu ramai singgah sekedar menawar dagangannya. Apalagi mau membeli. Hujanpun turun, buru-buru si ompung memindahkan dagangannya ke tempat teduh. Udah tua dia jadi lambatlah gerakannya. Setelah reda, kembalilah dia ke tempat semula.
    Karna tak tahan aku lihat ompung ini..kudekati lalu sekedar kutawar jualannya. Jadilah kubeli beberapa. Setelah kubeli, hatiku plong. Ada perasaan nyaman setelah itu. Aku trenyuh, karna sisi hidup seperti ompung itu pernah singgah dalam hidupku. Sampaikan salamku ya lae buat ompung di atas. Mauliate.

    JARAR SIAHAAN: dugaan lae benar. nenek ini adalah penjual ulos di pasar balige. waktu kuliput dua tahun lalu, dia mengaku jualannya sepi, tak lagi laku seperti dulu. tapi dia ngotot jualan, “ketimbang bengong di rumah sendirian.”

  8. A. Amadin

    Tidak perlu panik saya punya email dan Hp Tuhan, jadi bisa dialog langsung.

    “Nabi Musa aja bisa dialog langsung” masa kita tidak, apa Tuhan membeda-bedakan umatnya.

    Hubungi saya pasti diberi.

  9. Pak Senator nya kebablasan ;) mentang2 dia sudah menjabat mulai tahun 1970 kali ya..jadi dia sudah ngerasa hebat seperti Tuhan

    manusia makin edan aja