<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Presiden Dewan Gereja-Gereja Dunia: Falsafah Orang Batak Tidak Sesuai Ajaran Agama</title>
	<atom:link href="http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/</link>
	<description>Artikelku yang lengkap dan liputan video terbaru lihat di www.blogberita.net</description>
	<lastBuildDate>Mon, 04 May 2009 02:36:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Siagian</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-2/#comment-5834</link>
		<dc:creator>Siagian</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 08:37:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-5834</guid>
		<description>Saya kembali mengutip pidato Bpk SAE Nababan  pada bagian akhir &quot; tidak berarti harus ditinggalkan seluruhnya, namun jangan lagi dijadikan acuan utama dalam menggapai cita-cita hidup. Budaya warisan itu seharusnya ditempatkan di bawah firman Tuhan atau ajaran agama.&quot;
Saya fikir pak SAE tidak perlu kita protes, yang menganggab 3H sebagai filsafah Batak atau Tidak Filsafah batak. Sebagai pendeta Dia memang mengingatkan PNS disana  (Tobasa)  agar jangan melakukan  KKN.  Ulasan, komentar teman-teman cukup baik tetapi jangan sampai melebar dan jangan emosi dong....Mauliate, Horas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya kembali mengutip pidato Bpk SAE Nababan  pada bagian akhir &#8221; tidak berarti harus ditinggalkan seluruhnya, namun jangan lagi dijadikan acuan utama dalam menggapai cita-cita hidup. Budaya warisan itu seharusnya ditempatkan di bawah firman Tuhan atau ajaran agama.&#8221;<br />
Saya fikir pak SAE tidak perlu kita protes, yang menganggab 3H sebagai filsafah Batak atau Tidak Filsafah batak. Sebagai pendeta Dia memang mengingatkan PNS disana  (Tobasa)  agar jangan melakukan  KKN.  Ulasan, komentar teman-teman cukup baik tetapi jangan sampai melebar dan jangan emosi dong&#8230;.Mauliate, Horas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: larianto nababan</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-2/#comment-4989</link>
		<dc:creator>larianto nababan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 04:25:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-4989</guid>
		<description>hagabeon, hasangapon, dohot hamoraon sebagai falsafah hidup orang batak, tetapi ini tidak begitu nyata bagi kehidupan orang batak sehari2, saya pikir yang terpenting adalah bagaimana mengaplikasikan dalam hidup kita, bukan menjadi bahan perbincangan semata.tolong komentar yang bisa membangun.horas ma di hita sude</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hagabeon, hasangapon, dohot hamoraon sebagai falsafah hidup orang batak, tetapi ini tidak begitu nyata bagi kehidupan orang batak sehari2, saya pikir yang terpenting adalah bagaimana mengaplikasikan dalam hidup kita, bukan menjadi bahan perbincangan semata.tolong komentar yang bisa membangun.horas ma di hita sude</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ompu Matasopiak</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-2/#comment-2683</link>
		<dc:creator>Ompu Matasopiak</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 03:43:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-2683</guid>
		<description>Falsafah hidup orang Batak itu &#039;Dalihan Natolu&#039;, sama seperti &#039;Pancasila&#039; untuk orang Indonesia. Sejak kapan pula falsafah orang Batak menjadi &quot;Hamoraon, Hasangapon, Hagabeon&quot;? 3H itu cuma sekedar cita² SEBAGIAN, sekali lagi SEBAGIAN orang Batak, dan itupun, dengan apa yg dia pikirkan ttg 3H dan dikaitkan dgn agama, tetap tidak nyambung. Lagipula, aku yakin 3H yg dimaksud orng Batak bukanlah sesuatu yg bermaksud eksplisit. Masih ingat lagu, &quot;anakhonhi do hamoraon di ahu&quot;, orangtua itu justru tidak tertarik dengan harta benda. Aku jadi bingung dengan penjelasan SAE sangat tidak &#039;nyambung&#039;, atau barangkali aku yg lemot?

Aku pernah baca buku, pengarangnya perempuan, orang Belanda, lupa namanya, dikatakan bahwa filosofi hidup orang Batak itu adalah &#039;Boraspati&#039; atau cicak. Cicak, akan hidup dimana saja, bahkan di tempat² yg tidak bisa kita bayangkan. Kalau kita perhatikan mereka, kita berpikir, &quot;bagaimana cicak ini bisa makan, sementara tak satupun ada serangga disitu&quot;. Ternyata, cicak itu bisa bertahan hidup, tidak pernah mati kelaparan, tidak kurus kering. Entah bagaimana caranya, dia tetap hidup bahagia. Dia melekat kokoh di eternit, dinding, tidak pernah terjatuh dan mati. Tidak mengganggu sekitar. Dalam keadaan bahaya, dia spontan memutuskan ekornya dengan pemikiran lebih baik berkorban ekor daripada binasa seluruh badan. Dan, ajaibnya, ekor cicak bisa tumbuh kembali dgn cepat. Artinya, dia itu mahluk yg cerdas.

Konon, orang-orang Batak sejati, sama seperti cicak!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Falsafah hidup orang Batak itu &#8216;Dalihan Natolu&#8217;, sama seperti &#8216;Pancasila&#8217; untuk orang Indonesia. Sejak kapan pula falsafah orang Batak menjadi &#8220;Hamoraon, Hasangapon, Hagabeon&#8221;? 3H itu cuma sekedar cita² SEBAGIAN, sekali lagi SEBAGIAN orang Batak, dan itupun, dengan apa yg dia pikirkan ttg 3H dan dikaitkan dgn agama, tetap tidak nyambung. Lagipula, aku yakin 3H yg dimaksud orng Batak bukanlah sesuatu yg bermaksud eksplisit. Masih ingat lagu, &#8220;anakhonhi do hamoraon di ahu&#8221;, orangtua itu justru tidak tertarik dengan harta benda. Aku jadi bingung dengan penjelasan SAE sangat tidak &#8216;nyambung&#8217;, atau barangkali aku yg lemot?</p>
<p>Aku pernah baca buku, pengarangnya perempuan, orang Belanda, lupa namanya, dikatakan bahwa filosofi hidup orang Batak itu adalah &#8216;Boraspati&#8217; atau cicak. Cicak, akan hidup dimana saja, bahkan di tempat² yg tidak bisa kita bayangkan. Kalau kita perhatikan mereka, kita berpikir, &#8220;bagaimana cicak ini bisa makan, sementara tak satupun ada serangga disitu&#8221;. Ternyata, cicak itu bisa bertahan hidup, tidak pernah mati kelaparan, tidak kurus kering. Entah bagaimana caranya, dia tetap hidup bahagia. Dia melekat kokoh di eternit, dinding, tidak pernah terjatuh dan mati. Tidak mengganggu sekitar. Dalam keadaan bahaya, dia spontan memutuskan ekornya dengan pemikiran lebih baik berkorban ekor daripada binasa seluruh badan. Dan, ajaibnya, ekor cicak bisa tumbuh kembali dgn cepat. Artinya, dia itu mahluk yg cerdas.</p>
<p>Konon, orang-orang Batak sejati, sama seperti cicak!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Desman Lumbantoruan</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-2/#comment-2673</link>
		<dc:creator>Desman Lumbantoruan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 01:51:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-2673</guid>
		<description>Jadi songon i do daba molo dung hasea iba, sipata lupa do iba tu akar niba. Jadi tu lae SAE Nababan, gumodang majolo hamu marsaor tu halak batak Kristen na Tingkos. Asa dapat hamu pendapat na sesungguhnya. Horas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi songon i do daba molo dung hasea iba, sipata lupa do iba tu akar niba. Jadi tu lae SAE Nababan, gumodang majolo hamu marsaor tu halak batak Kristen na Tingkos. Asa dapat hamu pendapat na sesungguhnya. Horas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: komandan</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-2/#comment-2188</link>
		<dc:creator>komandan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 08:18:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-2188</guid>
		<description>Hai Argo.... Jangan jadi provokator loe..... Bajingan Loe, kelaut aja deh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai Argo&#8230;. Jangan jadi provokator loe&#8230;.. Bajingan Loe, kelaut aja deh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Beslan Sitorus</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-2006</link>
		<dc:creator>Beslan Sitorus</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 17:35:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-2006</guid>
		<description>@bataknews, terima kasih telah memposting artikel ini.
Kalau saya memandang, jika semua hal yang dicapai dengan jalan negatif, yah tetap aja nilainya ngga positif. kalau misalnya falsafah yang dikatakan Amang Nababan itu, Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon, dicapai dengan jalan yang ngga benar, juga ngga  bernilai. Semua juga bs melihat dari mana seseorang mencapai sesuatu. Dan semua jg bisa menilai hasil yang dicapai seseorang apakah dengan jalan yang baik atau  jalan yang salah.

soal &quot;falsafah&quot; yang dikatakan diatas, sah-sah aja semua berpendapat, ijinkan saya,  menguraikan Falsafah di atas, dengan presepsi saya sendiri. Latar belakangnya, Lagu karya komponis batak Nahum Situmorang &quot; Anakhon hi do hamoraon di au&quot;. hagabeon, bagi orang batak, adalah berketurunan, dalam bahasa batak &quot; maranak, marboru&quot;, hagabeon di angka na niula ( menghasilkan dalam setiap pekerjaannya). Belakangan ini semua orang batak selalu berusaha menyekolahkan (formal  &amp; informal) anaknya setinggi-tinggi yang dia mampu, walaupun dengan bekerja sekeras-kerasnya, Karena harta bukan satu-satunya &quot;hamoraon&quot; bagi orang tua juga anak. 

Jika anaknya berhasil lulus sekolah, orang tua di kalangan &quot;halak hita&quot; akan bangga, itu sangat jelas, itulah salah satu yang disebut &quot;hasangapon&quot; i, kehormatan dan kebanggaan. Ketiga Falsafah itu, sangat berkaitan, erat,  mulai dari hagabeon, hamoraon dan hasangapon. semua saling berkaitan. alai tahe manungkun ma jo au tu angka dongan, aha do lapatan ni &quot;falsafah&quot; on secara baku. Horas</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@bataknews, terima kasih telah memposting artikel ini.<br />
Kalau saya memandang, jika semua hal yang dicapai dengan jalan negatif, yah tetap aja nilainya ngga positif. kalau misalnya falsafah yang dikatakan Amang Nababan itu, Hamoraon, Hagabeon, Hasangapon, dicapai dengan jalan yang ngga benar, juga ngga  bernilai. Semua juga bs melihat dari mana seseorang mencapai sesuatu. Dan semua jg bisa menilai hasil yang dicapai seseorang apakah dengan jalan yang baik atau  jalan yang salah.</p>
<p>soal &#8220;falsafah&#8221; yang dikatakan diatas, sah-sah aja semua berpendapat, ijinkan saya,  menguraikan Falsafah di atas, dengan presepsi saya sendiri. Latar belakangnya, Lagu karya komponis batak Nahum Situmorang &#8221; Anakhon hi do hamoraon di au&#8221;. hagabeon, bagi orang batak, adalah berketurunan, dalam bahasa batak &#8221; maranak, marboru&#8221;, hagabeon di angka na niula ( menghasilkan dalam setiap pekerjaannya). Belakangan ini semua orang batak selalu berusaha menyekolahkan (formal  &amp; informal) anaknya setinggi-tinggi yang dia mampu, walaupun dengan bekerja sekeras-kerasnya, Karena harta bukan satu-satunya &#8220;hamoraon&#8221; bagi orang tua juga anak. </p>
<p>Jika anaknya berhasil lulus sekolah, orang tua di kalangan &#8220;halak hita&#8221; akan bangga, itu sangat jelas, itulah salah satu yang disebut &#8220;hasangapon&#8221; i, kehormatan dan kebanggaan. Ketiga Falsafah itu, sangat berkaitan, erat,  mulai dari hagabeon, hamoraon dan hasangapon. semua saling berkaitan. alai tahe manungkun ma jo au tu angka dongan, aha do lapatan ni &#8220;falsafah&#8221; on secara baku. Horas</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jekson Sinaga</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-1991</link>
		<dc:creator>Jekson Sinaga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 07:43:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-1991</guid>
		<description>@Ir. Saut Simanjuntak
Terimakasih atas pertanyaannya Lae. Kalo dari yang saya tahu --yang saya dengar dari Ibu saya -- SIraja Batak adalah ompungnya atau generasi pertama orang Batak, dan semua Orang yang mengaku Batak adalah keturunannya. Kalo lae Simanjuntak tanya apakah saya percaya Siraja Batak turun begitu saja dari langit , tentu saja saya tidak percaya, karena memang agama saya tidak mengajarkan hal yg demikian. Dan saya percaya Siraja Batak sebenarnya juga ciptaan Allah.
Okelah, saya anggap SiRaja Batak berusaha menutupi identitasnya sendiri -- seperti yg pernah juga di bahas di blog ini -- tapi itu bukan berarti saya tidak mengakui/mengikuti ajaran adat yang ada dan di buat oleh penerusnya. 

Selama Adat itu sendiri menuntun aku untuk menunjukkan kasih -- yang adalah ajaran utama dari Agama-- mengapa saya harus menentangnya.  Dalihan Natolu mengatur bagaimana kita hidup bersosialisasi, lalu mengapa aku harus menghindarinya?. Kembali ke Siraja Batak, sampai saat ini saya masih belum menemukan adanya &quot;Menuhankan&quot; Siraja Batak dalam upacara Adat Batak Jika Lae Saut memang sudah menganggap Adat Batak itu adalah kesalahan besar, mengapa lae masih memakai Marga Simanjuntak? Bukankah Marga itulah adalah salah satu ciri kita sebagai orang Batak yang adalah keturunan SIraja Batak?

Bagi saya peribadi Lae, Agama itu semakin menyempurnakan/memperbaiki Adat yang sudah ada, bukan menghapuskannya. Dan saya percaya Adat dapat berjalan berdampingan dengan Agama karena itu adalah 2 hal yang berbeda tapi untuk tujuan yang yakni agar kita dapat hidup rukun dan damai. Dan satu lagi lae, saya ingin bertanya ke pada lae yang mungkin sudah cukup mendalami agama, Orang yang Hidup Sebelum Agama itu ada akan diadili diakhirat berdasarkan apa..Apakah Agama yg kita anut sekarang padahal mereka tidak kenal atau adat yg mereka anut saat itu sebagai pengatur kehidupan mereka saat itu atau hal lain. Untuk pertanyaan terakhir ini silahkan lae jawab ke email saya sinaga_capunk [at] yahoo.com agar tidak disensor penguasa Blog ini hehehehe. 
@ lae Jarar, Maaf Lae kalo pembahasan ini melenceng dari Topik :D Horas.. Horas ..Horas.. Jekson Sinaga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Ir. Saut Simanjuntak<br />
Terimakasih atas pertanyaannya Lae. Kalo dari yang saya tahu &#8211;yang saya dengar dari Ibu saya &#8212; SIraja Batak adalah ompungnya atau generasi pertama orang Batak, dan semua Orang yang mengaku Batak adalah keturunannya. Kalo lae Simanjuntak tanya apakah saya percaya Siraja Batak turun begitu saja dari langit , tentu saja saya tidak percaya, karena memang agama saya tidak mengajarkan hal yg demikian. Dan saya percaya Siraja Batak sebenarnya juga ciptaan Allah.<br />
Okelah, saya anggap SiRaja Batak berusaha menutupi identitasnya sendiri &#8212; seperti yg pernah juga di bahas di blog ini &#8212; tapi itu bukan berarti saya tidak mengakui/mengikuti ajaran adat yang ada dan di buat oleh penerusnya. </p>
<p>Selama Adat itu sendiri menuntun aku untuk menunjukkan kasih &#8212; yang adalah ajaran utama dari Agama&#8211; mengapa saya harus menentangnya.  Dalihan Natolu mengatur bagaimana kita hidup bersosialisasi, lalu mengapa aku harus menghindarinya?. Kembali ke Siraja Batak, sampai saat ini saya masih belum menemukan adanya &#8220;Menuhankan&#8221; Siraja Batak dalam upacara Adat Batak Jika Lae Saut memang sudah menganggap Adat Batak itu adalah kesalahan besar, mengapa lae masih memakai Marga Simanjuntak? Bukankah Marga itulah adalah salah satu ciri kita sebagai orang Batak yang adalah keturunan SIraja Batak?</p>
<p>Bagi saya peribadi Lae, Agama itu semakin menyempurnakan/memperbaiki Adat yang sudah ada, bukan menghapuskannya. Dan saya percaya Adat dapat berjalan berdampingan dengan Agama karena itu adalah 2 hal yang berbeda tapi untuk tujuan yang yakni agar kita dapat hidup rukun dan damai. Dan satu lagi lae, saya ingin bertanya ke pada lae yang mungkin sudah cukup mendalami agama, Orang yang Hidup Sebelum Agama itu ada akan diadili diakhirat berdasarkan apa..Apakah Agama yg kita anut sekarang padahal mereka tidak kenal atau adat yg mereka anut saat itu sebagai pengatur kehidupan mereka saat itu atau hal lain. Untuk pertanyaan terakhir ini silahkan lae jawab ke email saya sinaga_capunk [at] yahoo.com agar tidak disensor penguasa Blog ini hehehehe.<br />
@ lae Jarar, Maaf Lae kalo pembahasan ini melenceng dari Topik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Horas.. Horas ..Horas.. Jekson Sinaga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Ir. Saut Simanjuntak</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-1967</link>
		<dc:creator>Ir. Saut Simanjuntak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 04:27:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-1967</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Saya menanggapi komentar lae Jekson Sinaga&lt;/strong&gt; akan tetapi sebelumnya saya bertanya dahulu kepada lae yang kukasihi di dalam nama yang satu itu (Nabadia i). &lt;strong&gt;Siapakah Siraja Batak?&lt;/strong&gt; Kalau anda percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan Percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah dan sebagai Juru Selamat Manusia. Dimanakah kedudukan Siraja Batak dalam Kontek diatas?. Horas !.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Saya menanggapi komentar lae Jekson Sinaga</strong> akan tetapi sebelumnya saya bertanya dahulu kepada lae yang kukasihi di dalam nama yang satu itu (Nabadia i). <strong>Siapakah Siraja Batak?</strong> Kalau anda percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan Percaya bahwa Yesus Kristus adalah anak Allah dan sebagai Juru Selamat Manusia. Dimanakah kedudukan Siraja Batak dalam Kontek diatas?. Horas !.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Jekson Sinaga</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-1890</link>
		<dc:creator>Jekson Sinaga</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jul 2007 04:50:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-1890</guid>
		<description>@ Ir. Saut Simanjuntak
Sedikit menanggapi, kalo menurut saya &lt;strong&gt;somba dalam hal ini bukan merarti menyembah seperti kita menyembah Tuhan, tapi menurut saya lebih mendekati kepada kata &quot;hormat&quot;.&lt;/strong&gt; Dan kalo untuk hormat kepada hula-hula saya kira tidak ada masalahnya dalam ajaran Kristen. Juga untuk namargoar, saya kira itu bukan hanya jambar hula-hula tapi dongan tubu, boru juga dapat, bahkan parhobas juga ada jambar. Jadi tidak bisa Pak Saut katakan juhut namargoar itu adalah persembahan karena ada kata &quot;Somba marhula-hula&quot;.
Dan saya kira SAE Nababan juga mengerti kalo dalihan natolu tidak bertentangan dengan agama, dan dari yg saya baca &lt;strong&gt;yg ditentangnya adalah keinginan untuk mendapatkan “hagabeon, hamoraon, hasangapon”&lt;/strong&gt;, yang menurutnya adalah falsafah orang batak (Padahal menurut banyaj komentar yang masuk ke Blog ini dan aku pribadi setuju dengan itu bukan falsafah orang batak melainkan bagian dari lagu batak yang sangat populer bahkan sekarang suku lain juga sudah bisa menyanyikannya).
Jadi apa yang salah dengan dalihan natolu. Untuk yang memegang tepian talam dan kata jampi-jampi itu, kalo saya melihanya itu adalah doa dari yang memegang talam kepada yang akan menerima isi talam itu. Untuk beberapa hal/kata yang diucapkan saya juga tidak setuju, seperti kalo ada kata sahala ni omputa ma na mamasu-masu ho. Kalo masih perkataan ompunta debata na mamasu-masu ho apa bedanya dengan perkataan Allah Bapalah yang memberkatimu.
Maaf jika saya salah karena dalam hal adat saya masih sangat butuh bimbingan apalagi dalam hal agama, saya hanya tahu sedikit dan berusaha melakukannya. Terima kasih. Jekson Sinaga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Ir. Saut Simanjuntak<br />
Sedikit menanggapi, kalo menurut saya <strong>somba dalam hal ini bukan merarti menyembah seperti kita menyembah Tuhan, tapi menurut saya lebih mendekati kepada kata &#8220;hormat&#8221;.</strong> Dan kalo untuk hormat kepada hula-hula saya kira tidak ada masalahnya dalam ajaran Kristen. Juga untuk namargoar, saya kira itu bukan hanya jambar hula-hula tapi dongan tubu, boru juga dapat, bahkan parhobas juga ada jambar. Jadi tidak bisa Pak Saut katakan juhut namargoar itu adalah persembahan karena ada kata &#8220;Somba marhula-hula&#8221;.<br />
Dan saya kira SAE Nababan juga mengerti kalo dalihan natolu tidak bertentangan dengan agama, dan dari yg saya baca <strong>yg ditentangnya adalah keinginan untuk mendapatkan “hagabeon, hamoraon, hasangapon”</strong>, yang menurutnya adalah falsafah orang batak (Padahal menurut banyaj komentar yang masuk ke Blog ini dan aku pribadi setuju dengan itu bukan falsafah orang batak melainkan bagian dari lagu batak yang sangat populer bahkan sekarang suku lain juga sudah bisa menyanyikannya).<br />
Jadi apa yang salah dengan dalihan natolu. Untuk yang memegang tepian talam dan kata jampi-jampi itu, kalo saya melihanya itu adalah doa dari yang memegang talam kepada yang akan menerima isi talam itu. Untuk beberapa hal/kata yang diucapkan saya juga tidak setuju, seperti kalo ada kata sahala ni omputa ma na mamasu-masu ho. Kalo masih perkataan ompunta debata na mamasu-masu ho apa bedanya dengan perkataan Allah Bapalah yang memberkatimu.<br />
Maaf jika saya salah karena dalam hal adat saya masih sangat butuh bimbingan apalagi dalam hal agama, saya hanya tahu sedikit dan berusaha melakukannya. Terima kasih. Jekson Sinaga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: argo</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-1763</link>
		<dc:creator>argo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 05:28:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-1763</guid>
		<description>saya sbg org bukan batak, merasa malu klu sesama org kresten yg bertengkar apalgi rebutan gereja buat malu aja ( org batak agamanya hanya ktp aja, bukan didasari dengan sungguh2 terutama kasih ) apa pendetanya juga mpy kebiasaan beribadah dbg lituergi aja.   JANGAN MENJADI BATU SANDUNGAN BUAT ORG LAIN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sbg org bukan batak, merasa malu klu sesama org kresten yg bertengkar apalgi rebutan gereja buat malu aja ( org batak agamanya hanya ktp aja, bukan didasari dengan sungguh2 terutama kasih ) apa pendetanya juga mpy kebiasaan beribadah dbg lituergi aja.   JANGAN MENJADI BATU SANDUNGAN BUAT ORG LAIN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: MR. PUSINK"SSSS</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-849</link>
		<dc:creator>MR. PUSINK"SSSS</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 10:38:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-849</guid>
		<description>Nunga SAE bei Amang Pendeta Komentarmi janganlah menyalahkan falsafah orang Batak, selagi di pergunakan di jalan yang benar itu tidak akan menyalahi Ajaran Agama manapun.Sama halnya dengan pertikaian di HKBP dulu,kemana assetnya HKBP itu ?Sebagai pendeta-pendeta tidaklah perlu memiliki harta yang bukan miliknya.Amankahlah situaai itu supaya jangan terjadi lagi amang!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nunga SAE bei Amang Pendeta Komentarmi janganlah menyalahkan falsafah orang Batak, selagi di pergunakan di jalan yang benar itu tidak akan menyalahi Ajaran Agama manapun.Sama halnya dengan pertikaian di HKBP dulu,kemana assetnya HKBP itu ?Sebagai pendeta-pendeta tidaklah perlu memiliki harta yang bukan miliknya.Amankahlah situaai itu supaya jangan terjadi lagi amang!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Saor Marpaung</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-813</link>
		<dc:creator>Saor Marpaung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 08:00:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-813</guid>
		<description>Lae Jarar anak SMAN 1 BALIGEAngkatan 1993 yaaa..kalau ngga salah rumah lae dekat Tangki Minyak atau didepan rumah Tambunan.
Aku tau sedikit lae juga pernah ngajar karate, kalau ngga salah latihannya di halaman gereja pernah aku liat...(maaf kalau salah)

&lt;blockquote&gt;betul lae. itulah aku. wah, senang sekali bisa ketemu lae di sini.

kalau tak keberatan, kapan-kapan lae ceritalah padaku siapa lae. lewat imel saja: bataknews [at] gmail [dot] com
&lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lae Jarar anak SMAN 1 BALIGEAngkatan 1993 yaaa..kalau ngga salah rumah lae dekat Tangki Minyak atau didepan rumah Tambunan.<br />
Aku tau sedikit lae juga pernah ngajar karate, kalau ngga salah latihannya di halaman gereja pernah aku liat&#8230;(maaf kalau salah)</p>
<blockquote><p>betul lae. itulah aku. wah, senang sekali bisa ketemu lae di sini.</p>
<p>kalau tak keberatan, kapan-kapan lae ceritalah padaku siapa lae. lewat imel saja: bataknews [at] gmail [dot] com
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: BatakNews</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-806</link>
		<dc:creator>BatakNews</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 05:58:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-806</guid>
		<description>@ partungkoan
@ sandi tampubolon
aku setuju, kita jangan mencampur-adukkan agama dengan adat/budaya. terima kasih.

@ marudut r napitupulu
kok tahu pula lae kalau aku tak suka ke tenda biru? :)
iyalah, minum bandrek kita nanti, plus pisang goreng.

tapi rasanya tak enak kalau lae tidak cerita siapa lae sebenarnya. dulu pernah lae komen kalau lae kenal aku, bahkan lae tahu kalau aku juga orang karate. ceritalah siapa dirimu sebenarnya, wahai laeku yg baik. biar makin enak kita ngomong. 

jangan kaugantung diriku &quot;merana&quot; begini, seolah-olah kau sengaja menyiksaku tertahan untuk &quot;klimaks&quot;. :) hei, jangan &quot;piktor&quot;.

kalau keberatan di sini, lewat imel saja: bataknews [at] gmail [dot] com
sukses juga untukmu. salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ partungkoan<br />
@ sandi tampubolon<br />
aku setuju, kita jangan mencampur-adukkan agama dengan adat/budaya. terima kasih.</p>
<p>@ marudut r napitupulu<br />
kok tahu pula lae kalau aku tak suka ke tenda biru? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
iyalah, minum bandrek kita nanti, plus pisang goreng.</p>
<p>tapi rasanya tak enak kalau lae tidak cerita siapa lae sebenarnya. dulu pernah lae komen kalau lae kenal aku, bahkan lae tahu kalau aku juga orang karate. ceritalah siapa dirimu sebenarnya, wahai laeku yg baik. biar makin enak kita ngomong. </p>
<p>jangan kaugantung diriku &#8220;merana&#8221; begini, seolah-olah kau sengaja menyiksaku tertahan untuk &#8220;klimaks&#8221;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  hei, jangan &#8220;piktor&#8221;.</p>
<p>kalau keberatan di sini, lewat imel saja: bataknews [at] gmail [dot] com<br />
sukses juga untukmu. salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Marudut R. Napitupulu</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-805</link>
		<dc:creator>Marudut R. Napitupulu</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 05:41:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-805</guid>
		<description>Akupun sebagai orang batak setuju dengan dalihan natolu, karena banyak hal yang akan dapat diselesaikan dengan mengetahui &#039;role&#039; atau peranan masing-masing individu dalam strata kehidupan sosial.

Dalam Toba na sae karya sitor situmorang, kecenderungan bernegara sudah tercipta dalam pola kehidupan orang batak. Trias politika pada zaman Raja Sisingamangaraja sudah menggambarkan peta politik yang kalau ditelaah sangat dasyat sekali. Dari segi tatanan kenegaraan Bangsa Batak pada zaman itu sudah mempraktekkan apa yang disebut dengan kecendrungan bernegara. Ada pemerintah (Raja Sisingamangaraja), ada legislatif (Parmalim) dan ada juga yudikatif dalam hal ini penasehat kerajaan yang cenderung menjadi sekutu atau allie Pemerintahan Sisingamangaraja. Bahkan buku itu juga menjelaskan bahwa Sisingamangraja juga punya musuh, atau daerah yang berbeda pandangan.
Wow... that&#039;s a truly natural state.. (batak state).

Bangsa yang mengenal adat, tata upacara, punya pustaka (bahasa dan tulisan), ada poda na lima, dalihan natolu.. jadi sangat banyak yang bisa dibanggakan.

Hamoraon, hagabeon, hasangapon ido dilulului na deba..
uang bukan segala-galanya tetapi segalanya perlu uang...

Untuk DR SAE NABABAN, kami bangga atas prestasi/pencapaian beliau sebagai Presiden Dewan Gereja Sedunia, adalah suatu hal yang wajar bagi beliau untuk membahas tentang Prinsip orang Batak, secara beliau juga adalah orang Batak..DR pula.

OK, kalau aku pulang ke Napitupulu nanti, harus ngopi kita ya.. kutraktir pun lae mangallang lampet... atau minum bandrek di depan tugu sonakmalela itu.. karena aku tau lae ga suka ke tenda biru hehehehe.

I like your style Bro..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akupun sebagai orang batak setuju dengan dalihan natolu, karena banyak hal yang akan dapat diselesaikan dengan mengetahui &#8216;role&#8217; atau peranan masing-masing individu dalam strata kehidupan sosial.</p>
<p>Dalam Toba na sae karya sitor situmorang, kecenderungan bernegara sudah tercipta dalam pola kehidupan orang batak. Trias politika pada zaman Raja Sisingamangaraja sudah menggambarkan peta politik yang kalau ditelaah sangat dasyat sekali. Dari segi tatanan kenegaraan Bangsa Batak pada zaman itu sudah mempraktekkan apa yang disebut dengan kecendrungan bernegara. Ada pemerintah (Raja Sisingamangaraja), ada legislatif (Parmalim) dan ada juga yudikatif dalam hal ini penasehat kerajaan yang cenderung menjadi sekutu atau allie Pemerintahan Sisingamangaraja. Bahkan buku itu juga menjelaskan bahwa Sisingamangraja juga punya musuh, atau daerah yang berbeda pandangan.<br />
Wow&#8230; that&#8217;s a truly natural state.. (batak state).</p>
<p>Bangsa yang mengenal adat, tata upacara, punya pustaka (bahasa dan tulisan), ada poda na lima, dalihan natolu.. jadi sangat banyak yang bisa dibanggakan.</p>
<p>Hamoraon, hagabeon, hasangapon ido dilulului na deba..<br />
uang bukan segala-galanya tetapi segalanya perlu uang&#8230;</p>
<p>Untuk DR SAE NABABAN, kami bangga atas prestasi/pencapaian beliau sebagai Presiden Dewan Gereja Sedunia, adalah suatu hal yang wajar bagi beliau untuk membahas tentang Prinsip orang Batak, secara beliau juga adalah orang Batak..DR pula.</p>
<p>OK, kalau aku pulang ke Napitupulu nanti, harus ngopi kita ya.. kutraktir pun lae mangallang lampet&#8230; atau minum bandrek di depan tugu sonakmalela itu.. karena aku tau lae ga suka ke tenda biru hehehehe.</p>
<p>I like your style Bro..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: SANDI TAMPUBOLON</title>
		<link>http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/comment-page-1/#comment-744</link>
		<dc:creator>SANDI TAMPUBOLON</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 May 2007 05:50:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bataknews.wordpress.com/2007/05/16/presiden-dewan-gereja-gereja-dunia-falsafah-orang-batak-tidak-sesuai-ajaran-agama/#comment-744</guid>
		<description>Kalo memang pak SAE murni orang SPIRITUAL kenapa dia harus mengurus kegiata orang-orang SEKULER !!!
KAMI sebagai GENERASI MUDA batak yang MAU belajar adat  biar MARADAT prihatin dgn komentar pak SAE. Bapak jangan MENGHAKIMI dengan dalih bebas KORUPSI, KKN, atau yg lainnya....TIDAK ADA ADAT BATAK MENGACU KEPADA AJARAN AGAMA......BATAK TETAP SATU YAITU &quot; BATAK &quot;!!!!, AGAMA dan kepercayaan berbeda-beda.....manalah mungkinnn!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo memang pak SAE murni orang SPIRITUAL kenapa dia harus mengurus kegiata orang-orang SEKULER !!!<br />
KAMI sebagai GENERASI MUDA batak yang MAU belajar adat  biar MARADAT prihatin dgn komentar pak SAE. Bapak jangan MENGHAKIMI dengan dalih bebas KORUPSI, KKN, atau yg lainnya&#8230;.TIDAK ADA ADAT BATAK MENGACU KEPADA AJARAN AGAMA&#8230;&#8230;BATAK TETAP SATU YAITU &#8221; BATAK &#8220;!!!!, AGAMA dan kepercayaan berbeda-beda&#8230;..manalah mungkinnn!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
