[jarar siahaan; batak news; dibawa pria tegap berambut cepak]
Kristian Manurung, PNS Pemkab Tobasa yang dilaporkan hilang sejak Kamis [30/8] pekan lalu, sudah kembali ke rumahnya. Ternyata dia dibawa ke Riau oleh empat pria tak dikenal.
“Anda jangan coba-coba lagi melakukan demo dan orasi di Tobasa, termasuk masalah-masalah Bupati. Kalau tidak, semua keluarga anda akan dihabisi,” begitulah ancaman empat pria tak dikenal yang membawa Kristian Manurung dengan satu mobil Kijang Kapsul mulai dari Kota Pematang Siantar, Sumut, hingga ke Propinsi Riau.
Kristian menceritakannya kepada Blog Berita dan radio Elshinta yang berkunjung ke rumahnya Kamis [6/9] malam. Sebelumnya, siang hari, dia sudah dimintai keterangan di Polres Tobasa di Porsea. Dan sore kemarin dia pun memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Polres.
Menurutnya, empat lelaki berbadan tegap dan berambut cepak itu tidak memukul atau menyakiti fisiknya. “Tapi secara psikologis saya diancam dan ditekan,” ujarnya. “Dan selama perjalanan saya takut jangan-jangan mereka akan membuang saya entah di mana. Sebab itu saya terus berdoa dalam hati.”
Untunglah ketika mobil mereka berhenti di daerah Kandis, Riau, untuk beristirahat di warung makan, Kristian punya kesempatan untuk melarikan diri. Dia permisi ke toilet, lalu dari belakang warung itu dia pun lari dan menyetop sebuah truk.
Kepada Kapolres Tobasa AKBP Alisman Nainggolan, Kamis kemarin, Kristian juga meminta bantuan pengamanan terhadap keluarganya, dan Kapolres menyanggupi. “Karena saya akan terus mendemo Bupati. Saya pribadi sudah siap, dan tidak akan mundur selangkah pun. Supaya Tobasa lebih baik,” katanya kepada blog ini.
Selama wawancara dengan Blog Berita dan juga ketika memberikan keterangan pers di Polres, Kristian beberapa kali menyebut nama Hakim Siahaan — seorang putra Balige yang tinggal di Jakarta, yang punya koneksi berpengaruh di kalangan aparat keamanan dan kelompok premanisme.
“Dari Riau saya telepon Tulang Hakim Siahaan, minta bantuan agar saya bisa selamat pulang ke Balige. Dan Tulang Hakim langsung menelepon si *** [warga Balige yang sering disebut sebagai kepala preman -- red] dan *** [seorang perwira polisi -- red],” kata Kristian.
Selain kasus korupsi Rp 3 miliar yang melibatkan Bupati Tobasa Monang Sitorus sebagai tersangka, Kristian juga getol menyoroti dugaan korupsi Yayasan Tobamas — lembaga yang mengelola miliaran uang bantuan PT Toba Pulp Lestari. Di hadapan Kapolres Nainggolan dan wartawan di Porsea, dia membeberkan bahwa beberapa bulan silam dia juga pernah diancam oleh seorang pengurus Yayasan Tobamas.
“Katanya, orang-orang yang menyoroti masalah-masalah Yayasan Tobamas akan dihabisi. Ada dua orang wartawan saksinya,” ujarnya, sambil menyebut dua nama wartawan berinisial JS dan ES.
Dia menduga kuat, ancaman dan tekanan terhadap dirinya belakangan ini adalah karena dia ngotot mengumpulkan data dan melakukan aksi demo seputar kasus-kasus korupsi di Pemkab Tobasa, termasuk Yayasan Tobamas yang pengurusnya adalah orang-orang dekat Bupati Monang Sitorus. [www.blogberita.com]
CATATAN BLOG BERITA DOT COM:
Karena otakku sedang kurang bergairah untuk berpikir dan menulis, berita di atas belum kutulis secara lengkap. Siang ini aku akan merevisinya dengan menambahkan sejumlah detail lainnya. Mudah-mudahan kepala dan mata ini sudah akan bisa kuajak kompromi.
Silakan bila ingin mengutip artikel atau memakai foto dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; www.blogberita.com.
Berita sebelumnya terkait kasus ini:
- PNS dilaporkan hilang usai mendemo bupati
- Pancasila: Kapolres dan Bupati Tobasa ‘pacaran’
- PNS Tobasa mengamuk dalam rapat di DPRD
- Massa pro-Bupati demo
- PNS demo Bupati Tobasa, pemborong sibuk
- Polda diminta tangkap Bupati dan Sekda, maksud lo?
- Perwira Polda Sumut dituduh terima Rp500 juta pada kasus korupsi di Tobasa
- PNS menggundul kepalanya karena Bupati jadi tersangka
- Bupati Monang Sitorus resmi tersangka korupsi
- Cuma urusan pagar, Bupati Tobasa temui Kejati


7 September 2007 at 6:43 am
Syukurlah, kalau bapak Kristian Manurung sudah pulang dan kumpul lagi dengan keluarganya. Memang sangat disayangkan karena untuk membuka setiap keburukan pasti ada saja yang menghalangi dan berupaya menutup jalan kebenaran. Semoga semua bisa diatasi oleh aparat keamanan dan masyarakat Toba samosir dengan bijak dan damai.
7 September 2007 at 8:01 am
Wah syukurlah Lae Kristian Manurung sudah kembali dengan selamat. Dan semoga kedepannya hal culik-menculik ini tidak terjadi lagi.
bisa langsung minta perlindungan dari aparat hukum dan preman…..
Tapi kuat juga koneksi lae ini ya,
Selamat melanjutkan perjuangan menuntut keadilanlah aku ucapkan, semoga perjuangan itu tidak ditunggangi kepentingan POLITIK, Atau Golongan tertentu saja.
Salam…
7 September 2007 at 9:27 am
Di Pusat Kerkuasaan Negeri ini putra Batak bertarung untuk suatu posisi terhormat antara lain sebagai Ketua KPK. Di Provinsi DKI Jakarta ada beberapa putra Batak yang ingin dapat promosi sebagai Kepala Dinas pada era Bang Fauzi Bowo (beliau rajin menghadiri Pesta Bona Taon Orang Batak, jangan-jangan dia juga orang Batak barangkali ya ?). Di kampung saya Tobasa seorang Bupati kabarnya ngancam menghabisi orang jika demo. Di “parserahan” banyak orang Batak Toba khususnya memiliki kemampuan salto 9 kali, memiliki jurus-jurus maut, sehingga mampu bertarung ditempat jauh di luar kampungnya.
Seandainya orang Batak Toba semua kembali ke Toba, maka orang Toba yang tinggal saat ini di Tobasa bakal “munggil” atau “ngak tau pergi kemana. Jika diberi kesempatan yang baik, gunakan kesempatan dengan baik, dan kalau hasil pembangunan belum menunjukkan tanda-tanda baik, paling tidak “kelakuan” kita bertambah baik, bukan malah “ngancam”. Mauliate, Horas.
7 September 2007 at 10:10 am
Aku salut untuk Sang Pejuang Tobasa Lae Kristian semoga perjuanganmu untuk Tobasa Khususnya dan Indonesai Umumnya membawa berkat bagi semua, semoga Tuhan melindungimu dan keluarga dan selamat berjuang.
7 September 2007 at 11:30 am
bah…masih ada juga premanisme di toba ya? itu lae kristian kok bisa di culik? sabar ya lae manurung..perjuanganmu pasti ada hasilnya..percayalah.
kalo bupati si maup itu pasti kena batunya….hebat pula si bupati itu ,segala cara di halalkan…wah…mau jadi apa tobasa? kaya udah preman aja itu si bupati itu..kalo jago dia,coba suruh ke SIANTAR…temuin saya..paling ku gimbal dia..biar kenal siapa itu ANAK SIANTAR…
oke deh lae maurung.. berjuang terus ya! kami mendukungmu..semoga Tuhan menyertaimu dan keluargamu disana..amin
horas…horas..
7 September 2007 at 2:10 pm
Wah, syukurlah kembali dengan selamt. Takutnya malah kayak Munir, pergi untuk tidak kembali…
7 September 2007 at 3:42 pm
THANKS GOD. bang Kristian kembali dengan selamat. Pak Polisi tolong donk diusut tuntas siapa penculiknya, motifnya …pasti *************
7 September 2007 at 4:57 pm
Salah satunya berinisial JS? Jangan-jangan itu bang Jarar ya?
Hati-hati lah bang, jangan sampai kau diculik pula…
JARAR SIAHAAN: untunglah, setahuku, sedikitnya ada empat orang wartawan di balige yang berinisial js.
7 September 2007 at 5:58 pm
Sukurlah. Tapi dari Pematangsiantar hingga ke Kandis, itu butuh waktu kurang lebih 8 jam. Selama itu, mungkin sudah banyak pembicaraan antara mereka. Atau kalau memang tujuannya mau diculik atau dihabisi, tak mesti kan ke Riau? Maksudku, sudah jelaslah itu siapa pelaku. Suruh aja polisi nangkap. Atau ada versi cerita lain?
7 September 2007 at 10:49 pm
Wah, senang mendengar lae Kristian sudah kembali lagi ke rumahnya. Tapi masih harus tetap waspada bah,,kalau masih doli2 enak bisa berondok dimana saja, diri sendiri yg perlu diselamatkan, tapi kalau sudah berkeluarga-berat juga ini. Karena kalau licik si penjahat itu bisa saja anaknya yg diculik. Semoga semuanya baik-baik saja dan berjalan damai. Horas!!
10 September 2007 at 6:19 pm
Ide goblok apalagi yang melatarbelakangi terbentuknya yayasan tobamas!! Lae Jarar, kalau tidak keberatan, tolong kutip dulu siapa pendiri dan pengurus yayasan tobamas ini. Biar tau dulu seluruh pembaca blog ini siapa badut-badut yang tidak lucu itu.
PT Toba Pulp Lestari ( Indorayon) telah membabat seluruh pohon di tapanuli. Truk-truk pengangkut log-log kayu itu telah merusak jalanan yang dilaluinya. Entah apa lagi yang telah dirusak oleh mereka? Lae Kristian Manurung, teruslah berjuang. Kami berdoa untuk perjuanganmu.
BLOG BERITA: seingatku, aku pernah menyimpan berkas daftar nama pengurus yayasan itu. nanti kucari dan kutuliskan di sini, lae.
10 September 2007 at 10:20 pm
Bah..mantaf fuang..udah kayak di pilem nampakku TOBASA , ada penculikan dan ancaman…
Alai tahe..dang anak ni raja be huroha na mian di Tobasa ateh, dah main kekerasan dan intimidasi poang..dang adong be loloan manang uhum na boi pasidungkon i?, Ai Sintua ni Aha do Bupati i?, Sintua ni maling do i? kalo ngga mau di kritik ngga usah jadi bupati bah….
JARAR SIAHAAN:
laeku, tolong lain kali buat juga terjemahan komentar ke dalam bahasa indonesia, agar kawan-kawan kita non-batak bisa paham. terima kasih.
15 September 2007 at 1:35 pm
mudah2 an masih banyak ke amangboru ini …….
selamatlah kita dari kehancuran …..
15 September 2007 at 1:44 pm
songon i negara ta on …….
gabe marbaju dinas do angka pareman ….
digaji pamarenta muse do i …..
iiii …….
tu tulang manurung selamat berjuang ….
semangat …………..
16 September 2007 at 3:16 pm
Sebelumnya kami sempat mengacungkan jempol kepada Poldasu, dimana mereka dikabarkan telah menetapkan Bupati Tobasa Sintua Drs. Monang Sitorus, SH MBA menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi Rp. 3 miliar. Tapi sekarang kami sudah kurang percaya melihat kinerja Poldasu yang tidak kunjung melayangkan surat permintaan izin pemeriksaan tersangka Bupati Tobasa kepada Presiden.
Akibat itu kami dari Forum Anti Kekerasan dan Anarkis ( FAKA ) selaku pelapor utama kasus korupsi Bupati Tobasa dalam waktu dekat akan langsung melaporkan kasus lambannya Poldasu menyidik kasus korupsi yang melibatkan Monang Sitorus ke KPK, Kejagung, Kapolri dan Presiden RI.
Adapun LSM yang akan berangkat ke Jakarta adalah FAKA, GATAL, PETOSA, yang bergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Pegawai Negeri Sipil Anti KKN bersama sama dengan sejumlah Anggota DPRD Tobasa. ” terserah, mau ditanggapi silahkan, tetapi kami tidak mau mundur, tetap berjuang membebaskan Tobasa dari pelaku koruptor ” sampai titik darah penghabisan kami tetap memperjuangan pemberantasan korupsi di Tobasa “.
28 September 2007 at 3:26 pm
memang gak perlu tobasa itu menjadi kabupaten, karena kita sendiri belum siap kesana, termasuk orang-orang pangaranto yang katanya sudah berpendidikan tapi kenyataannya pangaranto yang lebih banyak membuat masalah di hitaan. Kalau kita urut-urut dari tahun 70-an banyak pangaranto yang pulang ke kampung tapi membawa efek-efek negatif seperti ganja, type-type preman, dan sekarang banyak juga mereka yang tinggal dikampung dan menjadi orang-orang yang ingin menikmati dana-dana kabupaten tobasa. Balige yang dulu begitu bagus, sekarang sudah seperti rimba yang didiami oleh harimau-harimau yang siap menerkam apa saja tanpa memperdulikan orang lain. Apalagi Bupati sekarang, yang tidak pernah tinggal di tobasa dan buta mengenai tobasa. Spa yang kita harapkan dari dia?? kecuali proyek kecil-kecilan yang membuat kita bisa anggar jago di kampung,……