[batak news; okezone; duh tiurma, eh, tamara]
Cuma karena seorang pelawak sengaja memelesetkan namanya, selebritis Tamara Geraldine Tambunan berang dan memukulnya dengan botol hingga pingsan. Keterlaluan si Tiurma, eh, Tamara.
Pemukulan itu terjadi hari Minggu baru lalu di Pekan Raya Jakarta [PRJ], demikian diberitakan Okezone. Pelawak yang dipukul Tamara adalah Farly. “Kejadian bermula pada 1 Juli, pukul 17.40 WIB. Saat itu, Farly dan Taufik Lalat mengisi sebuah acara di salah satu stan di PRJ. Kebetulan Tamara Geraldine sebagai bintang tamu sekaligus ikon dari produk tersebut,” ujar kuasa hukum Farly, Rinaldi Agusta Fahlevie.
Saat mengisi acara di stan PRJ tersebut, Farly melontarkan banyolan, “Inilah Tamara Bleszinsky. Eh salah, Tamara Geraldine.” Mendengar itu, Tamara Geraldine mengambil salah satu produk obat dalam kemasan botol yang masih terbungkus kardus, lalu dipukulkan ke kepala Farly.
“Farly langsung blank dan langsung digantikan posisinya oleh Taufik Lalat. Farly duduk karena pusing, kemudian dia jatuh pingsan. Usai acara, Farly ke RS Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat, sekitar pukul 19.30 WIB. Oleh dokter, Farly disarankan beristirahat tiga hari, namun Farly memaksa pulang,” jelas Rinaldi.
Farly yang bernama lengkap Farly SM Saerang ini telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kemayoran. Farly juga telah melakukan CT Scan dan visum.
Sampai Senin malam kemarin Farly mengaku masih sakit hati pada Tamara, karena seleb berdarah Batak itu belum juga meminta maaf. Bahkan, sebaliknya, pihak manajemen Tamara mendatangi pelawak Farly dan malah berkata, “Ini pelajaran buat lu, dan jangan salah menyebut nama orang.” [www.blogberita.com]
CATATAN BATAK NEWS: Bagaimana pula seandainya pelawak itu memelesetkan nama Tamara Geraldine menjadi Tiurma Betadine? Bah, bisa-bisa bocor kepalanya nanti.
Ngomong-ngomong, baru dua tahun kemarin lho aku tahu kalau Tamara Geraldine ternyata orang Batak. Soalnya selama ini dia tidak pernah memakai marganya. Beda sekali dengan selebritis internasional, Nadya Hutagalung, yang selalu memakai marganya, baik ketika masih bekerja di MTV maupun ketika tampil pada majalah-majalah mode dunia. [www.jararsiahaan.com]


4 Juli 2007 at 1:09 am
@Bataknews
Hari ini email-ku sampai penuh gara-gara kasus si “Tiurma” ini lae, dikirim teman-teman dari segala arah (teman darat dan teman virtual). Aku agak kaget juga. Tak kusangka. Cammananya ‘ito’ yg satu ini, baru masalah plesetan nama langsung keluar aslinya boru Batak, yg sering dikatakan galak-galak itu.
Terbukti kan stereotip/stigma itu ttg orang Batak itu? Inilah salah satu contoh barangnya…
Padahal, mengaku komedian! Bukankah dunia kalian sarat dengan plesetan dan banyolan, dan justru dari situlah kalian dapat banyak uang dan popularitas? Kalau tak mau diplesetkan, zangan zadi zelebritis dong ito Tiurma, eh, Tamara! Bikin malu kami orang-orang Batak yg lembut-lembut ini saza (huahaha….!).
BATAK NEWS: ketika lae pun menulis artikel beberapa waktu lalu di blog bataknews tentang stereotip orang batak dan juga tentang fenomena orang batak di perantauan yang mengubah nama dan menyembunyikan marganya, sejak awal aku meyakini itu. dan memang betul, inilah contoh barangnya.
4 Juli 2007 at 3:22 am
bah bah…bikin malu silalahi sabungan kalo betul ini..
Bangkit nanti Ompu ta i ito tamara..mangido maaf ma ho..
4 Juli 2007 at 8:31 am
Bagi Tamara tidak berlaku istilah apalah arti sebuah nama. Tamara mungkin saja seorang yg sgt menjungjung tinggi arti sebuah nama dan juga barangkali dia tau waktu memberi dia nama (tardidi) orang tuanya bikin pesta besar, diundang semua keluarga, dongan sahuta, dan korbanya tiga pinahan lobu. Sebenarnya dalam dunia entetaiment masalah mempelesetkan nana itu merupakan sesuata yg sangat lumrah, dimana banyak orang terhibur oleh hal2 seperti ini. Tamara itu sebenarnya seorang entetainer yg kocak dan kreatif, cuma saya jadi bingung kenapa dia sampai emosi seperti ini?????
4 Juli 2007 at 9:32 am
Mungkin si Tien Thinh Pham gak “ngambil” malam sebelumnya padahal si tamara udah kebelet. Bawaannya jadi uring-uringan. Sasaranlah si Farly itu.
@Lae Jarar: tambahan saja, ito tamara ini yang host acara musik HORAS di indosiar dulu (th 98 ya ?).
4 Juli 2007 at 10:48 am
Ahhh…h KEtahuan deh si Joes. Rupanya Kalau Joes tdk Ngambil istrinya malamnya , lalu besokya istrinya uring2 ngan. Aduh Joes-Jeoes kasihan deh loe!!!!!!!
4 Juli 2007 at 10:53 am
City scan harusnya CT Scan (Computed Tomography Scan)
http://en.wikipedia.org/wiki/Ct_scan
Banyak kesalahan eja di media, terutama istilah asing seperti “out-sourching” yang harusnya “outsourcing”. Mudah-mudahan Bataknews bisa lebih baik dari media referensinya. Maju terus lae!
4 Juli 2007 at 11:36 am
@Tamara Asmara Namara : peace …hehehhe
4 Juli 2007 at 2:13 pm
Kalau memang dia menjunjung tinggi namanya, kenapa ia jarang menggunakan marganya ya…? Tapi sudahlah… Lepas dari itu semua, mengapa ya cowok2 sekarang koq memble2 ya..? barusan siapa tuh yang perkara.. ratu felisha ya ? yang bikin babak belur pacarnya Andien hahaha… Sebentar lagi laki-laki mana lagi yang dianiaya ?
4 Juli 2007 at 3:07 pm
@ Charly Silaban
Barangkali itu salah satu bukti betapa gerakan feminisme/woman libs atau kesetaraan gender sudah mulai membuahkan hasil, lae. Jadi, kalau selama ini laki-laki sering main kekerasan terhadap kaum perempuan, sekarang kita harus hati-hati: kaum perempuan pun sudah siap mempermak laki-laki! He-he-he…
@Bataknews
Sekadar info, aku baru ditelpon seorang teman perempuan (sudah kuanggap seperti adikku), redaktur infotainmen ‘HOTSHOT’. Katanya, keluarga Farly tdk akan mau berdamai dng ito kita yg gagah berani itu. Pengassaranya Farly sedang memproses laporan pengaduan di ktr pol.; sebaliknya lawyer-nya si Tiurma, eh, Tamara, sedang giat melobi agar kasus ini diselesaikan secara “kekeluargaan”. Kabarnya beberapa petinggi polisi dan pejabat DKI sudah turun-tangan. (Tamara memang sangat dkt dng orang no.1 Jakarta).
Bah ito Tamara, bagaimanalah nanti kalau kau sempat mendekam di ruang tahanan polisi yg sempit dan bau itu? Menangislah kau nanti terus, siang-malam, menyesali perbuatanmu yg tak sampai satu menit itu! Tapi, karena selebritis dan dekat dng pejabat di republik ini, mungkin pak polisi akan menyediakan sofa di ruangan mereka yg ber-ac itu utk kau tiduri. Begitupun, tetap juga kau akan tersiksa! Kebebasanmu lenyap sementara waktu, nama besarmu tercemar…Akh, gara-gara setitik minyak tanah, rusak susu ni horbo sebelanga!
BATAK NEWS: hiks …, sedih hatiku. itulah kau tiurma, eh, tamara, sudah dibilang batakusa tadi agar kau segera minta maaf. ah, masuk penjara sajalah kau dulu sebentar, biar tak arogan kau memukul orang. enaknya di penjara itu; buktinya artis paris hilton juga mau kok masuk penjara. nanti sehabis dari penjara, terus kautulislah buku. mungkin judulnya: “tiurma [eh, tamara] tidak lagi seperti yang dulu”.
4 Juli 2007 at 3:44 pm
jamane jaman edan
4 Juli 2007 at 4:13 pm
Saya pernah membaca cerita Tamara tentang masa kecil dia, dimana menurut pengakuan Tamara dia seorang perempuan yg sangat tomboi. Temannya bermain rata2 laki-laki dan adapun olahraga kesukaanya adalah olah raga keras terutama tinju. Menurut pengakuannya dia adalah seorang penggemar dan pengagum berat mantan juara dunia kelas bantam asal Indonesia yaitu Eliyas Pical. Saking bangganya sama Eliyas Pical Tamara selalu mengenakan baju bergambar Si petinju tersebut. Dia tdk pernah melewatkan pertarungan2 yg dilakoni Eliyas Pical. Menurut pengakuan dia, waktu Eliyas Pical menang dia merasakan kegembiraan yg luar biasa, tapi ketika kalah dari petinju Republik Dominica Julio Cesar Planco, Tamara sangat sedih sampai menangis meraung2 selama tiga hari. Perlu juga saya informasikan bahwa Tamara adalah seorang wanita penggemar dan pemain judo.
4 Juli 2007 at 4:51 pm
Mungkin tak ada hubungannya dengan persoalan stereotip.Mungkin juga tak berhubungan dengan soal suku, adat, apalagi sampai soal “Ngambil” seperti kata TA Namara. Barangkali ada persoalan pribadi antara dua seleb Tamara: Geraldine dan Blezynski. Tugas buat infotainment. Wah ada gosip baru nih.
4 Juli 2007 at 5:17 pm
Wah wah wah. Sempat bingung aku tadi. Tiba-tiba tampilan situs ini berubah. Macam power ranger saja. Ada penjelasan dari bataknews?
JARAR SIAHAAN: sejak minggu-minggu pertama blog bataknews muncul, sudah sering pembaca mengeluhkan kecilnya font pada kolom komentar. itulah sebabnya template blog ini kuganti, di mana huruf pada komentarnya lebih besar.
aku harus akui, di blog ini, bukan cuma artikel dan berita yang kutulis yang perlu, tapi juga komentar. bahkan sering komentar kawan-kawan di sini lebih bagus dibanding artikel yang kutulis. dengan demikian komentar-komentar tetap harus mendapat prioritas. bukankah sekarang lebih nyaman membaca komentar dengan huruf yang lebih besar dibanding sebelumnya? semoga engkau sekalian, kawan-kawanku, merasa puas. terima kasih, lae.
4 Juli 2007 at 7:22 pm
bah….gosip saja kerjanya abang ini….hahahaha!
blognya berubah gara2 liat blogku berubah ya bang? beuh…ikut2an :p
JARAR SIAHAAN: boleh dong sesekali bikin berita kayak wartawan input-semen … apa … wartawan apa namanya yang menggosip di tivi-tivi itu?
4 Juli 2007 at 7:32 pm
Tapi ada sedikit kritik soal tampilan yang baru, lae jarar. Agak terlalu banyak ruang kosong di atas ruang comment kita ini. Maksudku di sebelah gambar-gambar di kiri atas. Mungkin bisa diisi dengan rubrik baru. Atau padatkan saja gambar-gambar di sebelah kiri itu ke tengah halaman. Biar terisi ruang kosong itu. Atau bagaimanalah saran kawan-kawan kita yang lain yang lebih expert. Good luck!
BATAK NEWS: terima kasih perhatianmu, lae. memang ada kelemahan template baru ini dibanding yang kupakai selama tiga bulan ini. yaitu, ada ruang kosong antara artikel dengan komentar — tidak seperti template sebelumnya, di mana akhir sebuah artikel langsung disusul komentar-komentar. memang bawaan templatenya sudah begitu, lae. tapi kupikir ini lebih baik karena huruf komentarnya sudah cukup besar, tidak seperti dulu. jadi kawan-kawan pun bisa menikmati komentar-komentar kalian yang bernas itu tanpa harus memicingkan mata.
4 Juli 2007 at 8:56 pm
wah… masalah selepe gitu dibawa ke hati
tak minta maaf pula? songon dia di namborui??
5 Juli 2007 at 4:19 pm
ahhh, sekedar cari perhatian publik, bikin sensasi…biasa, saling bersimbiosis mutualisme.