[joes; batak news; enak dibaca dan perlu]

Yang dimaksud sebagai pria dalam artikel ini adalah lelaki dewasa; sementara cowok adalah sebaliknya — semisal remaja atau ABG.

Artikel ringan ini ditulis oleh Joes [35 tahun], salah seorang pembaca setia blog Batak News dari Riau. Pria disingkat sebagai “P” dan cowok sebagai “C”.

P: Tahu dengan jelas 5 tahun lagi dia mau jadi apa.
C: Tidak jelas 5 menit lagi ia mau berbuat apa.

P: Jago membuat wanita merasa tenang [dengan "t"].
C: Jago membuat cewek merasa senang [dengan "s"].

P: Bacaannya adalah novel Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN.
C: Bacaannya novel Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV.

P: Sebelum umur 30 sudah banyak uang.
C: Sebelum umur 30 sudah banyak dosa.

P: Seimbang antara penghasilan dan pemasukan.
C: Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum.

P: Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita.
C: Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri.

P: Punya akuntan, penjahit, dan dokter langganan.
C: Punya salon, kafe, dan bengkel langganan.

P: Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon.
C: Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon.

P: Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antara mereka berdua, diiringi ucapan, “Kita tetap bisa berteman selamanya.”
C: Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang-batang, plus ucapan, “Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!”

P: Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus.
C: Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus.

P: Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun.
C: Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40 tahun.

P: Bisa menang dalam konflik hanya dengan otak.
C: Cuma bisa ngamuk, adu mulut, dan adu otot.

P: Mikirnya, “Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebih banyak.”
C: Mikirnya, “Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapi.”

P: Otak nomor 1, digabungkan dengan otot kalau terpaksa.
C: Otot nomor 1, ditambah otak kalau punya. [www.blogberita.com]

Senang juga aku karena bisa masuk pada salah satu kategori “P” — Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antara mereka berdua, diiringi ucapan, “Kita tetap bisa berteman selamanya.” Itulah yang kulakukan ketika usiaku masih 17 tahun. Persis seperti itu, bahkan lebih.

Waktu itu aku ingin putus hubungan dengan pacarku, adik kelasku di SMA. Kami sangat dekat, bahkan sudah seperti keluarga. Aku tidak lagi dianggap tamu di rumahnya. Bapak, ibu, saudara, dan keponakannya sangat akrab denganku. Malam itu aku ke rumahnya dan berbicara di hadapan bapak, ibu, dan saudara-saudaranya. Intinya kubilang: “Amang, inang, mulai saat ini kami tidak lagi pacaran, tapi sebatas sahabat. Jadi aku anggap dia seperti adikku sendiri. Tidak lebih.”

Sampai sekarang hubungan kami baik. Pacarku itu juga sudah menikah. Kalau kami ketemu, pasti saling tersenyum dan sesekali berbagi cerita. Ima jolo tusi, ditambai akka dongan [segitulah dulu, kalau ada yang mau ikut berbagi cerita, silakan].


  1. whitegun

    hebat juga yah bang jarar, masih SMA tapi udah kyk suami istri aja di rumah pacarnya, jarang lho anak SMA kyk begitu jaman sekarang ini. Masih SMA sudah tergolong P dalam tulisan ini hehehe…^_^ main2 ke blog ku yah bang.

    kalau lae gimana? ceritakan dong sedikit tentang dirimu menurut poin P dan C itu. aku selalu ke blogmu kok, lae, tapi gak tinggalkan komen.

  2. hahahahahahaha aku tertawa , lae membacanya , sambil mikir ??? masuk mana yah lae joesnya kalau aku sich masuk G=P :)

  3. @ Joeys
    Lalu aku apa dong? Syarat utk “P” itu blm terpenuhi semuanya, seperti yg disebut Lae Jarar tadi. Aku tak main golf, nggak punya akuntan krn memang nggak ada yg perlu diaudit. Sementara perilaku “C” itu? Ah, kadang masih dilakukan, walau usia sdh kepala 4. Memang aku bisa menjadi “P”-nya LeftClick itu. Kalau begitu, biar aman, aku pilih “O” saja deh: Ompung!

    :D botul sekali itu. banyak kategori “p” lae joes yg tak bisa kulakukan. aku pun tak pernah megang stik golf dan tak punya penjahit langganan [kemampuanku cuma beli jins]. pilih “ompung” aja deh.

  4. Kalau kucerminkan diriku pada poin-poin di atas, maka kesimpulannya adalah aku bisa tergolong “C”. Sebab, walaupun sudah berusia di atas 30 tahun, tapi aku belum punya banyak uang. Sedih sekali hatiku.

    Mungkin itu adalah anda sudah dewasa sebelum waktunya :lol:

    Tapi pada poin lain aku agak bangga juga, karena masuk kategori “P” — Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antara mereka berdua, diiringi ucapan, “Kita tetap bisa berteman selamanya.

    Apa bukan karena ada perempuan lain yang sedang disembunyiin ?? :lol:

    maap maen nyelonong aja nih, sekalian salam kenal ;)

    :) aku suka komentarmu. membuatku makin bergairah untuk terus berselingkuh … dengan blog ini. ;-) salam kenal juga.

  5. jaysam

    /*komentar aku nih*/

  6. lohot simanjuntak

    untuk kesekian kali pesan ini ku dapat
    saya pribadi gak semua bisa jadi p atau c,walau sudah hampir kepala empat
    apalagi main golf,udah pernah coba driving range tapi gak nyambung,mending main catur di lapo,jadi aku pilih laki-laki aja

    :D ha-ha-ha …. tidak p, tidak c, tidak o [ompung], jadi “l” saja.

  7. Aku pernah mau putus dengan pacarku; pura-pura kujabat tangannya (padahal aku pura-pura tegar, ingat lagu Rosa), pamit dengan baik, bilang kalau putus tetap berteman (ga sampai undangan memang) dan sok menasehati: “Kalau penggantiku sudah ada baik-baik ya. Jangan putus lagi kayak kita..,” sok dramatislah…. (Padahal semoga ga ada gantinya, biar besok-besok aku datangi lagi dia minta baikan… hehehehehe).
    Kusambung lagi, persis kayak tulisan Joes: “Kita tetap berteman ya, walaupun da putus..”
    Tapi. sampai di rumah aku isap rokok langsung Marlboro biar agak keras pikirku; sampoerna ga mempan lagi (eh… kok iklan rokok ya…), ga bisa tidur sampai banci pulang.
    Da itu, aku ngomong sendiri: “Kok bisa begini….kok bisa putus,” Aku sok tegar tapi…. eeee letoi. Rokok pun cepat mengalir kayak kereta api.
    Jadi aku bingung, aku C atau P? Tolong dong jawab Pak Jeos, aku harus tahu… ini kan soal identitas karakter. Kita anggap penting aja…. mmmh?

    :D enak sekali kisah cintamu. suka aku membacanya.

    gimana tuh joes, tonggo masuk p atau c?

  8. @ Tonggo…
    Kalo lae Tonggo bukan P atau C…
    Tapi…., Tonggo juga Manusia…. hahaha.. Jadi kategori baru nih.. “M” buat lae Tonggo.. Manusiawi !

  9. @ Bang Jarar

    Aku sebenarnya suka baca cerita cinta, tapi maunya yang nyata kayak kisah Bang Jarar. Wah, mantan wartawan pernah pacaran dengan borunya wartawan juga ya…

    Sering kali aku gagal bikin cerpen tentang cinta. Aku lebih suka cerpen bertema sosial. Bang, trims ya atas artikelnya tentang “spasi” prosa Dewi Lestari, yang pernah diangkat di Bataknews. Sekarang, meski aku ga jumpa sama pacarku berhari-hari, aku ga merasa kesepian lagi. (Bukan karena ada yang lain loh… ) Malah makin mesra kalau dah jumpa. (Dilarang berpikir negatip!)

    @ Lae Charly

    E..e..eh… Lae Charly jadi nikahnya. Kapan, ntar aku diundang ya… atau bikin liputannya nanti. Enak, tuh sekalipun ga bisa kita nyaksikan acaranya langsung.

    Kalau kategori “M” sih udah pasti. Tapi, M yang gimana… Mana sih Lae Joes, susah ya nentukan kategoriku. Lae Charly, pasti kategori “C” dari namanya sudah ketahuan.

    A=Alpha
    B=Bravo
    C=Charly

    Betul kan… hehehhehhehe…

  10. BatakNews

    @ charly silaban
    aku setuju: m untuk tonggo dan c untuk charly. ;-)

    @ tonggo
    kaubilang “malah makin mesra kalau dah jumpa [dilarang berpikiran negatif].”
    aku malah jadi berpikiran negatif senegatif-negatifnya negatif. :D

    wah, terlambat tuh idemu tonggo, lae charly sudah seminggu lalu pesta nikahnya di humbang. dan gara-gara asyik menulis cerpen sontoloyo dan “ketukan di tengah malam” aku terlambat memperoleh undangannya sehingga aku tak sempat hadir di pestanya.

    istri lae charly …, hm …, sangat cantik.

  11. “Ketukan di Tengah Malam”, itu pasti cerpen menarik. Soal bupati lagi? Dah, rampung belum, Bang? Aku siap untuk tertawa, atau sedih, atau mengernyitkan dahi. Pokoke, kutunggu cerpen itu.

    Bahasa Batak cerpen itu:”Bukkajo, Oma Ni Si Butet”. (Dilarang berpikiran negatip. Maksudnya: pintu…. Bukan yang lain, woalahh, walah, walaaa, aaahhh)

  1. 1 LeftClick

    PRIA VS COWOK VS GUE

    Indoclubbers-Community@yahoogroups.com
    Inilah Perbedaan mendasar antara seorang PRIA (P) dan COWOK (C) dan Gue(G):
    P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa
    C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa
    G : P
    P : Jago membuat wanita merasa te…