Toba Samosir Tapanuli

Jarar Siahaan Penulis Berita Batak

Hati-hati di Depan Chase Plaza

3 Komentar

[maria sofia manihuruk; batak news; ingat pesan bung napi]

Pelipis perempuan direktur itu didorong dengan jari telunjuk. Untunglah dia menyebut nama Yesus.

Kisah nyata ini dialami seorang perempuan yang bekerja sebagai direktur di sebuah perusahaan di Jakarta. Kawanku, Maria Sofia Manihuruk — gadis cantik yang pernah jadi model iklan di Kompas, anak seorang pendeta idealis — meneruskannya ke imelku.

MAU SHARE KEJADIAN yang menimpa saya. Hari Selasa, tanggal 17 Juli 2007 sekitar jam 04.30, saya sedang menemani teman kantor saya, Henny, menunggu bis jurusan UKI di halte depan Chase Plaza. Tiba-tiba dari arah depan seorang wanita berkulit hitam, rambut keriting sebahu dikuncir sedikit, berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arah saya.

Tepat di depan saya, dia mendorong pelipis saya dengan jari telunjuknya. Kemudian dia duduk di kursi halte, seolah menunggu saya. Seketika itu pula saya merasa pusing dan seolah-olah terbang, tubuh saya menjadi sangat ringan seperti mau jatuh. Hati saya langsung curiga, jangan-jangan ini modus kejahatan.

Saya langsung minta teman saya menepuk-nepuk punggung saya sambil dalam hati menyebut nama Yesus berulang-ulang. Kemudian berdiri seorang laki-laki di depan saya sambil tersenyum dan bertanya, “Ada apa?”

Feeling saya mengatakan kalau ini juga komplotannya. Saya langsung mengajak teman saya meninggalkan halte dan masuk ke dalam gedung Chase Plaza kembali. Kepala saya saat itu masih sangat pusing dan mual. Rasanya seperti habis naik komedi putar yang sangat kencang.

Saya berjalan sangat cepat kembali ke dalam gedung. Saat hendak berbelok memasuki gedung, sekilas saya melihat seorang bapak dengan menggunakan peci putih-hitam dan jenggot di dagunya berdiri di sana sambil menatap saya. Seingat saya, bapak itu tadi berada di halte saat kami tiba di sana.

Saya melompat menjauhi bapak ini dan langsung masuk ke dalam gedung. Karena masih mual, saya diantar pulang oleh teman kantor yang lain. Saya tidak tahu apakah itu memang modus kejahatan atau apa.

Tapi yang pasti kepala saya mulai pusing setelah didorong oleh telunjuk wanita itu. Dan menurut informasi dari teman sekantor yang lain, wanita ini memang sering berada di halte Chase Plaza, dan selalu meminta uang, padahal dia tidak ke mana-mana. Dia menggunakan pakaian kerja namun lusuh dan membawa tas jinjing hitam besar.

Gerak-gerik wanita dan bapak tadi sangat mencurigakan. Oleh karena itu saya mengimbau teman-teman yang berada di sekitar halte tersebut supaya berhati-hati. Dan kalau bisa, saat pulang tidak sendirian. Karena setelah ditepuk teman saya, pusing agak berkurang. [http://www.blogberita.com]

CATATAN BLOG BERITA DOT COM:
Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber dan nama penulisnya. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya http://www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk koran, majalah, bulletin, radio, televisi, dll, maka tulislah/sebutkanlah sumber kutipannya; http://www.blogberita.com.

Selain http://www.blogberita.com, alamat untuk mengakses Batak News bisa juga dengan http://www.jararsiahaan.com.

About these ads

Author: Batak Toba

Demi Yesus, aku percaya Muhammad utusan Allah • Ikuti Twitter @ja_rar • Baca konten khas dan bernas di www.khas.co • Tahu nggak, menonton siaran Piala Dunia itu dosa loh menurut agama Islam. Baca di http://benar.org/do-sa

3 thoughts on “Hati-hati di Depan Chase Plaza

  1. Zaman makin canggih tapi yang namanya kejahatan dengan cara hipnotis juga makin banyak. Cara kerja wanita itu bisa masuk kategori hipnotis. Harusnya para ahli hipnotis atau sulap di Indonesia melalukan perlawanan dengan menghipnotis penjahat bukan malah sibuk cari ijin pemerintah pindahkan Monas. Sudah lebih baik bantu pemerintah…. Jangan lupa, DOA adalah kekuatan yang paling tangguh. GBUs

  2. Pemalak sekarang sudah canggih-canggih pake ilmu sirep dan ilmu kanuragan . Ito Sofia tau juga cara penolak ilmu sirep itu ya, dengan menepuk punggung. Sudah sering kudengar itu, tapi benar apa tidak kurang tau juga.

    Aku masih ingat saudaraku (manguda) di daerah punya ilmu juga untuk membuat pencuri kapok. Pernah ada beberapa pencuri masuk ke kebun dia yang cukup luas dan hampir panen. Ternyata manguda ini sudah “memagari” kebunnya. Saat si pencuri masuk tidak terjadi apa-apa. Tapi setelah di dalam si pencuri akan kebingungan, tidak tau arah, dan terakhir tidak tau jalan keluar kebun..sampai pagi. Paginya, manguda tinggal menyeret mereka dari kebun dan menasehati supaya tidak berbuat jahat lagi.

  3. Jangan lupa juga ilmu tertinggi itu adalah Tuhan. :mrgreen: