Keajaiban ternyata sudah datang pada Duma Riris Silalahi (23 tahun) ketika dia masih dalam rahim ibunya. Jauh sebelum memenangkan Wajah Femina 2006 lalu, putri Balige itu pernah nyaris tewas saat berusia 9 bulan dalam kandungan.
Waktu itu di Parapat, kedua orangtuanya mengalami kecelakaan. Mobil yang mereka tumpangi berguling-guling. “Istri saya sedang hamil tua. Mertua saya nangis-nangis, dikira putrinya dan cucu dalam kandungan sudah meninggal. Ternyata Tuhan maha baik, Duma dan ibunya sehat-sehat saja,” Nobel Silalahi, ayah kandung Duma, bercerita khusus untuk Global di atas kapal di Danau Toba, Balige, Tobasa, Jumat (29/9).
Ajaibnya lagi, Duma baru lahir pada bulan ke-11. Duma adalah anak ke-3 dari 6 bersaudara. Ayahnya PNS di Dinas Kehutanan Tobasa dan ibunya, Mince Manurung, pernah buka usaha salon kecantikan. Rumah mereka di kompleks lapangan bola Sisingamangaraja Balige. Ia tamat dari SMA Negeri 2 Balige pada 2001, lalu kuliah Diploma-3 di USU dan bekerja di Bank Danamon Medan. Masa SD dan SMP-nya di Parapat.
Ia mengikuti lomba Wajah Femina atas saran teman sekerjanya. Ketika lolos 20 besar dan diundang ke Jakarta, ia sangat kaget.
Karena …, “Itu baru pertama kali saya naik pesawat dan juga pertama kali ke Jakarta,” ucap Duma polos.
Juga ajaib baginya ketika terpilih sebagai yang tercantik dari 1.228 orang saingannya dari seluruh Indonesia. Hadiah senilai lebih Rp 100 juta pun diraihnya. “Hadiah itu biarlah untuk dia semua, agar dia terfokus memikirkan karir di dunia model dan perbankan,” kata sang ayah.
Memang pantas dia jawara. Tubuhnya tinggi semampai dengan wajah nan cantik. “Mirip Nadine ya,” ucap seorang pemuda, memaksudkan Putri Indonesia 2005, saat Duma tiba di dermaga kapal.
Hidungnya mancung, tidak seperti umumnya orang Batak. Kakinya jenjang. Rambutnya berombak. Bibirnya tipis berisi. Giginya rapat dan rapi.
Dua jam di atas kapal, bersama rombongan Bupati Monang Sitorus, Duma diberi ibunya martabak kacang. “Mohop …, mohop …,” kata Duma sembari menghembus-hembus martabak di tangannya. Para wartawan dan warga bergantian berfoto di sampingnya. Pagi sebelumnya ia diundang ke kantor bupati. Sorenya ia menghadiri acara yang digelar warga di gedung serbaguna HKBP Balige dan diberi ulos.
“Pemuda Toba Samosir harus optimis. Kita bisa kok bersaing dengan orang Jakarta,” kata Duma Riris Silalahi, yang cuti sementara dari bank karena kontrak kerja dengan majalah Femina. [jarar siahaan]
Berita ini pertama kali kutulis di Harian Global. Ini gambar Duma bersama bapaknya. Pelototin deh. Puaaasssti cantik.




7 Agustus 2007 at 5:13 pm
HEH…! Konyol emang ya… Tadinya judul tulisan lae Jarar ini aku pikir cuma semacam “lucu-lucuan” alias ecek-ecek. Nah, iseng aja aku nge-klik, rupanya benar adanya… Konyol aku katakan, karena ternyata aku juga gak ngeh soal model-model. Padahal, hampir tiap hari ketemu artis (karena kerja emang di bidang itu)… Sebagai orang Batak, tentu aja aku salut! Dan selamat, karena aku baru ingat kalo kemarin sempat nonton sctv, yang ternyata runner up, dari Sumut dimaksud adalah si adik kita, Duma ini… Sekali lagi… Selamat, ya nak… Hanya saja pesan tulang, jangan menjadi sombong seperti banyak artis halak hita yang malu kalo cantumin marganya… Kalo emang ngerti bahasa Batak, jangan pernah bilang “gak ngerti”… Soalnya, lae Jarar, aku sering kali ketemu wanita halak hita yang datang casting ke kantor, saat aku pancing ngomong Batak, dia bilang gak ngerti… Padahal, bahasa Jakarta-nya pun masih marpasir-pasir, kayak aku, yang akhir taon 70-an BTL ke Jakarta. Aku selalu rindu, ada boru halak hita jadi artis, tapi gak malu jadi orang Batak. Kayak Nadya Hutagalung, dia selalu bilang, bangga jadi orang Batak. SELAMAT ya…!!
7 Agustus 2007 at 6:03 pm
Ito jarar dari balige ya? Dimana di balige ito? (delita di Bali)
JARAR SIAHAAN: benar, ito, aku tinggal di balige. jl. sm raja 212. ito orang balige juga? boru apa?
8 Agustus 2007 at 12:27 am
Sebagai photographer, saya banyak memotret cewek cewek cantik, karena profesi mereka siap untuk itu. Pertama kali saya lihat Ito boru Silalahi ini tampil di acara music di Jakarta, saya bangga melihatnya, sebagai orang Batak dan dibesarkan di Balige, bisa bersaing dengan model yang bertaburan di Jakarta.
Sekarang ini, bukan hanya boru halak hita yang lahir dan besar di kota yang cantik cantik, anak anak dari Tano Batak juga tidak kalah.
Saya sering pulang ke Sumatra dan keliling mengitari Danau Toba untuk membuat foto foto yang indah. Saya sering melihat anak anak kecil, si Butet dan si Ucok, tidak kalah cantik dan gantengnya dengan anak anak yang lahir dan besar di kota. Orang tua di Tano Batak, tentu berperan dalam hal ini. Mereka semakin paham tentang gizi pada bayi sehingga anak anak tumbuh lebih baik. Sudut sudut pada wajah kebanyakan Halak Hita pada masa lalu sudah tidak kelihatan pada wajah anak anak sekarang. Kita juga bisa perhatikan pada anak anak remaja perantaun yang sekarang banyak di Jakarta, banyak sekali berparas cantik dan cowoknya juga tampan.
Selamat ya Ito, sukses dan semoga rendah hati dan jangan malu berbahasa Batak dikeramaian bila bertemu sesama halak hita.
BLOG BERITA: kalimat lae yang terakhir itu yang paling kusuka.
8 Agustus 2007 at 7:32 am
Bah lae jarar.
Agak unik tulisan ini. Aku lihat tanggal pemuatan dan deklarasi blog ini hampir bersamaan. Artinya inilah salah satu tulisan tertua di blog ini. Tapi kukira jadi hangat lagi sekarang (songon ombus-ombus na di palas – kayak lepat ombus ombus yang dipanaskan) karna itoku ini jadi runner-up PPI 2007. Sekilas wajahnya mirip nadya hutagalung ya.
@charlie
Betul lae bilang. Kalau kita lebih teliti melihat anak-anak di hitaan, banyak juga yang punya raut wajah cantik dengan struktur tulang wajah yang menarik. Hanya karna memang dibesarkan di kampung dll, maka tidak bisa ter-explore.
Aku juga perhatikan hal yang unik. Beberapa marga cenderung menghasilkan perempuan yang cantik-cantik dan pria yang ganteng, sebutlah tobing, hutabarat, siahaan, hutapea, siregar.. Bukan berari dari komunitas marga lain tidak ditemui seperti ini, tapi saya lihat dari marga-marga di atas persentasenya lumayan besar. Bagaimana lae JJ, yang mewakili siahaan ???
JARAR SIAHAAN: betul, lae, tulisanku tentang ito kita ini kumuat pada saat blog ini baru online. perempuan siahaan tidak terkenal dengan kecantikannya, tapi “kegalakannya”. menurutku yang terkenal dengan kecantikannya adalah boru tobing dan hutabarat.
8 Agustus 2007 at 6:39 pm
untuk ito jarar :
Ya ito, aku boru marpaung dari Pagarbatu, trus sekarang tinggal di mana ito? dan angkatan tahun berapa ?
JARAR SIAHAAN: sebaiknya kita bercerita lewat imel saja ya, ito. nanti malah jadi “oot” alias out of topic jika harus bercerita pada artikel ini. kutunggu di bataknews [at] gmail [dot] com
10 Agustus 2007 at 12:09 am
aku sebagai orang batak cukup bangga, ada orang batak yang ikut putri indonesia, dapat juara 2 lg. selamat yah ito duma semoga sukses. amin
10 Agustus 2007 at 3:50 pm
lega juga salah satu boru batak menjadi salah satu wanita tercantik di antero nusantara………. semangat yach kak dalam menjalani aktivitasnya aku salut banget ama kk saat menjawab pertanyaan 2 juri.. dari situ dapat diambil kesimpulan klo orang batak g cuma kuat suara tapi kuat mental dan penegtahuaanya. kebanggan bagi orang batak terkhusus rakyat SUMUT pasca rina dinobatkan menjadai idol.add email aku y kak
11 Agustus 2007 at 12:27 am
Bah..tarito, sial nai…:)
Itoku ini kemarin cuma dapat runner up di ajang pemilihan Puteri Indonesia, tapi buatku dia nomor satu, ya namanya juga ito, ala so ise…
15 Agustus 2007 at 6:38 pm
Pada suatu hari dia akan dipinang oleh seorang pria tampan ,pintar dan juga berbudi luhur. Mereka dikaruniai anak-anak yang cantik,tampan seperti orangtuanya, karena orangtuanya berbudi luhur tentu anak anaknya juga pasti seperti itu. Karena prestasinya tersebut dia tentu akan menghasilkan banyak uang sehingga dia bisa menyekolahkan anak-anaknya tersebut dengan baik.
Cerita manis ini pasti sampai ke telinga sebagian besar orang Batak dan akan menjadi keluarga sitiruon (yang harus dicontoh) dan orang banyak akan sangat menghormati keluarga ini. Inilah contoh Hamoraon, Hagabeon dan Hasangapon yang sesungguhnya.
Bravo untuk Ito br. Silalahi juga untuk si paroli Lae Jarar.
26 September 2007 at 1:35 pm
ola nona yang menang ini memang cantik semoga cantik untuk selamanya berarti cantik untuk zaman cantik orangnya cantik juga hatinya semoga tuhan menbantu untuk cantik bagi seorang diri hinga lansia thanks dari Urukai Lakava.
26 September 2007 at 3:48 pm
Waktu nonton pemilihan Putri Indonesia 2007, aku yakin sekali si itoan ini bakal jadi Putri Indonesia. Sayang seribu sayang, dia agak tersandung di pertanyaan terakhir, sementara wakil Jatim agak-agak dibantu penjelasan jawabannya oleh MC.
Tanpa mengesampingkan Putri Jatim, saya mengandai-andai, kalaulah si ito boru Silalahi yang diutus ke pemilihan Miss Universe, level 15 besar aja pasti masuk, karena postur dan wajahnya cocok untuk ajang pemilihan sekelas Miss Universe.
Peluangnya sangat besar untuk meraih mahkota tingkat Asia Pacific …
29 September 2007 at 1:47 pm
wah….. Duma cakep habis ya………?????? smoga berhasil dalam dunia entertaiment ya……..
tulang jarar tinggal di balige ya? klo iya…. brarti tulang knl gk ama tulangku mangapul siahaan (partai pelopor) nantulang itu yang kerja di bank simut..trus namboru saya DUMARIA PASARIBU. klo ketemu mereka kirim salam ya tulang…… ato mungkin tulang kenal sama papa saya yang di pekanbaru. papa sayakan ito kandungnya bou duma tulang. sedangkan mangapul siahaan adalah ito kandungnya mama tulang..
salam juga buat sama teman2 ku yang ada di balige. aku rindu kalian smuakirim salam buat keluarga tulang n nantulang ya tulang…. mauliate ya tulang, tuhan memberkati horas!!!!!!
JARAR SIAHAAN: betul, bere, aku kenal uda mangapul. biar aku bisa lebih mengenalmu, cerita lewat imel saja ya. kutunggu di bataknews [at] gmail [dot] com.
4 Oktober 2007 at 11:24 pm
Horas !
Wah, Saya bangga, rupanya ada ITO-ku BORU SILAHISABUNGAN yang secantik ini. Walau sudah terkenal, ITO jangan sampai lupa sebagai orang Batak ya? Sukses buat itoku.
Syalomm!!
21 Oktober 2007 at 4:27 pm
Ito Duma ternyata oang Balige yah… Selamat buat ito Duma. Saya bangga dengan prestasi yang begitu besar. Saya orang balige yang berdomisili di Malang. Lulusan SMK Negeri I Balige angkatan 2001. Tu sude angka dongan Balige naung hasea di panagarattoan unang lupa tu bona pasogi ate. Bohado pendapatta tentang hutattai? Mudah-mudahan bi talehon angka pemikiran-pemikiran na denggan.
16 November 2007 at 1:11 pm
aq sngat bangga dengan prestasi ito Duma,bangga sebgai satu marga jg sebagai orang BATAK,Jd ceritanya ito Duma SD ,SMP di Parapat yah……soalna au sian parapat do.ito Duma jgn jd sombong ya,bersyukur pdNYa krna apa yg ito harapkan sdah tercapai..okey….smga karir itokedepan lebih cemerlang lagi………
16 November 2007 at 1:14 pm
lae tlng dulu carikan almat e-mail nya ito kt ini,aq pengen kenal lebih dekat sm itoku ini……..tolng ya lae……horas…..TQ atas artikel ini…….
21 November 2007 at 9:45 pm
Bangga dan salut atas prestasi ito Duma silalahi,sewaktu nonton SCTV pemilihan Putri Indonesia tahun 2007,saya berfikir bahwa ito tidak berasal dari kota Balige. Ternyata ….dung hubuka blok on bah…. gabe bangga hian au gabe sebagai anak Balige..
Sahali nai hudok Salut, alai unang gabe lupa ito ate disude angka sipasingot na nilehon ni angka komentator on sude, alana angka hata sipaingot na dengggan doon sudena. Tuhan Yesus selalu memberkati. Amin.