[jarar siahaan; batak news; TUHAN yang perlu, bukan agama]
Puluhan tahun aku gemar memakan babi panggang sebelum kini membasuh wajah dengan air dan menadahkan tangan di atas sajadah saat memuja SANG RAJA SEGALA RAJA.
Aku lahir lalu dibaptis di gereja. Kini mencoba salat lima waktu walau belum pernah bisa sempurna. Tapi aku tidak tergila-gila membaca Al-Qur’an atau Alkitab.
Justru otakku lebih mudah mencerna buku saku Tao-isme atau Buddha. Justru aku belum pernah mengagumi Zainuddin MZ atau pendeta yang mulutnya lancar berkotbah di layar TV. Justru aku bersimpati kepada Naipospos, salah satu tokoh Parmalim – agama pertama orang Batak warisan Raja Sisingamangaraja yang sampai kini sering “dibantai” oleh negara atas nama undang-undang.
Aku hanya ingin berpesan kepadamu, dia, mereka, dan diriku sendiri:
Jangan pernah memperdebatkan ajaran agama; jangan pernah merasa hanya dirimu yang bisa masuk surga; jangan pernah bersandiwara bagai orang suci di balik simbol-simbol dan ritual agama.
Begitu kejamnyakah TUHAN sehingga hanya seorang muslim yang saleh atau seorang nasrani yang penuh kasih yang bisa masuk surga? Lalu bagaimana jutaan manusia di zaman batu yang berbuat baik selama hidupnya ketika mereka belum mengenal gereja dan masjid?
Persetan dengan logika agamamu; TUHAN tidak sepicik yang kaupikir.
Salamku penuh damai untuk kalian semua — apapun agamamu dan siapapun nama TUHAN yang kausembah. [www.blogberita.com]
CATATAN JARAR SIAHAAN: Tulisan ini lahir setelah sepekan terakhir aku gusar membaca sejumlah blog yang membicarakan “agama kitalah yang benar; mereka itu kafir; TUHAN harus dibela sampai titik darah penghabisan.” Contohnya aku menemukan artikel di sebuah blog [tak usah kusebut di sini karena aku tak ingin anda membacanya] yang berjudul “Benar saudaraku, aku Jesus, karenanya jangan biarkan pembangunan masjid itu.”
Meskipun aku bukan seorang Kristen, tapi hatiku tersanyat membaca tulisan itu. Puluhan orang menuliskan komentarnya. Umumnya mendukung — dari situ kutebak mereka beragama Islam. Tapi ada satu-dua yang protes, misalnya dengan komentar, “Semoga Yesus memberi penerangan bagi anda” atau, “Itu bukan suara Yesus, tapi suara iblis,” — dan ini kuduga ditulis kawan beragama nasrani. Yang paling membuat batinku menangis adalah karena banyak komentar yang justru ikut mengompori dan mendukung si pemilik blog agar segera memuat lanjutan artikelnya.
Kesanku, si penulis blog sebenarnya tidak bermaksud melecehkan Yesus; ia hanya menulis sebuah cerita dengan memasukkan tokoh Yesus sebagai karakter khayalan — bukan Yesus dalam Alkitab. Tapi sayang, penulis tidak sadar bahwa umumnya orang tidak secerdas dia dalam memainkan kata-kata. Bagaimana kalau blogger Kristen membalasnya dengan artikel, “Betul saudaraku, aku Muhammad, karenanya jangan biarkan pembangunan gereja itu.”
Aku yakin, pasti ada pembaca nasrani yang tersinggung dengan artikel yang kuceritakan tadi. Apa bedanya ketika orang Islam tersinggung atas munculnya kartun Nabi Muhammad di media asing beberapa waktu lalu.
Jadi, bukankah blog seperti ini hanya akan memancing umat berbeda agama untuk bertengkar? MasyaAllah. Oh my God. Semoga Yesus, Mulajadi Na Bolon, Gusti Allah, mengampuni mereka ….
Bagiku blog-blog yang membahas agama, apalagi sampai membandingkan ajaran agama yang satu dengan lainnya, bukanlah sesuatu yang pantas ditiru. Kepada anda, pembaca BatakNews, aku ingin berpesan agar tidak membuat blog seperti itu — kecuali blog anda dibatasi aksesnya bagi kalangan tertentu/rekan-rekan anda yang seagama.
Update: Baru saja aku berselancar di internet dan menemukan lagi sebuah situs yang memprovokasi umat beragama. Awalnya, ketika membaca motto situs itu, aku berpikiran positif, karena namanya forum kebebasan berpendapat lintas-agama. Tapi setelah kubaca isinya, ya ampun, lebih parah dari blog-blog yang kusebut di atas.
Di sini kukutip tiga contoh komentar yang menjelek-jelekkan agama Islam:
1) Kalo Cola jatuh dari langit => The God Must Be Crazy Kalo Qoran jatuh dari langit => Your God Must Be Crazy Lu (muslim) pada nyembah gw 5x sehari….: “di kabah ada monyet mirip elo sergius …..kalo gak percaya cek ke sana !!”
2) Wahai para MUSLIM dan MUSLIMAH, janganlah engkau takut untuk meninggalkan islam, karena HANYA dengan meninggalkan islam, engkau akan menemukan kebenaran sejati dan kedamaian yang sesungguhnya….
3) Hmm, gua mau beli quran aja ah karena kok kertas toilet gua cepet banget abis yah?
Dan ini contoh tiga komentar yang menyerang balik ke pihak Kristen:
1) Ini dari Injil lho, kata-kata Yesus “Jangan sangka aku datang membawa damai, melainkan pedang”.
2) kami bukan seperti kamu yang mempermainkan agama, lihat aja dalam film bisa joget2 dalam gereja, bisa tembak menembak padahal itu tempat ibadat.
3) Yesus berkata begitu, jalan kebenaran dan hidup. tapi bukannya masuk syurga, cuma jalan2 aja hehehe. lagipun hanya untuk bangsa Israel aja, bukan seluruh manusia.
Sengaja kukutip sejumlah contoh di atas bukan dengan maksud membuat anda ikut-ikutan marah; tapi agar anda lebih menyadari betapa blog seperti itu tidak pantas ditiru dan dibaca. Dan perlu kuberitahukan, kalau ada pembaca BatakNews berkomentar dan membahas/memperdebatkan kutipan-kutipan di atas, aku akan menghapusnya.
Sekali lagi, aku takkan mau menyebutkan alamat situs tersebut, walaupun isinya sudah kusimpan di komputerku. Terserah kalau anda mencarinya sendiri. Aku hanya tidak ingin anda berkunjung ke sana, lalu anda baca, dan terbakarlah amarah anda. Sungguh, jika anda membacanya, kupastikan anda akan marah dan akan membalas — ini yang sama sekali tak kuinginkan.
Dan aku ingin mengatakan, siapapun yang punya website dan weblog itu, sekali pun dia mengaku seorang demokratis dan berpendidikan tinggi, dia tetaplah seorang provokator yang ingin menciptakan perang. Mungkin dia akan berkilah: “Saya kan cuma ingin agar semua orang bebas berbicara soal agama, dan saya tidak memihak agama manapun. Buktinya semua komentar saya biarkan tanpa sensor.”
Sekali lagi, pembaca BatakNews, kumohon jangan pernah membuat blog seperti itu; dan juga jangan pernah membacanya. Hatiku sangat sedih sekarang ini; kok banyak orang yang pintar tega-teganya mengelola blog seperti itu.
Bila anda memiliki blog dan sependapat untuk menolak blog yang memperdebatkan agama, silakan menyalin artikel ini dan menaruhnya di blog anda. Jangan lupa menyebutkan sumbernya: www.blogberita.com. Logo kampanye anti-blog agama di atas juga boleh anda kopi.
Salam damai — Jarar Siahaan di Tanah Batak. [www.jararsiahaan.com]
-
1
Ping balik on Nov 24th, 2007 at 9:26 pm
[...] aku juga mencurigai sejumlah blog, milis, dan situs web yang memperdebatkan agama dikelola oleh orang-orang dengan identitas palsu. karena kulihat milis dan blog tersebut betul-betul menjadi sarang iblis — di mana setiap pengunjung dibiarkan menulis komentar sekasar apapun tanpa disensor sama sekali. hal ini pernah kutulis dalam artikelku di bataknews, PERSETAN DENGAN LOGIKA AGAMAMU. [...]
-
2
Ping balik on Jan 15th, 2009 at 10:44 pm
[...] aku juga mencurigai sejumlah blog, milis, dan situs web yang memperdebatkan agama dikelola oleh orang-orang dengan identitas palsu. karena kulihat milis dan blog tersebut betul-betul menjadi sarang iblis — di mana setiap pengunjung dibiarkan menulis komentar sekasar apapun tanpa disensor sama sekali. hal ini pernah kutulis dalam artikelku di bataknews, PERSETAN DENGAN LOGIKA AGAMAMU. [...]


3 Oktober 2007 at 2:42 pm
Betul Krisna..
Kalo dalam Logika Matematika itu namanya konjungsi..
Pernyataannya: Kasihilah Tuhan Allahmu lebih dari segala sesuatu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Jika disimbolkan menjadi
A= Kasihilah Tuhan Allahmu lebih dari segala sesuatu
B = Kasihilah sesamamu manusia sepeti dirimu sendiri
Jadi pernyataannya menjadi A^B
Pernyataan konjungsi akan bernialai BENAR jika A benar dan B benar.
Jika salah satu salah maka penyataan akan menjadi salah. Jika kedua-duanya salah maka jelaslah penyataan tadi juga akan menjadi salah.
Jadi dua2nya harus berjalan BENAR.
Kalau hanya cinta Tuhan tapi tidak cinta sesama maka itu belum benar.
Juga jika hanya cinta sesama tapi tidak cinta Tuhan, itu juga belum benar…
Nah… begitulah kira-kira…
9 Oktober 2007 at 2:34 pm
BAng…minta izin untuk save image gambar kampanye anti blog agama nich…buat kampanye jg di friendster….makasih banyak niy bang sebelumnya…
Hidup humanisme….peace on earth…
16 Oktober 2007 at 5:17 pm
Eh Jarar…
PERSETAN DENGAN LOGIKA AGAMAMU JUGA DEH..
LOK BELAGAK TAHU SEGALA…
Kau bilang diatas “Persetan dengan logika agamamu; TUHAN tidak sepicik yang kaupikir.” <– ini juga kan menurut logika kau sendiri..
jadi kau juga nggak usah memaksakan orang lain supaya bisa ngerti, bisa nerima logika kamu.. pahami dan dalami ilmu agama yang kau anut sekarang, nggak usah beropini yang macam2..
kau kerja jadi wartawan apa?, wartawan kriminal, wartawan ekonomi atau wartawan olahraga… tulis aja yang ringan2, tentang olah raga atau berita2 kriminal di kampung kau itu.. Tak usah kau beritakan, kau pernah makan babi lah, tentang kau lebih simpati sama parmalin-lah atau sholat kau masing bolong lah.. itu nggak penting… kau bilang blog ini, blog berita jadi tulislah, berita2 atau info2 yang baru dan ter GRes saja.. biar bermanfaat terhadap orang lain.. BETUL TIDAK.. ???
btw foto kau yang diatas pake kacamata hitam itu bagus lae, seperti plawak yg pernah tertangkap kasus shabu2 itu… siapa yah? aku lupa.. kau pasti ingat kan ..
salam kenal aja lae..
nb : jangan kau tak tampilkan lae comment ku yaa..
oiya blog mu banyak dibaca oleh orang2 luar negri ya.. dari houston, usa, german dll tapi kau jangan bangga dulu lae itu bisa menipu.. hehehe
sayonara, adios amigo… peace..
JARAR SIAHAAN: setelah membaca komentarmu, dan melihat nomor ip address-mu, di pikiranku cuma ada satu kalimat terlintas: “kok ada ya orang yang tinggal di luar negeri dengan kualitas otak sedodol ini.”
orang ini cuma bisa nyinyir alias iri hati karena memang dia tak mampu berargumentasi.
komenmu kali ini kutampilkan sajalah, karena baru pertama kali kau berkomentar di blog ini. tapi komenmu selanjutnya pasti kuhapus. hati-hati di jalan ya, apalagi kalau mau menyeberang.
17 Oktober 2007 at 4:13 am
Sepotong permen terjatuh dari mulutku lalu kubiarkan saja begitu karena aku asyik membaca topik dan komentar di blog ini dan karena panjangnya bagai tak berujung pangkal lalu ku bilas mataku yang mulai kabur dengan ibujari dan jempolku. Tak disangka pada permen yang terjatuh tadi telah berkerumun sebanyak 7 miliar semut. Aku mengamati semut itu dan sesaat mood (suasana hati) ku menginginkan bahwa semut-semut itu haruslah salam-salaman tetapi ada semut-semut itu yang berkelahi maka karena mood tadi menginginkan yang salam=salaman maka kupencetlah semut-semut yang berantam itu lalu matilah mereka. Sesaat kemudian mood ku berubah dan aku menginginkan semut-semut itu berantam untuk menyenangkan hatiku, tetapi ada juga semut yang bersalam-salaman maka karena tidak sesuai dengan mood-ku yg menginginkan mereka berantam maka kupencetlah semut-semut yang tak mau berantam tersebut. Lalu aku mengamati dan merenung kejadian tadi dan kubandingkanlah hierarchi (derajat semut itu dengan derajatku yang tentu saja sangat jauh aku lebih tinggi bahkan aku berkuasa penuh atas semut-semut itu karena apapun mampu aku lakukan kepada semut itu termasuk membinasakannya.
Maka aku berani katakan akulah tuhan dari semut-semut itu, karena akupun yakin bahwa aku yang nyata ini pasti tak mampu dilihat semut-semut itu bagaimana bentukku padahal aku punya bentuk ya bentu manusialah tapi mereka katakan aku tuhannya tak bisa dilihatnya padahal aku ada dihadapannya. Lalu kulihat seekor semut menggeliat-geliat masih hidup selamat dari murkaku dan terseok-seok berjalan kearahku, kemudian menaiki kakiku dan sampailah dia dikuku jempolku, lalu dia katakan “Oh… ini adalah marmer dan aku akan nyaman istirahat disini” pikirnya, padahal dia sedang istirahat dikuku kaki tuhannya…ya kukuku ini. Kemudian semut itu berjalan lagi ke arah atas dan sampailah dia dibetis kakiku, lalu dia berkata “Wah… ini adalah hutan belantara” maka diapun berteduh lagi disitu, tapi dia tidak tau bahwa yang disebutnya hutan itu adalah bulu-bulu kakiku yaitu bulu kaki tuhannya.
Wahai semua sahabat-sahabatku pengunjung termasuk lae Jarar jangan lagi buka perdebatan agama yang mencari Tuhan, karena kitakan semua ada di dalam Tuhan dan buat apa dicari dan diperdebatkan, ya samalah seperti semut-semut yang kuceritakan tadi. Jadi tanah yang kupijak ini adalah Tuhanku, lingkungan dimana aku berada adalah tuhanku, hutan yang ada di daerahku adalah Tuhanku, Ibu-pertiwi yang ada di negriku adalah Tuhanku, maka aku akan jaga baik-baik tanahku, lingkunganku, hutanku, ibupertiwiku supaya Tuhanku itu baik dan tidak rusak, karena kalau jari rusak maka rusaklah Tuhanku.
Kalau pengunjung dan lae Jarar mau mengikut aku mengenal Tuhanku itu maka kita semua jadi punya Tuhan. SUDAHLAH, INILAH PENUTUPNYA. Jangan naik darah lae Jarar dengan mengatakan “Sukakulah!, jangan kunjungi blog ku!; kuhapus nanti komenmu” Yang benar ya.. hapus dadalah ya laeku… HORAS
JARAR SIAHAAN: setelah membaca komentar lae beberapa kali di blog ini, aku kagum dan tahu bahwa lae bukan pembaca yang asal komen atau istilahnya bersedekah-komen. tapi soal permintaan lae pada alinea terakhir, aku tetap akan menolak. aku akan selalu berkata, “suka-sukakulah di blogku. entah mau menulis apapun, jangan kau atur aku!”
termasuk kepada lae sendiri, aku akan mengatakan itu bila lae mencoba-coba membatasiku agar tidak menulis topik agama atau yang lainnya. tidak bisa lae mengaturku di rumahku sendiri.
jadi begini. aku adalah orang yang sangat suka berdebat. kalau misalnya lae atau siapapun tidak setuju dengan sebuah artikelku di blog ini, maka lawanlah dengan kata-kata, “hei jarar, aku tak setuju dengan pendapatmu. karena menurutku yang benar adalah begini, begono, dll.”
tapi jangan ada komentator yang menulis komen sejenis ini, “hei jarar, aku tak suka membaca bila di blog ini dibahas soal agama, aku juga tak suka bila kau bercerita tentang dirimu pribadi dan memasang foto anak-istrimu, dll. jangan lagi tulis tentang TUHAN, jangan lagi tulis tentang dirimu sendiri.”
lho…, cemmana kau itu, yang punya blog aku sendiri kok. ya suka-sukakulah di rumahku sendiri. mungkin orang-orang seperti kalian belum paham bahwa ada “kode etik tak resmi” di kalangan bloger: “aku menulis apapun yang kusukai di blog ini, jadi bila anda tak suka, segera klik tanda X pada pojok kanan-atas browser internet anda.”
blog pada prinsipnya adalah jurnal pribadi, media personal, yang sengaja dibiarkan diakses publik lewat kecanggihan internet. jadi artikel dalam blog tentu saja sangat subjektif, temanya tergantung selera si pemilik blog. maka yang [lebih] harus berlapang dada itu sebenarnya adalah pengunjung blog, bukan pemilik blog. setiap pengunjung blog, sebelum mulai membaca, harus menyadari “risiko” bahwa artikel yang segera dia baca sangat mungkin tidak benar, tidak berbobot, tidak menyenangkan hatinya, tidak sesuai bidang kesukaannya, dll. maka bila pembaca blog menemukan tulisan “tak bermutu” dalam blog, mereka harus berlapang dada, lalu segera berhenti mengunjungi blog itu untuk kemudian mencari blog yang sesuai topik favoritnya.
aku yakin, lae pasti paham seperti apa orang-orang yang disebut NYINYIR; istilah yang tepat bagi sejumlah komentator di blog ini.
pesanku yang terakhir, dan selalu: “bila tak suka topik-topik agama di blog ini, klik tanda X pada browsermu, dan beralihlah membaca blog lain.”
begitu saja kok repot, kata gus dur.
21 Oktober 2007 at 4:54 pm
waduh udah semua komentar ada jadi bingun mo kasih komentar apa.
sedikit nanya aja deh apa ini udah lulus sensor lae Jarar soalnya sedikit menyinggung sara.
April 15th, 2007 pada 10:39 pm
Maniak Blogger
Suka-suka kami dong mau nulis blog tentang agama Islam kek, Kristen kek, ajaran setan kek,apa urusanmu!!!….. urusin aja tuh Orang BATAK biar otaknya beres!!!
24 Oktober 2007 at 10:19 am
Jesus Murtad??
Hari ini – sebagai salah seorang pengikut Jesus – aku di suruh meliput pertandingan sepak bola antara klub pengikut Jesus. Yang satu klub Katolik, dan satu nya klub Protestan. Banyak banget penonton yang datang. Dan salah satunya, kalau saya tidak salah lihat, pasti Jesus sendiri dech. Tapi kelihatan nya banyak yang ga kenal, karena wajah nya kelimis, dan rambut nya di potong nge-punk kayak rambut nya si BA di film The A-Team.
Kebetulan Jesus duduk persis diantara pendukung Protestan dan Katolik. Aku sendiri duduk di belakang Jesus, kira-kira 4 bangku jauh nya.
Petandingan tengah berlangsung, “bola di giring oleh Martin (pemain dari klub Protestan), di oper kepada Luther, di tendang langsung, Gooooooolllllll…. Satu kosong untuk Protestan”. Semua pendukung Protestan bertepuk tangan, termasuk Jesus.
“Sekarang bola berada di kaki klub Katolik, di giring oleh Paulus, di oper kepada Johanes, dikilik-kilik sebentar oleh Johanes, dan di oper kepada Markus… di tendang langsung…. Gooooooolllllll…. Satu sama untuk Katolik dan Protestan”. Semua pendukung Katolik bertepuk tangan gembira….. termasuk Jesus.
Tiba-tiba orang yang duduk di sebelah kiri Jesus (pendukung Katolik) dan sebelah kanan (pendukung Protestan) secara bersamaan menepuk bahu Jesus dan bertanya, “hei sebenar nya loe nge dukung siapa sich, kok Protestan nge gol in loe bersorak, Katolik nge gol in loe juga bersorak”. Dengan santai nya Jesus nge jawab, “Gua nge dukung dua-dua nya dong”.
Serentak kedua orang itu (pendukung Protestan dan pendukung Katolik) menghujat ke Jesus “Murtad loe”.
(Note: cerita diatas saya kutip dan gubah secara bebas dari buku “Burung Berkicau”, tapi saya lupa nama pengarang nya, kalau ga salah sich Pastor Antonius D. Mello).
27 Oktober 2007 at 8:59 am
thanks bang jarar
semua yang bang jarar katakan itu benar,dan memang kenyataanya begitu
tergantung dari kitanya saja menanggapi semuanya itu…buktinya nanti di akhirat kita akan lihat.
15 November 2007 at 11:06 pm
Horas! Manggil apalah aku ya? Tulang aja lah ya, soalnya walaupun aku orang batak dan bangga jadi orang batak, jujur soal hubungan adat-adatan gitu masih agak (sangat, sebenarnya) bingung.
Mantap kali memang! I can’t believe I could afford to read this whole page, dari atas sampe bawah, dengan jantung yg berdebar-debar, wondering what will I read next. Ada yang bikin aku manggut-manggut setuju, ada juga yang bikin aku mengerutkan alis mata, meragukan. Karena jujur aja, nggak semua nya aku setuju lho dengan apa yang Tulang bilang. Tapi yah, aku nggak bisa (atau nggak mau ya?) bilang dalam hal apa yang aku enggak sependapat, soalnya belum jago debat, sih! Nanti aku pulak yang macam orang paok-paok, hahahahahahah.
I’m a 20 yrs old, kuliah di salah satu universitas negeri di Medan, jurusan Jurnalistik -dan jujur lah, tulisan2 Tulang bener2 banyak membuka pikiran aku.
Seperti ada yang komentar di atas, kalimat-kalimat yg Tulang berikan itu KUAT, tapi enggak KERAS alias nggak norak, hehehehe.
After reading the whole page, this one sentence I quote seems to conclude it all : “kalo kau mau melihat suatu agama, lihatlah kepada agama itu langsung, jangan melihat kepada manusianya. Karena nilai agama bisa tereduksi akibat ego manusia.” (IMATUTU!)
Mungkin aku enggak akan pernah bisa se-idealis dan se-independen Tulang, but just so you know, you really rock my world! HORAS!
JARAR SIAHAAN: terima kasih, nuri. silakan engkau berbeda pendapat denganku, dan memang sebaiknya begitu. aku tidak berharap kau seindependen aku, tapi aku justru berharap suatu hari nanti kau akan menjadi wartawan yang lebih independen lagi dari aku.
16 November 2007 at 6:39 pm
@Maridup Hutauruk
(tapi jangan ada komentator yang menulis komen sejenis ini, “hei jarar, aku tak suka membaca bila di blog ini dibahas soal agama, aku juga tak suka bila kau bercerita tentang dirimu pribadi dan memasang foto anak-istrimu, dll. jangan lagi tulis tentang TUHAN, jangan lagi tulis tentang dirimu sendiri.”)
Horas,
seperti yg pernah saya baca diblog teman (lupa saya alamatnya) begini:
“Bikin bikinmu . kubikin bikinku”
he..he..he
20 November 2007 at 3:07 pm
horas…
bang Jarar…bang Toga…ganti topik lain dong???kek bola kaki luar negri…perkembangan sepakbola tanah air dll.gini2 aja bisa jadi bodoh tano batak ini…topiknya berat dan sriuz2 kali woiiiiiiiiiii
jujur ya buat abang berdua..saya salut dengan artikel abang..juga inteligensia abang berdua namun dengan beribu2 maaf sangat tidak mendidik…tidak jelas arah topiknya,gak jelas pake referensi nya..pake perasaan tok do…nilai2 jurnalistik dilanggar sekali ini
truz abang Jarar dan abang Toga sering buat tersinggung agama lain dengan nampak egoisnya mengatakan saya Batak (kebanggaan) agama saya islam (pingin abang tunjukin siapa sebenarnya abang) awak rasa tuh berlebihan kali bang…ndang bisuk halak abang disi (maaf klo bersifat menggurui).
awak pernah kuliah di sosial dan politik perguruan tinggi negri terkenal d jogja.awak pernah baca tulisan yg punya koran KOMPAS..Jakob Oetama dia bilang kita sebagai penulis harus bersifat kritis namun mendidik dan profesional.
Jujur buat abang berdua…diklat lagi tentang JURNALISTIK sparing partner dengan daerah2 laen biar ngerti bagaimana mengontrol emosi,bagaimana menguasai situasi,bagaimana mengambil keputusan dlm jurnalistik…alangkah baiknya bakat dan talenta abang berdua diasah lagi…kami merindukan tulisan2 hangat menggelitik,lucu namun kritis dan mendidik…dari abang berdua
tentang agama…intinya nahurang tapajonok do tu debata do i gabe songon gabe sursar sude…marabalangan,rasa ikan asin gak mood banget nih…heta hamu akka ale dongan tapasada roha dohot tamiang asa las gabe hita di mangihut ari
horas…
salam holong
salam sitta..
risalah seorang adik..parbalige
21 November 2007 at 8:18 am
agama lagi…..agama lagi.kenapa sih dg agama.harus debat panjang lebar yang nantinya akan menjadi “luas”.ndak akan pernah habis lo ngomongin soal agama, pasti satu orang dengan yang lain akan ngomong bahwa aagamanya yang paling benar.Fanatik agama=====Perang. Padahal smua agama it mengajarkan tentang cinta kasih dan perdamaian…………mhon dicermati untuk smuanya.agama it kan mengajarkan hubungan kita dengan Tuhan dan kepada sesama.seharusnya it yang harus kita lakukan, bukan malah sebaliknya, saling menyerang. salam damai…………………………………….
22 November 2007 at 8:22 pm
ustru aku bersimpati kepada Naipospos, salah satu tokoh Parmalim – agama pertama orang Batak warisan Raja Sisingamangaraja yang sampai kini sering “dibantai” oleh negara atas nama undang-undang.
bukannya agama sisingamangaraja adalah Islam? ada cap kerajaannya yang bertuliskan Muhammad SAW dan Allah SWT.
bukannya justru karena hendak memutuskan hubungan batak dan Islamlah Naipospos diadakan pemerintah(saya percaya negara tak pernah memerintahkan itu, karena anda sendiri juga bisa membedakan negara dan pemerintah kan)?
saya mengajak anda masuk Islam, karena ini kewajiban saya