[anneke priskila; batak news; tentang orang baik dan berbuat baik]
“Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan …, mata Tuhan melihat ketulusan hatimu.”
Anneke Priskila — seorang kawan di Medan, gadis cantik yang murah senyum, seorang nasrani nan lembut hati — mengirimkan kata-kata bijak Bunda Teresa ini ke imelku kemarin. “Ini ada tulisan dari Bunda Teresa. Semoga semakin meneguhkan Bang Jarar untuk selalu menulis dengan hati nurani,” kata Anneke.
APABILA ENGKAU JUJUR dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu. Tetapi tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.
Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan teman-temanmu iri hati atau cemburu. Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.
Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu. Tetapi tetaplah berbuat baik.
Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang. Tetapi teruslah berbuat baik.
Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu. Tetapi tetaplah berbahagia.
Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup. Tetapi tetaplah berikan yang terbaik.
Apa yang telah engkau bangun selama bertahun-tahun dapat dihancurkan oleh orang lain dalam satu malam saja. Tetapi janganlah berhenti dan tetaplah membangun.
Jangan pedulikan apa yang orang lain pikirkan atas perbuatan baik yang engkau lakukan. Percayalah bahwa mata TUHAN tertuju pada orang-orang jujur dan DIA melihat ketulusan hatimu. [www.jararsiahaan.com]
CATATAN BATAK NEWS:
Bunda Teresa, perempuan Katolik yang bagiku adalah “orang suci” itu, telah menjadi teladan bagi umat manusia. Ketika dia meninggal, lihatlah, betapa semua orang merasa kehilangan. Tidak hanya nasrani, bahkan orang-orang muslim di berbagai negara secara khusus dan khusyuk bersembahyang untuk Bunda Teresa; begitu juga dengan orang-orang Buddha dan Hindu di rumah ibadah mereka.
Bunda Teresa, sulit aku percaya akan ada orang sepertimu lagi di bumi yang semakin sakit ini.
-
1
Ping balik on Apr 19th, 2008 at 1:15 am
[...] berisi cerita ringan ini berasal dari India, lalu diteruskan Anneke Priskila ke Blog Berita. Anneke bekerja dan tinggal di Medan. Dia seorang kawan yang baik, berdarah [...]


31 Juli 2007 at 7:05 am
Horas…
Bunda Teresa adalah wanita terhebat sepanjang masa yang pernah dimiliki dunia ini. Dunia kehilangan permata yang sesungguhnya. Saya tak akan pernah lupa waktu sekolah di SMU Katolik Bintang Timur Balige 1, kami membuat misa khusus untuk mengenangnya. Walau saya Protestan tapi saya merasa Bunda Teresa adalah bunda semua agama dan bangsa.
Terima kasih ya bang, sudah memuat tulisan ini. Karena ini semakin memotivasi saya untuk membuat yang terbaik walau saya akui sering orang lain salah mengerti dengan apa yang saya lakukan. Tidak jarang saya sendiri yang harus menanggung rasa sakit hati dan kemarahan dari orang yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Sudah kebiasaan, kita yang berbuat orang lain hanya memvonis. Suatu saat nanti orang lain pasti bisa melihat yang sebenarnya. Sama halnya dengan prinsip hidup saya, “Saya bukanlah yang terbaik tapi saya akan menjadi yang terbaik.”
31 Juli 2007 at 8:11 am
Aku tidak melihat Bunda Teresa hanya seorang Katolik. Dia adalah pecinta ajaran Tuhan. Kebetulan, melalui Katolik lah dia berkarya pada kaum papa. Dia moksa dalam pelukan Pencipta. Pencipta yang kita kapling dengan cemburu buta, tapi kita tidak berbuat apa yang dimauiNYA.
Dia dimiliki kaum pinggiran dan miskin. Dicintai si dekil, rambut tak bershampo, yang mandi dengan sabuk kelapa, kulit legam panuan-kudis-borok, kusta, TBC, semua jenis penyakit, yang tak berumah.
Dia mencintai tanpa berharap dicintai.
31 Juli 2007 at 9:29 am
Bunda Theresa memang tidak merubah calcutta menjadi kota yang menjadi kaya. Tapi beliau dengan suster yang lain begitu setia sentuhan kasih bagi kaum papa di calcutta. Bukankah kasih sayang, cinta dan sentuhan manusiawi itu adalah hak semua orang.
Anneke Priskila, senyummu seperti tergambar dalam blognya Lae Jarar ini.
31 Juli 2007 at 9:49 am
Damai sekali membaca tulisan ini. Ringan tapi padat maknanya, sepertinya sulit utk diterapkan tp tdk mustahil samasekali. Begitulah hrsnya kita hidup.
31 Juli 2007 at 12:38 pm
jangan pernah bosan untuk menjadi orang baik, seburuk apapun orang padamu berusahalah untuk tetap baik padanya. mungkin suatu hal sepele tapi sangat sulit untuk dilakukan. itulah kenapa kita diciptakan kedunia, menjadikan dunia sebagai ladang amal dan melawan semua rasa buruk dan keji yang ada dalam diri dan orang disekeliling kita. tetaplah menebar kebaikan, karena sesuatu yang baik akan menghasilkan buah yang manis.
31 Juli 2007 at 12:56 pm
“If you can’t feed a hundred people, then just feed one.” (mother THeresia).
May GOD bless you always!!
31 Juli 2007 at 1:09 pm
Mother Theresa telah lama pergi. Tapi, ia sebenarnya masih hidup saat ini di tengah-tengah orang yang mengerti apa itu kasih.
Satu acapan Mother Theresa tentang kasih yang masih kuingat sampai saat ini adalah: “Orang yang paling menderita adalah orang yang tidak pernah diperhatikan. Dan kepada merekalah kasih itu ada.”
Hal ini dilaminya ketika ia bertemu dengan seorang tua sebatang kara, yang tak seorang pun memperhatikannya. Rumah itu selalu gelap karena untuk menghidupkan lampu minyak di rumah itu pun tak ada. Sebab ia sendiri sedang sakit.
Setiap sore, Mother Theresa dengan biarawati lain datang khusus untuk menghidupkan lampu itu. Rumah itu kini bercahaya. Mereka juga membawa roti. Lalu, orang tua itu berkata: “Sudah lama saya tak merasakan kasih. Dan kenapa begitu lama kasih itu datang ke rumah ini?”.
31 Juli 2007 at 2:33 pm
Begitulah hidup… contoh teladan yang diberikan bunda theresia layak kita jadikan panutan. Tuhan beserta kita.
31 Juli 2007 at 5:24 pm
semuanya benarrrrrrrrrr….
3 Agustus 2007 at 4:30 pm
@ Farida,
bagus juga tuh prinsip hidupnya “saya bukanlah yang terbaik tapi saya akan menjadi yang terbaik.” terima kasih ya atas commentnya.
@ JoeS, kairo, parlappotuaktakkasan, fun
terima kasih ya atas commentnya.
@ Marudut
makasih ya utk commentnya. emangnya pernah ya lihat senyum saya?
@ Ningky
emang tidak ada yang mustahil kalo kita ada kemauan. makasih ya bu utk commentnya.
hmm…sedamai kalau melihat wajah ibu
@ yeni
makasih ya utk commentnya.
pintar sekali adek ini merangkai kata-katanya
@ tonggo
tambahan yang menarik untuk tulisan ini. makasih ya tonggo
7 Agustus 2007 at 3:13 pm
agnes gonxhe bojaxhiu atau yang lebih dikenal dengan bunda theresa adalah sosok yang berhati mulia. dia berasal dari keluarga kaya tapi dia meninggalkan semua itu hanya untuk bisa melayani mereka yang tidak pernah diperhatikan untuk waktu yang cukup panjang. seorang yang penuh kedamaian hingga akhirnya mendapat penghargaan dalam bentuk nobel perdamaian, penghargaan khusus menjadi warga sipil dari pemerintahan india, menjadi warga negara kehormatan untuk amerika serikat dan diberkati oleh paus paulus yohannes II sebagai bunda yang terberkati. sampai saat dimata bunda theresa menghembuskan nafas terakhirnya, diwajahnya tetap terlukis sebuah kedamaian berbeda dengan orang-orang penuh dosa ketika menghembuskan nafas terakhirnya. dalam hidup ini aku selalu berusaha untuk menjadi orang baik, hanya saja orang-orang selalu tidak bisa menerima itu karena mereka selalu melihat wajahku yang buruk. aku tahu kalau sampai kapanpun aku tidak akan bisa menjadi seseorang yang nomor 1 atau seseorang yang terbaik tapi setidaknya aku ingin menjadi seseorang yang berbeda dari refleksi diriku yang sesungguhnya. tidak seperti Tuhan dan bunda theresa. mereka melihat hati dan bukan melihat rupa.
10 Agustus 2007 at 8:07 pm
Bunda Teresa adalah seorang bunda bagi semua orang yang mempunyai hati begitu tulus, menolong orang lain tanpa pamrih, disaat mengalami kesusahan , Bunda Teresa hanya Mengandalkan Tuhan Yesus dan pada saat berdoa dia mengucapkan satu kalimat ” Tuhan Tolong Aku”. Dari Bunda Teresa kita belajar sesuatu bahwa begitu banyak yang kita inginkan di dunia ini tapi begitu banyak pula hal-hal yang tidak kita pikirkan bahwa kita bisa menjadi berkat orang lain. Bunda Teresa mengatakan bahwa kita tidak perli kuatir Karena Begitu banyak rencana Tuhan yang Begitu indah buat kita anak-NYA walaupun terkadang tidak sesuai dengan apa yang kita ingini.Bunda Teresa melalui Bunda Tuhan mengajar kasih dan cinta bagi semua orang baik itu seorang yang membenci kita tapi kita harus tetap mengasihinya.
1 September 2007 at 7:28 pm
Lorong
Aku lupa lorong menuju hatimu
Mungkin semua rindu telah tenggelam
dalam sejarah yang diramu para pendusta
Atau usiakukah yang telah karam
dalam botol-botol bir?
Tapi setiap senja
selalu kuterima surat kabar hanya berisi alamat
Tak ada berita tentang gubuk
yang terkungkung pabrik dan gedung-gedung
Tempat ibu memahat masa kecilku
dengan ketajaman ayat-ayat keramat
pembuka pintu surga
Tak ada berita tentang rumah dan atap bocor
Juga suara serak bapak yang mengajarimu
membenci Britney Spears
Ah ya, maafkan
tak jadi kuberikan poster Bunda Theresa
hadiah ultahmu ketujuhbelas
Sebab tiba-tiba kita mulai suka berdosa
menyusup ke kamar pengap hotel kelas melati
Kau di mana? Sudah seperti apa?
Aku lupa lorong menuju hatimu
Apakah kota telah hancur dalam alkohol
dan karam dalam mimpi-mimpi pemabuk?
Tolong kirim lagi surat kabar
agar kulacak pada persenggamaan kita ke berapa
Negara meninggalkan Tuhan
Berburu Embun Maret, Siantar 2007
27 September 2007 at 8:19 am
Apa yang akan kukatakan padamu? bila dalam satu waktu engkau dengan seorang profesor datang menemuiku, orang pertama yang akan kesambut dengan cinta adalah engkau. Allah orang Islam dan semua bangsa didunia melindungimu. Yesus memberkatimu
30 September 2007 at 10:20 am
SYALOM,NICE TO JOIN WIth all of u.
btw q org y dulunya bwadung bgt.tapi skrg g lg lho.skrg gw sadar tnyta gw d slh selama ne…..gw g mo jd y kyk dulu lg.g ad gunanya.okh iy nama rusli elida aritonang.anak bintang timur balige SKRG Q KUL DI BRAWIJAYA.GBU
30 September 2007 at 10:26 am
gbu u all.parlapotuaktakkasan u remind me to my beloved village