[desy hutabarat; blog berita; sabarlah, mak]

Terlalu milih cowok? Bukan.

Desy HutabaratArtikel berisi curahan hati ini ditulis oleh Desy Hutabarat dan dikirimkan ke imelku, bataknews [at] gmail [dot] com. Desy adalah perempuan Batak yang cantik dan cerdas, kampungnya Balige, sarjana tamatan IPB, kini bekerja di Jakarta, dan belum menikah. Satu lagi: dia seorang humoris.

NAMAKU DESY. Lengkapnya Desy Dewi S. Hutabarat (aku singkat S-nya karena itu hanya kubuka untuk orang-orang terdekatku aja).

Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara, 2 perempuan dan satu laki-laki. Yang paling sulung, kakakku, sudah berkeluarga, sudah ada dua anaknya yang lucu-lucu, dan adikku yang paling bungsu sedang menyelesaikan kuliahnya di IPB (mohon doanya supaya dia cepet dapat kerja).

Aku terlahir dari ibu yang super perkasa dan ayah yang pekerja keras. Saking kerasnya, dia tipe orang yang susah sekali bahkan ga pernah menunjukkan ungkapan bahwa dia menyayangi kami. Tapi, aku tidak heran juga dia jadi manusia yang keras, karena dia tidak pernah mengenal ayahnya, dia itu dari kecil sudah dibiasakan untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri. Tapi belakangan ini, dia ada perubahan, dia sudah mau bilang “boru hasian” (anak perempuan kesayangan) padaku kalo dia lagi meneleponku. Dan aku sangat surprise dengan hal itu (sambil berucap terima kasih kepada Tuhan).

Usiaku sekarang 23 tahun, dimana aku fikir usia yang masih muda lah, masih sibuk dengan karir, masih sibuk dengan pembentukan dunia sosialitas dan karakter diri.

Belakangan ini, aku sangat menghindari pertemuan dengan keluarga besarku, baik dari pihak ibu maupun ayahku, karena aku tidak suka dengan topik yang mereka tanyakan kepadaku, ga jauh-jauh dari “rokkap” (jodoh). Aku aja kaget mereka tanya begitu. Dan itu ga hanya terjadi sekali saja, berulang-ulang kali.

Dan aku sudah mulai sangat jenuh dengan itu semua. Awalnya, ibuku diam saja, ga pernah mau ikut-ikutan komentar, tapi lama kelamaan keluargaku melibatkan ibuku.

Mereka selalu bilang, “aha dope napinaimam?” (apalagi yang mau kau tunggu?)

“Dang adong na hupaima, naso adong dope na olo tu au” (aku nunggu siapa-siapa kog, belum ada aja yang mau sama aku).

“Unang papillit hu attong ho, paturun saotik standard mi, asa adong na olo tuho (kamu jangan terlalu milih, standard kamu diturunin, biar ada yang mau sama kamu),” kata tulangku.

“Dang adong hubaen standard, apalagi mamillit, aha sipilliton, na ro pe dang adong.” (aku ga ada bikin standard kog, apalagi memilih, aku mau milih apa, yang datang aja ga ada).

Aku jenuh dan bosan dengan semua pertanyaan dan kata-kata itu, sampe aku parno sendiri kalo bertemu dengan keluarga besarku. Aku malas menjawab pertanyaan mereka yang mengarah kesana, lebih baik aku ditanya soal kerjaan, soal kehidupan sehari-hariku, atau apalah selain itu.

“Idok inangtuam nga hea adong donganmu, boasa dang ditorushon ho? Jolma na burju do inna.” (kata tantemu, kamu udah pernah bawa temanmu, kenapa ga diterusin?katanya dia orang baik).

“Dongan ise? Sai na adong do hamu, hallet ni jolma do i, basai gugaan anon dijanggola iba.” (teman siapa? kalian ada-ada aja, masa pacar orang mau aku ganggu, mau kalian aku dilabrak).

Dan akhirnya, terjadilah pembicaraan dengan ibuku, orang yang paling kusayangi, yang tidak pernah kutolak.

“Ai boa kabarmu inang?” (apa kabarmu nak?)

“Sehat ma, oma boa? Nga diinum oma obat ni oma? Nga mangan oma?”( Sehat ma, mamak gimana? udah minum obat? mamak udah makan?)

“Nunga inang, sehat do au, marminggu do nakkin ho inang?” (udah nak, aku sehat, tadi ke gereja ga kau nak?)

“Gereja mak, mamak gereja do?” (Gereja ma, mamak gereja ga?)

Begitulah obrolan kami berjalan, dan ibuku paling bisa membuat aku tertawa dan seneng, dan sedikitpun aku ga membaca, akan ada pembicaraan ke arah rokkap (jodoh). Ibuku memang paling tahu, kalo aku paling benci langsung di judge. Paling benci dengan peraturan dan yang resmi-resmi.

“Ai boa kabar ni tulangmu? sehat do? arisan nantoari di jabu ni tulangmu, lao do ho inang?” (Tulangmu, apa kabar? Sehat? Arisan kemaren di rumah tulangmu, kamu pergi ga nak?)

“Lao. Sehat do halak tulang. Rame do nantoari pinompar ni parhorbo i daba ma.” (Aku pergi kemarin ma, Tulang sehat mak, kemarin rame kali keluarga parhorbo itu mak).

“ I madah inang, holong ni rohani halak tulangmi tuho, isukkun tu au, taringot tu ho inang.” (itulah nak, saking sayangnya tulangmu itu, dia nanya soal kau sama aku).

“Soal aha mak? nantoari sona adong disukkun manang aha tu au.” (tentang apa mak? kemarin tulang ga ada nanya apa-apa sama aku).

“Didok tulangmu, boasa sai lalap dope di Desy i? Aha dope napinaentena.Umurna pe lao 24 nama.” (Kata tulangmu, kenapa si Desy itu masi gitu-gitu aja,dia nunggu apalagi. Umurnya juga bentar lagi 24.)

“Bah, dakdanak dope i nimmu attong oma.” (Bilang dong ma, dia kan masi anak-anak).

“Dang songoni inang, nga saat na pikiranmu i, umurmu pe kan tambah do torus, dang denggan anak boru palelelenghu mangalajang.” ( Ga gitu nak, udah saatnya kamu fikirin, soalnya kamu kan umurnya nambah terus, ga baik anak gadis melajang terlalu lama).

Aku terdiam. Aku mendengarkan ibuku dengan semua wejangannya itu, sampai dia berkata, “Aha pe taho dipandok halak inang, unang aha roham, pos roham da inang, martangiang ho, dapotmu do rokkap mu na denggan” (apapun yang orang bilang, kamu jangan terpengaruh, yakin lah, berdoa ya nak, kamu pasti dapat jodoh yang baik).

“Unang gabe songonna mundur roham, lao mambuka dirim tu baoa, ala mamereng au dohot kakakmu.” (kamu jangan berkecil hati untuk membuka diri ke laki-laki, karena melihat aku dan kakakmu).

Tak sadar aku menangis, ternyata aku tau ibuku memperhatikan aku belakangan ini, memperhatikan aku yang selalu menutup diri terhadap pria. Akhirnya aku bilang sama ibuku, “pos ma roham mak tangianghon ma au da mak.” (mamak tenang aja ya, doakan lah aku ya mak).

Sambil menutup telepon itu, aku membayangkan selanjutnya aku tidur di dekat ibuku, dan memeluk ibuku, seperti yang kami lakukan dua minggu yang lalu sewaktu ibuku datang ke Jakarta.

Tangianghon au da ma, asa godang hepeng hupapungu di Jakarta on, asa hukirim ongkosmu, asa lao ho tu Jatinegera dohot tu Pasar Baru. (Doakan aku ya mak, biar bisa aku kumpulin duit banyak, biar bisa aku kirim ongkos mamak datang ke Jakarta ini, biar mamak bisa jalan-jalan ke Jatinegara dan Pasar Baru). [www.blogberita.com]

Artikel Desy Hutabarat sebelumnya:

Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/ sebutkanlah sumber kutipannya; www.blogberita.com.


  1. Radja Martahi Nadeak

    memang mansai tabo do molo adong sijahaon sisongon on… pintor gudang mangkomentari.. hehehhe ( termasuk au sandiri).

    pasti banyak seperi ito desy ini, yang terbentur masalah rokkap ( sebenrnya bukan masalah.tp dimasalahkan orang tua. ) padahal baru usia 24 kurang….
    apalagi aorang batak banyak masih lajang walaupun usia diatas 30… ( panglatu)

    tp menurut saya…ada benarnya kata orang tua,, yang selalu memberi nasehat untuk cepat dapat rokkap… tapi satu sisi kita juga gak mau asal dapat ya gakk…??

    sama seperti pengalama saya saat ini… aku baru 28 tahun…. tapi karena anak pertama aku selalu didesak keluarga saya.. terutama bapak saya….
    setiap saya nelpon selalu ditanya… ” nga boha amang..? nga boi boanonmu calon parumaeni taon baru on..?? nga 65 umurhu….

    bah gabe dang tar alusi au be sukkun2 ni natua tuai…..holan olo..! tangiangkon ma bapa… holan iba boi hu alusi….

    hape dang naso niluluan….naso malobok dope tarotok molo jumpa manang kenalan dohot sada namarbaju.dang na mamilit… alana sude do boru ni raja akka boru hita…. jadi boha baenon …
    paksaon roha??

  2. roiman taraja

    horas ma desy……..

    Memang molo tarimang-rimangi sude memang toho doi nadidok ni natua-tua tai,alai dang nangabe boi i patokanmu asa kapan nikah
    au naditanda ito kan. hami ma 7 saudara. 4 boru 3 baoa. itoku no 3 dang marhasohotan dope,hape umur na 28 jalan ma. molo natua-tua i nasae manjujui, goarna ma rokkap dang boe dpaksa kan??????? alana sesuatu na dipaksa pasti dang tabo. jala asal martlvn holan onma torus sihataan alai itoi selalu menjawb tokkin nia nama paente hmu ma kabar selanjut na.lagian itoku do muse namandalani kan.maka na ikon sian roham do namandok siap ,baru ma asa terjadilah yang terjadi.

    unang ma nadi dorong i angka kelurga,molo ido annong na taihutton gabe masuk ma prinsip kumaha engke (gimana nanti),.unang ma ate, au yakin do pasti ketemu sidoli na boe dongan dlm suka maupun duka…….

    itoku…….

    tagiang ma tapangogo,alana aha natapangido molo sian ias nirohatta pasti leanonna doi.yakin ma ate

    alai hita ma ???………..alai .brondong dope ate heeeeeeeee……….

    semangat ate….peace love n gaul

  3. muh andre raberta

    @ alvin

    kita juga terbalik, aku sudah pengen menikah, tapi pacarku belum siap sekarang, dan kami makin cinta gitu loh..

  4. Usia 24 tahun untuk seorang gadis yang belum menikah di kota besar seperti Jakarta belumlah hal mengkhawatirkan. Namanya juga kita orang beriman tentu punya pengharapan. Semua akan indah pada waktunya. Yang pasti adalah waktunya Tuhan. Aku ada kenal seorang gadis yang sudan berusia 28 tahun namun belum menikah, alumni S-2 dari ITB Bandung sekarang kerja di Bank BUMN terbesar di Nusantara. Hingga saat ini dia masih belum jelas pacarnya. Adiknya saja sudah mendesak untuk menikah. Tapi begitulah. Makin tinggi sekolah dan jabatannya untuk menikah pastilah dia akan berpikiran realistis, tidak dengan prinsip asal menikah aza. Masalah menikah menurut aku, satu untuk seumur hidup, tidak boleh bercerai kecuali oleh karena kematian. Kelahiran, kematian dan jodoh ada di tangan Tuhan. Yah, kalau ada di tangan Tuhan yah mintalah kepadaNYA dan harus juga harus peka. Santai sajalah. Kalau dengar orang bertanya kapan menikah, yah jawab azalah “Mei ………” Masalah kriteria dan standar itu boleh-boleh saja, asal tidak kaku. Tidak ada manusia yang sempurna. Dia punya kelebihan di satu sisi tapi punya kekurangan disisi yang lain. Kalau kriteria dan standar kita semua kelebihan yah nggak ketemu dong. Memangnya kita sudah sempurna. Kalau semua orang yang cantik carinya yang ganteng2, akhirnya orang yang tidak ganteng seperti aku ini cuma bisa bermimpi dong dapat yang cewek cantik. Oke ito Dessy, selamat berjuang semoga Tuhan menunjukkan seorang lelaki yang telah kehilangan tulang rusuknya menjumpainya pada diri Dessy. Horassssss …………

  5. Narittik

    Rokkap didia ho hasian????

    sai dapot ma nian baoa na botul2x marholong ni roha tuho, ate ito…

  6. Batahi Wastin Hutabarat

    Pasahat ma sude aha tu Tuhan.

    Sude na dumenggan lehonnonna do…

    Tuhan senantiasa akan selalu mengasihimu, Dia kekasih yang paling baik buatmu.

  7. Desy Hutabarat

    @Batahi Wastin Hutabarat (Siampudan nami)
    Bah ito, nakkin dope hita jumpang, dangadong idok ho agia aha,hafe nga tiba2 ber coment ho dison fuang.. :) )

    @ Ito Paris
    Ito, suka kali aku kata2 ito yg terakhir itu

    “Dessy, selamat berjuang semoga Tuhan menunjukkan seorang lelaki yang telah kehilangan tulang rusuknya menjumpainya pada diri Dessy.”
    Mudah2an ya ito…

    @Ito Narittik
    Olo bah ito,sai dapotmu ateh ito….
    Horas

  8. To ito Desy and Ito Farida
    Kata orang tua : ” Hatop adong nani aduna, Leleng adong napinaima na”.

    Kalian tinggal pili aja, Kalian ada dikelompok mana

    Dan ada juga Panurirang Mengatakan.
    “Semua Indah Pada Waktunya”

    So,,, pasabar-sabar hamuna ma da inang,,,. Martangiang hamu,,,,

    Bah sai hira pangulani huria au ateh,,,,

  9. Darma.S.Ambarita

    Horas ito Desy nauli lagu

    hari geniii…..songon ito ku ma ulina jala pistarna, masih sulit menjawab pertanyaan : “Desy kapan akan menikah”
    Apa kata duniaaaaa….??? EGP aja lagi…(Emang Gue Pikirin)

    Saran sian au tu ito, untuk membuat cerita2 menarik dan kreatif ini kedalam satu buku yang diterbitkan suatu percetakan.

    Judulnya : “Cerita pendek sian Bonapasogit”
    Ditulis oleh : Desy BBA (Boru Batak Asli),
    Sampul depan: Foto ito ini, dgn latar belakang rumah adat batak.
    Note: Boru batak asli harus dicatumkan, karena orang sulit percaya ito orang batak jika hanya melihat dari foto dan namanya.

    Note: Molo nunga di launching unang lupa ito kirim tu au.

    Mandok mauliate godang ma au tu Bung Jarar Siahaan sebagai koordinator sekaligus komentator; ajari hami angka naposo on.

    Salam,
    DSA

  10. Percayalah, tiga hal yang tak dapat ditolak kedatangannya, yaitu: jodoh, rezeki, dan mati. Seperti halnya rezeki dan maut, akan ada saatnya jodoh datang sendiri. Jadi, tak perlu risau dengan jodoh. Dia akan datang. Tunggulah, dan yakinlah Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik buatmu.

  11. Hotlas

    ne gara2 temen ku ne baca blog loe ni. Kebetulan ku baca dan mayan buat belajar bahasa batak juga … emg gitu kali omak@. ,.. dengerin aja terus toh nanti dengan sendirinya nakal nyari pasangan heheheh

  12. srikandini

    zangan pilih pilih tebulah kau,maumu laki-laki itu tidak merokok,tidak judi,tidak miras,sayang sama kau bisa kau suruh suruh, zangankan disini,disurgapun stoknya sudah habis…..

    kata2 di atas bikin aku ngikikkk….macam kuntilanak saza ngikik :D

    Desy…..
    santai aja.. aku baru menikah umur 26 tahun…dan kalo ditanya sekarang
    MENYESAL AKU YG MENIKAH DI UMUR 26 TAHUN ITU BAH… SUMPAH!!!!
    TERNYATA CUMA 1% ENAKNYA MENIKAH ITU…

    99% NYA…. UUUUUUEEEEEEEEEEEEENNNAAAAAKKK ….:D:D:D

    WAKAKAKAKAKAK….

    sorry to JARAR…:D lagi ERROR otak ku

  13. Tom

    Horasma ito Desy… Opininya sangat terbuka…ibarat Jendela jauhari…
    luar biasa…hm kalau jaman sekarang mulai jarang yang mertandang
    dan ditandangi mungkin ito salahsatu, tapi kalau main catting yachh..
    bisa ketemu jarak jauh hehe… makanya jaman ortu kita di toba sana
    martandangnya masih sabulusan (satu selimut) wachh ini baru berbahaya
    jadi mereka dgn keadaan begitu wajar.. jaman kita sdh beda harus pakai
    media dan bahkan pakai 3G dgn multi media .. dikirain mereka kita tdk
    tau .. padahal ito sdh lebih canggih khan… terus semangat ito… coba menunggu yang terbaik dan terhandal siapa tau datang lelaki tangguh..
    yg diutus sang Pencipta.

    wrote by tom++