[jarar siahaan; batak news; anggaran rutin dipotong 15 persen]

“Saudara agar minta maaf sama Pak Bupati,” kata utusan Sekda itu. Spontan, Kristian Manurung pun menggebrak meja.

Kristian ManurungMenjelang sore tadi cuaca di Kota Balige mendung, dan disusul hujan. Pada waktu bersamaan suasana dalam ruang rapat di lantai dua gedung DPRD Kabupaten Tobasa memanas; sejumlah anggota legislatif dan pejabat eksekutif sering terdengar berbicara dengan suara keras. Para wartawan, termasuk Batak News, tidak diperbolehkan masuk ruangan meliput jalannya rapat. Para kuli tinta pun hanya bisa mengintip dan menguping dari celah pintu. Wakil Ketua DPRD Baktiar Tampubolon beberapa kali bersuara kencang. Begitu juga Kristian Manurung [lihat foto], seorang PNS, yang mengungkap berbagai penyelewengan di tubuh pemkab.

Sedikitnya 10 orang PNS “anti-Bupati” hadir dalam rapat dengar-pendapat itu dan menyampaikan keluhan mereka kepada Komisi I DPRD. Antara lain Kristian Manurung, Sahala Siahaan, Poltak Siahaan [honorer], Lisbet Siahaan, Gunsel Tamba, ME Sihotang, dan SDH Simanjuntak. Mereka ini adalah PNS yang beberapa kali ikut mendemo Bupati Monang Sitorus berkaitan kasus dugaan korupsi dana Rp 3 miliar yang tengah diusut Polda Sumut, di mana Bupati telah dijadikan tersangka koruptor.

Sementara Pemkab Tobasa diwakili Asisten I Setdakab, Arusdin Sagala, yang ditugaskan oleh Sekda. Arusdin didampingi oleh antara lain Kepala Dinas Pendidikan Hulman Sitorus, Kabag Hukum Tito Siahaan, dan Kabag Tata Pemerintahan Ombang Siboro. Anggota DPRD yang hadir antara lain Ketua Dewan Tumpal Sitorus, Wakil Ketua Baktiar Tampubolon, Ketua Komisi I JMP Sitorus, Parulian Gurning, Parade Manurung, dan Jonggara Manurung.

Setelah para PNS menyampaikan unek-unek secara lisan dan tertulis, usai makan siang adalah giliran Asisten I Arusdin Sagala berbicara mewakili Pemkab Tobasa. Tapi tidak satu pun keluhan dan tudingan para PNS itu yang dijawab secara tegas oleh Arusdin. Malah jawabannya memancing amarah PNS.

Arusdin berkata kepada para PNS itu: “Kami hanya bisa menampung aspirasi Saudara-saudara. Dan ada baiknya Saudara meminta maaf kepada Pak Bupati, tapi ini pendapat pribadi saya.”

Sontak saja Kristian Manurung berdiri dan langsung menggebrak meja. “Apa!” Dia hendak bergerak menuju Arusdin, tapi rekan-rekannya menahan dan memegang tubuhnya. Para wartawan pun langsung membuka pintu dan masuk sebagian.

“Minta maaf? Kami yang sudah jadi korban intimidasi tapi kami yang harus minta maaf? Kalian itu yang justru merusak karir kami! Merusak masa depan kami!” teriak Kristian. Rekan-rekannya menimpali: “Apa artinya Saudara dipanggil ke rapat ini kalau cuma untuk menampung!” Dan tak lama kemudian rapat pun usai.

Kepada pers, Wakil Ketua DPRD Baktiar Tampubolon, JMP Sitorus, dan Parulian Gurning mengatakan, sangat banyak keluhan para PNS tersebut seputar kinerja Bupati dan Sekda yang dinilai berbau KKN. “Sikap kami DPRD tegas, supaya Saudara Bupati menghentikan intimidasi terhadap PNS, seperti dengan non-job dan mutasi. Dan kami akan membuat ini secara tertulis kepada Bupati,” kata JMP.

Sejumlah keluhan PNS itu ialah, seringnya PNS ditugaskan tidak sesuai tupoksinya; ada beberapa pejabat eselon II yang ditempatkan pada jabatan yang tidak sesuai dengan keahlian, kemampuan, dan latar pendidikannya; dan PNS yang tidak disukai langsung dimutasi.

Salah satu contoh penempatan pejabat yang tidak tepat ialah ketika dulu Kristian Manurung, yang berlatar orang Dinas Pendidikan dan sudah mengecap banyak pengalaman, dimutasi ke Dinas Lingkungan Hidup. Juga ME Sihotang, Kepala SMA Negeri 1 Balige, yang diduga tidak disenangi Bupati sehingga dijadikan pengawas di Dinas Pendidikan — kasus ini membuat ratusan siswa mogok belajar dan berdemo setiap hari selama seminggu ke kantor bupati dan DPRD.

Sekda memecat pegawai karena ikut demo
Sementara itu Parulian Gurning menyebut Sekda Liberty Pasaribu telah merekayasa surat pemecatan terhadap seorang pegawai honorer, Poltak Siahaan, karena dia ikut berunjuk rasa beberapa hari lalu. Blog Berita Dot Com juga mendapatkan fotokopi surat dimaksud. Yaitu sepucuk surat yang diteken Sekda, ditujukan kepada Kadis Pasar, dengan isi pokok agar Poltak dipecat.

“Sehubungan adanya unjuk rasa pada 22 Agustus 2007 …, salah satu pengunjuk rasa adalah … Poltak Siahaan, diminta kepada Saudara agar memberhentikan tenaga honorer tersebut dengan alasan menurunkan martabat bangsa dan negara,” begitu bunyi surat Sekda Pasaribu.

Selain alasan yang terkesan dipaksakan — “menurunkan martabat bangsa dan negara” — hal yang aneh pada surat ini adalah penulisan tanggal. Pada baris tanggal surat tertulis 27 Juni 2007. Ini aneh. Artinya, surat ini dikeluarkan jauh sebelum Poltak ikut mendemo Bupati. Ada sumber yang menyebut hal ini disengaja agar berpengaruh pada karir Poltak; agar dia terganjal saat pengangkatan honorer menjadi CPNS tahap berikutnya, seperti sudah diprogramkan pemerintah pusat.

“Ini kan surat yang aneh. Sekda itu sudah seperti paranormal. Maka saya tegaskan, Sekda layak dicopot. Apakah PNS tidak boleh menyampaikan aspirasinya? Apakah masuk akal bila hal itu disebut menurunkan martabat bangsa dan negara?” kata Parulian.

Anggaran rutin dipotong 15 persen
Satu kasus dugaan korupsi baru juga diungkapkan para PNS ini kepada DPRD. Mereka mengaku atasan mereka di kantor bupati selama ini telah memotong anggaran rutin sejumlah instansi hingga 15 persen. Tidak disebutkan masuk ke kantong siapa duit yang disunat itu.

“Jadi bukan cuma anggaran proyek, anggaran rutin pun, seperti biaya perjalanan dinas PNS dan insentif, telah dipotong. Mau makan apa lagi para PNS di Tobasa ini!” ujar JMP Sitorus. “Maka bila semua data telah kami peroleh secara lengkap, tidak tertutup kemungkinan Dewan akan mempergunakan hak interpelasi.”

Sehubungan kasus-kasus yang diadukan PNS ini, Baktiar Tampubolon mengatakan, “Bupati telah gagal membina PNS. Bukan pembinaan yang terjadi, tapi pembinasaan. Mematikan karir.”

Baktiar berjanji, DPRD akan berupaya maksimal memperjuangkan hak-hak para PNS ini. “Bila perlu kita surati Gubernur dan Menteri Dalam Negeri,” katanya. [www.blogberita.com]

Berita sebelumnya terkait kasus ini:

Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; www.blogberita.com.


  1. Rim Marluat Napitupulu

    Bupati yg benar2 otoriter, tangan besi. Kok di jaman demokrasi seperti sekarang ini kenapa PNS2 itu tdk boleh mengungkapkan aspirasi mereka. Kalau begini apa dong gunanya reformasi? Apa dong gunanya tumbangnya Soeharto sebagai simbol diktator di negeri ini? Bukankah perbedaan pendapat itu merupakan kekayaan berpikir yg harus diungkapkan? Kalau pemimpinnya begini, kapan Tobasa bisa maju menuju TOBAMAS seperti yg didengung2 kan Bupatinya selama ini. Hal2 diatas menunjukkan terjadinya kemunduran kepemimpinan di Tobasa. Setelah Tobasa menjadi Kabupatne tak ada Bupatinya yg benar, Sahala Tampubolon sarat KKN, terutama yg satu ini si Monang Sitorus buruknya bukan main. Sudah KKN otoriter lagi, yg dalam bahasa kerennya biasa disebut Udah jelek nggak bisa bahasa Inggris lagi.

    Ayoooooo Para PNS Tobasa! lakukan terus perlawanan terhadap Bupati, jangan menyerah, tumbangkan dia bila perlu sampai masuk hotel Prodeo, tekan kejaksaan supaya objectiv menangani kasus Korupsi 3 Milyar.

    Khusus untuk Bapak M.E Sihotang (Mantan kepala SMA Negeri 1) dan mantan guru kimia saya dulu di SMA Negeri 1, saya menyampaikan sympati atas ketidakadilan yg dilakukan oleh Bupati Tobasa. Semoga Pak Sihotang tetap semangat dan sukses, karena untuk mengabdi kepada bangsa dan masyarakat bukan hanya melalui kepala SMA NEgeri 1 Balige, tapi melalui apa saja tergantung bagaimana kita menempatkan diri kita. Ingatlah! jabtan itu hanya lah sebuah amanah, yg sifatnya sementara.

  2. Laguboti man_singapore

    Salah satu yang sanagt saya sesalkan terhadap masayarakat tobasa, kenapa dulu memilih bupati yang sekarang. Hanya dengan uang Rp 100 000 ribu mereka menjerumuskan nasib Tobasa ke masa depan yang suram. Kalo mereka memilih bupati berdasarkan program-rogram mereka yang menarik unutk memajukan Tobasa dengan konsep pembangunan yang berkelanjutan saya yakin tidak akan terjadi huru-hara politik seperti sekarang ini.

    Sekarang pekerjaan sekda adalah menciptakan skenario pemecatan orang yang bereseberangan dengannya yang tentu memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Dia tidak akan memikirkan lagi bagaimana “design schematic” pembangunan Tobasa.

    Tidak jalannya pembangunan di Tobasa sama persis dengan Kota Depok . Tidak pintarnya sang bupati mengakomodir kepentingan semua pihak menyebabkan dia tidak bisa melaksanakan program-nya.

    Bupati mesti banyak belajar dari SBY bagaimana mengakomodir kepentingan2 yang berseberangan dengannya. Bagaimana dia menjinakkan organisasi yang dia rasa anggap bisa memjadi pengahalang.

    HABIS BUPATI BELAJAR DARI MAFIA DL Sitorus sih.!!!!!
    Mafia mana kenal dengan istilah demokrasi….kalo kita tanya bupati dan sekda tentang demokrasi.. aku yakin dia nggak ngerti……!!!!

  3. Lokkot_lah

    Mana Mr Hamonangan Siagian??? yang dulu bela2 bpt koruptor ini??? Kata Mr Hamonangan Bpt Monang hebat, telah berhasil membangun Toba Samosir, mana??? Biaya perjalanan dinas PNS saja dikorupsi!!! RAKUS SEKALI Buapti ini!!! Kaget yach lihat duit???

    Sekdanya marga Pasaribu inipun otakknya nggak beres!!! Masa’ menyampaikan aspirasi dituduh menurunkan kmartabat bang sa & negara??? Hoooooiiiiii Sekdda Pasaribu, dicopot dari mana Kau sama si Monang??? Baru kali ini kudengar namamu di Tobasa!!!

  4. Ngeri kali Pak Bup ini, aku kira dengan gelar St didepan namanya dia bisa melayani Masyarakat Tobasa tadinya, tetapi yang terjadi lain, sayangkali yah Pak Bup tidak mau mendengar bawahannya malah menyuruh bawahannya menampung keluhan PNS itu, tetapi alangkah baiknya kalau para bapak-bapak PNS itu tidak marah sama suruhan pak bup karena dia kan sama dengan bapak2 PNS hanya bawahan.
    Untuk suruhan pak bup harusnya bapak lebih bisa mendengar tanpa harus memanaskan suasana memangkan kau sudah dipersiapkan pak bup sebagai bumper karena pak bup kebetulan bukan seorang gentlemen.
    Yah begitulah rona demokrasi kita saat ini, semoga nanti untuk bupati selanjutnya rasa seperti ini tak muncul lagi.
    Untuk lae Rim jangan terlalu kecewa, masih akan ada bupati yang baik nantinya , mugkin pasangan lae Monang Naipospos dengan lae JJ atau Lae dengan Saya , hahahahaha …. LOL

  5. Rim Marluat Napitupulu

    Maju tak gentar membela yg benar. Para PNS di Tobasa jangan pernah takut dgn yg namanya si Monang Sitorus. Walupun namanya Monang Sitorus belum tentu dia menang terus. PNS Tobasa harus kompak, bersatu untuk melawan kesewenang2ngan Bupati. Biar pun dia Bupati tapi toh juga dia seoarang manusia sama seperti kita2 ini. Jaman sekarang tidak saatnya lagi takut dgn atasan kalau memang atasannya tdk benar.
    Selain itu jangan pernah berharap dari angota dewan yg terhina ehhh maksudnya terhormat itu. Walaupun namanya wakil rakyat tapi mereka tdk pernah memikirkan rakyat melainkan perut mereka aja yg makin buncit, karena memikirkan proyek, fee dari proyek maupun kepentingan2 pribadi dan konstituen mereka. Anda harus tau bahwa anggota2 dewan yg terhina,ehh salah lagi, maksudnya anggota dewan yg terhormat itu punya kewajiban setoran ke partai mereka,sama seperti seorang sopir angkot atau metromini yg saban hari mencari setoran ke toke. Jadi berharap ke mereka percuma saja.

    Memang kalau melihat kronologisnya Monang Sitorus untuk menjadi Bupati sungguh penuh dgn liku2, kalau mau tau tanya saja langsung ke si Jojor Tambunan ketua PDI P Tobasa atau Jumongkas Hutagaol dan itu pun kalau mereka mau jawab. Dari awal sdh bermasalah. Saya dari dulu selalu pesimis melihat kinerja Monang Sitorus, janji tinggal janji,janji bisa diose (diingkari).

  6. Ahh nggak tau lah aku liat negara ini sekarang. Para pejabat daerah pun hampir semua korupsi. Andai kita bisa mengikuti Cina yg menghukum mati para koruptor, tentunya korupsi bisa kita berantas dan membuat jera para koruptor. Ini nanti klo pun di hukum, paling kena hukum 10 tahun penjara di kurangi remisi tiap tahun. Trus itu di penjara pun dia bisa aja menguangin sipir biar dapat kamar bagus dengan fasilitas bagus, dan bisa juga sekali-sekali jalan-jalan keluar yg tentunya dengan pengawalan sipir.

    Lihat si tommy, dia senyum2 aja waktu di tangkep, wong walaupun di tangkep tetap enak kok. Ah andailah hukuman mati di tetapkan utk para koruptor, aku yakin negara ini pasti bisa lebih maju. Ada pulak lagi wacana bahwa RE Siahaan (Walikota Siantar)http://www.resiahaan.info/ mencalonkan diri utk jadi CAGUB. Bukankah RE itu juga rajanya korupsi ? Begitu juga dengan REKTOR USU, dari dulu sampai sekarang USU tetap lebih kolot di bandingkan universitas2 di Jawa gara2 korupsi dia juga yang banyak. Tapi tetap ada wacana agar dia menjadi CAGUB juga. Dimana nurani kita semua, kita udah tahu mereka jagonya korupsi tapi tetap kita wacanakan agar mereka maju jadi CAGUB.

    AHHH STRESS AKU. TEGAKKAN HUKUMAN MATI BUAT PARA KORUPTOR. MARILAH KITA BERDOA BERSAMA utk MEWUJUDKAN ITU. AGAR KITA BISA MEMBANGUN NEGARA INI MENJADI LEBIH BAIK. BANGGA AKU JADI ORANG INDONESIA, TAPI MALU AKU GARA2 BANYAK KORUPTOR DI NEGARAKU. MACAM JERAWAT DI TUBUH YANG HARUS KITA BASMI SUPAYA KITA KELIHATAN LEBIH GANTENG DAN CANTIK :)

  7. SMN

    @ lae Rim Na70,
    Pak Bupati Monang(menang) ini nanti kalau ketangkap dia lae, Tardidi(baptis) ulang, ganti nama jadi ‘Si talu’(kalah). Memang begitulah kenyataannya kalau orang baik berada di sarang penyamun, malah orang yg baik disuruh minta maaf sama yg jahat, minta maaf karena membuka kedoknya?. Ada-ada saja, yg bilang harus minta maaf juga nggak tahu diri mengatakan itu, apa pula ini.

    Kalau begitu rumor ttg Propinsi Tapanuli, apa masih layak? Melihat tingkat Bupati saja sudah begini, apalagi nanti jadi Propinsi?

  8. CY

    @lae Hobas
    apa ga salah? hukuman mati? Nanti negara ini jadi kosong melompong dong pejabatnya…. :mrgreen:

  9. pendemo

    Horas tobasa !!!! Saya sangat setuju perjuangan tobasa. Demon saja pembohong tapi kalau memang masarakat tobasa tidak sanggup biarkan saja TUHAN yang memberikan hukuman yang setimpal.bupati tobasa memang penuh dengan topeng. topeng kebohongan, topeng penyamun,topeng kemunafikan.

  10. Pdp.Andy manik STh

    Shaloom.Puji Tuhan…
    Tuhanlah yang menjadi hakim atas semua orang….Ketika kita semua diperhadapkan kepada tahta putih Allah,semua yang telah kita lakukan akan dipertanggung jawabkan..Kita percaya Pempimpin yang dipilih Tuhan,yaitu Bapak Monang sitorus adalah pemimpin yang harus ditopang dengan doa kita semua..agar tobasa menjadi daerah yang membawa kesejahteraan bagi rakyat Tobasa semua…Amin..

  11. Mr.9nipar

    horas…..dihamu akka dongan sahuta..
    nungnga tok ulu pabege-bege akka namasa di tobasa on. adong nakorupsi, adong nasongonon, songoni…
    boasama dung saonari…di demo bupati si torus?ise do horoha mamillit i?alusna “HITA”. hita do mamillit si torus gabe bupati.ise namandemon si torus? alusna “akka tim sukses na, akka donganna, di tikki pemilihan.alana mungkin di iming-imingi “dapot proyek ma ho haduan sia ahu molo monang ahu bupati” ninna. Hape dung bupati, dang dilean be proyek.ibarat ni hata indoesia “LUPA KACANG AKAN KULITNYA”.Jadi ala kekecewaan on ma akka sinakkin mambahen gerakan menggulingkan bupati dengan alasan begini…begono…..songonan….songonon….dan sebagainya.Jasi nahudok disi, ikkon jeli dohitama mereng aha do latar belakang ni demon-demon nai…..UNANG ASAL NA IKUT-IKUTAN.