[foto-foto oleh jarar siahaan; balige]

Balige, ibukota Kabupaten Tobasa, hanyalah sebuah kota kecil. Pusat keramaiannya cuma di sepanjang jalan utama kota, Jalan Sisingamangaraja, yang tidak lebih dari dua kilometer. Tapi Balige punya dua pahlawan nasional sekaligus: Raja Sisingamangaraja XII dan Mayjen Anumerta DI Panjaitan.DI Panjaitan 2

Monumen DI Panjaitan, satu dari tujuh pahlawan revolusi, berdiri gagah persis di tengah kota. Usianya sudah 37 tahun sejak diresmikan Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1969.DI Panjaitan 5

Sayang, kini kondisi tugu itu bagai terlupakan. Guru tak pernah lagi membawa siswanya ke sana untuk bercerita apa itu “revolusi” dan siapa DI Panjaitan. Pejabat dan warga setiap hari melintasinya, tapi mungkin ia hanya dianggap sebuah rutinitas. Pemandu wisata lebih memilih membawa turis bule menonton kotornya balerong, pajak tradisional yang berjarak 200 meter dari DI Panjaitan, daripada membanggakan pahlawan Batak itu.DI Panjaitan 1DI Panjaitan 4

“Kita harus selalu mengenang pahlawan,” ucap Presiden SBY saat berziarah di makam Raja Sisingamangaraja XII di Desa Pagar Batu, Balige, tahun lalu. []

DI Panjaitan 3

Esai foto ini pertama kali terbit di Harian Global edisi 28 September 2006 dengan judul “1 Oktober 1969″.


  1. bobby hardika

    saran saya untuk pemkab tobasa tolong dong tugunya diurus jangan dijadiin pajangan aja tugunya kan landmark kota balige. usul saya sih disekitar tugunya buat aja lapangan yang agak luas trus disemen supaya jadi tempat jogging masyarakat balige.

    saran masuk akal. mudah2an didenger tuh sama pemkab. memang di kota lain biasanya ada semacam taman kota utk tempat joging. bobby suka nulis cerpen? kirim aja ke email bataknews. sekalian fotomu gak apa2, biar nongol juga. syaratnya cuma 1: jangan plagiat. jangan menjiplak cerpen orang lain yg banyak beredar di internet.