Toba Samosir Tapanuli

Jarar Siahaan Penulis Berita Batak

Bupati Monang Sitorus Resmi Tersangka Korupsi

30 Komentar

DL Sitorus: Jika Monang korupsi, saya seret ke penjara
[jarar siahaan; batak news; bupati yang sering bicara anti-korupsi]

Monang Sitorus [53 tahun], Bupati Toba Samosir, telah resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dana Rp 3 miliar yang diambilnya dari kas Pemkab Tobasa setahun silam.

Monang Sitorus [kanan] menjenguk DL Sitorus di penjaraSejumlah koran nasional dan stasiun tivi juga memberitakannya Rabu kemarin, antara lain harian Kompas. Bupati Monang Sitorus dipastikan menjadi tersangka setelah munculnya surat dari Polda Sumut kepada Kejati Sumut yang menyebutkan “dimulainya penyidikan atas nama tersangka Drs Monang Sitorus SH, MBA.”

BatakNews juga memperoleh foto kopi surat itu, yang diteken oleh Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut, Kombes Ronny F Sompie. Salinan surat itu ditembuskan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi [KPK] di Jakarta.

Monang Sitorus, bekas PNS kelahiran Porsea tahun 1954, menurut Polda, diduga merugikan negara dengan mengambil uang Rp 3 miliar dari kas daerah untuk kepentingan pribadi.

Kasus ini dilaporkan pertama kali oleh LSM Faka Tobasa ke Polda. Telah satu tahun kasus ini “terkatung-katung” sebelum akhirnya Polda menetapkan status tersangka kepada Monang. Skandal 3 M ini pun telah mengakibatkan politisi di DPRD Tobasa menjadi “di sini senang, di sana geram.”

Sebagian besar anggota DPRD, yang selama ini merupakan musuh politik Monang, tiba-tiba menjadi sangat akrab dengan sang Bupati. Begitu juga dengan wartawan dan pemborong. Dan beberapa waktu lalu tersiar kabar di sejumlah koran bahwa ada oknum anggota DPRD dan wartawan yang kebagian proyek Pemkab; dengan tujuan agar tidak lagi meributkan kasus ini.

Dan terbukti memang, dua kali DPRD Tobasa gagal membentuk pansus atas kasus ini. Mayoritas wakil rakyat pro-Bupati. Hanya beberapa orang yang masih punya nurani, antara lain Ketua DPRD Tumpal Sitorus.

Uang Rp 3 miliar yang diduga diembat Bupati dicairkan dua kali. Bupati Monang Sitorus meneken kuitansi pencairan uang itu secara langsung. Pada kuitansi tercantum maksud pemakaian uang adalah untuk “panjar biaya pengurusan DAK dan DAU tahun 2006″. DAK dan DAU adalah dana APBN yang setiap tahun dibagi kepada semua kabupaten di Indonesia. Dana ini adalah hak setiap kabupaten; jadi memang sangat tidak masuk akal alasan pencairan uang Rp 3 miliar tersebut.

Bupati tidak bersedia dikonfirmasi perihal status terbarunya sebagai tersangka. Ia tengah berada di Jakarta pada Rabu kemarin. Ajudannya August Sitorus membenarkan, dan mengatakan kalau berita di koran tentang status tersangka Bupati sudah diketahui.

“Lagi di Jakarta, Lae. Tanya saja ke Humas,” kata sang ajudan menjawab telepon BatakNews, Rabu malam. Kabag Humas Pemkab Tobasa, Albert Sidabutar, pun tidak berhasil dihubungi; ponselnya mati sampai berita ini online.

Namun tahun lalu, saat didemo warga, Bupati menegaskan tidak benar dia melakukan korupsi. “Serahkan saja kepada mekanisme hukum,” ujar Monang, yang sejak menjabat sering berbicara tentang pemberantasan korupsi, baik kepada pers maupun saat berpidato di hadapan masyarakat.

Foto yang terpasang di awal berita ini adalah gambar Monang Sitorus saat menjenguk Raja DL Sitorus, konglomerat yang kini mendekam di penjara. DL adalah penasihat Monang dalam pilkada dua tahun silam, sekaligus penyandang dana utama bagi tim sukses Monang. Kala berkampanye di lapangan Sisingamangaraja XII Balige, DL berjanji di hadapan puluhan ribu rakyat bahwa dia tidak akan menolerir bila calon bupati yang didukungnya, Monang Sitorus, melakukan korupsi setelah terpilih.

“Kalau nanti Monang korupsi, saya sendiri yang duluan menyeret dia ke penjara,” begitu orasi DL Sitorus.

Tak tahulah apa yang kini ada dalam benak DL, di balik jeruji penjara di Jakarta sana — bila mendengar bupati yang dijagokannya dulu sudah jadi tersangka koruptor. [http://www.blogberita.com]

Berkas berita lama seputar kasus korupsi di Tobasa ini bisa anda baca dengan mengeklik di sini. []

About these ads

Author: Batak Toba

Demi Yesus, aku percaya Muhammad utusan Allah • Ikuti Twitter @ja_rar • Baca konten khas dan bernas di www.khas.co • Tahu nggak, menonton siaran Piala Dunia itu dosa loh menurut agama Islam. Baca di http://benar.org/do-sa

30 thoughts on “Bupati Monang Sitorus Resmi Tersangka Korupsi

  1. Horas abanganda, sudah lama sekali aku muak melihat Bupati yang satu ini. Nengok mukanya saja aku tidak suka, tengoklah wajahnya itu memang wajah orang MUNAFIK. Katanya sintua, gelar Master dan sarhana hukum tapi perilkunya melanggar hukum.

    Beta hita bo akka dongan rakyat Tobasa tabahen partamiangan asa humatop masuk penjara amantaon…….. tapillit ibana tikki pilkada, tabayar pajak, hape gabe ibana mambuat hepengta sian APBD. “Amang Monang Sitorus, ingotma, hutamiangkaon do asa humatop ho masuk penjara, asa rap ho dohot amanta pengusaha DL Sitorus dibagasan.”

  2. Sedikit OTT neeh Bos……. cuma meluruskan berita. Mr. Martua Sitorus entuh batak tulen Bos…… Die emang punya nama tionghoa Thio Seng Hap. Entu karena die joinan bisnis sama orang tionghoa plus rekan bisnisnya banyakan orang tionghoa. Ya kaye kalo orang tionghoa bisnis di indonesia mereka juga pake nama alias orang jawa.
    BATAK NEWS: terima kasih.

  3. Saya baru tau kalo orang yang 15 tahun lalu memberikan beasiswa pada ku adalah Koruptor… (DL Sitorus)…. Semoga Dosa nya diampuni Tuhan.

  4. dalam sistem hukum indonesia lewat prosedur untuk mengadili seseorang ada sebuah asas yaitu “asas praduga tak bersalah”. asas ini yang terkadang membuat proses peradilan seseorang itu menjadi sedikit lambat padahal bukti-bukti dan novum sudah membuktikan kalau si tersangka itu menjadi terdakwa. tapi apa boleh buat. banyak aturan-aturan hukum yang masih diadopsi dari perundang-undangan peninggalan kolonial belanda sebagai warisan. jadi biar saja semua perundang-undangan itu diadopsi walau tidak sesuai dengan kebutuhan dan kultur masyarakat indonesia. mudah-mudahan asas praduga tak bersalah dalam kasus korupsi bupati tobasa ini tidak berubah menjadi “asa praduga pura-pura tak bersalah”.

  5. yang benar aja lae…. kita kalau memang memiliki bukti korupsiegera lapor…….kalau sudah lapor dan tak ditanggapi ama aparat penegak hukum………..bakar aja kantor bupatinya…..itukan uang rakyat juga…..sekalian kita rongrong APBD

  6. Ah… Basi…. ngapain bicara korupsi… muak kali aku. Bukankah kita semua bangga dengan harta? bukankah kita sejak kecil sudah ngajari anak kita untuk berbuat jahat? Muak… Muak…. Muak… Percuma… Hanya satu kata, bersihkan diri sendiri dulu.. baru ngomong yang lain. Kenapa??? karena sudah budaya… malu aku…. Lihatlah budaya kita yang selalu membanggakan harta dan kekuasaan…. Pernah saya pulang kampung ke Toba… suatu saat bertemu dengan keluarga, para opung dan orang orang bertanya ke saya, “Ai didia do ho nuaeng karejo puang?” kujawab singkat : ” Di swasta do oppung”. Apa tanggapannya? “Bah, sayang nai ate, boasa dang boi PNS?, dang dibereng ho akka PNS i godang hepengna? satokkin dope nga marmotor….nga marjabu”. Dalam hati saya : Wah benar benar gawat mindset orang kita. Bukannya moral dan prestasi yang ditanya, malah bangga dengan pejabat korup dan bajingan bajingan tengik.. Maaf …. maaf…. Lihatlah para pimpinan Sinode Gereja.. tiap hari memberikan statement dukung mendukung politik, bukannya menggembalakan umatnya malah sibuk urusan dukung mendukung… muak… muak…. (Dimana Moral mu hai bangsaku??????)

  7. Horas! apakah bang Jarar bisa melakukan prediksi, siapakah orang terdekat monang yang memberi inspirasi 11/2 tahun yang lalu untuk mengambil dana APBD itu? pasti dia tidak sendirian memikirkan itu! Siapa yang mempengaruhi dia? saya tertarik dengan perilaku orang seperti ini, mau mengorbankan jabatannya! Memang dari awal dia sudah ‘under estimate” dengan warga Tobasa, pemkabnya dan gerejanya. Prinsip hidupnya sederhana : “uang bisa mengatur semuanya”. Merasa paling hebat dan rohani. Siapa dalangnya? Penasihatnya? saya penasaran!

    JARAR SIAHAAN: ah, kau itu, kawan, massam tak tahu saja. :D

  8. KALIAN ORANG BATAX HRS BERTERIMA KASIH, ADA ORANG BATAX YG MASUK TERKAYA 50 BESAR, MAU CIAN KE, KELING, INDIA, APALAGI JAWA GA MASALAH. MASA SIH AMUA MASUK DAFTAR ORANG2 MISKIN DAN MELAART TERUSSSSSSS…. KALAI ORANG BATAX HARSU BANGGA, PD SAAT KPK MENGAUT MASIH ADA SAJA ORANG INDON YG NEKAD KKN..KAN HEBAT ITU NAMANYA…..MINGKIN MRK JUAG MIKIR; YG NGATUR NKRI ITU KAN DUIT BUKAN HUKUM??????SEMAU BISA DIATAU DG DUIT KT ALM ADAM MALIK. BETUL HINGGA SEKARANG NKRI BSIA DIATUR DG DUIT BUKITNYA ADELIN LIS SAJA BISA KABUR BAHKAN PENGACARANYA YG BATAX JELEK ITU SAJA GA TAU DIA ADA DIMANA HWAHAWA HEHEHE HIHIHIHI

  9. @Kopassus
    Kopassus dimananya kau poang? maccam perlu typed error correction, kebiasaan bikin kode sandi ya. Hehehehehe

  10. Ping-balik: Dugaan Korupsi Bupati Tobasa, “PR” Kapoldasu « kabar dari kampung