[jarar siahaan; batak news; dan yesus pun naik ke surga]

Puisi yang “mengolok-olok” Yesus.

Puisi unik ini adalah karya Joko Pinurbo, seorang dosen Katolik tamatan Seminari Menengah St. Petrus Kanisius Mertoyudan, Jawa Tengah, yang dikutip dalam majalah Tempo edisi pekan ini.

Tentang Joko, Tempo menulis bahwa dahulu di Seminari Mertoyudan dia sering merenung di antara lapangan basket dan kandang babi. Puisinya berjudul Celana Ibu di bawah ini membuat tertawa para murid yang mendengarnya, yang kebanyakan akan jadi pastor, ketika dibacakannya beberapa waktu lalu dalam sebuah acara sastra masuk sekolah yang diusung Bienale Sastra Utan Kayu.

“Celana Ibu”

Maria sangat sedih menyaksikan anaknya
mati di kayu salib tanpa celana
dan hanya berbalutkan sobekan jubah yang berlumuran darah.
Ketika tiga hari kemudian Yesus bangkit dari mati,
pagi-pagi sekali Maria datang ke kubur anaknya itu,
membawakan celana yang dijahitnya sendiri.
”Paskah?” tanya Maria.
”Pas sekali, Bu,” jawab Yesus gembira.
Mengenakan celana buatan ibunya,
Yesus naik ke surga.

AKU TERKESAN MELIHAT orang Kristen yang secara umum memiliki selera humor lebih baik ketimbang orang Islam. Dalam berbagai kasus, bila dibandingkan dengan umat muslim, jarang terdengar umat nasrani marah ketika agama atau kitabnya disindir atau “diolok-olok” oleh para pelawak, penulis, sastrawan, dan seniman.

Salah satu contoh kasus adalah novel The Da Vinci Code. Novel yang sudah difilmkan ini mengobok-obok iman kristiani dengan menciptakan kisah fiksi bahwa Yesus pernah menikah dan memiliki anak. Penulisnya sendiri, Dan Brown, adalah seorang nasrani. Dan penguasa Vatikan, otoritas tertinggi Katolik, pun ternyata tidak marah. Mereka tidak menggugat buku dan film itu. Paus bisa memahami. Namanya juga cerita fiksi, kata pejabat Vatikan, walaupun ada sekelompok pendeta di luar Vatikan yang ribut belakangan hari. Coba kalau tulisan sejenis dibuat dalam konteks agama Islam, sangat mudah menebak apa yang akan terjadi.

Harus kuakui, secara umum masyarakat nasrani lebih demokratis, cerdas, siap dikritik dan ditertawakan. Dan sebab itulah, salah satu, mereka bisa lebih maju; karena mereka tidak sibuk menjaga dan membela-belain Tuhannya. “Tentu saja, Tuhan kok dibela? Apa nggak terbalik, tuh?” kata orang yang paham.

Lihatlah puisi Celana Ibu di atas, yang justru ditulis oleh seorang Katolik; memelesetkan Hari Paskah dengan ukuran celana Yesus — “Paskah?” tanya Maria, ibunda Yesus; “Pas sekali, Bu,” jawab Yesus.

Entah betul atau tidak, katanya orang-orang cerdas memiliki selera humor tinggi. Dan aku merasa beruntung memiliki kawan-kawan pembaca berselera humor, yang tidak langsung kebakaran jenggot bila agamanya ditertawakan. Contohnya bisa engkau baca di sini, di mana orang-orang Batak beragama Kristen menulis cerita lucu yang justru melecehkan kebatakan dan kekristenan mereka sendiri.

Pernah kupikir-pikir, karakter “pembaca yang bisa memahami” Blog Berita adalah kritis, berdebat dengan logika [tidak asal menyampah dan menyumpah], dan suka humor. Maka orang yang sudah “putus” saraf humornya takkan betah menjadi pembaca blog ini.

Pernahkah membayangkan manusia diciptakan Tuhan tanpa emosi untuk menangis dan tertawa? Kita hanya akan menjadi robot-robot beragama. [www.blogberita.com]

CATATAN BLOG BERITA DOT COM:

Silakan bila ingin mengutip artikel atau memakai foto dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; www.blogberita.com.


  1. Marudut p-1000

    @rully syumanda

    ” unang putari hamu galasi” , kalimat ini tidak ada mengandung makna tersembunyi. Ini adalah bahasa batak yang artinya adalah seperti yang kuterjemahkan di atas yaitu,” gelas jagan dipecahi”. Biasanya kalau orang batak berdebat suaranya kencang sekali dan sedikit agak emosi.

    Kenapa lae sampai memikirkannya terlalu dalam?

  2. Bung Jarar, yang pren, saya salut komentar anda, tapi anda tidak menjawab pertanyaan dan tantangan saya. Saya ingin mengomentari komentar anda:

    Islam tidak menitikberatkan pada ajaran cinta dan toleransi, yang utama adalah aqidah, Nabi s.a.w diangkat sebagai rasul untuk memperbaiki akhlak manusia. Tentang jihad dan poligami, anda harus lebih banyak mencari referensi jangan hanya berita, jadi tidak salah tafsir.

    Sekali lagi saya tekankan islam tidak mengajarkan humanisme, pluralisme dan isme-isme yang lain, tapi islam sangat humanis, dan sangat mengakui perbedaan yang ada, kita diciptakan bergolong-golongan untuk saling mengenal. tidak untuk saling menghina nabi atau tuhan, kenapa demikian, agar anda paham, anda datangi seseorang yang tidak anda kenal lantas katakan kepada dia, Hei bapakmu goblok kerjanya hanya mabuk. Bagaimana ?????,

    Jika islam memang tidak toleran, apa mungkin masih banyak candi, kelenteng dan gereja di tempat yang islamnya mayoritas, di eropa dan amerika, serta negara yang mayoritas non muslim sangat sulit bagi seorang muslim berkiprah di bidang politik dan pemerintahan, bandingkan dengan di indonesia, berapa banyak non muslim yang ada baik di pemerintahan maupun di DPR dan DPRD.

    Alinea anda yang ke tiga itu salah kaprah, puasa itu tidak untuk agar kita lebih toleran dan humanis tapi melatih diri melawan hawa nafsu kita sendiri. Anda dapat referensi dari mana, yang ilmiah dong bung, dan ini bukan doktrin, yang bisa bikin orang kayak amrozi atau fpi. Cuma di sini ada sedikit yang perlu saya tekankan tentang amrozi dan fpi, kita tidak tahu apa yang sebenarnya di alami oleh amrozi dan fpi, jadi sebaiknya tidak berkomentar.

    Alinea yang ke empat, tuduhan anda bahwa saya picik dan membuat citra islam rusak dan sering dipahami suka akan kekerasan, tidak berdasar sama sekali. Yang bikin citra islam rusak itu karena kurangnya pemahaman orang orang seperti anda ini tentang islam, dan itu si Amerika yang bernama Huntington (atau siapalah namanya) beserta tesisnya, yang mengakibatkan munculnya islamphobia.

    Sekedar fakta yang ingin saya ungkapkan di sini, adakah negara yang mayoritas penduduknya muslim menjadi kolonial (penjajah). Berapa banyak negara negara eropa (notebene penduduknya mayoritas kristen) yang menjadi penjajah. menjajah mulai dari afrika, asia sampai amerika.

    Kembali kepada tantangan saya, beranikah anda untuk tidak mengajarkan keluarga anda tentang islam atau kristen walaupun sedikit, cukup anda ajarkan mereka tentang cinta, kasih sayang, toleransi, dan pancasila. Bagaimana ??????????? Berani tidak…..??????????

    JARAR SIAHAAN: anda itu tak mengerti membaca kalimat kayaknya. :D sudah kukatakan bahwa cinta, humanisme, dan toleransi justru sebagian kuperoleh dari belajar agama. nah, malah anda ngotot bahwa islam tidak menitikberatkan ajaran humanisme, cinta, dll sehingga anda tantang aku untuk tidak mengajari anakku tentang agama sama sekali.

    supaya engkau semakin paham [kayak anak tk aja harus dikasih penjelasan rinci] :D begini. aku terus mencari dan menggali setiap isme yang mengajarkan kebaikan seperti cinta, toleransi, humanisme, dll. dan aku menemukannya antara lain pada agama [tidak hanya islam dan kristen, tapi juga buddha dll], aku menemukannya pada seni, pada sastra [seperti karya-karya jalaluddin rumi dan kahlil gibran], pada jurnalisme, pada budaya, pada sejarah/peristiwa-peristiwa [misalnya kebajikan yang dilakukan bunda teresa dan mahatma gandhi], dll. dari semua itulah aku belajar tentang cinta dan humanisme. maka, insya ALLAH anak-istriku berumur panjang, hal-hal itu jugalah yang akan kuceritakan/ kuajarkan pada mereka: agama, seni, sastra, budaya, berita-berita feature yang menggugah rasa kemanusiaan, dll. jadi tidak mungkin aku mau mengiyakan pertanyaan/tantanganmu untuk tidak mengajari anakku tentang agama. sebab agama adalah salah satu isme untuk kami belajar tentang cinta dan kemanusiaan. sudah paham? :D sekali lagi kutegaskan: aku tidak mungkin untuk tidak mengajari anakku agama, karena agama mengajarkan cinta dan toleransi.

    soal jihad dan poligami, kau tak perlu ajari aku, pren. jihad versi osama, amrozi, fpi, dll misalnya, itu bagiku salah. poligami pun jelas-jelas salah, ini melecehkan kaum perempuan. makanya kukatakan, aku tidak menelan bulat-bulat semua ajaran doktrin islam. kupilah-pilah mana yang relevan dan baik untuk kuterapkan, mana yang tidak. dalam islam ada ajaran untuk membunuh bahkan memenggal kepala orang kafir. aku tidak mau melakukan itu. sekarang kutanya kau, pren: apakah kau berani/mau membunuh orang kafir dan berjihad memerangi mereka?

    kau bilang aku salah kaprah karena berkata, puasa antara lain bisa mengajarkan manusia untuk lebih toleran dan humanis. kaubilang bahwa puasa melatih manusia melawan hawa nafsu. bagiku itu benar, agar kita bisa melawan hawa nafsu. kemudian dengan melawan hawa nafsu itulah aku bisa belajar juga untuk menghargai umat lain [toleran] dan mencintai umat lain [humanis]. ah, ternyata pemahamanmu tentang ibadah puasa juga masih sampai segitu. belajar lagi, ya, itu pun kalau kau mau. :D

    lalu engkau berkata, yang bikin citra islam rusak adalah karena kurangnya pemahaman orang islam seperti aku? apa nggak terbalik tuh. menurutku, justru muslim seperti anda yang bikin umat lain menjadi takut alias islamofobia. tapi, sebaiknya mari kita tanyakan pembaca non-muslim, karena merekalah yang lebih objektif menilai soal citra islam, bukan kita.

    pertanyaan untuk pembaca batak news, khusus yang beragama non-islam — sekali lagi, pertanyaan ini ditujukan bagi non-muslim: apakah kalian merasakan islamofobia [citra negatif/perasaan takut akan islam] setelah membaca artikelku selama ini ataukah setelah membaca opini kawan bernama mulawarman di atas? siapakah di antara kami berdua yang memunculkan kesan bahwa islam identik dengan kekerasan, apakah aku atau mulawarman? terima kasih untuk kawan non-muslim yang bersedia menjawab dengan jujur.

    kupikir para pembaca sudah bisa menilai sampai di mana pemahaman anda tentang kemanusiaan [humanisme] dan islam. apalagi setelah kau berkata kita tidak usah komentari perbuatan amrozi dan fpi. sekarang justru aku ingin bertanya padamu: apakah engkau mendukung perbuatan amrozi dan fpi selama ini? kalau aku dengan tegas menentang amrozi dan fpi, karena apa yang mereka perbuat kontra toleransi dan humanisme. ayo jawablah dulu: apakah engkau mendukung amrozi/fpi atau tidak?

    karena aku sudah menjawab tantanganmu, sekarang giliranku bertanya:
    apakah kau berani/mau membunuh orang kafir dan berjihad memerangi mereka? apakah engkau mendukung amrozi/fpi/osama atau tidak?

    kalau jawabanku: aku tidak berani dan tidak mau membunuh orang kafir, dan aku tidak mendukung alias menentang keras amrozi/fpi/osama. kutunggu jawabanmu. :D

  3. rully_fs

    Kang Jarar..saya salut sama sampeyan yg kalau menurut saya sampeyan salah satu org yang “berani berpikir bebas”.Kapan ya orang2 Indonesia berani berpikir bebas seperti sampeyan….?
    Kayaknya “the dream never come true”…he.. he…he

    JARAR SIAHAAN: masih banyak kok yang lebih berani berpikir bebas dibanding aku. :) aku yakin, dari ribuan pembaca blog ini ada orang-orang seperti yang engkau maksud. cuma mereka selama ini memilih menjadi pembaca pasif, pendiam, tidak “usil” mulutnya seperti aku. :D

  4. Kagem Mulawarman :
    …..kita diciptakan bergolong-golongan untuk saling mengenal. tidak untuk saling menghina nabi atau tuhan…..

    Sepertinya ada benarnya, tapi jujur saja lah kita ini cenderung malah menghina antar sesama kita, enggak usah menengok Islam dengan kristen dulu. Tengok Islam dengan Islam saja. Penuh “ego paling benar” yang menurutku aneh dan tidak masuk akal. Ya toh…

    Perlu contoh?

  5. Pren Jarar, tanggapan anda ternyata cukup panjang, dan kelihatannya anda mengalami salah pemahaman tentang islam. Pertama : Agama, ya agama, islam ya islam, kristen ya kristen, merupakan sesuatu yang turun dari langit, tidak sama dengan isme yang merupakan hasil pemikiran manusia. Toleransi tidak berarti orang non muslim harus ikut berhari raya, tapi cukup memahami, kenapa muslim tidak bisa mengucapkan selamat natal. Kalau non muslim merasa risih jika muslim tidak bisa mengucapkan selamat kepada non muslim, bukankah ini sudah tidak toleran.

    Kedua : jika menurut anda jihad versi osama dan amrozi cs adalah salah, apakah anda telah bertanya langsung pada mereka, paham jihad mereka itu seperti apa, jangan hanya melihat kulitnya pren. Jihad itu hanya dibolehkan, sekali lagi pren, hanya dibolehkan, jika kita diperlakukan tidak adil atau diusir dari tanah kita, seperti di palestina, iraq, afghanistan, dan tempat tempat di mana penduduknya tertindas.

    Ketiga : Jika pren jarar mengatakan poligami itu salah, salahnya itu berdasarkan apa, standarnya apa dan dari mana. Kalau dalam menentukan salah benar kita menggunakan pikiran manusia, maka akan menjadi absurd dan subjektif. Sangat relatif. Tidak ada standard. Sebagai contoh, jika kita menggunakan pertimbangan akal,mabuk-mabukan, mencuri, melacur, berjudi, itu benar atau salah. ada orang mabuk-mabukan dalam kamar tapi tidak menggangu apakah itu benar. Jika poligami salah, bagaimana dengan orang yang tidak berpoligami tapi punya gundik atau berselingkuh. Dari sejarah yang ada, apa pren tahu berapa jumlah selir raja-raja jawa zaman dulu, dan raja-raja di wilayah lain. Jika anda katakan poligami melecehkan harkat kaum wanita, mana lebih baik, wanita yang menjadi istri kedua dari seorang yang sudah mapan, atau wanita yang tidak mau dipoligami tapi jadi pelacur atau istri simpanan.

    Ke empat pren : Ayat apa atau dalil apa dalam islam yang meyuruh kita membunuh orang kafir, sebutkan saja nama surat dan ayatnya, atau hadisnya kalau ada. Kalau pren tidak dapat menyebutkannya berarti pren menyebar fitnah, dan fitnah itu sama dengan membunuh, tidak humanis.

    ke lima pren : soal puasa pren sudah sepakat sama saya, tapi soal toleransi pemahaman kita sudah jelas beda.

    dari kelima pointku tadi pren, kurasa sudah jelas. Jadi tidak perlu lagi aku menjawab pertanyaan pren jarar.

    Pren jarar, yang ingin aku ungkapkan di sini, intinya, jangan karena pemikiran dan analisa akal, kita meninggalkan kaidah kaidah yang sudah ditetapkan dalam agama.
    sebagai contoh, melacur itu apapun alasannya jika kita menggunakan dalil agama jelas itu salah, (entahlah kalau agama lainnya), tapi jika kita menggunakan akal dan pikiran kita, bisa jadi abu-abu, bisa salah bisa benar.
    Gimana pren ? Mengenai tantangan ku itu pren, jangan diambil hati, karena tujuanku bukan di situ.

    JARAR SIAHAAN: karena kau tidak tegas menjawab pertanyaanku, sedangkan sebelumnya tantanganmu sudah kujawab, maka kupikir aku pun tak perlu lagi meladeni komentarmu selanjutnya. soal pertanyaanmu ayat mana dalam islam/hadis yang membenarkan membunuh orang kafir juga tak perlu kujawab. hanya orang islam munafik, pura-pura tak tahu, atau pembohong bila mengatakan tidak ada ayat itu. oh ya, komentarmu ini sudah cukup bagiku untuk mengenal kau tipe muslim seperti apa. walaupun kau tidak menjawab tegas pertanyaanku apakah mendukung amrozi/osama/fpi, tapi komentarmu tentang mereka sudah cukup jelas.

    setelah membaca tiga komentarmu aku bisa dengan mudah menyimpulkan bahwa kau bukan seorang humanis, kau bukan pencinta kedamaian, kau tidak toleran pada umat lain, kau berpotensi untuk berjihad seperti dilakukan osama/fpi/amrozi, kau menolerir poligami dengan alasan-alasanmu itu…, intinya kau adalah seorang muslim fundamentalis [yang sangat fanatik pada agama] — golongan yang kerap menimbulkan islamofobia [citra negatif/kesan takut umat lain pada islam].

    jadi begitu saja. kupikir semuanya sudah jelas: muslim seperti apa aku, dan muslim seperti apa kau. pembaca lain bisa menyimpulkan sendiri. sekian pembahasan kita ini. selamat berpuasa untukmu, semoga suatu hari nanti engkau bisa menampilkan islam yang rahmatan lil alamin, yang sejuk, yang damai.

  6. Aku heran mendengar pendapat Mulawarman :

    “Jika anda katakan poligami melecehkan harkat kaum wanita, mana lebih baik, wanita yang menjadi istri kedua dari seorang yang sudah mapan, atau wanita yang tidak mau dipoligami tapi jadi pelacur atau istri simpanan.”

    Aneh, kenapa ‘poligami’ selalu dibandingkan dengan ‘pelacuran’ ?
    Menurut saya, mestinya ‘poligami’ harus dibandingkan dengan ‘monogami’.
    Banyak memang argumentasi yang kacau-balau di masyarakat bangsa ini.

    Melacur itu ya salah dan berdosa (salah…. ya salah !!!), tidak ada hubungannya dengan poligami. Solusinya, ya BERTOBAT !!! cari pendamping lain secara monogami sehingga tidak merusak rumah tangga orang (karena dengan poligami, kalau pun tidak merusak, paling sedikit akan mengecewakan ‘hati kecil’ satu insan manusia lain)

    Laki-laki kalau selingkuh…ya berdosa !!! jawabannya ya BERTOBAT !!! JANGAN SELINGKUH !!! bukan poligami.

    Saya ’salut’ dengan ‘Sultan HB X’ dengan pendapat dan pemikiran tentang masalah poligami kalau tidak salah hari Jumat (21-09-07) malam dan siaran ulang pada minggu (23-09-07) siang pada saat talkshow dengan KICK ANDY (TV apa tadi ya ?). Beliau menyatakan bahwa Beliau adalah produk dari poligami dan juga disertai pemikiran menyentuh hati nurani (bahkan sampai hati nurani yang paling dalam) tentang poligami.

    Namun, walau begitu…hal tsb adalah pendapatku pribadi. Saya juga harus bisa terima pemikiran Mulawarman ttg pemikiran ‘poligami’ dengan latar belakang dan pengalaman hidupnya. Mungkin Mulawarman belum merasakan yang namanya punya 2 atau 4 orang mama sekaligus (1 bapak). Barangkali Anda perlu juga menyimak pemikiran seorang Sultan, dan saya kira Beliau (Sultan HB X) BUKAN orang biasa dan BUKAN yang dangkal pengetahuan tentang agama.

    Ada orang pintar bilang, ndang na sai ingkon jolo jama on api asa dohonon mohop do api (kita mengaku api itu panas, tidak mesti harus memegangnya sendiri dulu). Pengalaman orang lain yang telah mengalami sendiri pun barangkali sudah cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga.

    Hata i hata tambaan (Silahkan ditambahi)
    atau ‘lapatannya’
    Monggone…saya punya banyak…hai (Logat Jepang mode on, kayak iklan salah satu produk)

  7. rully_fs

    @mulawarman
    ayat2 ini saya posting dari blognya ratu adil

    Q 9:39
    Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya ***

    Q 9:73
    Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.

    Q 2:216
    Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal hal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal hal itu amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak (pula) mengetahui.

    Q 5:33
    Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka di*** atau di***, atau di*** tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar.

    Q 4:89
    Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling (berubah agama), tawan dan ***lah mereka di mana saja kamu menemuinya

    Q 9:5
    Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka ***lah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian.

    Q 5:45
    Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka luka (pun) ada kisasnya.

    Q 9:123
    Hai orang-orang yang beriman, ***lah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

    Q 8:12
    (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka ***lah kepala mereka dan ***lah tiap-tiap ujung jari mereka.

    a. *** tangan pencuri.
    “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, ***lah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” – Q.S. Al-Maidah 5.38.

    b. ***

    c. *** istri yang tak patuh.
    “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan ***lah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” – QS. An-Nisaa 4:34

    d. Hukum mati murtadin.*** Saya akan *** mereka sesuai dgn pernyataan Rasulullah, ’siapapun yang mengubah agama Islamnya, *** dia.’ (H.R. Bukhari Volume 9, Book 84, Number57)

    BATAK NEWS: terima kasih, rully, engkau telah mengutip beberapa ayat yang ditanya oleh mulawarman. tapi maaf, terpaksa sebagian kuhapus/kusamarkan isinya. biarlah mulawarman sendiri membacanya dengan membaca kitab di rumahnya, yang penting ayatnya sudah kaukutipkan tertulis di mana.

    seperti sering kutulis di blog ini, aku tidak mau menelan bulat-bulat semua doktrin agama. tidak hanya islam, dalam agama lain pun ada doktrin yang tidak baik. jadi kita sebagai umat harus menyaring, mana yang relevan dan baik kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan mana yang tidak. sekali lagi, terima kasih, rully.

    buat pembaca lain, bila ada yang ingin bertanya/membahas kutipan ayat-ayat di atas, maka akan langsung kuhapus. rully mengutip ayat ini adalah untuk mulawarman.

  8. krisna

    @mulawarman

    loh… yang disalahin nggak toleran kok yang nonmuslim ya? Kalau non muslim risih ada orang muslim tidak mau memberikan ucapan selamat… jadi untuk hal ini yang nggak toleran yang nonmuslim ya…he he he, udah kebolak balik nih otak… Kalau gitu, misalkan umat Islam protes karena perlakuan yang menyinggung perasaan umat Islam oleh orang lain, yang nggak toleran umat Islam dongg… ha ha ha..

    Betul memang bahwa toleransi tidak berarti harus ikut berhari raya, tapi toleransi yang tulus adalah yang benar-benar ikut bergembira saat orang lain bergembira, yang benar-benar ikut berduka saat orang lain berduka. Toleransi adalah kata lain dari kata “bersahabat”.

    Toleransi memang bukan berarti ikut merayakan hari raya, tapi tidak bersedia memberikan ucapan selamat hanya karena itu adalah hari raya orang lain, itu JELAS BUKAN TOLERANSI. Kenapa kita tidak berpikir bahwa “aku memberi selamat kepada orang lain berarti aku telah membuat orang lain senang, aku pun akan ikut senang”.

    Tentang poligami. Aku mau tanya deh kepada kita-kita yang mengaku laki-laki. Apa yang akan kita rasakan dan apa yang akan kita lakukan jika istri kita ternyata mendua? Apalagi jika istri kita ternyata minta izin menikah lagi? Kalau kita merasa marah, merasa disepelekan, merasa dihina… ITULAH YANG SEBENARNYA DIRASAKAN OLEH KAUM WANITA UMUMNYA YANG AKAN DIMADU.

    Katanya orang boleh monogami kalau mampu, lha kalau dalam hal ini yang mampu adalah yang wanita? Harusnya boleh poliandri kalau dengan pola pikir seperti ini. Katanya baru boleh berpoligami kalau wanita sakit, tidak bisa memberi keturunan dll. Lha.. kalau yang sakit yang pria? Kalau yang mandul yang pria? Boleh dong poliandri? Mikirnya yang konsistenlah…

    Kawan, saya menolak poligami karena jelas itu akan menyakiti istri saya, wanita yang saya cintai. Kalaupun ada wanita lain yang bersedia dipoligami, itu bukan urusan saya, saya tetap menolak paham poligami… Ini tidak terkait dengan agama, tapi lebih pada prinsip…

    Kawan, jika kita memikirkan pikiran-pikiran yang tidak baik tentang orang lain, bukan orang itu yang akan mengalami perwujudan pikiran negatif tersebut, tapi diri kita sendirilah yang akan mengalaminya. Jika kita berpikiran positif tentang orang lain, berpikiran dalam suasana kasih/cinta, kita jugalah yang akan menerima manfaatnya. Maka dari itu, kecurigaan hanya akan menuai kecurigaan. Ketulusan akan menuai ketulusan…

  9. krisna

    @ mulawarman lagi

    He he he beranikah Anda menerima bahwa ternyata ada tetangga Anda yang begitu baik, begitu ramah, senang membantu tanpa pamrih ternyata adalah orang yang tidak percaya TUHAN, tidak punya agama, ternyata orang yang Atheis sejati….

    Rasanya orang Indonesia secara umum belum berani dan belum siap menerima hal ini. Oleh karena itu, tidak perlu kiranya kita menantang orang lain dengan hal-hal ini. Cukuplah kita urusin diri kita sendiri dulu…

    Salam

  10. Ali

    Seperti yang muslim ketahui, bahwa penyebaran Islam oleh Nabi Muhammad SAW melalui jalan yang penuh aral dan rintangan dengan berbagai perang selama bertahun2..
    Dan seperti kita ketahui juga, bahwa dalam islam dikenal namanya “asbabun nuzul”, yaitu sebab2 diturunkannya suatu ayat dalam AlQuran.
    Maka menurut pemahaman saya wajarlah kalau dalam beberapa ayat AlQuran terdapat kata2 yang keras, karena terkadang ayat itu merupakan suatu jawaban dari pertanyaan orang, atau juga mungkin suatu motivasi dari Allah SWT kepada umat muslim kala itu yang mungkin kelelahan dan mengalami patah semangat dsb. Dan tak bahkan tak jarang pula ayat2 itu justru turun disaat peperangan sedang berkecamuk.

    Dan masih menurut pemahaman saya, ayat2 itu tak seharusnya diaplikasikan dalam kehidupan sehari2, karena tujuan awal dari ayat itu adalah untuk keadaan perang.

    Keadaan ini sangat berbeda dengan penyebaran Kristen oleh yesus, dimana Yesus disini hanyalah menjadi penyebar agama (dalam hal ini bersifat religius). Dan dalam sejarah Yesus pun, tidak pernah ada yang namanya peperangan.
    Berbeda dengan keadaan pada saat Nabi Muhammad, dimana Muhammad disini berperan ganda sebagai panglima perang yang menjaga umatnya, rasul (sisi religius), politikus (mengubah sistem kesukuan menjadi bangsa yg bersatu),dsb. kalau ingin lebih jelas silahkan baca buku kalau tdk salah judulnya Mohammed…??? penulisnya orang barat, ahli keagamaan &Tuhan, seorang Christian.

    Untuk masalah Jihad Osama, Amrozi cs dsb… Saya berani katakan itu Haram. Karena aksi2 pengeboman itu sangatlah merusak dan tidak mengena sasaran. warga sipil yang tidak tahu apa2 jadi korbannya.
    Kalau mau jihad beneran ya arena peperangan saja..yang sudah jelas sasarannya. Dan yang lebih baik lagi ya kita berjihad dengan menjadi “pintar”, agar tidak dibodoh2in oleh Amerika (sasaran Amrozi cs).

    untuk masalah lainnya, seperti toleransi, keadilan, humanis, serta isme2 lainnya..saya setuju dengan Bang Jarar.

    BATAK NEWS: hebat, kawan. aku setuju 100 persen dengan komentarmu. itulah yang kubilang selama ini kenapa aku tidak mau menelan bulat-bulat semua doktrin agamaku. kupilah-pilah mana yang relevan dan baik kuterapkan dalam kehidupan sehari-hari. aku setuju dengan pendapatmu bahwa ayat-ayat yang “keras” dalam islam itu memang baik dan relevan pada zamannya, yaitu saat rasulullah menyebarkan agama islam dan kondisinya perang. tapi sekarang, di indonesia, apakah kita mau menerapkan ayat-ayat yang keras itu? sekarang yang perlu adalah kita umat muslim “berjihad” melawan hawa-nafsu sendiri, berjihad dengan menuntut ilmu, berjihad membasmi korupsi, berjihad membantu orang miskin dan korban bencana, dll.

    sekarang bukan zamannya lagi berjihad mencari-cari orang kafir dan membunuh mereka. apalagi kayak fpi, kubaca berita tadi, fpi merazia orang-orang yang tidak berpuasa. bah, bah, fpi berlagak kayak tangan-kanan TUHAN atau malaikat. orang tak mau puasa kek, itu dosa dia sendiri kok. kalau cara-cara seperti fpi ini terus berlangsung di indonesia, maka islam akan [terus] tercitrakan sebagai agama yang penuh pemaksaan dan kekerasan. sehingga umat lain pun akan takut melihat kita [islamofobia].

  11. David_n

    Salam damai aja Bang Jarar dan Kang Mulawarman.
    Mungkin Lae Jarar baiknya menurunkan sedikit uap darah batak abang.
    Lebih baik kita lebih mencari dan menonjolkan persamaan bukan perbedaan
    (yang sudah pasti banyak,,dan hanya perlu direnungkan dalam hati)
    Tapi kalau memang Lae Jarar tertantang untuk expose tentang Agama dan sisi toleransinya tentu tujuannya mempersatu kita disini pecinta blog beliau. Kalau tidak kenapa tidak keluar saja dari blogger Bang Jarar yang emosian :D
    Bang Salam untuk kakak dan bere dirumah (jangan lupa juga untuk Dessy)
    Abang ga cape kah balas comment dari kami2 ini??

    JARAR SIAHAAN: tak bisa kuturunkan uap darah batak itu. :D lebih nikmat begitu, apa adanya, blak-blakan. jelas, tujuanku adalah agar orang-orang yang berbeda agama bisa semakin terbuka pikirannya untuk menerima perbedaan, toleransi. dan kalau memang tak suka dengan artikel-artikelku, seperti katamu, ya sudah, jangan lagi berkunjung ke blog ini. gitu aja kok repot, kata gus dur. :D karena lagi puasa, memang agak terasa juga “capek” menjawab komentar-komentar.

    tenang sajalah, nanti, kalau misalnya aku benar-benar tak sempat lagi menjawab komentar, akan kujawab dengan ikon ini saja :D [kalau aku setuju] atau 8O [kalau aku tak suka]. he-he-he….

  12. krisna

    @Ali
    Bukunya berjudul Mohammad, karangan Karen Armstrong, seorang penulis ahli di bidang keagamaan. Karyanya yang paling ngetop adalah The History of God, Sejarah Tuhan. He he he bukan promosi loh…

  13. Johans

    Ah, makin cinta saza aku sama lae ini. Untung saza kau lelaki. Kalau cewek, sudah kulamar kau. Hehe.
    Memang benar ada 3 ungkapan yang mengatakan:
    1. “Orang dewasa adalah orang bisa menertawakan diri sendiri”. Ungkapan lainnya mengatakan:
    2.”Menertawakan diri sendiri adalah satu langkah menuju kedewasaan”. Ada satu lagi, dari Warkop:
    3.”Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang”.

    Jadi orang atau golongan yang tidak bisa menertawakan dirinya sendiri adalah golongan manusia yang belum atau tidak dewasa. Perlu usaha keras untuk mencapai pengertian bahwa tertawa atau humor adalah hal yang sangat manusiawi. Manusia akan seperti robot kalau dilarang mempunyai sense of humor tentang apapun itu. Barangkali Tuhan pun sedang tertawa ketika melihat manusia ciptaanNya sedang berimajinasi yang lucu atau berparodi mengenaiNya. Sementara manusia lain malah merasa tersinggung dan sibuk “membela”Nya.
    Jadi tertawalah sebelum ada fatwa yang melarang orang untuk tertawa.
    Ha ha ha ha ha ha ha ………………………………

  14. Syallom (salam damai sejahtera)
    ini pertama baca blog ini….i think it’s a good blog…:D. kristen dan islam sebenarnya bersaudara….berawal dari keturunan Abraham (dlm Kristen) ato Ibrahim (dlm Islam). Orang Kristen keturunan Ishak dan orang Islam keturunan Ismail…… Kristen dan Islam bersaudara satu bapak (Abraham/Ibrahim) beda ibu (Kristen = Sara, Islam = Hagar (dr Alkitab))

    Sudah sepatutnya sesama saudara hidup berdampingan dan saling tolong menolong, walaupun benda keyankinan dan pendapat. tp itu yang membikin dunia ini menjadi seru…en asik… :D menurut saya Indonesia sudah pas dengan pancasila dan Bhineka tunggal ika-nya…..karena memang Indo. sangat heterogen…. klo saya berpendapat lebih baik saat ini kita berlomba2 berbuat baik….berlomba2 menabur kasih …. “klo kita berbuat baik kepada orang yg berbuat baik ama kita apa gunanya?” majuterus batak news….

    BATAK NEWS: syalom. aku setuju, kawan, islam dan kristen bersaudara.

  15. @ Indra

    Syalom juga….. Tapi kalau aku, kata ayahku, termasuk keturunan si Raja Batak yang beranakkan Tetea Bulan (yg satu lagi Isumbaon), kemudian beranakkan Saribu Raja, lalu beranakkan si Raja Lontung (yang kemudian beranakkan Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Aritonang, Simatupang, Siregar). Makanya warna kulitku pun asli kulit orang Sumatera umumnya: agak-agak legam–tidak putih seperti Jahudi atau Arab. He-he-he… Terus, aku menjadi Kristen karena orangtuaku kebetulan beragama Kristen, yg sejauh ini masih nyaman dengan agama tsb.

    Agama kakek buyutku masih ‘Parmalim’, asli agama Batak, bertuhankan Mula Jadi Nabolon, Sang Pencipta yang Maha Besar. Bisa kubayangkan, andai dahulu kala para penyebar agama (Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dll) tak mampir ke Sumatera, pastilah agamaku (entah apapun sebutannya) Parmalim. Karena itulah sejak kecil aku tak mau terjebak di ‘keramba’ agama; siapapun dia akan menjadi kawanku, kalau dia mau kujadikan kawan. Siapapun dia akan kujadikan saudara, kalau dia mau kuanggap saudaraku.

    Itu sebabnya ketua Parmalim, pak Monang Naipospos, kusayangi sebagaimana aku menyayangi kawan dan saudaraku yang lain. Bukan karena alasan: sesama keturunan nabi Abraham atau Ibrahim.

    Horas…!

  16. JANGAN BINGUNG KAWAN LEWAT BATAK NEWS KITA BUBARKAN ITU SBY DKK. TERMASUK YUSUF KALLA DAN BAKRIE, KITA JADIKAN ROTI AJA MEREKA-2ITU KAWAN.

    AKU YAKIN MEREKA ORANG YANG BERAGAMA TAPI TDK PAHAM AGAMA

  17. @suhunan

    wah jalan keturunan yg panjang…:D salah satu yg saya kagumi dari orang btak, mereka mempunyai daftar keturunan dari buyut, cicit, ampe keturunan ke 7…(mungkin lebih…:D)….sy sdr orang jawa…di keluarga sy tidak ada daftar silsilah…:D

    ke dua orang tua saya dulunya muslim, ayah sy duluan masuk Kristen, kemudian ibu sy juga msk Kristen. merka nikah di gereja…
    Sy sdr semat mempelajari semua agama untuk mencari kebenaran. dan akhirnya sy mantap di Kristen…..

    keluarga besar sy keluarga pancasila…jd sy anggap semua perbedaan itu indah…:D

    krn klo kita saling mencela akhirnya kita ribut sdr en baku hamtam…jdnya sakit semua…(capek deh…)…

    sy bersyukur Tuhan itu sangat baik, yg memberikan hujan pada orang jahat dan baik, yg memberikan nafas ama orang baik dan jahat….jd pikir sy ngapain kita menghakimi sesama manusia? kita lebih mulia dari malaikat, tp kita bukan malaikat…..

    klo kita tau kakek nenek kita sdh berbuat jahat, sebaiknya kt tidak berbuat yg sama. karena kita sudah dibekali dengan agama. agama diambil dari 2 kata. a = tidak, gama = kacau, agama = tidak kacau. tp klo pemeluk jd pada kacau……apa kata dunia????

    peace….

  18. legolaslivein9th

    Gus Rul ngaco kamu :) SBY n JK bukan gak paham agama tapi mereka TIDAK turun ke rakyat jadi gak tahu situasi di bawah,skali turun mereka di ekspose (emang itu tujuannya kalee) ma press,senengnya press…senengnya SBY-JK!!! jadi sampe sekarang mereka cuma dengar ‘bisikan2′ dari kacung2nya..gak jauh beda waktu zaman Gus Dur dulu….. kapan ya ada soekarno kedua (yang berani nentang inggris n US…..)

  19. comment saya…
    pada dasarnya gada orang yang mau diejek atau ditertawakan
    dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung
    adat, agama, ras bahkan nama orang tua sekalipun
    bukan untuk diejek ato dipermainkan
    tapi kalo ada yang ngerasa fine2 aja dengan hal itu
    pasti punya pemahaman yang berbeda
    coz setiap manusia ingin dihargai