Siahaan Narittik, Siahaan Gila

[suhunan situmorang; bataknews; stereotip kebatakan]

Lae Jarar,
Pernah nggak dengar julukan, stigma, stereotip yang melekat dengan marga Siahaan? Kuyakin sudah. Sering dibilang “Siahaan Narittik” kan?

Tapi, menurutku, justru pada ”kegilaan” marga Siahaan itulah letak kehebatan marga yang satu ini. Karena: berani, nekat, kritis, terkadang arogan, cenderung jugul [keras kepala], tapi juga berprinsip dan loyal pada kawan. Itu hasil pengamatanku berkawan dengan puluhan Siahaan di Jakarta.

Seorang kawan dekatku sejak 1981, Iskandar Siahaan (kini jurnalis, Kepala Litbang SCTV, dan pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia), contohnya. Idealismenya minta ampun kakunya. Keteguhan pada prinsip yang diyakininya benar tak bisa ditawar.

Jangan coba-coba menyuapnya. Siapapun bisa dibentak, termasuk petinggi-petinggi politik di negeri ini. Ia muslim, tapi tak begitu taat beribadah dan amat benci pada kaum fanatikus agama. Orangnya kaku dan tegas, namun, tak dinanya …, ia bisa sentimentil.

Hatinya memang lembut dan suka humor. Kontradiktif, ya. Menurutku, ia dan Lae cocok menjadi representasi “Siahaan narittik” itu.

Orang “gila”, tapi perlu!

He-he-he …. Para pembaca bermarga Siahaan, jangan marah ya …, holan gait doi. [www.jararsiahaan.com]

Penulis komentar singkat ini adalah Suhunan Situmorang; seorang advokat idealis di Jakarta dan juga novelis Sordam.

Lae Situmorang, aku begitu bahagia mendengar cerita itu. Karena semangatku bertambah; bahwa bukan cuma aku wartawan “gila”. Apalagi kalau Iskandar Siahaan itu juga wartawan yang sama sepertiku — muslim yang anti-”maniak agama”, maka semakin yakinlah aku untuk terus bertahan pada “kesintinganku” ini. :)

Kalau boleh lae sampaikan salamku pada Iskandar; dan tolong beritahukan “rumah kecilku” ini, supaya dia bisa sesekali singgah di sini. [jarar siahaan]

Tentang Jarar Siahaan

Jarar Siahaan adalah Pemimpin Redaksi Koran Tapanuli, tinggal di Balige, Kabupaten Toba Samosir. Ikuti pendapatnya tentang menulis dan bahasa di facebook.com/menuliskalimat atau situs Menulis Kalimat.
Entri ini ditulis dalam Artikel, Batak, Feature, Jurnalisme, Opini. Buat penanda ke permalink.

9 Respon untuk Siahaan Narittik, Siahaan Gila

  1. Dongan Sahuta berkata:

    HeHeHe….. Memang betulnya kata Pak Situmorang itu, Lae jarar memang agak gila. Hehehe…. Dua tahun terakhir ini aku sering mengikuti tulisan-tulisan Lae Jarar di koran, memang cukup kritis. “SElamat gila, Lae.”

    BATAK NEWS: :) kayaknya aku bisa menebak siapa lae, setelah kulihat alamat emailmu. nanti kukirim email lae, semoga kita bisa berbagi cerita.

  2. JoeS berkata:

    Laeku Jarar Siahaan. Aku benar-benar harus manggil LAE atau malah TULANG?, karna laeku “kandung”ku marga Siahaan juga kelahiran hinalang an..Tapi laeku kandung ini kurang rittik kayaknya..rata-rata airlah.

    Aku salut juga lah dengan ke-rittikan Lae. Kuamati juga tulisan-tulisan Lae yang berjiwa dan bergairah. Dan kuyakin keseharian Lae sumringah selalu.

    Bicara ke-rittikan..aku ingat film perjuangan favortiku waktu SD : Serangan Fajar (benar gak judulnya?); tokoh sentralnya siapa lagi kalau bukan si Babe Pak Harto. Tapi setiap film ini diulang-ulang, satu tokoh kecil yang kunanti-nanti kemunculannya dengan rindu, Komaruddin..yang dengan rittiknya bergerak sendiri ke depan area terbuka, ditengah desingan peluru musuh, menembaki dengan rittik pula si penjajah rojan itu. Dan ndilalah pejuangku ini bisa mundur dengan selamat. Ah, badanku yang kecil pun ikut menirukan gaya si koboy indonesia ini..

    Tapi kuperhatikan. Setiap peran si-rittik (nyeleneh) dalam drama kehidupan nyata bangsa indonesia sekarang cenderung tidak maksimal dalam pencapaian karir atau posisi di pekerjaan maupun organisasi. Mungkinkah lingkungan atau masyarakat hanya menganggap mereka sebagai tokoh pelipur lara tetapi belum berani menjadikannya tokoh pemuncak? Atau para rittikers yang turbulen ini seringannya tergerus arus laminer yang lebih mapan dan mayoritas? Atau hanya aku saja yang beranggapan begitu, dan malah salah menilai pula.

    Tapi yang pasti dan saya yakin, para rittikers ini menemukan kepuasan bathin atas idealisme mereka yang tak terbeli dan tergantikan oleh apapun.
    Teruslah berjuang Laeku Jarar, Suhunan Situmorang..dll..

    JARAR SIAHAAN: terima kasih lae. memang betul: orang “gila” sepertiku memperoleh kelezatan batiniah yg takkan pernah bisa terukur dengan rupiah. menulis bagiku adalah pertama sebagai makanan batin.

    aku dapat istilah baru dari lae: “rittikers”. keren. kurasa lae suhunan yang novelis itu pasti sedang memikirkan sesuatu dengan istilah ini. :)

  3. Kairo berkata:

    Horas, Siahaan narittik…hehehehehe…kadang tiap marga punya ‘ciri khas’ tertentu, Situmorang byk yg pintar nyanyi sampe tulang Nahum situmorang, bikin lagu ‘situmorang’, parjuji talu ingkon monang, molo imana marende…:-) ada beberapa yg bermarga situmorang memang pintar nyanyi. Lalu br Tobing katanya cantik-cantik, kenyataannya betul juga liat Lulu tobing dan br tobing yg kita kenal..hehehe. Marga panjaitan banyak yg jadi tentara, iya loh..ada Sintong Panjaitan, ada Luhut Panjaitan, dan panjaitan yg lainnya…terkadang memang begitu, sama halnya dgn Siahaan narittik kalau rittiknya yg positif, kita dukung..macam Lae jarar, dang ido?. botima. Mauliate.

    BATAK NEWS: kok bisa gitu ya lae. memang situmorang pintar nyanyi, dan juga seni; sitor situmorang contohnya, penyair yg bahkan diakui sampai ke luar negeri. dan betul pula boru tobing cantik-cantik; aku punya kawan cewek tobing, memang cantik. dan marga panjaitan jadi tentara hebat; pahlawan revolusi d.i. panjaitan misalnya. tapi mana ada siahaan jadi jenderal; siahaan cuma jadi orang “gila” — siahaan narittik. :)

  4. batakusa berkata:

    Gini lae jarar,,,Kalo tak ada orang gila,maka tak ada orang waras,, hahaha,brcanda lae :)

    JARAR SIAHAAN: memang betul itu laeku. karena aku “gila” [salah satunya] maka orang lain dianggap waras.

  5. Mamat berkata:

    Stereotipe… ya ya ya… seperti siregar yang selalu cantik boru2nya gitu ?? hehehehehe… Opung boru ku dolo Siahaan. Masih ingat aku disalam tempelkannya 25rb sebelon kematiannya sebulan kemudian yang tepat pas dengan google developer dayTerus apa konklusinya ? MENEKETEHEK ….. wekekekekke.. Salam kenal Buat Lae … ;)
    BATAK NEWS: salam kenal

  6. desydesy02 berkata:

    yang paling sering aku denger stereotip nya adalah
    siahaan na miring
    trus, kalo boru hutabarat bagak gabe tu ulok [kalo boru hutabarat yang terlalu cantik, jodohnya ular]
    ular yg gimana dulu nih?

  7. betty sihotang berkata:

    .gw senang buangat dehh ada webb site tentang batak. dan moga-moga lebih baik dan lebih maju lagi kedepanya. dimana ini dapat kita jadikan sarana untuk berbagi informasi terutama bagi orang kita sumatera utara atau khususnya pada orang kita batak.

  8. kristi berkata:

    ito jarar banyak marga siahaan loh yg berhasil dan di luar negri pula.
    @tulang suhunan
    salam kenal parjolo.
    ada2 aja tulang ini bikin siahaan narittik, ga usah dibilang udah banyak yang tau tulang. contohnya pemilik blog ini :-)
    horas

  9. srikandini berkata:

    @ kairo…
    :)) awas kaw ito kuh…. unang sampe i bege boru siahaan i hatam i da bahhh… sotung i potuk ulu mi annon =))

Komentar ditutup.