Toba Samosir Tapanuli

Jarar Siahaan Penulis Berita Batak

Menari Bugil Tengah Malam, Dituduh Pelihara Begu Ganjang

18 Komentar

[jarar siahaan; batak news; bekas kepala desa]

Warga sebuah desa di Tobasa, Sumut, menyewa seorang dukun Rp 7 juta untuk membuktikan seorang kakek memelihara begu ganjang alias hantu suruhan.

Hampir setiap tahun ada kabar begu ganjang di kabupaten-kabupaten di Sumut. Begu ganjang adalah, konon, hantu peliharaan yang bisa disuruh pemiliknya untuk mencari kekayaan, dengan syarat mengorbankan nyawa manusia sebagai tumbal. Kali ini terjadi di Desa Lumban Bagasan, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Seorang warga yang sudah tua, EH [70 tahun], dituduh memelihara begu ganjang. EH pernah menjabat sebagai Kepala Desa Lumban Bagasan. Dasar warga menuduh dia adalah karena dia pernah terlihat menari-nari dengan bertelanjang di halaman rumahnya pada tengah malam, dan juga karena ada warga yang meninggal mendadak serta anak-anak di sana sakit-sakitan.

Suatu malam, sekitar pukul 00.00 beberapa bulan lalu, seorang warga memergoki EH yang bugil berlari-lari kecil sembari menari di pekarangan rumahnya. Tak lama berselang, di sebuah dusun lain berjarak 500 meter dari rumahnya, dia lagi-lagi terlihat oleh warga melakukan hal yang sama. “Waktu itu dia menari sambil mengelilingi sebuah pohon aren,” kata sumber Blog Berita Dot Com.

Kejadian selanjutnya yang dicurigai warga adalah meninggalnya seorang guru di desa itu, yang menurut mereka mati mendadak tanpa penyakit sebelumnya. Beberapa anak-anak juga dikabarkan sering sakit-sakitan.

Semua kejadian itu menurut warga adalah aneh dan perlu dicurigai. Mereka ribut, lalu meminta kepala desa “menyidang” EH. Pertemuan pun digelar. Kala itu EH mengakui bahwa dia memang pernah bugil sambil berlari-lari di halaman rumahnya. “Supaya badanku hangat saja, dan aku tidak pernah pelihara begu ganjang,” katanya.

Namun warga desa tetap tidak percaya. Maka pekan lalu mereka sengaja mengumpulkan uang untuk menyewa seorang paranormal terkenal dari Kutacane, Aceh. “Orang pintar” ini masih muda, berusia sekitar 25 tahun, seorang perempuan. Untuknya telah disiapkan uang Rp 7 juta oleh warga.

Desa heboh. Petugas dari Polsek Laguboti dan Polres Tobasa turun ke sana, berkisar 50 orang polisi. Mulai pagi hingga sore hari Desa Lumban Bagasan pun ramai didatangi warga dari sejumlah desa dan kecamatan lain. Di sebuah rumah tetangga EH, sang paranormal bersiap-siap menjalankan ritualnya. Dia meminta EH berhadapan dengannya, disaksikan kepala desa dan beberapa orang saksi. Tapi EH tidak bersedia menemui si orang pintar.

Akhirnya paranormal tidak jadi melakukan ritual, dan dia pulang setelah diberi honor oleh warga — tapi tidak lagi utuh Rp 7 juta. Hm, ada-ada saja.

Begu ganjang; kalau diterjemahkan bebas menjadi hantu panjang. Aku sendiri tak pernah tahu seperti apa wujudnya. Menurut cerita dari mulut ke mulut, begu ganjang di zaman dulu sengaja dipelihara oleh warga untuk menjaga ladang atau lahan pertanian. Di zaman sekarang fungsi begu ganjang berubah; untuk mencari kekayaan. Entah bagaimana pula caranya.

Si pemilik begu ganjang, konon, harus membunuh seseorang untuk memuluskan niat memperoleh harta itu. Dalam berbagai kasus, orang yang memelihara begu ganjang sering dituduhkan pada warga pendatang.

Asal tahu saja, EH bukanlah pendatang di desa itu. Ia lahir di sana, besar di sana, bekerja sebagai petani, memiliki anak-cucu, dan … hidupnya dari dulu tetap miskin. [http://www.blogberita.com]

CATATAN BLOG BERITA DOT COM:

Silakan bila ingin mengutip artikel atau memakai foto dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya http://www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; http://www.blogberita.com.

About these ads

Author: Batak Toba

Demi Yesus, aku percaya Muhammad utusan Allah • Ikuti Twitter @ja_rar • Baca konten khas dan bernas di www.khas.co • Tahu nggak, menonton siaran Piala Dunia itu dosa loh menurut agama Islam. Baca di http://benar.org/do-sa

18 thoughts on “Menari Bugil Tengah Malam, Dituduh Pelihara Begu Ganjang

  1. Hahahaha, kejadiannya di kampung oppung(kakek) ku pula ini di Lumban Bagasan-Laguboti. EH – H ini bisa jadi Hutajulu, Hutahaean, Hutapea, karena di Lumban bagasan byk marga itu. :D. Kalau ada istilah Begu ganjang(hantu panjang), harusnya ada juga Begu pendek, lae. hehehehe.

  2. Ternyata di sana ada kepercayaan tentang hantu juga ya Lae. Kalau di Jawa (tepatnya di kampung saya), menari telanjang sambil mengelilingi rumah tiga kali, dipercaya bisa mengusir kekuatan jahat. Tentu saja tidak sekedar telanjang dan lari-lari saja, ada ritual yang harus dilakukan. Eh, berarti dukun itu gak ngapa-ngapain dan dapet duit gitu? Enak banget :D

  3. Menurut saya EH masih bernasib baik karena warga Lumban Bagasan masih sebatas menuduh dan memanggil dukun. Dari beberapa kasus begu ganjang yang pernah saya baca, masyarakatnya sudah melakukan tindakan main hakim sendiri, seperti di daerah Parlilitan beberapa tahun lalu. Orang yang dituduh memelihara begu ganjang, sekarat dikeroyok ramai-ramai warga satu desa dan keluarganya di usir.
    Tapi perilaku EH juga mencurigakan, menari bugil tengah malam bukanlah tindakan yang normal. Mungkin EH sedang mengalami tekanan mental yang membuatnya tidak sadar melakukan hal yang tidak masuk akal dan menimbulkan kecurigaan masyarakat.
    Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus begu ganjang di Sumatera Utara karena yang rugi masyarakat juga.

  4. Begu Ganjang..
    Ada benarnya…tetapi tidak bisa kita buktikan.
    Tidak benar, berarti kita tutup mata akan realita. Yang pasti, begu itu ada…baik ganjang maupun pendek. begu adalah perwujudan dari iblis. Adakah yang berani bilang kalo begu tidak ada? hahahha….munafik! Dalam agama manapun, iblis diakui bisa mengubah wujudnya dalam bentuk apapun. Tetapi yang menjadi pertanyaan, benarkah begu itu dikendalikan oleh manusia? Bisa ya dan bisa tidak…Iblis sendiripun bisa memasuki roh manusia. Saya sangat gembira jika memang EH tidak mau berhadapan langsung dengan sang dukun. Suatu keputusan yang tepat. Bukan berarti dia sudah pasti bersalah karena tidak mau konfrontasi. Seandainya beliau mau berhadapan dengan sang dukun, dan sang dukun memvonis EH sebagai pemilik begu ganjang. Apa yang terjadi? Massa akan bertindak keji dan bisa-bisa membunuh EH. tetapi siapa yang bisa membuktikan kalo sang dukun itu benar atau salah? Kalo pada kenyataannya sang dukun itu salah vonis? bisa berabe kan? Siapa yang bisa mendukuni sang dukun tersebut? Bukankah dukun juga manusia? Dukun pun butuh duit….

  5. EH asli warga disitu, EH termasuk terpandang ya sebelumnya (mengingat dia pernah sebagai Kepala Desa), sejak kapan dia punya “kebiasaan aneh” itu?
    apakah orang2 sekitar tidak melihat faktor penyebab “keanehan” itu terjadi, mungkin, sebelumnya dia menghadapi stress atau apalah, yg menyebabkan dia seperti itu, karena melihat alasannya “ingin menghangatkan badan” itu kog kayanya kurang make sense ya?kecuali kalo dia melakukannya dalam keadaan tidak sadar, atau gimana lah…
    sering sekali kita mendengar kata2 “orang pintar”, kalo dia pintar, masa hidup dia cuma segitu?kalo emang begu ganjang jaman sekarang, diperuntukkan untuk mencari kekayaan, aku mau pulang kampung aja lah pelihara begu ganjang, ga usah cape2 kerja di Jakarta ini….
    kalo dia pelihara begu ganjang, kog dia ga kaya2 juga?
    segitu2 aja dia?
    soal penyakit, apalagi di anak2, tolong dilihat, sedang musim apa sekarang di kampung?gimana sanitasi lingkungannya?apakah sedang ada wabah atau ga?soal mati tiba2?visum lah, kan adanya rumah sakit, jangan sembarangan nuduh orang lah…
    nanti udah dibakar rame2, eh ternyata wabah penyakit yang sebenernya malah ga dibasmi
    selanjutnya, kalo udah begitu mau salahin siapa lagi?mau bakar apalagi?

  6. Waw…Mitos masih ada di pelosok – pelosok desa… :?
    Ya, orang pintar sekarang mungkin tidak akan percaya dengan macam – macam Mitos itu, tetapi masih ada juga orang “pintar” yang percaya…
    Sebenarnya keberadaannya memang harus dipercaya sih, tetapi tidak usah berlebihan… :?

  7. satu desa kok bisa ga rasional semua? kan bisa diliat kasat mata, EH tetep miskin, kehidupannya gitu2 aja…coba duit 7 juta itu dipake buat bantu EH biar EH ga usah minta bantuan hantu….
    atau…jangan2 keliatannya EH miskin tapi depositonya banyak ya?

    *komentar paling sok tau :p

  8. Selain begu ganjang di Tapanuli itu masih ada lagi begu2 yg lain yaitu, begu attuk, dan begu nurnur. Saya tdk tau dimana bedanya ketiga begu ini. Yang jelas ketiga jenis begu ini selalu berkolaborasi untuk menciptakan korupsi, kolusi dan nepotisme dan kekacauan2 lainnya. Ketiga begu ini bisa menjadi marga apa saja. Bisa menjadi marga Sitorus, Hutahaen, Simamora, Napitupulu, dll. Sekarang ini ketiga begu ini sedang merajalela di Pemkab Tobasa dimana king,s of the Devils itu berinisial MS.

    BATAK NEWS: :D kwa-ka-kak…. sudah mulai nakal laeku ini berkomentar ya.

  9. begu ganjang??
    da sering dengar tapi belum pernah liat

    jadi sudah bagaimana sekarang perkembangan news tersebut??

  10. Bicara soal begu ganjang, jadi ingat salah seorang tetanggaku yang menurut warga sekitar memelihara begu ganjang, tapi warga tidak resah karenanya, karena dia adalah seorang dukun yang sering berhasil mengobati orang yang sakit. Warga yakin dia memelihara begu ganjang untuk menyembuhkan penyakit pasiennya secara magis. Selain itu dia juga memelihara burung hantu berwarna putih bertubuh sangat besar. Bila burung itu duduk, tingginya sama dengan tinggi berdirinya orang dewasa. Kepakan sayapnya menimbulkan suara wus yang keras akibat tiupan angin dari kepakan sayapnya. Burung itu sepertinya bukan burung hantu biasa. Burung itu hanya muncul dan terlihat oleh warga pada saat-saat tertentu namun tidak pernah mengganggu ketenangan warga. Oleh sebab itu warga tak pernah menggubrisnya. Menurut salah seorang temanku yang pernah masuk ke rumahnya, di rumahnya ada sebuah kamar yang tak boleh dimasuki oleh siapapun kecuali olehnya sendiri. Kamar itu dicurigai temanku sebagai kamar sang begu ganjang. Terkadang ketika sedang mengobati pasiennya, sesekali dia masuk ke kamar itu. Itu sebabnya warga menganggap begu ganjang dipeliharanya hanya untuk menyembuhkan penyakit pasiennya. Tak pernah pula terdengar begu ganjangnya mengambil nyawa manusia sebagai tumbal, kalopun ada, tak pernah warga sekitar yang menjadi tumbalnya.

  11. Kadang isu ini dihembuskan oleh seseorang terhadap orang lain yang tidak disukainya, lalu karna termakan isu, erosilah warga, berbondong-bondong menghakimi orang dan keluarganya yang tidak mengerti apa-apa. Lalu terjadilah jeritan dan histeris yang menyayat kalbu.

    Kejadian seperti ini beberapa kali terjadi di Riau. Setelah ditelusuri ternyata dilatarbelakangi unsur dislike..tapi nasi udah jadi bubur….

    Jangan sesekali dirimu bersekutu dengan setan…supaya tidak seperti Ebiet G Ade, kau !!.. ngerti ora ???

  12. sebenarnya yang pelihara beguganjang itu masyarakat itu juga seeehhhhh. buktinya mereka juga cari paranormal, toh sama saja antar begu ganjang dengan paranormal. kalau masyarakat tersebut meyakini bahwa bapak tua itu pelihara begu ganjang kenapa harus cari paranormal….kalau mereka takut sama Tuhan tidak perlu lah cari paranormal…yah gak…

  13. EH = E. Hutajulu ( sapa ya?????? )

    Masak ada begu ganjang di huta nami… ????????????
    Mantan kepala desa Lumban bagasan itu nggak ada yg umurnya udah 70 tahun…

    Desa Lumban bagasan itu boleh di bilang udah maju, mata pencaharian penduduknya 50% diluar dari pertanian seperti PNS Pemkab, Guru SD,Guru SMP,Guru SMA, Guru, pengusaha bengkel, tokke eme, pedagang di pekan²,supir bus makmur, supir bus pmh..dll

    Di desa lumban bagasan itu terdapat gereja HKBP paling megah gedungnya di kabupaten Tobasa….. atap rumah² di desa lumban bagasan itu rata² ada parabola… omak² disana kalau belaja kepasar nggak mau lagi jalan kaki… pasti naik becak motor

    Anak² muda desa lumban bagasan itu kebanyakan di perantauan kuliah maupun bekerja..

    Penduduk desa lumban bagasan itu sudah kenal internet… anak sekolah kalau pulang sekolah mereka kadang² mereka singgah di warnet….

    TAK MUNGKIN DI DESA KAMI ADA BEGU GANJANG…………..

    YG PASTI BEGU GANJANG ADA DI KANTOR PEMKAB TOBASA

  14. Pasti si Andi on…….. Jonok tu jabumuna do ra i Andi… ise ma naeng i ate ise mantan ni Hampung muna haroa ?

  15. lucu do memang begu ganjang on ate lae so hea binereng dope nian
    pajumpang ma jolo nian dohot au sahali bah alai menurut au umbegu dope jolma sonari sian begu ganjang ai nungga masa be angka naso hea masa ai molo pangalaho ni jolma dang olo mamunuh jolma manang manegai boru boruna manang boru ni halak, molo angka pangaloho songon on dang be pangalaho ni jolma huhilala alai nungga pangalaho ni jolma so jolma begu so begu salam

  16. Sedikit tersungging saya membaca artikel ini (benar-benar tersungging loh bukan tersinggung), Kenapa?
    karena disebutkan:

    “Namun warga desa tetap tidak percaya. Maka pekan lalu mereka sengaja mengumpulkan uang untuk menyewa seorang paranormal terkenal dari Kutacane, Aceh. “Orang pintar” ini masih muda, berusia sekitar 25 tahun, seorang perempuan. Untuknya telah disiapkan uang Rp 7 juta oleh warga.”

    Paranormal nya dari kampung tempat kelahiran ku bah, KUTACANE. Percaya ga percaya, dunia roh itu memang ada, salah satunya ya yang bernama Begu Ganjang ini, di Kutacane tahun 80-90an adalah masa paling hingar dan heboh mengenai begu ganjang ini, sampai ada huta yang namanya huta ganjang, apakah ada hubungannya dengan begu ganjang saya tidak tahu, huta ini terletak terpisah menyendiri di tengah tengah persawahan.

    Saya sendiri pernah melihat salah satu penduduk kampung kami (Haunatas, Lawe Desky), waktu itu, kebiasaan anak anak muda baru martumbur habong, suka begadang, nongkrong di depan lapo yang sudah tutup sampai pagi, Nah…saya dan teman-teman melihat dia di depan rumahnya kira-kira 100 meter jaraknya dari Lapo tempat kami nongkrong, malam itu ehh pagi itu, (nunga tahuak manuk sahali), jala nangalian muse, sampe marsamon (berembun) puangan alani ngalina, kami kira kira ada 5 orang.
    Si ***: (Memetik gitar) kalau ga salah dia lagi menyanyikan lagu Si Mardan, di iringi suara dua, tiga dan empat, dengan seperampat volume supaya ga berisik, saya sendiri ga nyanyi karena selalu di protes pales dan memang ga bisa nyanyi heeh, hanya memantik botol kosong pake mancis dan sesekali menjaga api unggun dadakan tetap menyala.

    dan lalu… ketika tatapan mata saya menerawang mengikuti arakan embun yang tebal, kelihatan lah sosok seseorang dari balik samon, makin lama makin jelas seiring berlalu nya arakan samon itu,bah…dia sedang mengadakan sesajian di depan rumahnya, di atas tunggul pohon besar, tapi dia ga se porno yang di atas, masih telanjang pake selimut loch. ketika saya niat ngasih tahu dan melirik teman-teman, ternyata mereka semua juga sudah melihat, melotot, bisu, hening, mungkin ketika saya tidak lagi mantik botol mereka sadar dan tahu apa yang sedang saya pelototi, kami cuma berani melihat dan diam saja bah, serramm kali itu. Sampai akhirnya dia masuk ke rumahnya, kami pun langsung bubar, memutuskan nginap di rumah salah seorang karena ga ada yang berani pulang kerumah sendiri-sendiri dan rencana begadang sampai pagi gagal total.

    Ga tahu sekarang gimana, apakah masih ada parbegu ganjang itu, karena saya sejak tahun ’94 pindah melanjutkan sekolah SMA di medan.
    Owh ya by the way, buat bang JJ Siahaan yang terhormat, sudah beberapa kali saya ngasih komentar di blog mu ini, tidak elok karena saya belum kenal dan tegur sapa, perkenankan saya memperkenalkan diri, dan salam gomos buat bang JJ dan keluarga. Horas

    JJ SIAHAAN: salam kembali, lae ganda.

  17. Menari-nari telanjang di halaman rumah sendiri emangnya melanggar peraturan? Sepanjang tidak mengganggu kenyamanan umum, sah-sah aja dong mau telanjang di rumah sendiri. Yang salah, yang ngintip tuh. Mungkin karena dia liat ada yang ‘ganjang-ganjang’ dan saat itu ketangkap basah ngintip, maka ditiupkanlah isu ‘begu ganjang’ ;-)

    Aya aya waek, gitu aja koq repot!!!

  18. iyach namanya memanaskan badan bukan tengah malam
    dan harus telanjang di pekaranganlah. kalau mau panaskan badan olah raga pagi saja .jangan olah raga tengah malam .olahraga apa itu.
    jadi yang lihat tidak salah karena mungkin saja dia melintas lalu di lihat.
    jadi belum tentu mengintip

    salam .Olah Raga Pagi bagus lhoo.

    simatupang