[jarar siahaan; batak news; tuntut pecat pns yang demo kemarin]

Massa pro-Bupati Tobasa Monang Sitorus berunjuk rasa siang tadi. Ini balasan atas demo kemarin yang menuntut Bupati lengser karena terlibat korupsi. Demo dipimpin oleh orang-orang yang ketika pilkada dua tahun lalu merupakan musuh politik Monang.

Sekitar 300-an massa ini umumnya adalah pemuda dan abang becak. Jumlah mereka lebih banyak dibandingkan demo kubu kontra-Bupati sebelumnya. Selama arak-arakan dari Jalan Sisingamangaraja menuju kantor DPRD mereka meneriakkan yel-yel, “Usir provokator! Dukung program Tobamas! Dukung Bupati Monang Sitorus!”

Dalam aksi damai di depan gedung Dewan, massa diterima oleh tujuh orang anggota DPRD. Yaitu Sabam Simanjuntak, Parade Manurung, Herbert Sibuea, Togar Manurung, Vespasianus Panjaitan, Walton Silaen, dan Parulian Gurning. Ketua DPRD Tumpal Sitorus tidak berada di kantor; dia sedang bertugas ke Jakarta.

Sejumlah “tokoh” Tobasa yang ikut berunjuk rasa antara lain Anita boru Sianturi, Parulian Napitupulu [keduanya suami-istri dan politisi PNBK], Binahar Napitupulu [kontraktor yang aktif membina olah raga karate], Mallasak boru Manurung [aktivis parpol], Pahala Napitupulu [mantan lurah], Hankam Sitorus [tim sukses Monang saat pilkada], Nawi Simanjuntak [aktivis organisasi becak], dan Robert “Kempes” Pardede [kontraktor dan aktivis OKP].

Yang menarik ialah, semua mereka — kecuali Hankam — dulunya adalah musuh politik Monang Sitorus. Mereka bekas tim sukses dan pendukung calon bupati yang kalah, Sahala Tampubolon, yang juga Bupati Tobasa pertama. Misalnya Anita dan suaminya Parulian, serta Kempes, ketika pilkada berdemo ke Kejari Balige sambil membawa keranjang babi agar Monang tidak dilantik jadi bupati. Mallasak juga ikut dalam acara deklarasi Sahala Tampubolon sebagai calon bupati. Tapi sekarang, entah kenapa, mereka berbalik mendukung Monang.

Mereka menyatakan bahwa demo sehari sebelumnya oleh warga dan PNS — baca di sini — telah mengakibatkan Tobasa tidak kondusif. Tapi tidak dijelaskan apa yang disebut sebagai tidak kondusif. Binahar menyerukan: “Masyarakat Tobasa sudah jenuh dengan aksi unjuk rasa, apalagi dengan membawa atribut agama seperti salib, toga, dan peti mati. Kami mendukung sepenuhnya kepemimpinan Bupati Monang Sitorus. Kami juga mendesak Bupati untuk menindak tegas aparatur pemerintah Kabupaten Tobasa yang terlibat unjuk rasa menentang pemerintah.”

Massa pun menyambut: “Pecat! Pecat Kristian Manurung! Usir provokator!” Nama yang disebut terakhir adalah seorang PNS yang berorasi pada demo kemarin. Kempes Pardede juga berorasi, “Jangan coba-coba bila ada massa menyegel kantor bupati, akan berhadapan dengan masyarakat!”

Mereka juga meminta agar surat mosi tak percaya yang sudah diteken tiga fraksi DPRD Tobasa diteruskan hingga Ketua DPRD Tumpal Sitorus dipecat. Menjawab itu, anggota DPRD Sabam Simanjuntak, yang ketika pilkada adalah pendukung kandidat Sahala Tampubolon, mengatakan pihaknya terus melakukan lobi politik. “Percayalah saudara-saudara, mosi tak percaya akan terus, kami belum menyerah,” ujar Sabam.

Rekannya, Parade Manurung, menimpali, “Maka kalian dukunglah kami Dewan ini. Jujur saja ya, kalian rakyat itu lebih pintar dari kami Dewan ini. Saya paling bodoh di Dewan, jadi tolonglah diajari.” Sementara Togar Manurung berkata, “Sudah tiga dari lima fraksi yang meneken, dan kami akan terus berusaha.” Herbert dan Vespasianus dari Fraksi Golkar pun senada.

Beberapa bulan silam 11 anggota DPRD Tobasa meneken surat mosi tak percaya atas kepemimpinan Ketua Tumpal Sitorus. Mereka menuntut Tumpal diganti. Tapi Batak News dan umumnya media belum berhasil memperoleh apa sebenarnya alasan mereka membuat surat itu. Yang bisa terlihat adalah, semua anggota DPRD yang meneken mosi tak percaya adalah pro-Bupati Monang Sitorus. Bahkan dua bulan lalu sekelompok warga berunjuk rasa ke DPRD dan menyatakan bahwa para wakil rakyat yang meneken mosi tak percaya telah dibayar oleh pihak tertentu sebesar Rp 10 juta per orang.

Usai menyampaikan aspirasi di Dewan, massa mengajak ketujuh anggota DPRD mendampingi mereka berorasi di depan kantor bupati. Mereka diterima oleh Sekda Liberty Pasaribu, didampingi sejumlah kadis seperti FLP Sitorus, Hulman Sitorus, Madju Samosir, dan Rellus Siagian.

Sekda mengaku sangat bangga atas kedatangan massa itu. Katanya, demo ini adalah bukti masyarakat Tobasa masih bisa melihat dan membela kebenaran. “Barusan saya telepon Pak Bupati yang sedang tugas di Jakarta, dan beliau menyampaikan salam hangat,” kata Liberty. Ketika didesak memecat belasan PNS yang mendemo Bupati kemarin, Sekda menjawab, “Akan kami tindaklanjuti.”

“Kepada rekan-rekan pers, perlu diketahui aksi ini adalah spontanitas, bukan rekayasa. Ini aspirasi murni masyarakat Tobasa,” kata Nawi Simanjuntak dari pengeras suara.

Seorang sumber BlogBerita DotCom di DPRD mengatakan, dia mendapat kabar bahwa SP3 atau surat perintah penghentian penyidikan atas kasus dana Rp 3 miliar yang melibatkan Bupati Monang Sitorus sudah keluar. Namun sumber ini tidak bisa menunjukkan fotokopi SP3 dimaksud. “Tapi sudah keluar,” ujarnya.

Sementara pihak Polda dan Kejati Sumut hingga kini belum pernah mewartakan kepada publik bahwa SP3 kasus ini keluar. Kabar terakhir dari Polda yang dikutip sejumlah media lokal dan nasional adalah, Monang Sitorus telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tersebut. Mungkinkah penyidik mengeluarkan SP3 diam-diam? [www.blogberita.com]

CATATAN BLOG BERITA DOTCOM:

Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber dan nama penulisnya. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; www.blogberita.com.

Berita sebelumnya terkait kasus ini:


  1. Pelanggan RSS Batak News

    @ HAMONANGAN SIAGIAN
    Mampus lu!!!! Semua pembaca permalukan lu kan…. karena komentar lu tidak berbobot, asal menuding nggak pakai logika, bahasa lu juga nunjukin lu orang yg nggak punya otak/bodoh. Jadi …… siapa yg sebenarnya bodoh? Pembaca blog ini atau lu??? Kaciaaaaaannnnnn de lu…….

  2. Hamonangan siagian

    Salute for everybody here.. Bisa terprovokatori ya kalian.. itulah cerminan, buat moderator rubrik, saya bisa sebagai siapa saja, yang mungkin juga menjelek2an Bupati Monang Sitorus..

    Ini proses counter opini, and everybody here come & joint with the situasion.. Buat saya tercapai sudah apa yang saya inginkan dan kembali lagi kelas media ini gampang untuk di obok2 atau di provokatori.. Pelajari dan pahami semuanya buat pembentukan opini rubrik, sehingga tidak mudah seorang provokator bisa memainkan peran disini.. Hberk en itsant..

    BATAK NEWS: ah, kami tak kaget. kau mau jadi provokator kek, mau jadi pembela monang, pengkritik monang, biasa saja. tapi sudahlah, tak usah berpura-pura ngaku provokator. bilang saja bahwa kau itu sudah kalah, malu, dan tidak mampu lagi menjawab debat kawan-kawan di sini — sehingga untuk menutupi kemaluanmu itulah kau ngaku provokator. kaciaaan deh lo…

    aku ingin katakan padamu: kupastikan kau tidak akan bisa tenang tidur. dan kupesankan agar kau selalu berhati-hati bila menyeberang jalan atau mengendarai mobilmu. hati-hati di jalan, ya. semoga TUHAN tidak murka pada provokator sepertimu.

    oh ya, dan satu lagi, silakan bila kau mau menyamar lagi dengan nick dan email lain. tapi yang pasti, setelah komenmu ini ip address-mu akan kublokir dan kujadikan spam. jadi bila kau masih ingin komentarmu masuk ke blog ini, kukasih tips agar kau tidak memakai akses internetmu yang sekarang. tapi pakailah koneksi rekan kerjamu yang lain, atau singgah sebentar ke warnet. nah, kalau nanti kau jadi provokator lagi, kublokir kembali. begitulah seterusnya …, kau akan capek berpindah-pindah warnet hanya untuk jadi provokator. kaciaaan deh lo….

    hati-hati menyeberang jalan.

  3. Rim Marluat Napitupulu

    Ayo maju terus!! kita bongkar korupsi Bupati Tobasa Monang Sitorus demi kemajuan Tobasa tercinta. Kita harus menghabisi tikus2 berdasi yg menggerogoti bumi Tobasa. Jgn biarkan Tobasa terbelenggu oleh budaya korupsi yg dilakukan oleh tikus2 bedasi maupun para penjilat2 yg hanya memikirkan keuntungan pribadi maupun kelompok. Jgn sampai budaya korupsi yg dilakukan Bupati Tobasa yg bergelar sintua ini meracuni Tobasa, sehingga sedini mungkin harus diberantas supaya menjadi contoh yg baik di tengah masyarakat Indonesia dan Tobasa khususnya.

  4. @Hamonangan Siagian
    LAe, orang pintar itu, sepintar-pintar apapun, kalau dia masih menghargai etika, pasti tak akan mau menyebut sesamanya bodoh. JAdi masihkah lae punya etika, jawablah dengan hari nurani yang jujur!

    Jika sudah pintar, paling tidak, mampu memberi opini yang juga mampu mencerahkan. Mengkritik bisa saja, tapi beri solusi. JAdi, berdasarkan komentar lae, masihkah saya yakin kalau lae orang pintar? Sekali lagi, jawablah dengan hati nurani yang jujur!

  5. JoeS

    Lae JJ.
    Aku sebagai orang luar tobasa sebenarnya berharap muncul komentar yang mendukung Pak Bupati sekarang sebagai penyeimbang komentar yang sudah ada. Dan sebagai masukan juga dari sudut pandang berbeda. Tentu dengan argumentasi yang masuk akal dan berdasar fakta. Sebenarnya sosok si HS ini hampir mendekati keinginanku. Baru kali ini ada yang berpendapat beda. Tapi salah masuk kamar dia. Berhamburan kata-kata yang membuat opini dia jadi kacau. Sarkasme. Dan ketika semua sudah terlanjur, dia menjadi orang yang tidak konsisten. Tidak juga gentle.

    Perbedaan justru membuat wawasanku makin luas dan berwarna. Tidak pincang atau berat sebelah. Tinggal aku memakai nurani untuk memutuskan mana yang benar dan tidak. Dan perbedaan inilah yang sering kita dengungkan di blog ini. Itulah makna merdeka berpendapat, tapi juga bertanggungjawab.

    JJ SIAHAAN: aku pun ingin ada pembaca yang pro-bupati menulis komentar yang cerdas. tapi itulah, kurasa kalau pun ada orang yang pro-bupati, mereka tetap akan sulit membela, karena … tak ada yang bisa ditonjolkan. :)

  6. Bah, lae Jarar… masih berani pula dia muncul dengan bertamengkan “provokator”. Ila nai halak hita dibahen si loak on, mengaku muse sebagai provokator – Malu sekali orang Batak dibikin si tolol ini, bangga pula mengaku sebagai provokator…

    Memang kalau orang yang “pamalo-malohon” – sok pintar, jago kali nge-les… (mengelak diri)… Jadi, gak usah diladeni lagi lae Jarar… Jolma si songon i, ndang hea denggan ngolu ni i… angka penjilat sisongoni do…(ndang pola huterjemahon asa holan hata dihita on. Maila hita annon halak Batak). Salam sejahtera untuk semua…

  7. Marudut p-1000

    @Hamonangan Siagian

    Aku tidak mau bilang si Hamonangan ini kampungan karena kenyataanya orang kampung jauh lebih pintar dan lebih baik attitude-nya, bisa dibuktikan kalau ada pesta adat di kampung semua yang ngomong menggunakan standard bahasa batak yang tinggi.

    Bung Hamonangan (aku enggan mencantumkan margamu karena kasihan teman-teman marga siagian lainnya membaca kekonyolan komentarmu itu) , semua yang mengakses blog ini berangkat dari kesadaran yang matang, bukan karena iklan maupun yang dibayar untuk mempropagandakan seseorang. Blog ini diakses dari banyak tempat bahkan oleh orang yang tak tau Balige itu dimana dan seperti apa. Si pemilik blog ini (Siahaan narittik) hanya menuliskan berita sesuai fakta yang ada di lapangan. Perlu keberanian yang besar untuk bisa memaparkan sesuatu yang benar apalagi untuk kota sekecil Balige .

    Biar anda tahu bahwa rasa keadilan sebagai warga negaralah yang membuat kami merasa perlu meneriakkan kebusukan yang terjadi. Bukan cuma di Balige, seluruh daerah di Indonesia ini dipenuhi oknum koruptor. Kalau anda mau melakukan counter attack lakukanlah dengan polite sehingga anda bisa kami pandang lebih bermartabat, bukan karena bahasa Inggris (asing) yang menunjukkan intelektual seseorang.

  8. samlit

    Hamonangan Siagian itu .pasti nama palsu karena pada akhirnya ia mempertontonkan topeng.

  9. nesia

    Kawan kita ini yg mengaku Hamonangan ini tampaknya ingin tampil “cerdas”. Terlihat dari usahanya untuk menggunakan istilah asing sebanyak mungkin. Tapi hasilnya? Kukutip dari komen-nya yg terakhir.

    Bisa terprovokatori ya kalian (Mestinya: terprovokasi)

    Itulah cerminan, buat moderator rubrik. (Bah, apa pula itu moderator rubrik?)

    Ini proses counter opini, and everybody here come & joint with the situasion.. (Tenggen aku dengan kalimatnya ini. Maksudnya stasiun bus atau apa nih?)

    …gampang untuk di obok2 atau di provokatori.. (Sudah disinggung di atas, plus kata “di” mestinya jangan dipisah).

    Pelajari dan pahami semuanya buat pembentukan opini rubrik (Opini rubrik? Maksudnya opini publik, atau rubrik opini ya?)

    Hberk en itsant.. (Bah, apa pula ini? Sejenis kerupuk?)

    Aku sengaja tak menyentuh substansi cakap orang sok pintar ini, karena reaksi di atas sudah mencukupi kalau dia punya otak.

  10. soposurung

    Sejak aku meninggalkan kota balige tahun 1981 saya tidak melihat perubahan apapun yang terjadi di kota balige. Malah aku mendengar makin terjadi degradasi dalam banyak hal di kota balige seperti pemakaian narkoba yg makin marak. Sudah saatnya Masyarakat balige untuk berbenah diri apalagi kalau propinsi tapanuli sudah jadi dengan ibukotanya siborong-borong. Jangan sampai masyarakat balige nantinya hanya jadi penonton.

  11. YUNAN NAPITUPULU

    Huahahaha, nga maup hita !! Ai loja ma akka pengguna blog ni BATAKNEWS on, mangkomentari komentar ni laetta si Hamonangan Siagian i. Ai, HAK ni ibana do mandokkon i. Ai molo “sikkola sore” hinan do ibana najolo, masuk sore muse, 4 sabangku muse, ottakni kalas 2 muse, ba molo idokkon ibana akka naoto na gabung i blog on, ba hahuaon i poang ! Ba pola laos sude mangkomentari hata nai. Sayang ni pulsa internet muna i akka laekku mangomentari i. Sai paalus-alusan ma i ! Tabo-taboanma ibana da ! Rohanama isi komentarna i. Tu pengelola Blog on pe, unang pola i kunci pintu molo naeng manurat ibana. Ba dang segar dope mata poang molo adong komentar na lalaen masuk tu blog on ?! Daripada loja iba jala habis hepeng mandiori akka sisongoni. Pasobbu ma songoni laekku, manangna aha idokkon. Ai dang mungkin daba songon sa “kalas” ni lae Suhunan Situmorang, ima jo tudos-tudos nuaeng, ala adong Novel na na “Jingar” ima SORDAM i, molo menurut pamerenganni akka na jolma na sehat, termasuk naoto. Jadi, rohanama isi. Atik na gabe ubat nama ibana akka sisongoni poang. Nanggo apala i partisipasitta . Dang binoto daboa, atik na toho do ibana berkapasitas besar. Jala dang binoto rupani, alani balga ni kapasitasnai dang siat be ibana isada-sada partungkoan, mungkin harus mengambil tempat na gok si jaluk marabit. Dang binoto i daba.

    Ba tarsingot masalah nuangon di Tobasa, unang attong gabe tu perpecahan di akka halak batak. Ai boa baneon poang, songoni dope i negaratta on. Sursar dope penegakan hukum. Gabe meam-meam na parohon sihumisik do i akka si padalan uhum. Nasahali, ngadohot ni jaha di KOMPAS, TEMPO INTERAKTIF dohot Detik Com, nga gabe TERSANGKA inna Bupati Tobasa atas masalah KORUPSI 3 Milyar, hape ro muse pernyataan i koran na asing, “masih dalam PROSES” inna pejabat muse. Jadi sursar do kan ?

    Ba, molo so tarpajolo uhum sian adat (namarnegara on), ba pajolo adat ma papudi uhum ma nian ate!! Alai tahe so adong be boi Rapot Bius . So adong be bius ! ( -Obat Bius nama nagodang-) ! Na boi gabe parpunguanni sude bangso batak na boi mangeleon panorangion di akka namasa i Tobasa on ?!
    Jadi, sahali nai, pasobbu ma laetta Siagian i, markomentar. Nanggo apala komentar si songoni poang boi gabe ubat ni pikkiran nadok-dok ! Sagari tu Rumah Sakit Jiwa iba lao manotton molo 17 Agustus. Apalagi on poang. Perei. Garatis. Hehehehe.

    BATAK NEWS: :D kwa-ka-kak…. senyum-senyum terus aku membaca komentar lae. iya pulak ya, nonton 17 agustus ke rumah sakit jiwa pula. oke lae, minta tolong lain kali sebaiknya membuat terjemahan komentar ke dalam bahasa indonesia. soalnya sudah “kesepakatan tak resmi” sejak awal. beberapa kali kawan pembaca non-batak mengeluh.

  12. Mengenai masalah dugaan korupsi di pemkab Tobasa menurut saya tidak perlu dibesar2 kan. Khan ada hukum di Indonesia jadi menurut saya rakyat tidap perlu terprovokasi dan merasa di intimidasi oleh isu tersebut. Mungkin saja ini persoalan politik yang ingin menjatuhkan kepemimpinan bupati Tobasa. Jadi, pesan saya buat rakyat Tobasa agar berpikiran positif menanggapi masalah Tobasa. Percayakan kepada Hukum…….!!!Itu saja kok repott.

  13. Ok, kita sepakat masalah Tobasa yang sekarang ini hangat diserahkan pada hukum, supaya situs ini lebih hangat diskusinya yang bernas kita angkat topik lain, tapi kalaupun diangkat ke topik lain kembali lagi ke Bupati, padahal sudah ada DPRD mempertanyakan hal-hal yang kurang pas. Selain itu ada pemuka masyarakat (TOMA/TOGA) yang harus berperan di Tobasa, apakah dalam bentuk Forum Komunikasi (Partukkoan) yang dapat menampung aspirasi masyarakat Tobasa. Jika per-Kecamatan dibentuk forum semacam itu akan lebih bermanfaat. Dalam forum semacam itu ada kebebasan mengemukakan pendapat, tidak dibatasi protokoler model Rapat di DPRD. Forum tersebut menyepakati kelembagaannya di Kecamatan dan di Kabupaten. Ini sekedar pendapat pribadi, mohon tanggapan. Terima kasih.

  14. Novel

    Saya ingin mengomentari, massa pro bupati demo.
    Siapa itu DR F***? saya merasa ada yang tidak beres pada seorang psikopat seperti ini. Maaf !