<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Istri Gus Dur Salat Magrib di Aula Gereja</title>
	<atom:link href="http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/</link>
	<description>Artikelku yang lengkap dan liputan video terbaru lihat di www.blogberita.net</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2009 02:36:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Viky Sianipar disebut domba yang tersesat » Jarar Siahaan » Blog Berita</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-9271</link>
		<dc:creator>Viky Sianipar disebut domba yang tersesat » Jarar Siahaan » Blog Berita</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 02:36:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-9271</guid>
		<description>[...] wrml hwbrkt! Syalom! Indah kali rasanya dunia kalo semua orang bisa berfikir se-universal demikian. Tanpa terperangkap dokma-dokma Agama. Kalo menurut saya dari sudut pandang seni [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] wrml hwbrkt! Syalom! Indah kali rasanya dunia kalo semua orang bisa berfikir se-universal demikian. Tanpa terperangkap dokma-dokma Agama. Kalo menurut saya dari sudut pandang seni [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Selamat Natal Versi Al Quran &#171; SANTRI BUNTET</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-9090</link>
		<dc:creator>Selamat Natal Versi Al Quran &#171; SANTRI BUNTET</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Dec 2007 02:14:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-9090</guid>
		<description>[...] Gus Dur, Nyai Sinta Nuriah  Buka Puasa di Gereja Salib Suci, Bandung. (Membaca berita ini aku jadi teringat Ustad Tanjung, yang mengislamkanku dulu di Balige. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Gus Dur, Nyai Sinta Nuriah  Buka Puasa di Gereja Salib Suci, Bandung. (Membaca berita ini aku jadi teringat Ustad Tanjung, yang mengislamkanku dulu di Balige. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sus_ncus</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5649</link>
		<dc:creator>sus_ncus</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2007 09:40:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5649</guid>
		<description>Kalo ada yang ngatain ibu Shinta Nuriyah salah atau berdosa karena sholat di AULA GEREJA berarti andalah yang merasa paling benar dan paling tidak berdosa yang paling duluan bisa/ boleh melemparkan batu ke IBU SHINTA (maaf bu).
Mungkin waktu dan tempat sudah tidak memungkinkan lagi sehingga memaksa ibu Shinta harus sholat disana, apakah gereja atau aula gereja adalah tempat yang kotor/ najis? Pernah nggak kalian melihat aula gereja seperti apa?, aula itu tempat yang luas yang sering dipakai untuk melaksanakan semua kegiatan diluar ritual rutin, ada yang badminton (kadang ada line nya juga), ada yang bermain, dll biasanya agak jauh dari gedung utama gereja.
Bisa gak kita nyontoh dari kebaikan2 Keluarga GUSDUR (jangan yang jelek muluk yang dilihat). Aku paling salut dengan beliau, seandainya mata beliau tidak sakit alngkah indahnya negeri ini dipimpin oleh beliau, sayang TUHAN menentukan yang lain sehingga beliau bisa menjadi guru dan teladan bagi kita semua (yang mau......, kalo nggak mau nggak dilarang). 
Saya beragama Katolik tapi saya senang mendengarkan ceramah GUSDUR, AA GYM dll yang pokoknya tidak menghasut umat untuk membenci orang lain yang tidak sejalan. Kalau Syawalan keluargaku sering dapat tugas masak untuk Syawalan, waktu kuliah temenku orang2 HMI karena aku gak fanatik, ya jalan aja tuh pertemanan, aku enggak dimusuhi dan enggak memusuhi.
Kalau kita belajar untuk berteman tanpa memandang apapun alangkah indahnya dunia ini, tanpa perlu takut salah ngomong, tanpa perlu takut ada bom dll. Kayaknya kalau kita berteman tanpa memandang apapun pasti hati damai seperti ibu Shinta dan keluarga, beliau tidak takut akan dibunuh atau dilempari batu karena masuk gereja, vihara, klenteng yang notabene beda dengan keyakinan beliau.
Boleh nggak ya kalau tidak ada gereja kita2 ini berdoa di masjid, sayangnya TUHAN itu ada dimana2 (menurut aku, terutama aku yakin TUHAN ada di hatiku) sehingga aku bisa berdoa dimanapun tidak perlu bingung bahkan sambil jalan/ mengendarai motor, cuma pada poin tertentu memang tidak bisa dijalankan. Keluarga besarku muslim semua dari pihak bapak dan ibu hanya kami yang beda, sehingga kalau mereka datang ya sholat di rumahku dan mereka tidak mempermasalahkan.
Ayo kita bangun negeri ini dengan penuh cinta, pasti deh damai sejahtera akan segera hadir di negeri ini (asal tidak ada orang mau menang sendiri, serakah, curiga ke orang lain dll). Itu kan cita2 pendiri negeri dan masyarakat Indonesia jaman dulu ayo sama2 kita realisasikan, jangan kelamaan, dah bosen nih kondisi tidak aman dan nyaman (hahaha).
Selamat puasa bentar lagi dah mau Lebaran, selamat merayakan Idul Fitri 1428 H buat pemilik blog n semua partisipan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo ada yang ngatain ibu Shinta Nuriyah salah atau berdosa karena sholat di AULA GEREJA berarti andalah yang merasa paling benar dan paling tidak berdosa yang paling duluan bisa/ boleh melemparkan batu ke IBU SHINTA (maaf bu).<br />
Mungkin waktu dan tempat sudah tidak memungkinkan lagi sehingga memaksa ibu Shinta harus sholat disana, apakah gereja atau aula gereja adalah tempat yang kotor/ najis? Pernah nggak kalian melihat aula gereja seperti apa?, aula itu tempat yang luas yang sering dipakai untuk melaksanakan semua kegiatan diluar ritual rutin, ada yang badminton (kadang ada line nya juga), ada yang bermain, dll biasanya agak jauh dari gedung utama gereja.<br />
Bisa gak kita nyontoh dari kebaikan2 Keluarga GUSDUR (jangan yang jelek muluk yang dilihat). Aku paling salut dengan beliau, seandainya mata beliau tidak sakit alngkah indahnya negeri ini dipimpin oleh beliau, sayang TUHAN menentukan yang lain sehingga beliau bisa menjadi guru dan teladan bagi kita semua (yang mau&#8230;&#8230;, kalo nggak mau nggak dilarang).<br />
Saya beragama Katolik tapi saya senang mendengarkan ceramah GUSDUR, AA GYM dll yang pokoknya tidak menghasut umat untuk membenci orang lain yang tidak sejalan. Kalau Syawalan keluargaku sering dapat tugas masak untuk Syawalan, waktu kuliah temenku orang2 HMI karena aku gak fanatik, ya jalan aja tuh pertemanan, aku enggak dimusuhi dan enggak memusuhi.<br />
Kalau kita belajar untuk berteman tanpa memandang apapun alangkah indahnya dunia ini, tanpa perlu takut salah ngomong, tanpa perlu takut ada bom dll. Kayaknya kalau kita berteman tanpa memandang apapun pasti hati damai seperti ibu Shinta dan keluarga, beliau tidak takut akan dibunuh atau dilempari batu karena masuk gereja, vihara, klenteng yang notabene beda dengan keyakinan beliau.<br />
Boleh nggak ya kalau tidak ada gereja kita2 ini berdoa di masjid, sayangnya TUHAN itu ada dimana2 (menurut aku, terutama aku yakin TUHAN ada di hatiku) sehingga aku bisa berdoa dimanapun tidak perlu bingung bahkan sambil jalan/ mengendarai motor, cuma pada poin tertentu memang tidak bisa dijalankan. Keluarga besarku muslim semua dari pihak bapak dan ibu hanya kami yang beda, sehingga kalau mereka datang ya sholat di rumahku dan mereka tidak mempermasalahkan.<br />
Ayo kita bangun negeri ini dengan penuh cinta, pasti deh damai sejahtera akan segera hadir di negeri ini (asal tidak ada orang mau menang sendiri, serakah, curiga ke orang lain dll). Itu kan cita2 pendiri negeri dan masyarakat Indonesia jaman dulu ayo sama2 kita realisasikan, jangan kelamaan, dah bosen nih kondisi tidak aman dan nyaman (hahaha).<br />
Selamat puasa bentar lagi dah mau Lebaran, selamat merayakan Idul Fitri 1428 H buat pemilik blog n semua partisipan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ndarmogandul</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5239</link>
		<dc:creator>ndarmogandul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 12:51:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5239</guid>
		<description>kang asep benar itu hanya milik Allah. kalo anda/adit/alit merasa benar berarti menganggap diri anda sama dengan Allah. 
Biarkan blog ini independen tidak ada yang menonjolkan agama satu dengan agama yg lain. tolong pahami hal in kalo anda ingin menonjolkan diri sebaiknya di forum yg tepat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kang asep benar itu hanya milik Allah. kalo anda/adit/alit merasa benar berarti menganggap diri anda sama dengan Allah.<br />
Biarkan blog ini independen tidak ada yang menonjolkan agama satu dengan agama yg lain. tolong pahami hal in kalo anda ingin menonjolkan diri sebaiknya di forum yg tepat.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asep</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5232</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 09:53:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5232</guid>
		<description>@ndarmogandul
saudara alit bukan ingin menonjolkan diri sendiri, tapi membenarkan atau memberitahukan apa yang dia tau dan anggap benar...

&quot;Sebarkanlah walau hanya 1 ayat&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ndarmogandul<br />
saudara alit bukan ingin menonjolkan diri sendiri, tapi membenarkan atau memberitahukan apa yang dia tau dan anggap benar&#8230;</p>
<p>&#8220;Sebarkanlah walau hanya 1 ayat&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yusthatitik</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5219</link>
		<dc:creator>yusthatitik</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Oct 2007 05:56:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5219</guid>
		<description>@Alit..
o gitu to...
ya, saya nerima alasannya, dan saya juga tidak mempermasalahkan orang mau menucapkan selamat atau tidak. Seperti yang saya bilang di atas: itu hak setiap orang. Jadi buat apa maksain... Begitu saja. Hidup damai2 saja...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Alit..<br />
o gitu to&#8230;<br />
ya, saya nerima alasannya, dan saya juga tidak mempermasalahkan orang mau menucapkan selamat atau tidak. Seperti yang saya bilang di atas: itu hak setiap orang. Jadi buat apa maksain&#8230; Begitu saja. Hidup damai2 saja&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asep</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5163</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Oct 2007 05:57:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5163</guid>
		<description>Gus Dur itu nabi ke-29, sebelumnya ada Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr dan Mother Theresa 

masya allah jangan menyesatkan orang islam. ingat tidak ada lagi nabi dan rasul setelah nabi muhammad saw.

assalamualaikum wr.wb. saudara adit. tidak banyak yang saya tau tentang blog ini. tapi tolong luruskan apapun yang menurut islam salah... saya setuju dengan kata2 anda di postingan sebelumnya karena itulah yang benar...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gus Dur itu nabi ke-29, sebelumnya ada Mahatma Gandhi, Martin Luther King Jr dan Mother Theresa </p>
<p>masya allah jangan menyesatkan orang islam. ingat tidak ada lagi nabi dan rasul setelah nabi muhammad saw.</p>
<p>assalamualaikum wr.wb. saudara adit. tidak banyak yang saya tau tentang blog ini. tapi tolong luruskan apapun yang menurut islam salah&#8230; saya setuju dengan kata2 anda di postingan sebelumnya karena itulah yang benar&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: ndarmogandul</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5134</link>
		<dc:creator>ndarmogandul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 14:18:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5134</guid>
		<description>alit ngomong apaan sich, dah jelas2 ini blog independen koq keukeuh ingin menonjolkan diri aja. santai aja lah lit</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>alit ngomong apaan sich, dah jelas2 ini blog independen koq keukeuh ingin menonjolkan diri aja. santai aja lah lit</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Alit</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5053</link>
		<dc:creator>Alit</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 05:54:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5053</guid>
		<description>maaf ada yg kurang, bukan membaca yasinnya yg peninggalan tradisi agama2 pra islam, tapi mendoakan orang yg sudah beberapa hari meninggal  karena menganggap arwahnya masih melayang2 antara langit dan bumi yang bukan merupakan ajaran asli Islam. Kalo mo mendoakan kan bisa dari rumah masing2 dan bisa kapan aja, gak perlu dipatok 7 hari, 1000 hari atau sekian hari.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf ada yg kurang, bukan membaca yasinnya yg peninggalan tradisi agama2 pra islam, tapi mendoakan orang yg sudah beberapa hari meninggal  karena menganggap arwahnya masih melayang2 antara langit dan bumi yang bukan merupakan ajaran asli Islam. Kalo mo mendoakan kan bisa dari rumah masing2 dan bisa kapan aja, gak perlu dipatok 7 hari, 1000 hari atau sekian hari.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Alit</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5045</link>
		<dc:creator>Alit</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Sep 2007 03:33:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5045</guid>
		<description>Sepertinya dua komentar terakhir yusthatitik dan krisna yang salah sangka ttg sikap saya semata2 disebabkan keterlambatan moderasi.

FYI, dalam Islam semua ritual harus menurut contoh Nabi Muhammad. Bukannya pengen ngurusin agama lain, dalam Islam sendiri ada perayaan Maulid (Kelahiran Nabi) yang jadi perdebatan. Sebagian muslim yang menolak merayakan Maulid beralasan, semasa hidup Nabi sendiri beliau tidak pernah mencontohkan untuk merayakan maulid.

Ada juga pembacaan Yasin setelah sekian hari orang meninggal. Ritual Yasinan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi. Ritual itu diduga merupakan peninggalan tradisi agama2 tradisional di Jawa Pra-Islam.

Meskipun dua kegiatan itu (Maulid dan Yasinan) kalau dilihat2 ada baiknya, tapi sebagian muslim menolak melakukan itu karena dianggap tidak ada contoh, dan dikhawatirkan bisa &quot;mencemari&quot; ajaran asli Islam.

Nah, apalagi perayaan natal yang tgl 25 Desember-nya dipilih dengan alasan hari tersebut sudah biasa dijadikan hari raya untuk penyembahan matahari Sol Invictus. Mungkin akan berbeda kalau memang tanggal lahir Yesus tidak diketahui dan ditetapkan tanggal pengganti TAPI bukan dengan alasan tanggal tersebut merupakan kelanjutan tradisi pagan yang ditolak oleh ajaran asli Kristen.

Perbedaan pandangan selalu ada, tapi memang indah dan perlu dimaklumi.

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya dua komentar terakhir yusthatitik dan krisna yang salah sangka ttg sikap saya semata2 disebabkan keterlambatan moderasi.</p>
<p>FYI, dalam Islam semua ritual harus menurut contoh Nabi Muhammad. Bukannya pengen ngurusin agama lain, dalam Islam sendiri ada perayaan Maulid (Kelahiran Nabi) yang jadi perdebatan. Sebagian muslim yang menolak merayakan Maulid beralasan, semasa hidup Nabi sendiri beliau tidak pernah mencontohkan untuk merayakan maulid.</p>
<p>Ada juga pembacaan Yasin setelah sekian hari orang meninggal. Ritual Yasinan tidak pernah dicontohkan oleh Nabi. Ritual itu diduga merupakan peninggalan tradisi agama2 tradisional di Jawa Pra-Islam.</p>
<p>Meskipun dua kegiatan itu (Maulid dan Yasinan) kalau dilihat2 ada baiknya, tapi sebagian muslim menolak melakukan itu karena dianggap tidak ada contoh, dan dikhawatirkan bisa &#8220;mencemari&#8221; ajaran asli Islam.</p>
<p>Nah, apalagi perayaan natal yang tgl 25 Desember-nya dipilih dengan alasan hari tersebut sudah biasa dijadikan hari raya untuk penyembahan matahari Sol Invictus. Mungkin akan berbeda kalau memang tanggal lahir Yesus tidak diketahui dan ditetapkan tanggal pengganti TAPI bukan dengan alasan tanggal tersebut merupakan kelanjutan tradisi pagan yang ditolak oleh ajaran asli Kristen.</p>
<p>Perbedaan pandangan selalu ada, tapi memang indah dan perlu dimaklumi.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: krisna</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5008</link>
		<dc:creator>krisna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 09:26:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5008</guid>
		<description>@Alit

Nggak papa kok Anda nggak ngucapin selamat, dan mungkin perlu diketahui juga, sepanjang yang saya tahu sampai saat ini, saya belum pernah mendengar bahwa orang merayakan natal adalah untuk mendapatkan ridho Nya. 

Sampai saat ini yang saya tahu adalah bahwa merayakan natal bukan berarti mencari ridhonya tapi lebih pada tradisi dan kebiasaan. Mengapa saya bilang demikian? Karena menurut kepercayaan Kristen Natal bukanlah suatu hari besar yang terpenting, tapi justru Hari Raya Paskah adalah inti dari kehidupan Kristen. Itu yang sampai saat ini saya tahu. Itu pun sekarang ada perdebatan mengenai Salib dan Kebangkitan Ragawi.

Tapi itu hanya sebagai tambahan pengetahuan saja. Hanya saja, contoh yang Anda sampaikan itu sebenarnya tidak nyambung dengan esensi perayaan Natal. Kenapa tidak dicontohkan misalkan seperti ini: 

&quot;keluarga kami menentukan tanggal 1 Januari sebagai peringatan hari kelahiran kakek buyut kami. Tanggal sebenarnya tidak pernah diketahui karena memang kakek tidak mempunyai akte kelahiran atau bukti lahir (bukan berarti kakek tidak pernah lahir kan?). Jadi sekalian saja dibarengkan dengan acara tahun baru sekeluarga, tahun ini kami pun kembali bersama-sama merayakan ulang tahun kakek buyut yang sekarang memasuki usia ke 90. Kami semua bergembira bersama di hari ulang tahun kakek, walaupun sebenarnya kami tidak pernah tahu kapan atau tanggal berapa kakek buyut lahir.&quot;

Kenapa tidak dicontohkan seperti itu? Contoh di atas rasanya lebih sesuai dan lebih santun daripada contoh mencontek atau korupsi. Jelas tanggal kelahiran kakek buyut yang 1 Januari itu tidak dapat dipastikan kebenarannya, tapi bukan itu esensinya. Esensinya adalah bergembira dan juga memperingati kehadiran kakek buyut di tengah-tengah keluarga.

Sedangkan untuk toleransi, saya sangat setuju dengan pendapat Alit. Itu benar sekali...

Jadi sekarang kawan, maukah Anda bergembira bersama kami? dan bolehkah kami bergembira bersama Anda?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Alit</p>
<p>Nggak papa kok Anda nggak ngucapin selamat, dan mungkin perlu diketahui juga, sepanjang yang saya tahu sampai saat ini, saya belum pernah mendengar bahwa orang merayakan natal adalah untuk mendapatkan ridho Nya. </p>
<p>Sampai saat ini yang saya tahu adalah bahwa merayakan natal bukan berarti mencari ridhonya tapi lebih pada tradisi dan kebiasaan. Mengapa saya bilang demikian? Karena menurut kepercayaan Kristen Natal bukanlah suatu hari besar yang terpenting, tapi justru Hari Raya Paskah adalah inti dari kehidupan Kristen. Itu yang sampai saat ini saya tahu. Itu pun sekarang ada perdebatan mengenai Salib dan Kebangkitan Ragawi.</p>
<p>Tapi itu hanya sebagai tambahan pengetahuan saja. Hanya saja, contoh yang Anda sampaikan itu sebenarnya tidak nyambung dengan esensi perayaan Natal. Kenapa tidak dicontohkan misalkan seperti ini: </p>
<p>&#8220;keluarga kami menentukan tanggal 1 Januari sebagai peringatan hari kelahiran kakek buyut kami. Tanggal sebenarnya tidak pernah diketahui karena memang kakek tidak mempunyai akte kelahiran atau bukti lahir (bukan berarti kakek tidak pernah lahir kan?). Jadi sekalian saja dibarengkan dengan acara tahun baru sekeluarga, tahun ini kami pun kembali bersama-sama merayakan ulang tahun kakek buyut yang sekarang memasuki usia ke 90. Kami semua bergembira bersama di hari ulang tahun kakek, walaupun sebenarnya kami tidak pernah tahu kapan atau tanggal berapa kakek buyut lahir.&#8221;</p>
<p>Kenapa tidak dicontohkan seperti itu? Contoh di atas rasanya lebih sesuai dan lebih santun daripada contoh mencontek atau korupsi. Jelas tanggal kelahiran kakek buyut yang 1 Januari itu tidak dapat dipastikan kebenarannya, tapi bukan itu esensinya. Esensinya adalah bergembira dan juga memperingati kehadiran kakek buyut di tengah-tengah keluarga.</p>
<p>Sedangkan untuk toleransi, saya sangat setuju dengan pendapat Alit. Itu benar sekali&#8230;</p>
<p>Jadi sekarang kawan, maukah Anda bergembira bersama kami? dan bolehkah kami bergembira bersama Anda?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yusthatitik</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-5/#comment-5003</link>
		<dc:creator>yusthatitik</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 07:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-5003</guid>
		<description>Alit, mungkin Anda termasuk yang tidak mau mengucapkan selamat natal ya? Kalau nenek saya sudah renta dan dia tidak tahu kapan hari lahirnya, tapi hanya ingat kejadian2 waktu hari lahirnya kemudian kita menduga hari lahirnya adalah tgl x bulan y tahun z, lalu pada tgl x dan bulan y kami merayakan ulang tahunnya dan saya mengucapkan selamat ulang tahun, juga tidak boleh kah?

Tapi apapun, itu kan hak masing2 individu jadi ndak ada yang boleh memaksakan. Mau mengucapkan selamat ya bagus, ndak mengucapkan jg ndak papa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alit, mungkin Anda termasuk yang tidak mau mengucapkan selamat natal ya? Kalau nenek saya sudah renta dan dia tidak tahu kapan hari lahirnya, tapi hanya ingat kejadian2 waktu hari lahirnya kemudian kita menduga hari lahirnya adalah tgl x bulan y tahun z, lalu pada tgl x dan bulan y kami merayakan ulang tahunnya dan saya mengucapkan selamat ulang tahun, juga tidak boleh kah?</p>
<p>Tapi apapun, itu kan hak masing2 individu jadi ndak ada yang boleh memaksakan. Mau mengucapkan selamat ya bagus, ndak mengucapkan jg ndak papa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Alit</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-4/#comment-4996</link>
		<dc:creator>Alit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 06:19:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-4996</guid>
		<description>Lae Jarar jangan salah, saya sendiri mengucapakan selamat natal. Pacar saya pun beda agama dengan saya. Tulisan saya diatas bukan untuk menonjol2kan agama tertentu atau menyalahkan agama lain. 

Tulisan saya hanya berusaha menjelaskan alasan sebagian muslim menolak mengucapkan selamat natal, nah daripada kita menganggap mereka musuh kenapa tidak berusaha menerima mereka dan pandangan mereka apa adanya selama mereka tidak mengganggu atau menghalangi orang beribadah, betul nggak? Salam.

&lt;strong&gt;JARAR SIAHAAN:&lt;/strong&gt; mantap, lae.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lae Jarar jangan salah, saya sendiri mengucapakan selamat natal. Pacar saya pun beda agama dengan saya. Tulisan saya diatas bukan untuk menonjol2kan agama tertentu atau menyalahkan agama lain. </p>
<p>Tulisan saya hanya berusaha menjelaskan alasan sebagian muslim menolak mengucapkan selamat natal, nah daripada kita menganggap mereka musuh kenapa tidak berusaha menerima mereka dan pandangan mereka apa adanya selama mereka tidak mengganggu atau menghalangi orang beribadah, betul nggak? Salam.</p>
<p><strong>JARAR SIAHAAN:</strong> mantap, lae.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Alit</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-4/#comment-4985</link>
		<dc:creator>Alit</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 02:35:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-4985</guid>
		<description>@Lae Jarar
Indah memang kalau kita bisa bilang semua agama baik dan benar. Saya setuju bahwa semua agama menuntun kepada kebaikan, tapi saya pribadi belum berani bilang semua agama benar. Karena konsekuensi dari menyatakan semua agama benar adalah:

Saya bisa bilang: &quot;Wah si Ibrahim (Abraham) kurang kerjaan tuh menghancurkan berhala2 Raja Namrud (Nimrod). Menyembah berhala kan JUGA BENAR, untuk apa Ibrahim ngajak2 kaumnya untuk nyembah Tuhan yg Esa yg menciptakan alam semesta, toh nyembah berhala juga bakal mendapat ridho-Nya.

Saya juga bisa bilang: &quot;Wah Musa aneh tuh, pake marah2 ketika mendapati kaumnya Bani Israel nyembah patung anak sapi. Nyembah patung anak sapi kan JUGA BENAR, dasar Musa temperamental.&quot;

Saya juga bisa bilang: &quot;Wah Yesus cuma cari sensasi tuh, ngapain dia pake menghalalkan makanan yg haram di Taurat, ngapain dia pake nebus dosa2 manusia, semua agama kan BENAR, berarti gak ada dosa yang perlu ditebus.&quot;

Saya juga hanya bisa diam saja ketika seandainya ada sekelompok orang yang ingin memeluk agama suku indian Aztec yang berisi ritual pengorbanan tahunan nyawa seorang perawan  kepada Dewa. Kalo ada yang bilang, &quot;itu kan melanggar kemanusiaan!&quot; Kemanusiaan menurut siapa? Mungkin menurut pemeluknya itu sebuah pengorbanan yg suci.

Saya menolak untuk menerima konsekuensi itu, maka saya tidak berani bilang semua agama benar.

Saya pernah membaca di situs salah satu aliran liberal sebuah agama. Ada seorang cendekiawan suatu agama mengaku, semua agama benar, alasan dia memilih agama yg dia peluk sekarang adalah alasan sosiologis karena semua keluarganya memeluk agama itu dan dia terlahir memeluk agama itu. Berarti kalo dia terlahir sebagai penyembah setan, dia akan mengajarkan anak cucunya untuk nyembah setan, kan?
Aneh kalo mendengar orang bilang, &quot;Aku rajin ke gereja kan karena papaku pendeta, masa&#039; anak pendeta males ke gereja&quot;, &quot;Aku rajin sholat kan karena kakekku haji&quot;, &quot;Aku beragama Hindu  karena nenek moyangku Hindu&quot;.
Itu adalah alasan paling dangkal yg pernah dibuat manusia. Seharusnya meyakini sesuatu adalah karena kita merasa bahwa yg kita yakini adalah sebuah kebenaran.

Mengenai masalah pengucapan selamat natal, kita bisa gunakan dialog ini, &quot;Selamat ya nak, kamu sudah lulus ujian dan naik kelas, meskipun kamu ngaku kamu bisa menyelesaikan soal2 ujian karena mencontek, tapi ibu gak ambil pusing&quot;. Sementara sang ayah diam saja ketika tahu anaknya lulus karena mencontek, dia menolak mengucapkan selamat.

Sebenarnya umat kristen tidak perlu tersinggung kalau mendapati ada orang islam yg tidak mau mengucapkan selamat natal. Bukankah merayakan natal itu untuk mendapat ridho-Nya? Merayakan natal bukan berarti ingin mendapat pujian atau sanjungan dari sesama manusia, kan? Jadi intinya, biarlah kalau manusia diam yang penting anda yakin Tuhan tidak diam. Anggap saja seperti suasana pemilu, ada orang yang bisa menentukan pilihan ada juga orang yang abstain (golput) apakah kita perlu memusuhi orang yang golput?

Yang penting adalah toleransidan saling menghargai. Seorang muslim yang hadir ketika diundang acara natal yang bersifat seremonial adalah wujud toleransi, menolak datang berarti tidak menghargai pengundang, ikut makan babi panggang yang ada di acara tersebut jelas bukan wujud toleransi. Seorang kristen yang makan siang dengan tenang dan diam disamping rekan muslimya yang berpuasa adalah toleransi, makan siang dengan ribut di samping orang yg berpuasa sambil ngomong: &quot;Wah ayam gorengnya enak banget nih, aku pengen nambah&quot; adalah bukan wujud toleransi dan saling menghargai. Makan siang sambil sembunyi2 atau ngumpet di tengah komunitas yang berpuasa adalah wujud toleransi yg overacting, jadi tidak perlu juga kalau menurut saya.

&lt;strong&gt;JARAR SIAHAAN:&lt;/strong&gt; tentu engkau berhak untuk tidak mengucapkan selamat natal, pren. tapi aku berani mengucapkan selamat hari raya pada umat beragama apapun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Lae Jarar<br />
Indah memang kalau kita bisa bilang semua agama baik dan benar. Saya setuju bahwa semua agama menuntun kepada kebaikan, tapi saya pribadi belum berani bilang semua agama benar. Karena konsekuensi dari menyatakan semua agama benar adalah:</p>
<p>Saya bisa bilang: &#8220;Wah si Ibrahim (Abraham) kurang kerjaan tuh menghancurkan berhala2 Raja Namrud (Nimrod). Menyembah berhala kan JUGA BENAR, untuk apa Ibrahim ngajak2 kaumnya untuk nyembah Tuhan yg Esa yg menciptakan alam semesta, toh nyembah berhala juga bakal mendapat ridho-Nya.</p>
<p>Saya juga bisa bilang: &#8220;Wah Musa aneh tuh, pake marah2 ketika mendapati kaumnya Bani Israel nyembah patung anak sapi. Nyembah patung anak sapi kan JUGA BENAR, dasar Musa temperamental.&#8221;</p>
<p>Saya juga bisa bilang: &#8220;Wah Yesus cuma cari sensasi tuh, ngapain dia pake menghalalkan makanan yg haram di Taurat, ngapain dia pake nebus dosa2 manusia, semua agama kan BENAR, berarti gak ada dosa yang perlu ditebus.&#8221;</p>
<p>Saya juga hanya bisa diam saja ketika seandainya ada sekelompok orang yang ingin memeluk agama suku indian Aztec yang berisi ritual pengorbanan tahunan nyawa seorang perawan  kepada Dewa. Kalo ada yang bilang, &#8220;itu kan melanggar kemanusiaan!&#8221; Kemanusiaan menurut siapa? Mungkin menurut pemeluknya itu sebuah pengorbanan yg suci.</p>
<p>Saya menolak untuk menerima konsekuensi itu, maka saya tidak berani bilang semua agama benar.</p>
<p>Saya pernah membaca di situs salah satu aliran liberal sebuah agama. Ada seorang cendekiawan suatu agama mengaku, semua agama benar, alasan dia memilih agama yg dia peluk sekarang adalah alasan sosiologis karena semua keluarganya memeluk agama itu dan dia terlahir memeluk agama itu. Berarti kalo dia terlahir sebagai penyembah setan, dia akan mengajarkan anak cucunya untuk nyembah setan, kan?<br />
Aneh kalo mendengar orang bilang, &#8220;Aku rajin ke gereja kan karena papaku pendeta, masa&#8217; anak pendeta males ke gereja&#8221;, &#8220;Aku rajin sholat kan karena kakekku haji&#8221;, &#8220;Aku beragama Hindu  karena nenek moyangku Hindu&#8221;.<br />
Itu adalah alasan paling dangkal yg pernah dibuat manusia. Seharusnya meyakini sesuatu adalah karena kita merasa bahwa yg kita yakini adalah sebuah kebenaran.</p>
<p>Mengenai masalah pengucapan selamat natal, kita bisa gunakan dialog ini, &#8220;Selamat ya nak, kamu sudah lulus ujian dan naik kelas, meskipun kamu ngaku kamu bisa menyelesaikan soal2 ujian karena mencontek, tapi ibu gak ambil pusing&#8221;. Sementara sang ayah diam saja ketika tahu anaknya lulus karena mencontek, dia menolak mengucapkan selamat.</p>
<p>Sebenarnya umat kristen tidak perlu tersinggung kalau mendapati ada orang islam yg tidak mau mengucapkan selamat natal. Bukankah merayakan natal itu untuk mendapat ridho-Nya? Merayakan natal bukan berarti ingin mendapat pujian atau sanjungan dari sesama manusia, kan? Jadi intinya, biarlah kalau manusia diam yang penting anda yakin Tuhan tidak diam. Anggap saja seperti suasana pemilu, ada orang yang bisa menentukan pilihan ada juga orang yang abstain (golput) apakah kita perlu memusuhi orang yang golput?</p>
<p>Yang penting adalah toleransidan saling menghargai. Seorang muslim yang hadir ketika diundang acara natal yang bersifat seremonial adalah wujud toleransi, menolak datang berarti tidak menghargai pengundang, ikut makan babi panggang yang ada di acara tersebut jelas bukan wujud toleransi. Seorang kristen yang makan siang dengan tenang dan diam disamping rekan muslimya yang berpuasa adalah toleransi, makan siang dengan ribut di samping orang yg berpuasa sambil ngomong: &#8220;Wah ayam gorengnya enak banget nih, aku pengen nambah&#8221; adalah bukan wujud toleransi dan saling menghargai. Makan siang sambil sembunyi2 atau ngumpet di tengah komunitas yang berpuasa adalah wujud toleransi yg overacting, jadi tidak perlu juga kalau menurut saya.</p>
<p><strong>JARAR SIAHAAN:</strong> tentu engkau berhak untuk tidak mengucapkan selamat natal, pren. tapi aku berani mengucapkan selamat hari raya pada umat beragama apapun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Yusnita</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/comment-page-4/#comment-4927</link>
		<dc:creator>Yusnita</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Sep 2007 09:31:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/09/19/istri-gus-dur-salat-magrib-di-aula-gereja/#comment-4927</guid>
		<description>Rumah Ibadah menurutku bukan GEDUNG-nya,,,,
Rumah adalah hati kita,- 
Ibadah adalah pikiran,,,perkataan,,,,dan perbuatan kita,,,,,berdasarkan Firman yang sudah turun ke muka bumi....menurut saya lhhhoooooooo!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rumah Ibadah menurutku bukan GEDUNG-nya,,,,<br />
Rumah adalah hati kita,-<br />
Ibadah adalah pikiran,,,perkataan,,,,dan perbuatan kita,,,,,berdasarkan Firman yang sudah turun ke muka bumi&#8230;.menurut saya lhhhoooooooo!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
