Toba Samosir Tapanuli

Jarar Siahaan Penulis Berita Batak

Nyaris Berkelahi, Kabag Humas Lawan Sekda

14 Komentar

[jarar siahaan; batak news; pejabat adalah panutan masyarakat]

Karena ditekan atasannya, Kabag Humas Pemkab Toba Samosir, AS, melawan Sekda LP di tepi pantai Danau Toba.

Kejadiannya berlangsung Sabtu siang kemarin di sebuah kafe — lebih tepatnya warung makan; entah bagaimana ceritanya hingga disebut kafe — di pantai Lumban Silintong, Balige. Di sana tengah diadakan pertemuan antara Sekda dan sekitar 40 wartawan. Sekda LP juga ditemani belasan pejabat teras Pemkab. Acara utama adalah makan siang dan tanya-jawab antara kuli-disket dengan para pejabat daerah. Batak News sendiri tidak hadir di sana. “Kami minta maaf, karena acara ini buru-buru, jadi kami tidak sempat mengantarkan undangan,” kata seorang staf Humas kepada blog ini tadi sore.

Salah seorang wartawan yang mengikuti acara itu, Pamahar Pardosi, mengatakan para wartawan masih sempat bertanya kepada Sekda sebelum terjadi pertengkaran Sekda dan Kabag Humas AS. Kemudian Sekda mengajak AS ke kafe sebelah, agak menjauh dari para wartawan dan pejabat. Sebagai catatan, kafe-kafe di pantai Lumban Silintong adalah bangunan terbuka sehingga tamu bisa memandang langsung ke arah danau; biasanya warga datang ke sana untuk menyantap ikan mas bakar.

Di kafe sebelah itulah Sekda marah-marah pada AS. “Mungkin karena pemberitaan segelintir media yang terus-menerus menyoroti kasus-kasus korupsi di tubuh Pemkab,” kata Pamahar, yang bekerja untuk koran Bersama, ketika dihubungi Blog Berita Dot Com lewat telepon.

Seorang warga yang tidak bersedia disebutkan namanya, yang mendengarkan langsung perdebatan Sekda dan Kabag Humas menyebutkan, Sekda marah dan menuding Kabag Humas tidak mampu “menjalin kerja sama” dengan wartawan di Balige.

Ternyata Kabag Humas tidak bisa menerima tuduhan atasannya itu. AS berkata, dia selalu berusaha keras untuk bekerja sama dengan pers, tapi terkendala karena anggaran Humas yang minim.

Karena dijawab begitu, Sekda lantas makin emosional. “Kalau tidak sanggup jadi Humas, silakan mengundurkan diri!” katanya seperti ditirukan sumber. Seterusnya terjadilah adu-mulut antara mereka, bahkan nyaris adu-otot.

Tiba-tiba Kabag Humas mengambil kamera fotonya lalu dibantingkan ke lantai. Brak! Rusak sudah. Dia pun sempat membuka sepatunya, tapi tidak tahu apa maksudnya. “Mungkin siap-siap mau berkelahi,” kata sumber lain.

Seorang warga, perempuan, yang ikut melihat kejadian itu berteriak spontan. Ketika itulah para wartawan dan pejabat lain datang menghampiri Sekda dan Kabag Humas. Mereka pun melerai kedua pejabat tersebut. “Kalau mereka tidak datang, kurasa sudah sempat baku-hantam bapak-bapak itu,” sebut sumber. Wartawan pun meminta Kabag Humas pulang ke rumahnya.

Sumber Blog Berita Dot Com lainnya, seorang wartawan yang ikut menyaksikan pertengkaran ini mengatakan, ketika acara santai Kabag Humas AS sempat hendak menyanyikan sebuah lagu. Namun ada pejabat lain yang protes: “Jangan kau yang nyanyi, biarkan rekan-rekan wartawan saja.” Dia pun urung bernyanyi, lalu dia mengambil kamera foto dan handycam untuk merekam acara. Saat itulah, menurut sumber, Sekda LP menyintil AS di depan para wartawan. “Lho, kok sibuk dengan kamera lagi, apa kau tidak punya staf untuk foto-foto!” kata LP, lalu mengajak AS ke kafe sebelah.

Sejumlah pejabat daerah, kata wartawan Pamahar Pardosi kepada blog ini, juga mengeluhkan sikap Sekda yang disebut sebagai “sering memarahi staf”. Misalnya seperti dikeluhkan seorang kepala dinas, JM. “Saya pernah dibentak-bentak di hadapan staf saya tanpa alasan yang jelas,” ungkapnya kepada wartawan setelah pertengkaran Sekda dan Kabag Humas, di kafe itu juga.

Seorang pejabat teras Setdakab Tobasa lainnya mengatakan hal serupa. Sumber ini menyarankan Sekda LP tidak lagi bersikap “arogan” kepada para PNS. “Dia itu seorang sekda, orang yang paling dituakan di lingkungan PNS, jadi dia harus bisa menahan emosi, apalagi di depan umum,” katanya.

Dia justru menyalahkan Sekda atas terjadinya sejumlah kasus korupsi di kantor bupati. Seperti kasus cairnya uang Rp 3 miliar dari kas Setdakab ke tangan Bupati MS yang disebut untuk mengurus dana alokasi umum [DAU] ke pemerintah pusat. Juga kasus pembelian balai latihan kerja [BLK] Yaspena dari Raja DL Sitorus; belum ada persetujuan dari DPRD tapi duit sudah keluar dari kas Setdakab dan disetorkan kepada DL Sitorus. [http://www.blogberita.com]

CATATAN BLOG BERITA DOT COM:

Beberapa waktu lalu terjadi pengancaman terhadap Ketua DPRD Tobasa, Tumpal Sitorus, dan wakilnya Baktiar Tampubolon, oleh seorang kontraktor yang juga ketua salah satu OKP di Balige. Pria berlagak preman ini disebut-sebut sebagai keponakan Sekda Tobasa, LP. Sesuai pengaduan kepada Polres Tobasa, ketika mengancam kedua orang petinggi DPRD itu dalam ruang kerja Ketua Dewan, si kontraktor menyebut-nyebut nama Sekda. Baca beritanya di sini.

Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber dan nama penulisnya. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya http://www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; http://www.blogberita.com.

About these ads

Author: Batak Toba

Demi Yesus, aku percaya Muhammad utusan Allah • Ikuti Twitter @ja_rar • Baca konten khas dan bernas di www.khas.co • Tahu nggak, menonton siaran Piala Dunia itu dosa loh menurut agama Islam. Baca di http://benar.org/do-sa

14 thoughts on “Nyaris Berkelahi, Kabag Humas Lawan Sekda

  1. Pening kepala awak membaca beirta ini, semangkin malu awak sebagai putra Balige, sudah pun korupsi, jalan-jalan rusak, nasib petani dan guru tidak diperhatikan, sekarang berkelahi lagi, lae Siahaan, kapan lengser tuh si bupati Monang Sitorus?

  2. Maaplah dulu laekku, ada yang lupa, kutambahkan dikit, saranku untuk bupati dan sekda dan semua pejabat-pejabat di Toba Samosir, kalian itu semua pasti korupsi, pasti, jadi sebaiknya tenang-tenang saja lah, tak usah bertengkar, jangan berpidato menyebut-nyebut nama Tuhan, jangan merasa bersih, makanilah itusemua uang rakyat, lalu diam-diam saja kalian itu, sebelum dicabut Tuhan sebentar lagi nyawa kalaian, horasma, nungnga loja ahu manjaha akka berita sian huta (aku capek membaca berita-berita dari kampung).

  3. ckckckck…. *sigh INDONESIA.. INDONESIA…

  4. Apakah ini yang disebut wakil rakyat ? Makin sempurna kebobrokan mental para pemimpin di Tobasa. Sepertinya mereka itu masih kaget dengan kursi empuk di pemerintahan (walau masih setingkat kabupaten), baru tahu rasanya kerja pakai seragam, dan masih terbuai dengan fasilitas hidup yang mumpung gratisan (misalnya mobil dinas disulap jadi mobil pribadi). Jadi masih enak-enaknya mimpi, belum tahu tanggung jawab dan menjaga sikap sebagai teladan masyarakat. Karena mimpinya sedikit terganggu jadi gampang emosian. Sampai kapan bapak-bapak terhormat mau bermimpi ? Bangun dan lihat kenyataan yang ada. Mau sok preman, ngapain susah-susah cari jabatan di pemerintahan, jadinya tidak bebas mau buat suka hati.

    Banyak yang menyorot tindak tanduk kalian. Mending sekalian jadi preman benaran, tidak ada yang mau masukin ke media massa walau sudah buat onar. Seharusnya, pada saat kejadian yang membuat hati dan kepala Sekda panas, suruh saja mereka nyemplung ke Danau Toba supaya suasana emosinya bisa normal lagi. Mumpung acaranya di tepi Danau Toba. Daripada malu-maluin dilihat orang banyak bertengkar , mendingan tunjukkan spotinitas lomba berenang. Lumayan, hiburan gratis untuk rakyat. Syukur-syukur pilkada berikut nama bapak berdua masuk daftar calon. Karena rakyat senang lihat aksi menghibur dari kalian.

    (Bang, sepertinya perlu buat slogan supaya orang-orang Pemda Tobasa baca blog Batak news, supaya mereka tahu isi hati dan rasa muak semua masyarakat Tobasa yang masih ataupun berada di luar Tobasa… Mungkin dengan begitu mereka tahu malu walau sedikit… Sorry ya bang, terbawa emosi…)

  5. HEHEEHH…….. GA’ BIKIN RING TINJU SKALIAN?? Norak!!! Selevel Sekda kok nggak bisa nahan emosi!!! Sekda karbitan kaleee……..

  6. Lae Rudi!
    Nanti kalau dibikin ring tinju yg lain jadi iri, sekda itu kan masih selevel dengan kelas amatirlah dalam istilah tinjunya. Bagaimana yg kelas berat yg pada ngumpul di gedung DPR & MPR Senayan sana? Mereka lebih sadis lagi. Hitung aja berapa jumalh meraka semua, kalau dibuatin ring tinju jumlahnya harus berapa???

  7. Maccam mana ini bisa terjadi lae, apa solusi yg bisa ditawarkan?

  8. Yg kusayangkan itu camera digital sama handycam-nya… kalau 2 orang itu matipun `ga ngurus aku…

  9. Btw, curiga aku… ada urusan apa para pejabat itu ngundang kalian ke kafe? Apa mau disuapnya semua wartawan itu dengan ikan bakar? :D

  10. Pauba ma roham O halakhita. (Rubahlah hati dan kelakuanmu O orang batak). :D

  11. Sayang kali kameranya bah. Kok dibanting…..

  12. aku sedang membayangkan apabila kejadian tersebut dibuat menjadi sebuah film. mungkin akan tercipta sebuah film “komedi” yang bisa mendatangkan profit yang sangat besar sekali. bagaimana tidak. semua pelakunya menyuguhkan akting yang sangat menakjubkan. sampai akting aktor termahal, matt demon memucat seiring dengan adanya akting para “komedian” yang sedang memainkan peranan masing-masing. sudah saatnya membuka topeng dan gantungkan topengmu di dinding. jangan pernah berpikir untuk menggunakan topeng itu lagi. apa adanya saja. itu jauh lebih baik.

  13. Aku setuju ompu matasopiak lumayan tuh camera