[jarar siahaan; batak news; di balige ada sodomi? 8O bah, puang!]

Pelaku kabarnya suka “memegang” dan memeluk rekan kerjanya sesama lelaki. Bursik deh! Jijik!

Baru kali ini aku pernah mendengar ada peristiwa bernama sodomi di Balige, kota kecilku yang menjadi ibukota Kabupaten Tobasa ini. Apakah ada yang tidak tahu sodomi? Ah, kau itu, jangan bercanda dong. Sodomi itu … itu lho, “diambil” dari “belakang”. [Jangan dibayangkan ya, apalagi kalau sampai "diresapi". Bahaya itu. Jangan jadi lemah-lesu tubuhmu besok ikut karnaval 17 Agustus. Merdeka!]

Pelaku sodomi tersebut adalah seorang pria lajang berusia sekitar 25 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai honorer di Pemkab Tobasa — kita sebut saja namanya Sodom. Sedangkan korbannya adalah seorang anak laki-laki, murid sebuah SMP di Balige. Kejadiannya beberapa hari silam.

Informasi yang dikumpulkan Batak News, sore itu korban sedang bermain bola volley bersama teman-temannya di lapangan Raja Sisingamangaraja, Balige, dekat pantai Danau Toba. Ke sanalah datang si Sodom, lalu mengajak korban naik sepeda motornya untuk sekalian diantarkan pulang. “Aku teman bapakmu,” ujarnya merayu.

Setelah bercerita beberapa saat dan merasa yakin, korban pun “dinaiki” — eh, salah, menaiki jok belakang sepeda motor itu. Usai berkeliling-keliling, korban tidak langsung diantar pulang ke rumahnya, tapi malah dibawa ke sebuah lapo alias warung di tepi pantai Danau Toba yang tidak jauh dari lapangan Sisingamangaraja. Di halaman bagian belakang warung itu si Sodom sudah berniat menyodomi korban, tapi urung karena terlalu banyak orang.

Sodom pun membawa korban ke tempat lain; ke sungai di bawah sebuah jembatan di Balige. Kala itu hari sudah mulai gelap, dan tak ada orang lain di sana. Hm …, seperti bisa kautebak, terjadilah! Korban dipaksa dan diancam. Namanya, apalagi kalau bukan pemerkosaan. Merasa puas, Sodom mengantarkan korban pulang.

Beberapa hari berselang peristiwa itu diketahui orangtua korban. Bocah itu mengeluh kesakitan bila e-ek. Setelah ditanya orangtuanya, dia pun bercerita. Tentu saja orangtuanya marah. Dicari-carilah korban dan diserahkan ke polisi. Kini pelaku sudah ditahan — bukan “diamankan”; ini istilah yang salah dan sering dipakai polisi dan pers.

Homo-kah si Sodom ini? “Kurasa bukan, bisa homo, bisa normal juga dia itu. Biseks kurasa. Karena dia punya pacar, perempuan normal, malah kabarnya sudah mau pesta nikah. Pacarnya itulah yang sering mengantarkan nasi untuknya dalam sel,” kata seorang pengurus parpol kepada blog Batak News kemarin sore.

“Kami sudah pecat dia dari partai,” lanjutnya, memaksudkan Sodom yang juga tercatat sebagai anggota parpol. “Aku dengar dari kawan-kawannya pegawai honorer, dia itu pun sering megang-megang dan memeluk kawannya laki-laki. Kurasa sudah ‘agak lari’ dia itu.”

Sodom …, Sodom …, kok gitu kali kau. Apa sudah “berat di ujung”? Kan kau punya pacar. Apa tak dikasih? Kan masih banyak lubang yang lain. Ah, kau itu, bikin malu orang Balige saja. Cemmanalah ini, besok tanggal 17 Agustus, tak bisalah kau ikut nonton karnaval. Cuma gara-gara urusan “tali air”. Bah, apa kata dunia! [www.blogberita.com]

Berita ini sengaja kutulis dengan gaya “melucu” dan kukaitkan dengan tema Hari Kemerdekaan 17 Agustus.


  1. merdi sihombing

    BUSER, PATROLI, SERGAP …….

  2. sehat priono tambunan

    si sodom sudah pasti mengidap kelainan psikologis sejenis schizophrenia/kepribadian ganda. di satu sisi dia menjadi laki-laki normal dengan memiliki seorang pacar wanita dan disisi lain dia sangat bergairah terhadap seorang anak laki-laki. terbukti dari tindakannya yang hendak melakukan adegan tersebut di belakang lapo tapi tidak jadi karena banyak orang/situasi tidak mendukung. si sodom harus mendapat perawatan dari seorang psikiater. siapa tahu saja dia masih memiliki kepribadian/ alter ego jelek lainnya.

    ini mirip seperti kasus billy milligan, seorang warga negara amerika serikat dengan 24 kepribadian/alter ego. dimana si billy memiliki kepribadian seorang lesbi dan dia memperkosa seorang wanita. dimata korban itu dia adalah sosok laki-laki tapi saat itu kepribadian lesbi si billy yang berperan. dalam hal ini si sodom telah menghancurkan masa semuanya. reputasinya, martabatnya, martabat keluarganya, martabat keluarga pacarnya, nama baik parpol dimana dia bergabung dan masa depan si anak smp tersebut. walau bagaimanapun si anak smp tersebut pasti mengalami gejolak psikologis yang sangat luar biasa. sebuah pengalaman traumatis bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. mudah-mudahan si anak tidak tumbuh menjadi seorang laki-laki homoseksual karena para kaum homoseksual bisa terjadi akibat pengalaman traumatis di masa lalu mereka. satu diantaranya, disodomi di masa lalunya.

    hal ini juga berlaku pada kaum lesbian. aku kagum dengan pacar si sodom. dia membuktikan kalau cintanya terhadap si sodom begitu kuat. dia tidak peduli dengan apa yang dilakukan si sodom. tapi si sodom membalas itu dengan sebuah tindakan bodoh dan memalukan. “air susu dibalas dengan air tuba”. mungkin sudah saatnya ditetapkan uu antipsikopat di indonesia. jadi kejadian-kejadian seperti ini akan teratasi dengan sendirinya. karena penampilan seorang psikopat tidak selalu identik dengan pakaian kotor, bau dan acak-acakan. tertawa sendiri dan sebagainya. atau haruskah kita menunggu sampai ada ratusan atau ribuan korban lainnya yang bernasib sama dengan si anak smp tersebut?

  3. kalo yang aku tau ini bukan sodomi tapi memang sesama homo. salah seorang dari kedua homo tersebut adalah honorer di kantor bupati dengan initial RN. mereka ketahuan ‘gituan’ di sebuah rumah kosong di desa LB waktu malam minggu, sang honorer pun langsung dipecat dari jabatan sebagai ketua naposo bulung desa LL. padahal belum lama juga ada kejadian unik di desa LL, yaitu ketua panitia natal huta LL dengan initial RN juga (marganya sama), dipecat karena menghabiskan uang yang didapat dari hasil kegiatan natal huta, mantan ketua panitia LL tersebut juga honorer di kantor bupati. unik… para honorer kantor bupati berperilaku aneh-aneh
    mudah-mudahan tidak tertular ke tetangga mereka yang bekerja di sana :)