DL Sitorus: Jika Monang korupsi, saya seret ke penjara
[jarar siahaan; batak news; bupati yang sering bicara anti-korupsi]

Monang Sitorus [53 tahun], Bupati Toba Samosir, telah resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana Rp 3 miliar yang diambilnya dari kas Pemkab Tobasa setahun silam.

Monang Sitorus [kanan] menjenguk DL Sitorus di penjaraSejumlah koran nasional dan stasiun tivi juga memberitakannya Rabu kemarin, antara lain harian Kompas. Bupati Monang Sitorus dipastikan menjadi tersangka setelah munculnya surat dari Polda Sumut kepada Kejati Sumut yang menyebutkan “dimulainya penyidikan atas nama tersangka Drs Monang Sitorus SH, MBA.”

BatakNews juga memperoleh foto kopi surat itu, yang diteken oleh Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut, Kombes Ronny F Sompie. Salinan surat itu ditembuskan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] di Jakarta.

Monang Sitorus, bekas PNS kelahiran Porsea tahun 1954, menurut Polda, diduga merugikan negara dengan mengambil uang Rp 3 miliar dari kas daerah untuk kepentingan pribadi.

Kasus ini dilaporkan pertama kali oleh LSM Faka Tobasa ke Polda. Telah satu tahun kasus ini “terkatung-katung” sebelum akhirnya Polda menetapkan status tersangka kepada Monang. Skandal 3 M ini pun telah mengakibatkan politisi di DPRD Tobasa menjadi “di sini senang, di sana geram.”

Sebagian besar anggota DPRD, yang selama ini merupakan musuh politik Monang, tiba-tiba menjadi sangat akrab dengan sang Bupati. Begitu juga dengan wartawan dan pemborong. Dan beberapa waktu lalu tersiar kabar di sejumlah koran bahwa ada oknum anggota DPRD dan wartawan yang kebagian proyek Pemkab; dengan tujuan agar tidak lagi meributkan kasus ini.

Dan terbukti memang, dua kali DPRD Tobasa gagal membentuk pansus atas kasus ini. Mayoritas wakil rakyat pro-Bupati. Hanya beberapa orang yang masih punya nurani, antara lain Ketua DPRD Tumpal Sitorus.

Uang Rp 3 miliar yang diduga diembat Bupati dicairkan dua kali. Bupati Monang Sitorus meneken kuitansi pencairan uang itu secara langsung. Pada kuitansi tercantum maksud pemakaian uang adalah untuk “panjar biaya pengurusan DAK dan DAU tahun 2006″. DAK dan DAU adalah dana APBN yang setiap tahun dibagi kepada semua kabupaten di Indonesia. Dana ini adalah hak setiap kabupaten; jadi memang sangat tidak masuk akal alasan pencairan uang Rp 3 miliar tersebut.

Bupati tidak bersedia dikonfirmasi perihal status terbarunya sebagai tersangka. Ia tengah berada di Jakarta pada Rabu kemarin. Ajudannya August Sitorus membenarkan, dan mengatakan kalau berita di koran tentang status tersangka Bupati sudah diketahui.

“Lagi di Jakarta, Lae. Tanya saja ke Humas,” kata sang ajudan menjawab telepon BatakNews, Rabu malam. Kabag Humas Pemkab Tobasa, Albert Sidabutar, pun tidak berhasil dihubungi; ponselnya mati sampai berita ini online.

Namun tahun lalu, saat didemo warga, Bupati menegaskan tidak benar dia melakukan korupsi. “Serahkan saja kepada mekanisme hukum,” ujar Monang, yang sejak menjabat sering berbicara tentang pemberantasan korupsi, baik kepada pers maupun saat berpidato di hadapan masyarakat.

Foto yang terpasang di awal berita ini adalah gambar Monang Sitorus saat menjenguk Raja DL Sitorus, konglomerat yang kini mendekam di penjara. DL adalah penasihat Monang dalam pilkada dua tahun silam, sekaligus penyandang dana utama bagi tim sukses Monang. Kala berkampanye di lapangan Sisingamangaraja XII Balige, DL berjanji di hadapan puluhan ribu rakyat bahwa dia tidak akan menolerir bila calon bupati yang didukungnya, Monang Sitorus, melakukan korupsi setelah terpilih.

“Kalau nanti Monang korupsi, saya sendiri yang duluan menyeret dia ke penjara,” begitu orasi DL Sitorus.

Tak tahulah apa yang kini ada dalam benak DL, di balik jeruji penjara di Jakarta sana — bila mendengar bupati yang dijagokannya dulu sudah jadi tersangka koruptor. [www.blogberita.com]

Berkas berita lama seputar kasus korupsi di Tobasa ini bisa anda baca dengan mengeklik di sini. []


  1. batakusa

    Bah..sitorus semuanya..pantaslah gampang nepotisme..hehehe (no offence )
    ternyata orang batak terkaya juga marga sitorus
    namanya Martua sitorus,apa ini anak DL Sitorus? hmm

    BATAK NEWS: setahuku, bukan lae. memang betul “forbes” memuat nama martua sitorus pada urutan ke-14 sebagai orang terkaya di indonesia thn 2006 lalu. tapi yang kutahu dia bukan orang batak. nama aslinya adalah thio seng hap; saudara kita etnis tionghoa, sarjana ekonomi lulusan univ. hkbp nommensen medan. dia raja minyak sawit.

    tapi nama martua sitorus ini justru menginspirasiku, sehubungan dgn artikel di blog ini sebelumnya; “ketika tiurma jadi tamara, barita jadi barbara.” sementara ada orang batak yg menghilangkan marganya dgn alasan agar mudah mencari kerja, eh, malah thio seng hap dengan bangganya memakai nama batak — dan ternyata sukses menjadi pebisnis dan bahkan masuk daftar orang terkaya di indonesia. jadi heran aku. :roll:

  2. Fendi Sinaga

    Akhirnya berita bagus terdengar juga. Sang Bupati akhirnya jadi tersangka. Baru jadi bupati,udah berani beraninya ngembat uang rakyat.. Rasain Lo Mister Bupati.. Bukannya membangun kampung halaman, malah memperkaya diri sendiri. Aku jadi pesimis kalo Protap sudah jadi, mungkin akan lebih banyak lagi Mister mister Monang yang lain.. Akh..kuharap nggak…..

    Bravo Bataknews..Bataknese is forever

  3. batakusa

    oo gitu toh lae..weleh 3x
    aku pun ganti nama lah.. Steven Chow..ha 4x

    @lae Fendi
    setuju lae..memang pendirian Protap kurang tepat untuk saat ini,mengingat bukan berkembang dari bawah. Kesan yang kudapat,jarang orang batak di punguan membicarakan hal ini secara serius. Kalo pun serius,cuma sekedar sampe membicarakan.

    Temanku pernah bilang ke aku tentang mengapa era reformasi tidak serta merta membuat perubahan yang signifikan. Dia berpendapat, itu karena masyarakat ketika itu tidak ’siap’ menyambut perubahan.tidak siap dalam berbagai hal.aku pun tak yakin masyarakat tapanuli siap menyambut protap dan ikut ambil bagian secara demokratis nantinya..

  4. bah korupsi ……, kau lae sitorus matte maho ….

  5. Dongan Sahuta

    Kalau Bupati kami ini memang sudah mencurigakan semenjak jadi dilantik sebagai Bupati periode kerja 2005-2010. Tapi bukan cuma korupsi/KKN yang dikuasai Pak Bupati, marah2 sama anak buah/PNS di kantor Bupati Tobasa juga dia mahir.
    tanyalah PNS-PNS di kantor Bupati, pasti semua mengeluh. Terkadang Pak Bupati ini sepertinya tidak punya perasaan, dia mau mempermalukan PNS saat apel pagi, untuk alasan2 yg tidak masuk akal.
    Misalnya, pernah seorang PNS dipagngil ke depan dan dikenai sanksi hanya karena si PNS tersebut bersin dan batuk2 di saaat Bupati memimpin apel pagi di depan. PNS perempuan ditarik2 tangannya karena dan dipermalukan kepada pegawai karena si PNS itu terlihat oleh Bupati saat dibonceng PNS laki-laki ke kantor. Menurut Bpt, numpang boncengan sepeti itu tidak boleh, selingkukh, katanya.
    Syukurlah dia jadi tersangka, dan mudah2an segera masuk penjara (maap, maksud saya, semoga cepat disidang di pengadilan).

  6. BatakNews

    @ fendi sinaga
    @ batakusa
    aku pun ragu, akan makin banyak “monang” yg lain.

    @ sahat
    :D ketawa-ketawa aku baca komentar lae yg singkat dan seperti cara anak-anak mengejek. “kau lae sitorus, matte maho ….”

    ah, sudahlah, sakit perutku nanti ketawa. :)

    @ dongan sahuta
    betul yg anda katakan. aku pun sering dengar cerita seperti itu.

  7. JoeS

    Dicari: candidate Kepala Daerah yang tidak punya ruang korupsi di pemikirannya. Lae Jarar..mendaftarlah nanti ya..kudukung pun minimal lewat doa. Aku yakin banyak pemilih Lae..

    3 bulan lalu aku pulang buat wisata kuliner ke kota kecil tempat kelahiranku di pantai barat sumut sana (note: ortuku tinggal di bona pasogit sekarang) bersama istri..rindu kali aku sama kota ini. Adalah kawan-kawanku sepermainan dulu yang dengan mimik serius bilang ke aku: Joe, kalau kau mau jadi anggota DPRD kami dukung kali..kami bisa menggerakkan massa di organisasi kami, dan kawan-kawan lain..Kaget aku mendengar..serius nih? kubilang sama mereka..
    Hahaha..aku teringat kejadian kecil itu. Tidakkah mereka berpikir aku ini sekarang sudah jadi koruptor?..koruptor waktu kerja dengan terus-terusan membuka dan mengisi sejumput kata blog laeku Jarar ini. Setiap hari.

    JARAR SIAHAAN: :D ha-ha-ha. ketawa aku baca kalimat terakhir lae itu.

    aku daftar jadi calon bupati? wah, kalau jadi anggota dprd aku tak mau, tapi kalau bupati, hm …, mau kali pun. tapi kuyakin takkan bisa lae. karena calon bupati harus diusung lewat parpol. dan kita tahu parpol harus diberi uang agar kita dicalonkan. jadi sudah 101 persen pasti, takkan ada parpol yg mencalonkan aku. :)

    karena aku tak bakal kasih duit ke mereka, sekalipun misalnya aku punya duit. kemudian, kalau misalnya aku jadi bupati, ah …, tak usahlah kudetailkan. intinya: akan banyak pejabat daerah dan kontraktor yang masuk penjara. sesudah itu, aku akan digoyang oleh dprd. dan di tengah jalan, aku akan mengundurkan diri tanpa ada yg memaksa. yg penting para koruptor itu masuk penjara. itulah visi-misiku. :) [bah, makin tak ada parpol yg akan menjagokanku tahun 2010 nanti.]

  8. partuak sore

    horas lae…sebagai orang batak kita harus malu ya lae…bupatinya aja seperti itu..bagaimana dengan aparat-aparat nya..? kalau dipucuk pimpinan sudah tidak beres, dijamin 175 % tidak akan tercapai tujuan bangsa ini / bangsa batak untuk bisa memajukan daerah batak…jangan-jangan di pengadilan pun nanti hakim dan jaksa nya pun sitorus juga..toruslah kita miskin..oh..tahe bangsa ki bangsa na malo hiaaaaaaaan…tumagon ma hita tu lapo…asal kosong, isi ..unang sanga putus…aha tambul ta saonari…?

    horas lae. betul, aku pun malu, apalagi aku warga tobasa.

  9. JoeS

    Saya punya kecurigaan begini: jangan-jangan orang bataklah yang pertama-tama mempopulerkan korupsi ini hingga menjadi mata pencaharian utama. Orang batak punya sifat tegas, tanpa basa-basi dan terus-terang mengungkapkan sesuatu, termasuk minta jatah dengan nominal tertentu..
    Orang batak ini bekerja dan berdinas tersebar di antero negri..tindak tanduk mereka kemudian diikuti oleh lingkungan kerjanya, harus terus-terang meminta dan menyebutkan jumlahnya..
    Beberapa contoh dalam percakapan sehari-hari memperkuat dugaan saya. Misal: dalam obrolan dengan mereka di rantau sana si batak pejabat ada yang bilang: oto-oto do halak ion..ndang diantusi mangalului hepeng, padahal di jolo ni igung na nga rade..olo ma maila-ila mangido gabe otik ma tutu di lehon. Occop ma..
    Ada lagi polisi orang batak di daerah lain, heran melihat polisi lokal yang bingung dan malu-malu dalam “menggarap”..lalu diajarinya mereka.. sampai sampai dia bilang: kalau polisi asal medan dari jauh aja udah bisa mencium duit..dan hanya pengamatan sekilas udah tau berapa nanti yang dapat.
    Mungkin saya salah, dianggap tak berdasar, melebih-lebihkan, atau menjelek-jelekkan bangso sendiri..tapi bagi saya, itulah kenyataan yang ada pada komunitas halak hita. Tapi saya yakin, masih banyak yang masih pakai nurani dan kejujuran dalam setiap laku dan cara pikirnya.

    lae tidak melebih-lebihkan. aku pun sering, malah terlalu sering, mendengar kejadian seperti itu.

  10. batakusa

    @Lae JOES
    aku kurang setuju lae..
    Begini lae,,menurutku budaya korupsi itu paling kuat berasal dari negri cina. Kalo dilihat dari budaya angpau. Kalau dilihat dari kejatuhan dinasti di cina masa lalu,banyak didominasi hal semacam itu. Sampe sekarang pun bahkan setelah pemerintah cina mengeluarkan hukuman mati,tetap aja praktik korupsi masih ada. sangat kontras bila lae bandingkan dengan jepang.

    Cuma memang sangat disayangkan, di tengah 2 kesulitan , orang batak bisa dengan tenang dan meyakinkan malah memperkeruh suasana. Orang batak tak dapat dipungkiri adalah negotiator ulung, itu sudah bakat alami. Tetapi jangan pulalah kemampuan itu dipakai untuk hal yang buruk..Salam

  11. MR. PUSINK"SSSS

    Berarti Keadilan harus di tegakkan, resmi menjadi tersangka korupsi 3M, saya mendukung kalau sebaiknya beliau itu di non aktifkan dan di masukkan ke penjara tetapi jangan lupa yang 3 M juga harus di kembalikan ke Rakyat Tobasa !!!
    Mencemarkan Marga Sitorus aja.Maila ahu Lae, Sitorus sian Porsea do ahu.
    Semoga Jaksanya boi Haposan mambahen keputusan yang adil.!!!!!!

  12. Kairo

    hehehehe.. lae JoeS nggak benar itu lae, masa orang batak yg mempopulerkan korupsi, yg betul orang batak yg mempopulerkan lagu ‘Sinanggar tullo’ lae. Menurutku semua kembali ke individualnya ada juga banyak orang batak jadi polisi baik, karena rajin ke gereja dan nggak neko-neko, tetapi disisi lain byk juga polisi halakhita yg brengsek, karena hobby main perempuan, judi, marmitu..untuk mendukung hobbynya, tidak mungkin dari gaji tiap bulan diambil toh,? bisa-bisa ‘polisi toba’ ngamuk2…maka ‘cari sampingan’ utk bisa tetap melakukan hobby nya.

    Soal kasus korupsi di negara kita, udah ‘berkarat’, dari tingkat kelurahan saja sudah terkontaminasi, bikin KTP harusnya gratis, dibilang bayar sekian, ini untuk administrasi dan uang ‘tanda tangan’,, welehhh kok si Lurah jadi dapat uang lelah karena tanda tangan di secuil kertas?. Setiap orang punya chance untuk korupsi, tergantung manusianya, kalau hobbynya party2, minum2, punya bini simpanan dan tidak rela dana utk itu semua dari gaji bulanan,akhirnya korupsi dikit2(jujur, saya jg alami ini), tapi kalau baik dan lurus, tidak rakus aku rasa lain.

    Mauliate.

  13. partuak sore

    horas ,..
    terlalu banyak penjabaran untuk masalah korupsi…mulai dari habit, kebutuhan, keturunan, selingkuhan, atau massam lah..kita mulai aja dari diri sendiri untuk bersikap jujur dan satria…dan yang paling penting untuk kita pikirkan, bagaimana konsep yang baik dirancang dan kita usulkan ke pemerintah / dprd agar dijadikan acuan untuk dapat menghentikan praktik-praktik korupsi tersebut…, sekarang ini, mungkin ada banyak sistem yang tidak berjalan karena oknum-oknum tersebut begitu lihai berkelit ( apalagi halak hita ) aha na so boi i ulahon..? lae jarar..? boa do tahe mangurus ktp i tobasa…pakke hepeng do…? baen lae ma jo barita na…sian na gelleng-gelleng ma jo dibersihkan…asa boi haduan tobasa gabe propinsi contoh yang bebas korupsi…mauliate.

  14. JoeS

    Atau jangan-jangan pencipta lagu: hamoraon hagabeon hasangapon, ido dilului nadeba…yang mendorong orang-orang batak jadi koruptor via syairnya..

    @Lae batakusa (marlae do hita? aku marga Pintubatu): setuju paling kuat dari negri cina sana, pengaruhnya sampe ke pelosok-pelosok kampung kita salah satu tobasa.. korupsi sendiri sudah seumur peradaban manusia (resume-ku lewat buku-buku dan film-film) ..intrik-intrik, konspirasi, dll yang bermediakan materi..di jamannya filsuf-filsuf, mpu-mpu, kaisar, senator roma dulu sudah ada, film-film kungfu favoritku pun selalu diembeli aksi sogokan.
    Ompung-ompung kita jaman dulu (istilah tb silalahi, masih pake cawat) udah kenal korupsi gak?

    Lae @kairo: ingat gareja aku jadi teringat parhundulan. Pejabat-pejabat yang pake jas mahal, dasi-an, buncit-buncit di depanlah posisinya..setelah sintua tentunya. Nang diparadaton, ulaon na rame, podo wae..kita sendiripun mendudukkan orang-orang yang diyakini pernah korupsi di posisi terdepan. Sedangkan si jujur yang bersahaja, hidup dijalan Tuhan tanpa sadar kita tempatkan di paling belakang.
    Jadi urutannya begini: depan-tengah-belakang; sering korupsi – kadang kadang korupsi – dan tidak pernah korupsi..hehehe. Kita pribadi duduk dimana??
    Sori lagi kalau aku salah dan tak mendasar…

  15. ferdinand donald

    Ha, busyet. Kan Bupati Tobasa Monang Sitorus adalah adik angkat Sutan Raja DL Sitorus sang promotor . Menurut kawan-kawan, Monang pernah berkata : “Tu dia pe ho Abang ihhthononku do.” (Kemana Abang pergi akan kuikuti) . Bah , pas ,mai. Kamar 13 menanti.

  16. BatakNews

    @ batakusa
    @ mr pusink’s sss
    @ kairo
    terima kasih.

    @ partuak sore
    secara umum di kecamatan dan desa di tobasa tetap ada pungli utk ngurus ktp. kalau misalnya biaya resmi blangko ktp dan kartu keluarga 10 ribu, maka warga akan dikenakan 30 ribu sampai 50 ribu [tergantung serakah tidaknya si oknum kades/lurah/camat.]

    @ joes
    aku setuju dgn lae ttg cerita orang yg duduk di gereja itu. kalau bupati, kadis, atau anggota dprd ikut kebaktian minggu, memang umumnya mereka langsung diarahkan agar duduk di kursi terdepan. sedangkan si petani miskin atau abang becak, yang biasanya orang-orang baik dan tidak korup, selalu tersingkir di kursi belakang.

    dan maaf [bukan karena aku muslim]; hal seperti ini jarang terjadi di masjid. sekalipun bupati atau kapolres yg datang utk salat jumat, tapi kalau dia sudah terlambat dan salat sudah berlangsung, maka dia akan tetap dapat jatah di bagian paling belakang [sekali lagi: paling belakang] — di mana masih ada ruang kosong. tapi kalau si pejabat itu datang lebih awal, memang biasanya tetap ambil tempat di depan, itu pun kalau memang masih ada ruang kosong.

    @ ferdinand donald
    :) di … kamar sappulu tolu on … [kamar 13 rutan.]

  17. Dongan Sahuta

    Ai Naboha do Lae hamu akka wartawan/kuli tinta i? Masa’ Bupati sudah dijadikan tersangka tapi ku tengok beritanya hanya di beberapa koran saja, malah di koran *** sebagai koran terbesar peredarannya di Tapanuli tidak ada berita itu, tapi di koran nasional Kompas malah ada. Berarti betul itu yang dulu Lae tulis di Global, bahwa banyak wartawan sudah disuap agar supaya tdk menyoroti kausus 3 M ini.

    makanya lae, aku pernah tulis di blog ini bahwa hampir semua media di indonesia, apalagi koran daerah, tidak independen. mereka punya kepentingan dgn penguasa dan pengusaha. sebab itulah fakta yg sudah di depan mata dan blak-blakan pun tak diberitakan. sebaliknya, mereka akan menulis habis-habisan dan bersambung bila ada pejabat yg tidak mereka sukai — walaupun kasusnya hanya soal sepele.

  18. Marudut R. Napitupulu

    Buat rekan-rekan marga Sitorus, Saya kira rekan-rekan fans BATAKNEWS tidak akan mengidentikkan perilaku Bupati ini secara generalisasi buat marga sitorus karena saya sependapat perilaku ini adalah tanggungjawab individu masing-masing.
    Soalnya saya juga banyak mengenal marga sitorus yang tidak seperti itu.
    Btw.. 3 M tadinya mau dibeliin buat apa ya? Kasihan juga ya… ternyata Bupati juga harus korupsi.. gimana PNS yang golongan dan gajinya pas-pasan itu, apa ga tersayat-sayat hatinya lihat perilaku pimpinan seperti itu. Sabarlah yah rekan-rekan PNS tahun depan gaji naik kok… soalnya setelah dihitung-hitung uang yang hilang dikorupsi cukup untuk menaikkan gaji PNS beberapa kali lipat… Kalau ga naik-naik2 berarti ada yang masih korupsi?
    Btw lae, menggelitik juga dendang ..”dikamar sampulu tolu i (kamar 130)”..

  19. Forum Anti Kekerasan dan Anarkis ( FAKA ) Tobasa melalui Sekretarisnya Pamahar Pardosi menyampaikan salut kepada Poldasu setelah menetapkan Bupati Tobasa Drs. Monang sitorus, SH MBA menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi sebesar Rp. 3 miliar.
    Kasus dugaan korupsi yang dilaporkan FAKA kepada Poldasu ini sempat jalan ditempat. akan tetapi setelah Poldasu dipimpin Nurdin Usman Kasat III Tindak Pidana dijabat Ruminda br Sianturi kasus ini akhirnya dituntaskan. Buktinya Penguasa Tobasa itu sudah resmi menjadi tersangka kasus korupsi sebesar Rp. 3 miliar.
    Menurut berita yang dilansir sejumlah surat kabar lokal dan nasional Poldasu menetapkan Monang Sitorus menjadi tersangka karena yang bersangkutan ( Monang Sitorus red ) seseuai hasil investisigasi Badan Pegawas Keuangan dan Pembangunan ( BPKP ) terbukti menyalahgunakan wewenang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Tobasa tahun 2006 sebesar Rp. 3 miliar untuk memperkaya dirinya sendiri berdalih untuk membiayai pengurusan Dana Alokasi Umum ( DAU ) dan Dana Alokasi Khusus ( DAK ). Padahal uang itu tidak benar dipergunakan untuk mengurus DAU / DAK, tetapi untuk kepentingan pribadinya.
    Seharusnya Monang Sitorus, tidak perlu lagi ngotot menduduki kursi empuk itu, sebab dia sudah ingkar janji. Pasalnya, pada kampanye Pilkada silam Monang Sitorus yang dimodali Raja DL. Sitorus ini berjanji kepada rakyat Tobasa ” jika terpilih menjadi Bupati Tobasa tidak akan melakukan korupsi ” ternyata janji tersebut hanya sebatas angin lalu. masih satu bulan menjabat Bupati Tobasa sudah membobol Kas daerah sebesar Rp. 1,5 miliar disusul Rp. 1,5 miliar pada bulan Pebruari atau bulan berikutnya. Ini penyebabnya dia sebelum dipaksa mundur sebaiknya sadar untuk menepati janjinya.

  20. BRI Bank-nya Rakyat

    Kalau Bapak Bupati kita ini sih memang keterlaluan banget. Pahdal dia punya beberapa rekening tabungan lho di sejumlah bank termasuk BRI. Dasar mental bobrok gitu.

  1. 1 Dugaan Korupsi Bupati Tobasa, “PR” Kapoldasu « kabar dari kampung

    [...] yang belum tuntas. “Termasuk kasus dugaan korupsi Kasdagate Rp. 3 M yang menjadikan Bupati Tobasa tersangka,sejak bulan Juni 2007 lalu” sebut Sekretaris Faka,Pamahar Pardosi kepada blog ini, Selasa (26 [...]