[jarar siahaan; batak news; komentarku pada salah satu komentar]

Seorang pembaca menulis komentar.

Komentar itu dia tulis pada artikelku sebelumnya. Aku suka komentarnya, lalu aku menulis tanggapan — kukutip di bawah ini.

Hehehe… ternyata sama kita Bang.. sama-sama suka Jalaluddin Rumi.
Seorang penyair yang berlari di tengah pasar sambil membawa sebatang obor dan seember air dan berkata “..akan aku bakar surga dan kusiram neraka.. agar orang hanya melakukan kehendak-Mu semata-mata karena cinta kepada-Mu dan bukan karena takut masuk neraka dan inginkan surga.”

BATAK NEWS: betul itu, kawan. banyak orang beragama melakukan perbuatan baik, seperti bersedekah, karena semata-mata ingin dapat bonus masuk surga. banyak orang yang tak mau minum alkohol dan mencuri karena menghindari neraka. jadi benar yang dikatakan rumi: banyak orang menganut agama cuma gara-gara surga dan neraka.

padahal seharusnya, kita memberi bantuan kepada si miskin karena memang begitulah seharusnya manusia, karena dorongan hati kecil kita. dan kita menghindari mencuri jangan karena takut neraka, tapi karena memang begitulah seharusnya manusia; tidak boleh mengambil yang bukan miliknya. inilah yang membedakan “penganut CINTA” dan sekadar “penganut agama” — pemeluk “agama” CINTA berbuat baik dan menghindari kejahatan karena mereka ikhlas, tanpa embel-embel; sementara yang sekadar beragama melakukannya karena punya target [masuk surga dan terhindar dari api neraka].

aku tak pernah takut masuk neraka atau surga! aku tidak peduli itu! aku berbuat baik karena memang aku harus melakukan itu. surga dan neraka bukan targetku yang utama dalam beragama. aku menghindari kejahatan karena memang aku harus begitu. tunggulah, kawan, kapan-kapan kutulis cerita pribadiku tentang BERBUAT baik — karena selama ini aku selalu ngotot bilang bahwa orang beragama tak hanya perlu BICARA baik dan menghafal ayat-ayat; justru BERBUAT baiklah [CINTA] inti ajaran agama-agama.

aku sudah lama muak melihat orang-orang yang pintar sekali mengucapkan kata-kata manis, slogan indah, kutipan kitab agama, dll. misalnya dari beberapa kawan dekatku muslim sering kudengar, “islam adalah agama rahmatan lil alamin, agama pembawa rahmat bagi semesta alam.” faktanya? apakah kawan-kawanku itu bisa menjadi penyebar rahmat bagi semesta alam? boro-boro! dia cuma memikirkan dirinya sendiri, salat, puasa, tapi ketika melihat si miskin, dia tak peduli dan melintas lenggang-kangkung saja. di kantornya, weleh-weleh, korupsinya minta ampun. dia pun asyik mengkafirkan orang.

selama aku masih nasrani, aku punya banyak sahabat kristen yang juga sering membanggakan dirinya dengan kata-kata indah. misalnya; “aku adalah garam bagi dunia”, atau “terang bagi dunia”, atau “kasihilah sesamamu manusia.” apakah dia memang bisa menjadi terang atau garam dunia? boro-boro! keluarganya sendiri sakit, dia tak peduli dan tidak membantu walau dia mampu [punya jabatan dan uang]. jadi di mana itu yang selalu disebut-sebut sebagai terang/garam dunia? omong-kosong!

jujur, AKU SUDAH MUAK! muak dengan “kalian”. banyak orang ketika menulis artikel dan berkomentar di blog selalu menuliskan kata-kata manis, seakan-akan dialah yang paling baik, paling dekat dengan TUHAN, paling duluan masuk surga [karena tak pernah absen salat, membaca kitab, kebaktian minggu, dll].

bahkan banyak yang pandai menakut-nakuti betapa seramnya neraka, seolah-olah dia sudah sering jalan-jalan ke sana. mereka bisa menjelaskan dengan rinci siksaan seperti apa yang akan terjadi di dalam kubur dan hukuman apa yang berlangsung dalam neraka. persis seperti sinetron-sinetron berlabel islam di tivi.

segera kutulis artikel tentang BERBUAT baik. supaya muncungmu dan muncungku tidak lagi bangga mengucapkan slogan-slogan kosong yang cuma manis di bibir. MUAK AKU, MUAK, SUNGGUH MUAK dengan KEMUNAFIKAN! [www.blogberita.com]

Kolom komentar di bawah kututup. Bila ingin menulis komentar, klik di sini.