[jarar siahaan; batak news; cuma kepuasan batin]

Jangan peduli bila cuma sedikit orang membaca blogmu. Persetan dengan hits tinggi. Teruslah menulis.

Dalam usia Batak News alias Blog Berita Dot Com yang begitu muda, empat bulan, sedikitnya empat media pers sudah pernah menulis tentangnya.

menulis adalah…Terima kasih untuk Suara Merdeka di Semarang, koran harian Batam Pos di Batam, majalah Applaus di Medan, dan tabloid PC Mild di Jakarta. Artikel yang kalian tulis tentang aku dan blog Batak News memberiku semangat untuk terus menulis. Juga untuk media lain yang pernah menulis tentang blogku tetapi tidak kuketahui, terima kasih; termasuk sejumlah kawan bloger yang ikut membuat “kepalaku semakin besar”.

Apresiasi dan pujian kalian semua — seperti halnya aku dan sejumlah penulis di blog ini juga memberi apresiasi pada orang-orang baik dan pekerja idealis — dengan jujur kukatakan tidak memberi keuntungan materi bagiku, melainkan hanya kepuasan batin karena diperhatikan.

Tak lupa kuucapkan terima kasih kepada sekitar 1.500 orang pembaca yang setiap hari — kecuali Sabtu dan Minggu, dalam dua pekan terakhir — mengunjungi blog berita dan feature ini. Terima kasih kalian telah mau “kutipu” dengan tulisan ecek-ecek dan tak bermutu. :lol:

Secara spesial terima kasihku bagi puluhan pembaca yang telah rajin menjadi komentator saban hari. Percaya atau tidak, aku ingin mengatakan bahwa sering sekali aku memperoleh pengetahuan baru dari komentar-komentar yang kalian tulis. Bahkan tak jarang komentar yang kalian tulis malah lebih bermutu dibandingkan artikel yang kumuat. Itu pengakuanku yang sejujurnya. Maka tak berlebihan pula bila seorang kawan, Pasogit Naibaho, menyebut para komentator Batak News sebagai pembaca senior. Juga terima kasih kepada pihak WordPress yang — kurasa mereka hanya kasihan padaku — memasukkan blogku pada daftar 100 Top Blogs dari ribuan blog Indonesia, dan bahkan sering menempati urutan 5 besar dalam sebulan terakhir.

Aku juga mohon maaf seandainya ada komentar yang ditujukan kepadaku tapi tidak sempat kutanggapi. Hal itu pasti bukan karena kusengaja, tapi semata-mata karena luput dari perhatian. Alasan lain adalah karena seminggu terakhir ini koneksi internetku macet, putus hampir total 24 jam sehari, lambat pula; sehingga ketika bisa online, aku harus tergesa-gesa memoderasi komentar sebelum koneksi kambuh lagi. Aku juga meminta pembaca yang berkirim imel padaku agar sabar menunggu jawabanku, karena koneksi internetku yang payah itu sering tak mampu walau hanya untuk membuka imel. Sampai artikel ini kutulis, terdapat 21 imel yang belum sempat kubalas.

Beberapa kali aku menolak komentar dari bloger yang menurutku “bermasalah”. Mereka adalah bloger yang dalam blognya menulis artikel yang melecehkan agama — bahkan hingga memaki-maki Yesus atau Al-Quran — serta bloger yang berbisnis dengan menjual barang atau jasa. Maaf, aku tidak bersedia mempromosikan daganganmu. Karena blogku ini pun tidak mencari uang dan tidak berbisnis, namun semata-mata hanya menulis hal-hal yang bermanfaat bagi kemanusiaan, toleransi beragama, dan demokrasi.

Dan sejak hari ini, aku sudah memutuskan tidak lagi mau menerima komentar dari bloger-bloger yang berkampanye agama tertentu. Selama ini komentar dari bloger demikian kubiarkan, tapi mulai sekarang tidak lagi. Tapi bila blogmu menulis agama dalam kaitannya dengan toleransi antar-umat, perdamaian, kasih kepada sesama, dan kebajikan-kebajikan lain, aku tidak berkeberatan.

Aku angkuh dan merasa bloger hebat? Terserah bila engkau berpikiran picik seperti itu. Aku mengambil keputusan ini karena aku tidak mau ikut menyebarluaskan link-link blog yang memuji-muji agama tertentu sembari menghujat agama lain.

Apakah dengan membatasi orang yang bisa menulis komentar tidak akan membuat mereka tak mau lagi berkunjung dan malah akan menurunkan hits blog ini? Betul, kawan, dan aku tidak peduli. Sebab aku lebih peduli pada perdamaian daripada sekadar merasa “orgasme” bila melihat puluhan atau ratusan komentar masuk setiap hari.

Aku tidak tergila-gila menjadi selebriti blog! Persetan dengan hits tinggi! Aku cuma ingin menulis. Aku menulis bukan karena ribuan orang berkunjung ke sini. Aku menulis karena memang aku cinta menulis — pekerjaan nikmat yang telah kujalani selama 12 tahun. Jadi, dengan atau tanpa hits tinggi, aku akan tetap menulis.

Seorang kawan bloger pernah bertanya kenapa aku tidak mencari sponsor-tetap untuk mendanai Blog Berita Dot Com ini. Kujawab: aku belum berpikiran ke arah itu, karena aku khawatir dia justru akan mendikteku menulis — hal ini juga pernah kukatakan ketika diwawancarai Suara Merdeka dulu.

Tapi bila ada pihak yang ikhlas mendukung blog ini tanpa “pesan-pesan tertentu”, tidak tertutup kemungkinan kujalin kerja sama. Dan sejak awal hal ini sebenarnya sudah kujelaskan di sini, yaitu dengan menerima donasi. Terima kasih kepada dua orang pembaca yang pernah mengirimiku sejumlah uang untuk membantuku membiayai langganan internet.

Rasa sesalku yang mendalam kepada beberapa bloger dan pengelola situs yang dulu sempat ingin menipuku dan memanfaatkan Batak News untuk kepentingan pribadinya. Salah satunya adalah seorang Batak di Amerika Serikat yang kusebut sebagai “maniak domain” — pemilik puluhan domain dan situs berbau Batak yang isinya cuma copy-paste dari blog dan situs web lain. Ada saksi dalam kasus ini; kawanku, Charly Silaban, yang juga seorang bloger di Jakarta.

Si maniak domain itu pertama sekali menghubungiku lewat imel. Dia menawarkan sebuah nama domain gratis untuk blogku, dengan syarat iklan-iklan bisnisnya kupasang di blog ini, sementara akulah yang harus bekerja setiap hari untuk mencari berita dan menulis artikel. Tentu saja kutolak. Karena jelas dia hanya ingin mencari untung pribadi. Dasar penipu yang ingin memeras keringat orang lain! Mungkin dia pikir aku tidak tahu bahwa harga sebuah domain cuma berkisar Rp 70 ribu.

Karena tawaran kerja samanya kutolak, lalu dia menulis imel: “Apakah lae pikir blog ini sudah pasti punya hits pengunjung yang tinggi?” Kujawab bahwa aku tidak peduli dengan hits. Mau 100 orang atau seribu orang membaca blog ini setiap hari, aku tidak peduli. Karena secara pribadi tidak berpengaruh pada keuanganku, karena tidak ada iklan AdSense di blog ini — yang memang tergantung pada jumlah pengunjung — dan mereka membaca tanpa harus membayar. Yang penting aku bisa menulis, aku bisa mencurahkan apa yang berkecamuk dalam pikiranku; dan syukur bila ada yang mau membacanya. Tapi kalau pun cuma 10 orang yang mau membaca blog ini, toh aku akan tetap menulis selama tanganku masih mampu menulis dan selama aku masih mampu berlangganan internet. Dia pun berhenti menghubungiku.

Lalu kawanku Charly, dengan niat baik, berkata padaku bahwa dia akan membantuku membeli domain yang pernah ditawarkan oleh si maniak itu — Charly menyebutnya dengan istilah “tukang bajak domain Batak nomor 1″. Mereka pun berhubungan beberapa kali via imel. Singkat cerita, si orang Batak-Amerika itu mau melepas dengan harga Rp 5 juta. Edan! Lalu kawanku menawar Rp 500 ribu. Ketika Charly menyampaikan ini padaku, kubilang agar tak usah dibeli, biarkan saja. Toh tanpa domain itu pun blogku tetap bisa muncul di internet. “Uang lae dan kawan-kawan masih perlu dipakai untuk kebutuhan lain yang lebih penting,” kataku. Di akhir negosiasi mereka terjadilah pertengkaran. Si maniak itu memaki-maki kawanku. Lalu kawanku pun membalas. Biasalah, orang Batak, pantang dipancing. Semua imel tersebut diteruskan kepadaku dan hingga kini masih kusimpan.

Wajar bila kami menyebut dia sebagai tukang bajak domain. Sebab, dia membeli domain itu sekitar seminggu setelah aku membuat blog ini, kemudian dia menghubungiku — jadi bukannya dia yang lebih dulu memiliki domain tersebut baru aku bikin blog ini. Charly juga menulis surat padanya dan menjulukinya sebagai orang Batak yang serakah dan telah hilang kebatakannya. Kupikir itu tepat.

Apalagi ketika kemudian “si penjahat domain” itu berkata pada Charly: “Harga Rp 5 juta itu sudah cukup murah bila dibandingkan harga pasaran di *** [sebuah situs yang menjual nama-nama domain].” Makjang! Betul-betullah dia tak punya nurani, tak memiliki rasa kebatakan, dan cuma memikirkan duit. Sana tuh, peras artis-artis di Jakarta atau pengusaha dan pejabat korup! Beli semua domain untuk nama artis dan pejabat terkenal, lalu tawarkan kepada mereka dengan harga puluhan juta; pasti dibeli.

Dan tak malu pula dia; setelah membajak nama blogku, eh, malah dia tidak merasa risih mengutip artikel dan foto dari blogku ini lalu ditaruh di blognya — yang memang isinya cuma hasil copy-paste. “Jarar kan tidak melarang artikelnya dikutip asalkan disebut sumbernya,” katanya pula kepada Charly. Bah, dasar bermuka tembok memang si “bloger copy-paste” yang satu ini.

Dalam imel-imelnya kepada Charly, si tukang bajak domain tersebut mengaku membeli banyak domain Batak adalah untuk ikut membesarkan dan mengharumkan nama Batak di dunia cyber. Lalu Charly berkata, kalau memang demikian, kenapa harus membajak nama domain blog Jarar Siahaan dan menjualnya dengan harga tinggi; kenapa tidak memberikannya secara gratis tanpa syarat seperti niat Silaban Net — situs yang dikelola Charly dan kawan-kawan. Memang dasar, di otaknya hanya ada nafsu untuk memiliki duit sebanyak mungkin. Secara hukum memang dia tak salah, karena siapa pun berhak membeli nama domain apa pun. Tapi etika dan moralnya kuragukan, karena dia justru ingin memeras dan memperalat sesamanya, bloger Batak.

Andai saja aku tidak berperasaan, sudah kupasang fotonya di blog ini dan kutampilkan semua imelnya padaku dan Charly; tapi aku tidak setega itu mempermalukan orang. Meskipun demikian, aku yakin banyak orang Batak, terutama netter yang tinggal di luar negeri, bisa menebak siapa si penjahat domain ini. Karena, meminjam istilah Charly, dia adalah pembajak domain Batak nomor wahid. Sekarang, kalian sudah tahu kan bagaimana watak dia yang sebenarnya? Apakah dia masih layak disebut orang Batak yang memahami arti persaudaraan? Dang makkuling mudarna [tidak ada solidaritas dan rasa persaudaraannya terhadap sesama Batak].

Dimaki, lalu ditemani

Minggu-minggu pertama membuat blog ini aku juga beberapa kali dicaci-maki. Sejumlah orang merasa gerah bagai cacing kepanasan karena aku mengkritik Aliansi Jurnalis Independen [AJI] dan petinggi-petinggi media yang menggaji wartawan dengan tidak layak. Di sejumlah blog wartawan lain dan milis jurnalisme, artikelku pun dibahas dan mengundang pro-kontra. Itu tentu saja hal yang lumrah. Aku juga beberapa kali menerima komentar dan imel dari orang-orang yang marah karena aku menulis “semua agama adalah baik dan benar”; antara lain pada artikel Persetan Dengan Logika Agamamu, dan Manusia Binatang Berhati Iblis Pemuja Agama, dan Muslim Tapi Biarkan Anak Pindah Agama.

Tapi banyak juga pembaca yang bisa memahami dan menerima artikel-artikelku. Kini mereka telah menjadi sahabat baruku, dan tentu saja termasuk engkau. Walau pun kita tidak pernah bertatap wajah, dan engkau tinggal di Jawa bahkan luar negeri sementara aku di tepi Danau Toba, tapi aku merasakan persahabatan kita di dunia maya ini begitu indah dan mengasyikkan. Nama kalian begitu banyak, jadi maaf bila aku tidak bisa menuliskannya satu persatu.

Untuk mewakili pembaca, ijinkan aku menyebut sejumlah nama tanpa bermaksud menyepelekan pembaca lain. Terima kasih untuk kawan bloger dan pembaca yang telah berbaik hati menulis artikel di Batak News; Suhunan Situmorang, Ningky, Julius Silalahi, Toga Nainggolan, Fendi Sinaga, Anneke Priskila, Sahat Sipahutar, Farida Simanjuntak, Tonggo Simangunsong, Lajessca Hatebe, dan Alvin Nasution — maaf bila ada yang terlupakan. Tulisan-tulisanmu sangat menarik dan kuyakin selalu dinantikan pembaca.

Adapun harapanku mengulas masalah latar belakang pendirian Batak News ini adalah agar kawan-kawanku, pembaca sekalian, bisa semakin memahami apa itu Batak News dan kenapa aku menulis di blog setelah berhenti sebagai wartawan suratkabar.

Bahwa aku membuat Blog Berita Dot Com ini bukanlah untuk mencari uang dengan “membisniskan kata-kata”, namun karena ingin memiliki media sendiri di mana aku bisa merdeka menulis sesuai nuraniku. Bahwa aku menulis di blog ibarat aku menulis catatan harian; menulis sesuka hatiku.

Bahwa kemudian ada pembaca yang sepaham dan senang, lantas ingin membantuku dengan sumbangan berupa donasi, terima kasih. Tapi donasi tidak berarti aku bisa diatur-atur untuk menulis begini dan begitu. Mending tak usah bantu bila niat donatur adalah untuk mendikte dan menggiringku.

Bahwa kalau aku tak punya uang lagi berinternet-ria dan ngeblog, bagaimana dengan Batak News? Ya sudah, kubiarkan saja dulu beberapa saat hingga aku punya uang kembali, lalu kuperbarui artikel-artikel di sini. Gitu aja kok repot!

Inilah prinsipku menjadi bloger:

  • Menulislah dengan merdeka, tapi jangan bohongi nuranimu
  • Tulislah hal-hal yang baik saja bagi kemanusiaan
  • Jangan berkompromi dengan kejahatan dan penindasan hak asasi, termasuk yang mengatasnamakan agama
  • Jangan peduli berapa orang yang membaca blogmu, tapi teruslah menulis, karena — kata Pramoedya Ananta Toer — menulis adalah bekerja untuk keabadian.

Maka jangan patah semangat bila sekarang orang tidak setuju dengan kebaikan-kebaikan yang kautulis lalu mereka berhenti membaca blogmu. Tidak sekarang, bukan mereka; generasi mendatang akan membacanya. Aku sadar, ini prinsip yang tidak bermanfaat bagi ke[banyak]an bloger Indonesia. [www.blogberita.com]

CATATAN BLOG BERITA DOT COM:

Artikel terkait topik ini, Bullshits! Tak ada pers bebas, welcome to blog, ditulis oleh seorang wartawan kritis yang masih aktif bekerja di sebuah suratkabar di Medan.

Bos WordPress, Matt Mullenweg, sudah menegaskan kebijakan WordPress untuk tidak menghapus blog selama-lamanya meskipun blog itu didiamkan tanpa di-update; WordPress hanya akan menghapus blog-blog yang memuat materi porno, pembajakan karya cipta, dan hal lain yang melanggar hukum dan ketentuan WordPress.

Matt sendiri pernah secara langsung membalas suratku lewat imel pribadinya ketika aku bercerita padanya kenapa aku ngeblog. Kepadanya juga kukisahkan perihal sebuah “sajak bloger” yang kutulis Maret silam: blog adalah tempat meneduhkan nurani bagi wartawan yang masih punya rasa malu.

Matt berkata: “That’s wonderful to hear. Best of luck with your new blog, and thank you for sharing such kind words.”

Silakan bila ingin mengutip artikel dari blog ini, dengan syarat menyebut sumber dan nama penulisnya. Bila dikutip untuk website, blog, atau milis, maka tuliskanlah sumbernya www.blogberita.com dan buatkan link ke artikel bersangkutan. Bila dikutip untuk media cetak seperti koran, bulletin, dll, maka tulislah sumber kutipannya; www.blogberita.com. []


  1. Salam dr Jawa..
    Kebetulan aku punya ’saudara’ baru dari Balige. Pas nyari tau Balige itu di mana, malah ‘terjerumus’ aku di blog berita ini.
    Bang Jarar, setahuku abang nh tipikal orang Batak sebenar2nya, keras kepala dan teguh akan apa yang diyakini benar, salut.
    Nanti kalo ada waktu (dan biaya), pas aku maen ke Balige, aku tak mampir ke rumah abang, Insyaalloh.
    Keep Fighting!!!

    JARAR SIAHAAN: pintu rumahku terbuka untuk orang sepertimu, pren.

  2. Bah!!!
    Bodat kau batak amerika gila domain, otak bisnismu lancar kali,secanggih negara t4 kau tinggal

    By the way bodat juga punya perasaan lo :)

  3. H Napitupulu

    Saya ketemu blog Pak Jarar ini secara tak sengaja, tadi saya mau mencari artikel tentang “habatahon” di google dan ketemulah blog ini. Setelah saya baca artikel-artikelnya, menurut saya cukup bagus, penuh warna dan tidak membosankan. Sehingga pantaslah media yang Pak Siahaan sebutkan diatas menulis tentang blog ini.
    Pesan saya, teruslah berkarya demi kemajuan Bona Pasogit.

    Horas, jala mauliate

    JARAR SIAHAAN: horas, terima kasih, lae. walau cuma kata-kata, dukungan lae sangat berarti bagiku.

  4. restlessangel

    ” Aku tidak tergila-gila menjadi selebriti blog! Persetan dengan hits tinggi! Aku cuma ingin menulis. Aku menulis bukan karena ribuan orang berkunjung ke sini. Aku menulis karena memang aku cinta menulis — pekerjaan nikmat yang telah kujalani selama 12 tahun. Jadi, dengan atau tanpa hits tinggi, aku akan tetap menulis. ”

    GREAT !!! AWESOME !!!
    ga bisa nambahi komen lagi….
    *sejak SD sll bermimpi jd penulis*
    *wah abang bs masuk daftar penulis yg aku suka nih*

    btw bang, nanya numpang GR, blog unik tp menyebalkan krn suka bikin ningung, punya aku kah ??
    *sadar diri ato keGRan??*

    JARAR SIAHAAN: adalah… ada deh… terserah pilih yang mana. :D